Ken & Kinan

Ken & Kinan
Pernikahan Verrel dan Maudy



"Kinan! Aira! balik ke belakang!" ucap Morgan. Aira dan Kinan yang terkejut, langsung berbalik ke belakang.


10 menit telah berlalu, akhirnya mereka bisa berbalik lagi.


"Lagian kalian ngapain datang kesini tiba-tiba?" tanya Ken.


"Ya kita gak tau kalau kalian lagi berenang. Kalau kita tau kalian lagi berenang, kita gak bakalan ke sini." ucap Kinan.


"Tapi mayanlah roti sobek gratis." gumam Aira.


"Hah? Apa sayang?" tanya Morgan.


"Gak ada, kita berdua mau ke dapur buat kue. Ya, kan Kinan." ucap Aira


"Tapi kamu kan gak bisa buat kue." ucap Kinan. Aira mencubit pelan Kinan.


"Pandai kok, kan ada mbah google. Yuk-yuk." ucap Aira menarik Kinan.


"Ai, jangan tarik-tarik Kinan, nanti dia jatuh." ucap Ken.


"Iya kakak Ken ku yang paling ganteng dan paling bucin!" ucap Aira. Aira dan Kinan pun masuk kedalam.


"Kinan, kamu gak bisa diajak kerja sama banget. Kalau kak Morgan tau apa yang aku bicarain tadi, Ryan bisa punya adik pada saat yang tidak tepat." ucap Aira.


"Maaf, aku gak tau." ucap Kinan.


"Kamu sebelas dua belas sama kak Ken ya. Sama-sama gak pekaan, walau lebih parah kak Ken sih." ucap Aira.


•••


Seminggu telah berlalu dan hari ini adalah hari pernikahan Verrel dan Maudy. Verrel benar-benar mempersiapkannya dengan sangat cepat dan sangat indah.


Di kamar tempat Maudy bersiap, gelak tawa terdengar. Sepertinya mereka sedang mengolok-olok Raisa yang hingga sekarang masih jomblo.


"Liat aja, setelah pernikahan Maudy, aku akan dapat cowo tampan dan juga bertanggung jawab." ucap Raisa.


"Aamiin." ucap Kinan, Aira dan Maudy.


Berbeda di rumah Verrel, saat ini Ken, Logan, Morgan, Eric, Raylo dan Arkan sedang tertawa puas. Mereka berhasil mengerjai kulkas 7 pintu, siapa lagi kalau bukan Levin.


"Hahaha, makanya jangan kelamaan jomblo." ucap Arkan.


"Sadar diri." ucap Levin dingin, tapi bagi mereka itu tampak seperti candaan.


"Hahaha, senjata makan tuan. Kayak gua dong jadi hot daddy." ucap Logan.


"Ya tapi istri gak punya, sama aja dengan lu duda!" ucap Arkan.


"Hahaha, makanya contoh gua jadi hot daddy. Anak gua ganteng plus lucu, lah gua ganteng juga. Emang cocok dah." ucap Morgan.


"Eitss anak gua belum lahir. Lu gak tau aja benih gua berkualitas. Benih dari keluarga Anggara gak ada yang pernah gagal!" ucap Ken.


"Eh tapi bener sih. Keluarga Anggara terkenal dengan visualnya yang keren banget. Di mulai dari kakek Reano, si ketua osis yang katanya terkenal karna ketampanannya. Trus Om Rey yang terkenal dengan gaya Cool dan kalemnya plus wajahnya yang gabungan dari Oma Mita dan Kakek Reano, malahan Om Rey pernah jadi Pria tertampan nomor satu." ucap Eric.


"Di tambah lahirnya Ken yang visual sama otaknya itu seiras. Wajahnya tampan, otaknya juga tampan. Sekarang tinggal tunggu benih dari generasi ketiga keluarga Anggara yang visualnya gak main-main." ucap Raylo melanjutkan perkataan Eric.


"Eits, keluarga Bagaskara gak kalah bagus loh. Kalian semua pasti gak pandai dalam hal meretas, nah kita jagonya. Visual? Jangan di tanyain, keempat generasi keluarga Bagaskara tampan semua. Otak? Bisa diadu." ucap Morgan.


"Hampir sama dengan keluarga Anggara, tapi benih keluarga Anggara emang diakui banget paling bermutu." ucap Arkan.


"Terserah!" jawab Morgan.


"Yaudah kuy berangkat!" ucap Verrel.


"Wih, tuan muda keluarga Dirgantara ganteng banget." ucap Arkan.


"Lama! Yuk berangkat!" ucap Verrel berjalan di depan mereka bertujuh.


"Gercep ya." ucap Logan. Mereka bertujuh pun menyusul Verrel ke mobilnya.


20 menit perjalanan, akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Verrel dan ketujuh sahabatnya itu sampai di gedung pernikahan Verrel dan Aira.


Verrel dan Ketujuh sahabatnya berjalan dengan sangat cool. Semua tamu undangan melihat kearah mereka dengan kagum.


