Ken & Kinan

Ken & Kinan
Babby Sitter Dadakan



"Ken! Morgan! Bantuin gua!" teriak Logan dari kamarnya. Ken dan Morgan pun berlari ke kamar Morgan takut terjadi sesuatu dengan Erland dan Logan.


"Apa?" tanya Ken dan Morgan bersamaan.


"Cara ganti popok bayi gimana?" tanya Logan. Wajah panik Ken dan Morgan berubah menjadi masam.


"Ga tau." jawab Ken dan Morgan kesal.


"Bantuin gua lah." ucap Logan.


"Udah kita bilang, kita gak tau!" ucap Ken dan Morgan.


"Apa sih ribut-ribut?" tanya Kinan.


"Gimana cara ganti popoknya Erland?" tanya Logan.


"Kalau masalah ganti popok, kak Logan kenapa manggil kak Ken dan kak Morgan? Salah dong." ucap Aira.


"Ya kali aja mereka tau." ucap Logan.


"Gimana gua bisa tau? Anak gua aja belum lahir. Ya gua gak tau lah." ucap Morgan.


"Gak usah ngegas." jawab Logan.


"Yaudah, kita berdua bantu deh. Kak Logan ikutin pake boneka ya. Sekali cara membedung dan memandikan Erland." ucap Aira Logan mengangguk. Aira membuka semua baju Erland dan membawanya ke kamar mandi. Logan, Ken, Morgan dan Kinan mengikuti Aira.


"Liatin ya." ucap Aira. Logan mengangguk. Aira mulai memandikan Erland dengan lembut. Logan memperhatikan Aira dengan seksama.


15 menit berlalu, mereka pun siap memandikan Erland. Aira menunjukkan cara memijat bayi agar bayi bisa rileks. Logan mengikuti semua gerakan Aira. Setelah memijat Erland, Aira memakaikan Erland pakaian dan mengajarkan Morgan untuk membedung Erland.


Semua tata cara sudah Logan pelajari. Ia agak sedikit tidak mengerti dan ia berjanji akan terus belajar agar Erland sehat dan bisa tumbuh besar dengan baik walaupun tanpa Sayla.


"Duh Erland-nya rewel lagi." ucap Kinan. Aira terus mencoba menenangkan Erland.


"Kak Logan coba gendong." ucap Aira. Logan pun mengambil alih Erland dari Aira.


"Sayla gimana sih. Seharusnya Erland bisa dapat Asi tapi malah dapat susu bantu." ucap Aira kesal.


"Sama-sama susu kok." ucap Logan.


"Asi lebih bagus dari pada susu bantu kak Logan." ucap Aira.


"Ken, Erland liatin lu mulu. Kali aja dia mau di gendong sama lu, biar ketularan serbuk berliannya." ucap Morgan.


"Serbuk berlian gua cuman untuk anak gua." ucap Ken.


"Bagi dikit lah, masa untuk anak lu semua. Makin bertambah dah tu Kenline." ucap Morgan.


"Tumben gak ada berita Kenline. Biasanya heboh banget." ucap Logan.


"Udah gua suruh diam." ucap Ken.


•••


"Semarah itu? Lu yakin?" tanya Eric.


"Ngapain gua bohong sama lu. Kamar Verrel itu gak kedap suara. Jadi gua bisa dengar kalau dia ngumpat lu dan pecahin barang-barang." ucap Arkan.


"Emang kak Arkan bilang apa sama kak Verrel?" tanya Maudy.


"Ya kakak cuman ceritain masa-masa Maudy sama dia. Abis itu ngomporin dia habis-habisan." jawab Arkan.


"Ada kang kompor ganteng kaya gua? gak ada kayaknya." ucap Arkan. "Karna gua satu-satunya." ucap Arkan.


"Mulai dah narsisnya." ucap Eric.


"Gua gak narsis, cuman bicara kenyataan aja." ucap Arkan.


"Lebih gantengan Kenzard Kita." ucap salah satu pengunjung yang diduga adalah Kenline. Eric tertawa puas mendengar perkataan dari Kenline tadi.


"Kenapa Kenline ada di mana-mana. Apa satu negara ini Kenline?!" tanya Arkan kesal.


"Hahaha, makanya jangan kepedean tingkat dewa." ucap Eric tertawa.


"Diam lu tempe mendoan!" ucap Arkan.


"Enak tuh." balas Eric.


•••


"Jadi lo beneran anak haram Kevin Arlat bukan cucunya?" tanya Sayla. Reval nengangguk sambil meneguk minuman Anggurnya.


"Tepatnya, gua calon penerus keluarga Arlata dan bukan Revano Arlata." ucap Reval.


"Btw nama lo beda N sama L doang sama om Revan." ucap Sayla. "Tapi ya, menurut gua emang om Revan penerus sah keluarga Arlata. Secara lo kan anak haram." ucap Sayla. Reval menatap Sayla tajam.


"Aku tau kau pernah bekerja sama dengan Logan Bagaskara. Tapi dia malah pergi bersama Kembarannya. Ck, tameng ku pergi begitu saja." ucap Reval.


"Udahlah gak usah ganggu mereka. Mending jadi sugar Daddy gue. Di jamin lo akan puas." ucap Sayla sambil menyentuh paha Reval yang masih memakai celana.


Gadis ini liar. Aku akan semakin mudah memanfaatkannya. Dasar gadis bodoh. batin Reval.


Kenzard Anggara dan Kinan Prince, mana yang harus aku bunuh? apa ku bunuh saja anak mereka. batin Reval lagi.


•••


Ken, Morgan, Aira, Kinan dan Logan di buat repot oleh Erland. Sedari tadi Erland menangis tanpa sebab. Mereka sudah memberikan makanan, susu, mainan dan mengecek popok Erland tapi Erland tidak mau berhenti menangis.


"Ayolah Nak, Papa udah capek. Mau kamu apa?" tanya Logan seraya mengangkat Erland.


Erland berhenti dari tangisannya karna di angkat tinggi oleh Logan.


"Oh mau main pesawat-pesawatan. Bilang dong." ucap Logan. Logan pun mengangkat Erland tinggi-tinggi lalu berjalan dan memutar membut Erland tertawa.


"Anak Logan kecil-kecil udah buat orang susah. Gua dari tadi bolak-balik nyariin sesuatu biar dia gak nangis. Eh rupanya malah minta main pesawat-pesawatan. Ku tunggu dewasa mu!" ucap Morgan kesal.


"Setelah dewasa, kita satukan anak-anak kita. Dan lihatlah kerukunan diantara mereka seperti kerukunan kita saat ini." ucap Ken.


"Huum, rukun sekali kita ni." ucap Morgan.


"Pak Rukun Tetangga pulang kampung." ucap Kinan.


"Garing Nan." ucap Morgan.


"Ih, ketawa kek atau apa gitu." ucap Kinan. Morgam dan Ken pun tertawa dengan terpaksa.


•••Bersambung....


Jangan lupa dukungan untuk author yaa, berupa like, comment, hadiah vote, rate 5 dan favoritkan biar gak ketinggalan setiap author up cerita baruu 😉