Ken & Kinan

Ken & Kinan
Brithday Ken #2



"Wow ada novel juga! Aku mau baca buku aja." ucap Kinan. Kinan mengambil salah satu novel dari rak buku itu. Saat membukanya, sesuatu terjatuh dari dalam buku itu.


Kinan pun mengambilnya dan membalikkannya.


"Ini kan.." ucapan Kinan terhenti karna kaget.


"Permisi Nona, ini makanan untuk nona." ucap Gevin. Gevin terpaksa keluar dari ruangan rapat atas perintah Ken. Ken menyuruh Gevin untuk membawakan makanan untuk Kinan.


"Kamu kan ada rapat sama kak Ken. Kok kesini?" tanya Kinan.


"Saya di suruh tuan muda untuk mengantarkan makanan ini untuk nona." ucap Gevin.


"Kamu udah lama kerja sama kak Ken kan?" tanya Kinan.


"Iya Nona, keluarga saya sudah sangat lama bekerja di keluarga Anggara. Sedari kakek saya yang bekerja menjadi asisten tuan besar, tuan Reano." ucap Gevin


"Wah udah lama ya. Kamu pasti kenal kak Ken dari kecilkan?" tanya Kinan.


"Saya sudah menjadi asistennya sejak dia kecil Nona." jawab Gevin.


Aku tanyakan gak ya? batin Kinan. Kinan pun mendekati Gevin dan memperlihatkan foto yang ia dapat dari dalam novel tadi.


"Ini siapa ya?" tanya Kinan sambil menunjuk anak laki-laki yang berada di foto itu.


"Itu tuan muda Nona." jawab Gevin.


"Anak perempuan di sebelahnya?" tanya Kinan.


"Itu anak panti asuhan yang sangat dekat dengan tuan muda. Saat kecil dulu tuan muda selalu di kejar oleh fansnya sehingga tuan muda mencari orang yang membencinya untuk diajak berteman. Dan anak perempuan ini berteman baik dengannya." jawab Gevin.


"Jadi anak perempuan ini membencinya?" tanya Kinan.


"Tidak, anak perempuan ini hanya menganggap tuan muda temannya saja. Ia tidak melihat dari wajah tuan muda yang tampan tapi melihat sifatnya. Itu yang ia katakan kepada saya." jawab Gevin.


Gak salah lagi, ini dia! batin Kinan.


"Makasih Gevin." ucap Kinan sambil tersenyum


"Sama-sama Nona." ucap Gevin lalu membungkuk dan pergi.


Kinan duduk di sofa ruangan Ken dan menatap foto itu lalu tersenyum.


Menatap foto itu membuat Kinan mengantuk lalu tertidur. Dua puluh menit kemudian, Ken muncul dengan senyum yang sumringah. Saat Ken masuk, ia melihat Kinan sedang tertidur. Ken pun mendekatinya dan menatap wajahnya dengan lekat lalu berjongkok dan merapikan anak rambut Kinan.


Maafkan aku yang teledor ya sayang. Ini semua karna emosi ku yang belum bisa terkontrol waktu itu. Pasti kamu sangat menderita karna harus numpang di rumah Eric. Maafkan aku sayang. batin Ken. Saat ingin berdiri dari jongkoknya, ia melihat foto yang tidak asing.


Kenapa foto ini ada padanya? Dimana dia mendapatkan foto ini? batin Ken. Ken mengelus foto itu. Ia seperti kangen seseorang di dalam foto itu.


Kinan tiba-tiba terbangun, ia langsung duduk saat melihat wajah Ken.


"Kak Ken udah rapatnya?" tanya Kinan. Ken pun duduk di samping Kinan.


"Ngantuk?" tanya Ken.


"Lumayan sih, keenakan sama suasana ruangannya." jawab Kinan. Ken pun mengelus kepala Kinan.


"Yaudah tidur lagi, gak usah ke butik." ucap Ken. Kinan mengerutkan alisnya


"Enggak, Kinan harus ke butik mau bantuin Aira." ucap Kinan langsung berdiri. Ken pun ikut berdiri.


"Ayo pergi." ucap Kinan langsung berjalan. Ken menggenggam tangan Kinan untuk menahannya pergi.


"Ada apa kak?" tanya Kinan.


"Dari mana kamu dapat foto ini?" tanya Ken sambil memperlihatkan foto yang ia dapat dari tangan Kinan tadi.


