
"Kenapa semua perusahaan 8 keluarga besar kena imbas juga? seharusnya hanya Bagaskara Grup." tanya Morgan kepada Andrew di telpon
"Saya tidak tau tuan. Kami hanya menekan sedikit saham Bagaskara Grup tapi ntah kenapa semua perusahaan kena imbasnya." ucap Andrew.
"Seharusnya Bagaskara Grup hanya rugi. Kenapa sekarang mereka hampir gulung tikar?" tanya Morgan. "Dan siapa yang kirim file peretas kepada Prince Grup." ucap Morgan.
"Saya juga tidak tau tuan. Saya hanya menekan sedikit saham keluarga Bagaskara seperti yang anda katakan. Seharusnya Keluarga Anggara tidak kena juga." ucap Andrew.
"Sekarang bantu mereka untuk menaikkan saham." ucap Morgan.
"Tapi MZB Grup juga kena sedikit dampaknya Tuan." ucap Andrew.
"Apa!" ucap Morgan terkejut.
"Tapi hanya masalah kecil tuan. Saya sudah membereskan semuanya dan MZB Grup dalam keadaan aman sekarang." ucap Andrew.
"Baguslah, sekarang bantu mereka." ucap Morgan langsung mematikan telponnya.
"Aku hanya menyerang Bagaskara Grup tapi kenapa semua kena dampaknya." ucap Morgan.
"Apa?!" ucap mereka semua.
Flasback On 🍃
"Masalahnya sudah makin berat." ucap Ken.
"Gua liat Morgan dulu ya. Kalau dia udah bangun nanti gua kabarin." ucap Arkan.
"Kita ikut, gimana pun Morgan sampai pingsan karna kita." ucap Rey. Ketiga generasi itu langsung pergi ke kamar dimana Morgan di istirahat.
Saat Morgan menelpon Andrew, mereka mengurungkan niat untuk masuk. Mereka memilih mendengarkan percakapan Morgan dengan Andrew.
Saat Morgan menyebutkan bahwa ia yang menekan saham perusahaan keluarga Bagaskara, mereka terkejut dan kesal.
Rupanya Presdir MZB Grup yang selama ini mereka cari ada di dalam lingkup mereka sendiri.
"Serigala berbulu Domba!" ucap Rey kesal.
"Gua gak nyangka, kedua anak gua mempunyai sifat yang sangat licik dan cerdik." ucap Elang.
"Padahal gua udah ngerestuin dia sama Aira!" ucap Rey.
Mereka semua pun masuk dan membuat Morgan terkejut.
Flasback Off 🍃
"A-aku bisa jelasin kok." ucap Morgan.
"Jelasin apa?" tanya Reano. Morgan turun dari tempat tidurnya.
"Morgan jujur emang Morgan Presdir dan pemilik MZB Grup. Morgan juga yang nekan sedikit saham bagaskara Grup. Tapi bukan Morgan yang buat perusahaan kalian kena imbas juga. Seharusnya Bagaskara Grup hanya rugi sedikit karna Morgan hanya menekan sedikit saja sahamnya." ucap Morgan.
Plak!
Morgan memegang pipinya yang di tampar oleh Stella. Morgan tak tau jika Stella juga ikut bersama Elang agar ia bisa bertemu dengan Bulan. Saat mendengar keributan, Stella langsung menghampirinya dan mendengar apa yang di katakan Morgan. Stella yang kesal pun menampar keras pipi Morgan sampai mengeluarkan darah.
"Keterlaluan!" ucap Stella. "Ternyata kamu adalah serigala berbulu domba yang sebenarnya!" ucap Stella.
"Emang Mama gak salah lebih memilih Logan dari pada Kamu. Setelah Mama melihat apa yang kamu lakukan hari ini, Mama malah menyesal karna telah meminta maaf kepada kamu!" ucap Stella. Morgan menatap Stella. Kali ini bukan tatapan marah atau tatapan kebencian. Tapi tatapan sendu dari Morgan.
Kenapa gak ada yang percaya? batin Morgan.
"Jangan-jangan perangkat pemeras itu juga dari lu!" ucap Raylo.
"Dan lu buat kita mikir bahwa pelakunya adalah Logan!" ucap Arkan
Tapi memang bukan gua yang buat perangkat pemeras itu. batin Morgan.
"Jadi lu pura-pura pingsan biar kita gak curiga sama lu? Licik ya lu!" ucap Verrel.
"Bukan gua, percayalah." ucap Morgan.
