Ken & Kinan

Ken & Kinan
Nasib Ken & Morgan



Raylo dan para anak buahnya segera turun untuk melihat keadaan Ken. Saat mereka sampai di bawah, mereka malah terkejut melihat Ken tidak ada.


Kemana dia? batin Raylo.


"Gimana bos? mau di kejar apa kita biarkan?" tanya anak buah Raylo.


"Biarkan saja dia, pasti keadaannya tidak baik. Jangan sampai dia kenapa-napa atau masalah keluarga Prince dan keluarga Anggara tidak akan pernah selesai." ucap Raylo.


"Baik bos." jawab anak buah Raylo.


•••


"Argh, untung aja ada semak-semak. Tapi semak itu berduri dan membuat kulit ku luka-luka!" ucap Ken. "Kaki ku juga sakit, aishh! Ini semua salah mu Raylo Prince!" ucap Ken kesal.


Ken pun mengambil handponenya dan menelpon Morgan.


"Morgan, jemput gua di dekat kediaman keluarga Prince, sekarang! dan tidak ada penolakan!" ucap Ken, belum sempat Morgan membalas Ken langsung mematikan sambungan telponnya.


25 menit kemudian Morgan datang, ia memberhentikan mobilnya tepat di depan Ken yang duduk di pinggir jalan seperti gembel di tambah dengan pakaiannya yang robek karna terkena duri tempat ia mendarat tadi dan jangan lupa luka-luka di tubuhnya. Itu semua membuat Ken sangat cocok menjadi gembel, tapi sayangnya wajah tampannya tidak mendukung penampilannya untuk menjadi gembel.


"Hai gembel baru!" ucap Morgan.


"Gua bunuh lu!" ucap Ken dengan mata elangnya menatap Morgan.


"Selo bro, buruan masuk." ucap Morgan. Ken pun berusaha berjalan sekuatnya untuk mencapai mobil Morgan.


Ni anak, ganggu gua lagi meeting sama klien! batin Morgan. Morgan pun menjalankan mobilnya


"Kenapa lu bisa kaya gembel gini?" tanya Morgan


"Gua jatuh dari lantai 3." jawab Ken santai.


"Woi, lu kira nyawa lu sembilan kayak kucing! Asal lompat aja, dari lantai 3 lagi!" ucap Morgan.


"Untung ada semak, eh semaknya berduri dan ini yang terjadi." ucap Ken.


"Nasib buruk lu di benci sama Raylo. Lagian fans lu kalau ngefans fanatik banget, gak nanggung-nanggung nyakiti Kinan. Heran gua." ucap Morgan.


"Gua bubarin aja Kenline gimana?" tanya Ken.


"Muka gila, pandangan publik sama lu bakalan buruk banget Ken. Cuman karna seorang wanita, Kenzard Anggara membubarkan fansnya sendiri. Apa kata dunia?" tanya Morgan.


"Iya juga." ucap Ken. "Gan, ngebut gan ngebut!" ucap Ken.


"Kenapa woi?" tanya Morgan.


"Anak buah Kevin ngejar kita!" ucap Ken. Morgan terkejut, ia menaikkan laju mobilnya.


"Pegangan!" ucap Morgan.


•••


"Benar juga kata kak Logan. Tapi jelas-jelas dia bilang namanya Logan bukan Morgan. Gimana aku mau percaya? Kenapa mereka membuat hidupku makin rumit?" gumam Aira kesal.


"Yang satu bilang kak Morgan yang satu gak mau ngaku. Jadi dia sebenarnya siapa? Setan? kan seram!" ucap Aira. Air berjalan kearah tempat tidurnya lalu berbaring. Ia menatap langit-langit kamarnya sambil memikirkan perkataan Logan tadi.


"Seberapa buruk kehidupan kak Morgan? Yang aku lihat dia anaknya kaya gak ada masalah. Anaknya ceria banget sih, susah di tebak perasaannya gimana. Susah juga di tebak gimana kondisinya." ucap Aira.


"Ahh, pusing banget kalau mikirin mereka berdua. Yang penting sekarang aku sukanya sama kak Logan titik gak pake koma!" ucap Aira.


"Airaa! Ini bunda sayang." panggil Bulan.


"Masuk bun." ucap Aira.


"Hay anak cantik bunda. Lagi galau kayaknya. Ada apa? cerita sama bunda sini." ucap Bulan. Aira mendekat kearah Bulan.


"Bun perasaan penasaran sama cinta beda ya?" tanya Aira.


"Jelas beda sayang. Tapi banyak orang yang beranggapan perasaan penasaran itu cinta, padahal kalau mereka memiliki hubungan pasti mereka gak bahagia karna gak ada rasa yang tulus yang ada hanya rasa pensaran." jawab Bulan.


"Jadi kalau suka itu udah tentu cinta bun?" tanya Aira.


"Sayang, Suka belum tentu cinta tapi kalau cinta udah tentu Suka. Ada apa sih?" tanya Bulan.