"Ganteng banget mereka." ucap salah satu tamu undangan


"Iya emang bibit delapan keluarga besar gak nengecewakan." ucap tamu undangan lainnya.


"Iya, apa lagi tuan muda Kenzard dan tuan muda kembar, Logan dan Morgan. Gak perlu di raguin lagi ketampanan dan kepintaran mereka." ucap salah satu tamu undangan.


Verrel pun duduk di depan penghulu, sementara kelima temannya mencari tempat yang cocok untuk duduk. Berbeda dengan Logan dan Morgan yang sibuk mencari makanan bersama Elang.


"Asik makan gratis!" ucap Morgan.


"Emang ya, apa aja yang gratis pasti enak." ucap Logan.


"Apa yang Gratis yang gak enak?" tanya Elang.


"Permisi, makannya nanti dong. Liat Verrel akad nikah dulu." ucap Vano.


"Lama Van, mending gua makan duluan. Gua kan selalu the first." ucap Elang. Vano menarik Elang dan menyuruhnya duduk. Morgan dan Logan pun ikut duduk sambil membawa makanannya.


Menurut Logan, selagi Erland bersama dengan Stella, hidupnya akan tenang sedikit karna bisa membantu untuk mengurus Erland.


Sementara itu, bapak-bapak gaul sedang berkumpul. Mereka mengolok-olok Leon yang masih bekerja.


"Hahaha, kasian banget Leon. Kita udah istirahat, dia masih kerja." ucap Vano.


"Diam lu! Cape gua, yang seharusnya gua duduk santai di rumah, eh malah kerja." ucap Leon.


"Tenang, Maura kan bentar lagi lulus tuh jadi bisa lu serahin sama Maura." ucap Revan.


"Lagian kita masih muda juga, umur kita masih 40an, tapi udah pada punya cucu." ucap Elang.


"Untung Levin jomblo ngenest, jadi gua masih keliatan muda." ucap Leon.


"Dih, kalau anak lu belok gimana? Udahlah Levin gak pernah dekat sama cewe, kalau belokkan bahaya." ucap Gilang.


"Lah bener juga." ucap Leon.


"Gak belok, tuh liat." ucap Rey menunjuk Leon yang sedang tersenyum omongan dengan Raisa.


"Alhamdulillah ya allah, akhirnya Levin gak belok." ucap Leon.


"Kenapa harus sama anak gua?" tanya Galang.


"Yaelah santai aja lah." ucap Leon. "Gak pernah gua lihat dia senyum kayak gitu. Biasanya senyum tipis aja. Dingin dan seriusnya keterlaluan." ucap Leon


"Titisan Reyhan." ucap Gilang.


"Diam." ucap Rey.


"Sans Men, jangan balik ke sikap zaman itu." ucap Gilang


•••


"Ray, kayaknya kita berdua doang yang jomblo. Liat tuh, kulkas aja dapat jodoh, masa kita yang humoris susah banget dapat jodoh." ucap Arkan.


"Ada Logan dan Eric juga." jawab Raylo.


"Dia mah duda. Kita kan masih ke segel, masih perjaka. Kalau Logan masuk golongan duda anak satu. Kalau Eric, ntar lagi palingan dapat." ucap Arkan.


"Yaudah cari aja jodoh di pasar, pasti ketemu." ucap Raylo.


"Kita berdua jangan-jangan jodoh!" ucap Arkan.


"Ih, Najis! Belok lu ya!" ucap Raylo pergi.


"Sayang, jangan tinggalin aku!" ucap Arkan.


"Liat ni, kelamaan jomblo." ucap Ken yang lewat di depan Arkan.


"Gua lagi berjanda di bawa serius." ucap Arkan.


"Mohon maaf, bercanda." ucap Logan membenarkan.


"Ya sama aja."


"Berjanda itu sama Janda, kalau bercanda beda lagi." jelas Logan.


"Au ah, skip pusing!" ucap Arkan pergi dari sana.


•••


"Para tamu undangan silahkan duduk, kita akan memulai ijab kabul." ucap penghulu menggunakan mic.


Di depan Verrel sudah duduk Elioz dengan muka garangnya menatap Verrel. Verrel mencoba memberanikan diri untuk menatap Elioz.


"Pak Elioz sudah siap?" tanya penghulu. Elioz mengangguk. Penghulu pun memberikan micnya kepada Elioz.


Verrel dan Elioz saling menjabat tangan, dan Elioz memulai ijab kabulnya.


"Saudara Verrel Alviandi Dirgantara saya nikahkan dan kawinkan kau dengan anak perempuanku yang bernama Maudy Graviel Zaynco dengan mas kawin, cincin berlian dan seperangkat alat solat di nayar tunai!" ucap Elioz.


"Saya terima nikah dan kawinnya Maudy Graviel Zaynco dengan mas kawin yang di sebut, Tunai!" ucap Verrel dengan satu nafas.


"Para saksi Sah?" tanya penghulu.


•••Bersambung...


Sah gak?


Jangan lupa dukungannya ya berupa like, comment, vote, hadiah, dan Rate 5.