Ken & Kinan

Ken & Kinan
Pernikahan Aira & Morgan



Seminggu kemudian...


Morgan sudah rapi dengan stelan jasnya.



Morgan mondar-mandir karna gugup setengah mati.


"Woi, gugup amat. Sans Men." ucap Eric.


"Iya, lu langkahin kita dan nikah duluan." ucap Verrel.


"Kalian aja yang gak gercep." ucap Morgan.


"Jadi lu panik kenapa?" tanya Arkan.


"Ya gua panik, gimana nanti kalau gua ngucap ijab kabulnya salah? Kan malu gua." ucap Morgan.


"Di bawa santai." sahut Levin.


"Lu pada belum ngerasain. Besok kalau kalian nikah dan ngalamin hal kayak apa yang gua alamin, ketawa gua keras!" ucap Morgan


"Yaelah main balas-balasan lu, gak asik." ucap Eric.


"Pasti, kalian harus rasain apa yang gua rasakan sekarang!" ucap Morgan.


"Boda amat." ucap Arkan.


"Udah? Kita mau berangkat." ucap Levin. Mereka pun mengangguk dan pergi kelantai bawah menggunakan lift.


"Gila lu nabung sebanyak Ini. Rumah lu termasuk mewah Men. Belum lagi mobil lu." ucap Eric.


Mati gua, jangan sampai mereka tau. batin Morgan.


"Uang jajan gua kan banyak tuh dari kecil. Gua kumpulin semua tanpa ada satu pun yang gua belikan mainan. Kalau gak percaya lu bisa ke kamar lama gua di kediaman Bagaskara. Satu pun lu gak bakalan ketemu mainan anak-anak di sana. Nah selain gua kerja gua juga buka usaha cafe." ucap Morgan.


"Pintar bisnis lu, pantes uang lu banyak. Belum lagi uang olimpiade dan uang hadiah lomba lu. Lu kan dulu sering menang olimpiade." ucap Verrel.


"Itu udah termasuk ke tabungan gua sih." ucap Morgan.


"Nama cafe lu apa? Sekali-kali kita ngumpul di sana." ucap Arkan.


Aduh, kalau gus bilang cafe Moonlight pasti kebongkar ni kedok gua. Aha! gua ada ide. batin Morgan.


"Nama Cafe gua, cafe Matahari. Baru satu tahun gua buka." jawab Morgan.


•••


"Nan, aku gugup banget tau." ucap Aira.


"Santai aja dong calon adik ipar." ucap Kinan Aira pun memukul pelan tangan Kinan.


"Besok kamu bakalan ngerasain apa yang aku rasakan sekarang!" ucap Aira.


"Iya-iya maaf." ucap Kinan. Aira sudah siap dengan gaun dan rambutnya yang sudah di tata rapi.


Gaun Aira



"Morgan udah datang!" ucap Raisa kegirangan.


"Duh kan makin deg-degan. Gimana ni?" tanya Aira.


"Tenang kan diri kamu Aira Jangan kebawa serius. Bawa santai aja." ucap Kinan.


"Iya Ai, bawa santai aja." ucap Bulan. "Kamu udah cantik banget. Pasti Morgan linglung." ucap Bulan.


"Bunda apaan sih. Aira jadi malu ni." ucap Aira.


"Kenapa malu? Bunda ngomong fakta kok." ucap Bulan.


"Iya Aira, bawa santai aja." ucap Eliza.


"Tante El, Aira udah berusaha." ucap Aira. Eliza pun memeluk Aira dan mengusap punggung Aira.


"Santai sayang, santai." ucap Eliza.


•••


Morgan berjalan pelan sambil mencoba menghilankan rasa gugupnya.


Gedung pernikahan Morgan & Aira



"Sans men." ucap Arkan.


Mau Sans gimana hah? gua doain lu lebih parah dari pada gua! batin Morgan.


Morgan melihat sekeliling. Ia melihat Stella, Elang dan Logan. Morgan menghembuskan nafas lega karna pernikahannya akan berjalan lancar.


Setelah rasa gugupnya mulai hilang, Morgan jalan dengan gagah dan duduk di depan penghulu.


"Ayah dari mempelai perempuan, mohon menjabat tangan mempelai laki-laki." ucap Penghulu. Morgan pun mengarahkan tangannya kepada Rey dan menjabat tangan Rey. Mereka pun berjabat tangan sebentar.


"Tidak ada yang mau di tunggu lagi?" tanya penghulu. Rey dan Morgan menggeleng.


"Baiklah kita akan segera mulai." ucap Penghulu itu. Penghulu itu pun memberikan pengeras suara kepada Rey dan Morgan.


"Baiklah silahkan di mulai." ucap penghulu. Morgan pun menjabat tangan Rey. Rey mendekatkan pengeras suara itu ke mulutnya.


"Apakah anda sudah siap?" tanya Rey. Morgan pun mendekatkan pengeras suara itu ke mulutnya.


