Ken & Kinan

Ken & Kinan
Kenapa Bisa?



"Ada apa ribut-ribut?" tanya Ken.


"Tuan Muda, nona ini memaksa kami untuk memperbolehkannya bertemu dengan anda tuan muda." ucap resepsionis itu. Ken pun melihat wajah wanita lalu membelalakkan matanya karna terkejut.


"Sayla!" ucap Ken terkejut.


"Hai sayang. Aku balik nii." ucap Sayla. Ken pun langsung menarik Sayla ke dalam ruangannya yang berada di lantai paling atas. Ken langsung megunci pintu ruangannya bertanda ia tidak ingin di ganggu.


"Kamu kok bisa hidup?" tanya Ken.


"Ya bisalah. Sejak kapan seorang Sayla Prince mati? Itu hanya alibi kak Raylo aja. Aku yang asli ada di depan kamu Bunny!" ucap Sayla bergeliat manja kepada Ken.


"Siapa yang menyembunyikan kamu? bisa sama aku." ucap Ken.


Kalau gue bilang yang nyembunyiin gue ayahnya sendiri pasti seru ni! batin Sayla.


"Kamu mau tau siapa yang nyembunyiin aku?" tanya Sayla. Ken mengangguk pasti.


"Diaa.. "


•••


"Akhirnya selesai juga sekolahnya. Harus belajar lagi buat besok ni." ucap Kinan.


"Ya ampun Kinan, mata pelajaran besok itu mudah banget, Fisika sama Kimia. Pelajaran kesukaan aku mah apa lagi Fisika." ucap Aira


"Masalahnya aku juga harus tetap belajar Airaa!" ucap Kinan kesal.


"Hai Aira." sapa Morgan.


"Kak Morgan? Bukannya kalian udah libur ya? Kalian kan udah siap Ujian Nasional artinya kalian udah libur." ucap Aira.


"Ya kita udah libur, tapi apa salahnya kakak ngejemput kamu sama Kinan?" tanya Morgan. "Nan, nebeng gak?" tanya Morgan.


"Boleh deh." ucap Kinan.


"Kinan!" ucap Aira kesal.


"Gak apa-apa Ai, mumpung gratis manfaatkan aja." ucap Kinan.


"Kinan mah suka yang gratis." ucap Aira.


"Terkadang gratis itu lebih nikmat." jawab Kinan.


Aira pun terpaksa ikut bersama Morgan dan Kinan. Aira duduk diam di kursi belakang sedangkan Kinan dan Morgan sedang asyik mengobrol.


Males banget di sini. Udah di kacangin bosan pula. Andai kak Logan yang jemput pasti aku bakalan senang. batin Aira.


"Kalian ke butik kan?" tanya Morgan.


"Iya kak Morgan." jawab Kinan.


"Gak pulang dulu aja Nan? Kalian besok kan ada ujian." ucap Morgan.


"Nanti Kinan belajar sambil kerja kak." jawab Kinan.


"Ya terserah kamu. Kan kamu yang jalanin." ucap Morgan. Kinan mengangguk.


"Ai, mau kakak antar pulang?" tanya Morgan.


"Gausah, ke butik aja." jawab Aira malas.


"Oh, oke." jawab Morgan. Dia paham apa maunya Aira.


Flasback On 🍃


Morgan sangat semangat sekali, ia berencana akan menjemput Aira dari sekolah. Saat turun ke bawah, Morgan melihat Logan sedang bermain game di handponenya. Ntah kenapa ingatan saat di cafe itu terlintas di pikiran Morgan.


Dia yang salah gua yang di hukum. Mobil gua di sita, Atm gua di sita, kartu gua juga di sita. Sekarang gua gak bisa ngapa-ngapain. Uang gak ada, mobil gak ada. batin Morgan. Morgan berusaha menurunkan Egonya dan menghampiri Logan.


"Gan, lu jemput Aira gih." ucap Morgan.


"Kenapa gua? Lu yang semangat kan." ucap Logan.


"Kan awalnya Ken yang nyuruh lu jemput Aira." ucap Morgan.


"Dia kan bawa mobil sendiri, emang gak bisa mandiri tu anak." ucap Logan. Morgan berusaha menahan emosinya.


"Dia gak bakalan suka kalau gua yang jemput. Lagian mobilnya di pakai tante Bulan." ucap Morgan.


"Dia pasti mau. Lu ajak aja sekalian Kinan. Gitu aja susah. Gua mau lanjut main di kamar, lu aja yang jemput Aira." ucap Logan langsung berjalan sambil memegang handpone ke kamarnya.


"Logan!" panggil Morgan.


"Lu aja Morgan, gua malas!" ucap Logan.


"Gua kesana pake apa woi!" teriak Morgan.


"Pake aja mobil gua, gitu aja susah lu. Kalau gak mau, beli mobil baru. Duit lu kan banyak!" jawab Logan juga teriak.


"Orang duit gua di Atm semua. Kalau Atm gua masih ada mungkin gua bisa beli mobil baru dua. Jangankan beli mobil, beli rumah aja bersisa uang di atm gua." ucap Morgan. Morgan pun terpaksa pergi menggunakan mobil Logan.


Flashback Off 🍃


"Dah sampai." ucap Morgan.


"Makasih ya kak Morgan." ucap Kinan. Morgan mengangguk sedangkan Aira turun saja tanpa berterima kasih kepada Morgan.


"Sama-sama Aira." ucap Morgan sambil tersenyum.


"Aku gak ada ngucapin terima kasih kok!" ucap Aira.


"Ada, kamu ucapin dalam hati. Jadi kakak jawab secara lisan." jawab Morgan. Aira memutar bola matanya malas lalu pergi meninggalkan Morgan.


Saat Morgan ini menjalankan mobilnya, Ia malah terkejut siapa yang memanggil Kinan.


"Kinan!" panggil Raylo.


"Ya kak Raylo?" tanya Kinan. Tanpa aba-aba Raylo langsung memeluk Kinan. Morgan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia memfotonya lalu mengirimnya kepada Ken.


•••


"Gak mungkin Ayah. Kamu jangan mengapa ada Sayla!" ucap Ken.


"Aku ada bukti Ken. Memang ayah kamu yang nyembunyiin aku. Kamu harus percaya sama aku!" ucap Sayla.


Tring..


Notif pesan masuk ke handponenya Ken. Ken langsung melihatnya dan langsung membelalak.


"Sial!" ucap Ken. Ken mengambil jasnya dan langsung pergi.


"Ken! tunggu dulu!" panggil Sayla. Sayla pun menghentakkan kakinya bertanda ia sedang kesal.


"Terus aja kayak gitu! Dia emang udah berubah banyak!" ucap Sayla kesal.


•••Bersambung...


Wah Ken nerima pesan apa tu?? kok dia langsung panik yaa??


Jangan lupa Like, Comment, vote, hadiah dan rate 5 yaa. Author sangat berterima kasih jika kalian mau mendukung author 😄


Makasih Readers 😘