
Ken dan Kinan sampai di Apartemen Ken. Saat ingin membuka pintu, Kinan berbalik dan menatap Ken.
"Apa?" tanya Ken.
"Pinnya?" tanya Kinan.
"Tanggal dan bulan pernikahan kita." ucap ken. Kinan mengangguk. Setelah Kinan menekan tanggal pernikahan mereka, pintu apartemen Ken pun terbuka.
Ken dan Kinan pun masuk. Ken langsung duduk di sofa.
"Barang kamu gak di bawa?" tanya Ken.
"Iya nanti aku bawa. Udah aku packing kok kak." ucap Kinan.
"Kamu tidur di kamar kakak kan?" tanya Ken.
"Iya. Kenapa?" tanya Kinan.
"Gak ada, cuman mastiin aja. Mana tau kamu di suruh tidur di kamar tamu. Kalau kamu tidur di kamar tamu takut kepanasan soalnya ACnya rusak." ucap Ken.
"Gak lah, tega banget mereka nyuruh aku tidur di ruang tamu sementara kamar suami aku kosong." ucap Kinan. Ken mengangguk setuju dengan perkataan Kinan.
"Nan, kakak lapar ni. Masakin dong." ucap Ken. "Bahan-bahannya ada di kulkas." ucap Ken.
"Kakak sering tinggal di sini? Bahan-bahannya lengkap lo." ucap Kinan sambil melihat isi kulkas.
"Aku kalau di sini gak suka beli makanan. Jadi masak sendiri, makanya barang dan bahannya lengkap semua." jawab Ken.
"Kak Ken bisa masak? Wah Daebak!" ucap Kinan.
"Iya dong. Kakak kan serba bisa." ucap Ken menyombongkan diri.
"Iya deh kak Ken paling hebat. Pengen aku masakin apa?" tanya Kinan.
"Omlet telur enak tuh." ucap Ken. Kinan mengangguk. Ia menyiapkan semua bahan dan mulai memasak.
Ken sangat senang melihat Kinan yang sedang sibuk di dapur. Menurut Ken, saat Kinan memasak kecantikannya menambah.
Bisa-bisanya gua benci sama dia karna dia nolongin Sayla. Untung gua chek, kalau gak gua chek, gua gak bakalan bisa nikah sama gadis cantik ini. batin Ken. Ken tersenyum lebar saat melihat Kinan memasak.
Ken pun pergi menghampiri Kinan dan membantunya.
"Ngapain?" tanya Kinan.
"Bantuin istri masak." jawab Ken. Kinan langsung memegang tangan Ken.
"No, Istirahat sekarang. Kamu kan baru pulang dari rumah sakit." ucap Kinan.
"Santai aja sayang. Aku masih bisa bantuin kamu masak kok." ucap Ken.
"No!" ucap Kinan menatap tajam Ken. Entah kenapa kalau di tatap tajam oleh Kinan, Ken malah tak berani melawan. Biasanya orang menatap tajam Ken akan habis di buatnya bungkam. Tapi kenapa ia lemah dengan Kinan?
"Oh oke yang mulia ratu." ucap Ken. Ia tak berani melawan Kinan jika Kinan sudah marah. Ken pun duduk di meja makan dan terus memperhatikan Kinan.
•••
"Wah, kak Morgan masak ni. Emang bisa?" tanya Aira.
"Bisa dong." ucap Morgan.
"Kalau bisa, itu kenapa yang di meja makan gosong?" tanya Aira.
"Iya kah?" tanya Morgan. Aira mengangguk.
"Yaudah sini Ai bantu." ucap Aira.
"No, kamu duduk aja. Biar aku yang buat makan siang." ucap Morgan.
"Kalau Ai makan masakan kakak, Aira bisa sakit perut kak." ucap Aira
"Kenapa pula?" tanya Morgan.
"Itu makanan gosong semua. Emang bisa di makan?" tanya Aira. Morgan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Yaudah sini Aira lanjutin." ucap Aira. Morgan pun menyerah, ia keluar dari dapur dan duduk di meja makan. Misinya untuk membuatkan makan siang, gagal total. Aira malah mengambil alih semua pekerjaannya.
•••
Elioz memecahkan suatu barang karna marah.
"Lu tau kan gua paling gak suka kalau anak gua di kasih harapan! Kalau lu tau mereka gak pacaran kenapa gak kasih tau gua!" ucap Elioz marah.