"Saya siap!" jawab Morgan lantang. Rey mengangguk


"Saya terima nikah dan kawinnya Aira Kenzia Anggara dengan mas kawin tersebut, di bayar tunai!" ucap Morgan dengan satu napas dan lantang.


"Alhamdulillah!" ucap mereka semua. Penghulu pun mulai memimpin doa.


•••


"Udah sah!" ucap Maudy.


"Ciee udah jadi istri orang nihh." ucap Raisa.


"Kak Raisa apaan sih!" ucap Aira malu.


"Aira, di suruh kebawah sama Mama." ucap Maudy.


"Masa?" tanya Aira.


"Iya tadi mama nelfon." ucap Maudy.


"Yaudah, mari kita turun!!" ucap Raisa. Raisa memegang tangan Aira sebelah Kanan, sedangkan Kinan dan Maudy memegang ekor gaun Aira.


Aira turun dengan Anggunnya, semua mata terpaku padanya, termasuk Morgan yang sudah pasti melayang.


Bidadari turun dari khayangan! batin Morgan. Aira pun duduk di samping Morgan. Kinan membuka cincin Aira dan Morgan.



Aira pun mengambil cincin Morgan dan memasukkanya ke jari manis Morgan. Aira mencium tangan Morgan. Morgan pun mengambil cincin Aira dan memakaikannya di jari manis Aira lalu mecium dahinya.


Para tamu undangan pun bertepuk tangan dengan meriah.


Malam harinya semua acara sudah selesai, saatnya acara penutupan yaitu memotong kue.



Morgan pun memegang tangan Aira yang sudah siap untuk memotong kue pernikahan mereka. Dan kue itu terpotong, Morgan dan Aira saling menyuapi dan tertawa.


Akhirnya mereka bisa tenang karna semua acara di pesta pernikahan Morgan yang termasuk mewah ini telah selesai.


"Jadi kalian mau pulang kerumah Morgan?" tanya Ken. Morgan dan Aira mengangguk.


"Pulang sendiri?" tanya Rey.


"Iya Yah, Morgan kan bawa mobil." ucap Morgan. Rey mengangguk. Aira dan Morgan pun mencium tangan Bulan, Rey, Reano, Mita, Zyan dan Verly.


"Hati-hati ya." ucap Bulan. Morgan mengangguk.


"Mau di jalan apa di gendong?" bisik Morgan kepada Aira.


"Apaan sih, malu tau." jawab Aira dengan berbisik pula. Morgan tersenyum.


"Yaudah jalan aja." ucap Morgan menggengam tangan Aira. Mereka pun jalan ke mobil Morgan.


Sepuluh menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah Morgan. Aira turun dan langsung takjub.



"Wow, rumahnya keren banget kak. Ini beneran rumah kita?" tanya Aira. Morgan mengangguk.


"Yuk masuk." ucap Morgan. Aira pun memeluk lengan Morgan dan berjalan di sampingnya. Saat masuk, Aira kembali takjub dengan isi dalam rumah ini.


Morgan sudah merencanakan sesuatu untuk malam pertama mereka. Morgan berjalan pelan di belakang Aira lalu menggendongnya ala Bridal Style.


"Ayo buat Morgan junior." ucap Morgan kepada Aira. Aira hanya tersenyum malu. Morgan pun membawa Aira kedalam kamarnya untuk mrlanjutkan permainan mereka.


•••


"Coba aja aku yang nikah sama Kinan hari ini. Pasti ramai kamar ini." ucap Ken yang sedang berbaring di kasurnya.


"Enak kali ya Aira sama Morgan." gumam Ken.


"Lagian Ayah, dendam lama di bawa ke masa depan sih. Gini kan jadinya. Keras kepala banget, untung anaknya gak ada yang keras kepala." ucap Ken.


Drttt... Drttt....


Handpone Ken bergetar menandakan ada yang menelponnya.


"Apa?" tanya Ken.


"Emang bener Logan pelakunya." ucap Arkan. Ken langsung terduduk dari tidurnya.


"Aku udah duga, kenapa dia bisa bekerja sama dengan Kevin Arlata?" tanys Ken.


"Dia cucu angkat Kevin Arlata." jawab Arkan.


"Jadi dalang yang sebenarnya siapa?" tanya Ken.


"Gua juga gak tau. Info yang gua dapat, dalang sebenarnya adalah cucunya sendiri." ucap Arkan.


"Berarti ada kemungkinan itu Verrel, Eric dan Lu." ucap Ken.


"Kalau gua pelakunya, gua gak bakalan kasih tau lu info ini." ucap Arkan.


Bener juga. batin Ken.


"Yaudah, thanks infonya." ucap Ken lalu mematikan sambungan telfon.


Jadi siapa dalang utamanya? batin Ken.


•••Bersambung...


Akhirnya kondangan selesai. Tinggal tunggu undangan dari Ken aja nih 😂


Jangan lupa like, Comment, Vote dan kasih author hadiah yaa 😆