"Gak ada Bun." ucap Aira.


Drettt... drettt...


"Saya Aira Anggara, anda siapa?" tanya Aira.


"Nona Aira, saya dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan bahwa tuan muda Ken dan tuan muda Morgan masuk rumah sakit." ucap penelpon.


"Apa?!" tanya Aira kaget.


"Untuk selengkapnya anda bisa langsung datang ke rumah sakit keluarga Diano." ucap penelpon.


"Oke-oke." jawab Aira langsung menutup telpon itu.


"Ada apa?" tanya Bulan.


"Kak Ken sama kak Morgan masuk rumah sakit Bun!" ucap Aira.


"Ya allah, ayo kita langsung liat mereka. Kamu telpon Ayah ya. Bilang sama Ayah segera kerumah sakit." ucap Bulan. Aira mengangguk. Mereka pun segera pergi kerumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Bulan segera meminta izin untuk memeriksa Ken.


"Kenapa luka kamu bisa banyak gini?" tanya Bulan.


"Iya kak, kayak luka kena duri." ucap Aira.


Emang kena duri. batin Ken.


"Selain itu, ada luka goresan bekas pisau di lengan kanan kamu. Kamu gak apa-apa kan?" tanya Bulan.


"Ken kan strong bun. Jadi Ken Fine-fine aja." ucap Ken. "Bunda tolong Morgan ya, dia ketembak Bun." ucap Ken. "Ken mau bunda turun langsung kedalam operasi Morgan." ucap Ken.


"Kak Morgan ketembak?!" tanya Aira.


"Iya." jawab Ken.


"Di bagian mana?" tanya Bulan


"Di bagian Dada, tapi Ken bisa memprediksi peluru itu tidak masuk ke jantungnya, tapi nyaris memasuki jantungnya. Peluru kedua ada di tangan kirinya. Bunda tolongin Morgan ya, dia yang nyelamatin Ken dari peluru yang hampir mengenai jantung Ken." ucap Ken. Bulan mengangguk. Ia pergi keruangan Morgan dan langsung memeriksanya. Aira yang khawatir dengan keadaan Morgan, langsung minta ikut kepada Bulan. Bulan pun terpaksa memperbolehkannya.


Bulan memeriksa keadaan Morgan yang memprihatinkan karna banyaknya darah di baju dan tubuhnya. Aira terkejut dan langsung menutup mulutnya.


Parah ni. Harus kasih tau Stella kalau Morgan lagi kritis. batin Bulan.


"Aira, telpon tante Stella. Bunda akan langsung masuk keruang operasi sama tante Risa." ucap Bulan. Aira mengangguk.


Saat Aira keluar, ia terkejut saat melihat Ayahnya sedang menenangkan Papa Morgan.


"Gua yakin dia gak apa-apa Lang. Percaya sama gua." ucap Rey.


"Dia gak salah apa-apa Rey, tapi kenapa hidupnya rumit?" tanya Elang.


"Lang, dia cuman lagi diuji. Dia cuman butuh doa dan semangat dari lu!" ucap Galang.


"Iya Lang, gua tau ini sulit tapi coba tenangin diri lu agar Morgan bisa tenang juga menjalani operasinya." ucap Gilang.


"Kita emang gak pernah rasain apa yang lu rasain sekarang, tapi kita sebagai sahabat lu akan ngedukung lu dan menghibur lu." ucap Leon.


"Gua cuman kasian sama dia, gua gak nangis! Yang liat gua nangis, hapus memori otak kalian sekarang! gua maksa!" ucap Elang.


"Sans men, gua liat lu nangis dan gak akan gua lupain karna ini momen penting. Seorang Elang Bagaskara menangis tersedu-sedu." ucap Vano.


"Kadang akhlak lu gak ada ya, Elang lagi sedih malah ku ledekin!" ucap Revan.


"Santai Van, udah biasa gua sama Elang gitu. Ya gak adek ipar?" tanya Vano.


"Bodo amat, suka-suka lu! Stress gua dekat sama kalian!" ucap Elang. Vano mendekati Elang.


"Gua bakalan bantu untuk meluluhkan hati Stella. Gua akan kerja keras untuk buat Stella gak benci lagi sama Morgan dan berhenti membandingkan Morgan dan Logan yang jelas-jelas selalu di menangkan Morgan, tapi yang di banggakan itu Logan. Gua ngerti perasaan mereka karna gua kembar sama Stella. Jadi sedikit banyaknya gua ngerti perasaan Logan dan Morgan." ucap Vano memegang bahu Elang.


"Thanks men." ucap Elang.


•••Bersambung...


Wah kerjaan siapa ya itu? Bukan kah Kevin udah mati? Jadi kerjaan siapa itu?


Hayoo yang tau jangan lupa di komen yaa😆😆


Jangan lupa dukungan author lohh, di like, kasih hadiah, vote, dan rate 5 😄