"Apa lagi yang mau kita percaya sama lu? Kebohongan lu yang besar dan kelicikan lu yang membuat kita semua hampir bangkrut membuat kita semua tersiksa. Apa yang harus kita percaya dari Lu!" ucap Eric.
"Gua kira lu baik Gan, gua udah anggap lu sebagai adik gua sendiri." ucap Ken.
"Aira pasti juga kau bohongi Morgan." ucap Rey.
"Aku.." belum siap Morgan dengan kalimatnya, Rey memotongnya.
"Tinggalkan Aira!" ucap Rey tegas.
Bagai tersambar petir di siang bolong. Ia lebih baik melihat MZB Grup hancur dari pada harus kehilangan Aira dan Anaknya.
Morgan berlutut di hadapan Rey. Ia menunduk karna tak bisa menahan air matanya karna tak ada yang percaya dengannya.
"Jangan pisahkan aku dengan Aira dan Anakku Yah." ucap Morgan.
"Keputusan seorang Reyhan Anggara tidak akan pernah bisa di ganggu gugat." ucap Rey.
"Apakah Ayah tega jika cucu Ayah lahir, tanpa seorang Ayah?" tanya Morgan.
"Tidak masalah, aku akan mencarikan pengganti mu." jawab Rey. "Keluar!" ucap Rey.
"Tapi memang bukan Morgan yang melakukannya Yah." ucap Morgan jujur. Perjuangannya untuk membuat semua orang percaya nyatanya tidak ada hasilnya.
"Keluar!!" teriak Rey. "Arkan, Eric. Bawa anak ini!" ucap Rey. Arkan dan Eric menegakkan Morgan secara paksa dan menariknya dari hadapan Rey.
"Lepasin gua." ucap Morgan.
"Lu gak layak lagi jadi teman kita. Pengkhianat!" ucap Eric.
"Gua gak habis pikir sama lu!" ucap Arkan.
"Emang bukan gua yang melakukannya!" ucap Morgan. Arkan dan Eric pun mendorong Morgan keluar dari rumah keluarga Anggara dan menutup pintu depan yang besar itu.
"Emang bukan gua! Kenapa kalian gak ada yang percaya!" teriak Morgan. Morgan duduk di teras rumah keluarga Anggara sebentar.
"Aira!" ucap Morgan teringat perkataan Rey. Ia pun pulang untuk memastikan Aira tidak diambil dari dirinya.
•••
"Gua gak percaya Morgan melakukan semuanya. Pengaruhnya kuat sekali di dalam dunia bisnis. Dalam beberapa hari dia bisa menyaingi Anggara Crop dan membuat Anggara Crop berada di bawahnya." ucap Ken.
"Kabar baik, Anggara Crop kembali normal dan seri dengan MZB Grup. Anggara Crop dan MZB Grup sama-sama di posisi pertama." ucap Verrel.
"Gak hanya Anggara Crop aja. Prince Grup, Jafe Grup, Zaynco Grup, Dirgantara Compeny, Gerdion Grup, Diano Grup dan Arlata Crop semuanya kembali normal. Hanya Bagaskara Grup sedikit menurun karna adanya kerugian." ucap Verrel.
"Siapa yang menolong kita?" tanya Rey. Mereka semua menggeleng tidak tau.
•••
"Tuan semuanya sudah normal." ucap Andrew di telpon.
"Baiklah, kembali bekerja dan cari siapa dalang di balik semua masalah ini." ucap Morgan lalu mematikan telponnya secara sepihak. Ia melajukan mobilnya agar cepat sampai ke rumahnya.
Saat sampai di rumahnya, ia di kejutkan dengan barang-barang Aira yang diangkut kedalam mobil.
"Apa-apaan ni!" ucap Morgan tidak terima.
"Maaf tuan muda, kami harus membawa Nona kembali ke keluarga Anggara." ucap pengawal itu.
"Siapa yang menyuruh kalian?!" tanya Morgan.
"Tuan besar kedua." jawab pengawal itu. Morgan pun masuk kerumahnya dan mencari Aira.
Morgan melihat Aira yang sedang mengambil kembali barangnya agar tidak di pindahkan.
"Kenapa kalian keras kepala! Aku tidak mau pindah!" ucap Aira.
"Ini perintah Tuan Besar kedua Nona. Kami hanya menjalankan tugas." ucap Pengawal itu.
"Aira!" panggil Morgan.
•••Bersambung...
Jangan lupa dukungannya untuk author berupa like, comment, vote, hadiah, rate 5, share dan favoritkan bagi kalian yang gak mau ketinggalan update cerita dari Ken & Kinan 😉