"Oh tadi jatuh dari dalam novel. Yaudah Kinan liat karna Kinan penasaran. Pas banget Gevin datang, sekalian Kinan tanya siapa anak perempuan itu. Kakak kangen banget yah sama dia? Kinan bisa ngerasain." ucap Kinan tersenyum.


"Sayang banget sama dia?" tanya Kinan.


"Banget, dia satu-satunya teman aku yang tulus tanpa memandang fisik. Dia juga sering bantuin aku lepas dari orang-orang yang ngejar aku." ucap Ken. Kinan pun memeluk Ken. Ken yang merasakan kehangatan langsung membalasnya.


"Jangan kangen lagi sama dia, dia pasti udah bahagia dengan hidupnya yang sekarang." ucap Kinan.


"Darimana kamu tau? Kamu kira dia Sayla? Aku juga kira gitu." ucap Ken


"Lah kamu gak tau namanya?" tanya Kinan. Ken menggeleng. Ia sudah berusaha mengingat nama anak itu tapi yang terlintas di pikirannya cuman 'kelinci kecil' panggilannya untuk anak perempuan itu.


Biarin aja deh dia cari sendiri. Masa di kira Sayla! batin Kinan.


"Yaudah kamu di sini aja jangan kebutik yahh." ucap Ken memohon sambil memeluk Kinan dari belakang.


"Kak Ken, kasian Aira di butik sendiri." ucap Kinan menolak ajakan Ken.


"Dia gak sendiri sayang, ada banyak karyawan di sana. Kalau karyawannya gak kerja untuk apa aku gaji mereka besar-besar." ucap Ken.


"Emang kamu yang menggaji mereka?" tanya Kinan.


"Gak juga, Bunda yang menggaji mereka hehehe." ucap Ken melepaskan pelukannya dari Kinan.


"Yaudah deh, emang gak bisa aku nolak kamu." ucap Kinan.


"Makasih bunny." ucap Ken kepada Kinan.


Sementara itu, di butik Aira sedang kesal karna Kinan tidak kunjung datang.


"Ish, ni anak kemana sih? Malah butik lagi rame banget. Dia mah kalau pergi sama kak Ken susah, dia gak bakalan bisa pergi kalau perginya sama kak Ken. Pasti ditahan biar ngak kerja." gumam Aira kesal.


•••


Malam tiba, Ken sudah siap dengan stelan jas rapihnya. Kali ini acara ulang tahunnya akan diadakan di suatu hotel dan di hadiri oleh kolega-kolega bisnis dari keluarga Anggara.


"Pangeran kodok udah siap?" tanya Aira.


"Aira, sekali lagi kamu ngomong kayak gitu, uang jajan kamu kakak potong!" ucap Ken. Aira diam, tapi dia sangat senang bisa mengusik kakaknya.


"Kak, gak jemput Kinan?" tanya Aira.


"Iya ini mau on the way. Kamu gausah nebeng, gausah jadi nyamuk!" ucap Ken langsung pergi.


"Kak Ken bentar! Kak Ken!" panggil Aira tapi tidak di sahuti Ken. Ken pun pergi ke rumah Kinan.


Sesampainya di rumah Kinan, Ken langsung masuk dan menjemput Kinan sampai kedalam. rumahnya. Setelah siap, mereka berdua pun pergi ke hotel yang telah menjadi pusat acara ulang tahun si serbul berlian ini.


"Aku gak ngapa-ngapain nanti kan kak Ken?" tanya Kinan.


"Enggak, cukup tersenyum manis. Tapi jangan kelewatan manisnya, karna yang kelewatan manisnya cuman aku yang boleh liat!" ucap Ken.


"Yah, kok kamu cemburuan?" tanya Kinan.


"Yang yang lebih manis itu hanya untukku, tolong mengertilah sayang!" ucap Ken.


"Baik-baik, bisa di mengerti." ucap Kinan. Mereka pun sampai, saat Ken masuk bersama dengan Kinan, sambutan meriah langsung datang menghampiri pangeran yang sedang berulang tahun.


Ken masuk dengan gagahnya kedalam hotel milik keluarganya itu. Ia menggandeng Kinan dengan bangga.


•••Bersambung...


Ni deh gak author gantungin kayak jemuran. Jangan pada ngambek dong 😂


Yaudah jangan lupa dukungannya untuk author 😆