"Sans dulu men, gua juga baru tau." ucap Vano.
"Van, kita udah temanan lama. Tapi kalau anak gua di buat seperti ini sama anak lu. Gua gak terima Van!" ucap Elioz.
"Zo, kita bicarain baik-baik. Lu duduk dulu." ucap Vano. Elioz pun duduk.
"Gua gak mau tau, Maudy harus pulang ke London! Dan gak akan biarkan Verrel Dirgantara masuk ke dalam kediaman keluarga Zaynco!" ucap Elioz. Verrel pun terkejut. Ia tak tau jika masalahnya akan sebesar ini.
"Sampai kapan pun gua gak akan nerima perjodohan yang berasal dari keluarga Dirgantara. Dan Maudy akan gua jodohkan dengan Eric!" ucap Elioz.
"What? Dad i'm Sorry. Jangan jodohin Maudy sama kak Eric. Maudy masih mau sekolah." ucap Maudy.
"Kalian berdua pacaran dulu baru nikah." jawab Elioz
"Tapi kenapa di jodohkan?" tanya Maudy.
"Biar dia gak ganggu kamu!" ucap Elioz.
"Terserah lu aja Elioz. Tapi jangan putuskan persahabatan dengan 7 keluarga besar lainnya." ucap Vano.
"Santai aja, keluarga Zaynco gak akan keluar dari perkumpulan keluarga besar. Gua masih penasaran siapa Presdir MZB Grup. Selagi gua masih penasaran sama MZB Grup gua jamin keluarga Zaynco gak akan keluar." ucap Elioz. Vano mengangguk.
•••
Uhuk! uhuk!
Batuk Ken karna terkejut.
"Bagaskara Grup akan bangkrut?" tanya Ken terkejut.
"Iya, tadi gua dapat kabar dari Papa kalau ada yang menekan saham Bagaskara Grup. Makanya gua cepat ke sini. Bagaskara Grup perlu kita. Kalau kita gak menolong mereka, mereka akan bangkrut dalam waktu dua malam." ucap Arkan.
"Kita memang harus bantu mereka. Masih om Elang yang mimpin kan?" tanya Ken.
"Gak, sekarang yang mimpin Logan. Tapi sejak Logan hilang, sejak itulah ada yang nekan saham Bagaskara Grup. Sekarang om Elang yang kesusahan." ucap Arkan.
"Telpon Morgan, dia pintar pasti kita perlu dia. Kita juga harus meretas program dan melacak mereka. Morgan ahli dalam meretas dan melacak karna dia hacker andalan." ucap Ken. Arkan mengangguk, ia baru ingat kalau Morgan adalah Hacker.
"Hubungi 6 keluarga besar lainnya agar mereka ikut membantu." ucap Ken. Arkan mengangguk dan segera menelpon semua pemimpin dan pemimpin sebelumnya dari perusahaan 8 besar.
Sedangkan Ken masih berusaha membantu menaikkan saham Bagaskara Grup di pasar saham. Tapi Anggara Crop saja tidak akan bisa menaikkan saham Bagaskara Grup di pasar saham. Harus memerlukan 7 perusahaan lainnya agar Bagaskara Grup kembali seperti semula.
"Melvin! dia Presdir MZB Grup. Pasti dia sangat berguna. Telpon dia." ucap Ken.
"Gua gak punya nomornya." ucap Arkan.
"Telpon Andrew Drawangsa!" ucap Ken. Arkan mengangguk.
Tak lama Rey dan semuanya datang ke rumah Ken. Dan Arkan juga memberikan kabar dari Andrew.
"Mereka menolak." ucap Arkan.
"Akan susah kalau mereka gak bantu Bagaskara Grup." ucap Levin.
"Kenapa?" tanya Ken.
"Kau tidak lihat? Saham mereka diatas saham Anggara Crop. Artinya Anggara Crop sudah berada di bawah MZB Grup." ucap Levin sambil memberikan tabletnya kepada Ken. Ken membelalakkan matanya. Benar jika MZB Grup berada diatas Anggara Crop. Selisih saham mereka tipis.
"Gimana bisa saham mereka lebih banyak 7% dari pada Anggara Crop?!" tanya Ken kesal. "Sekarang perusahaan 8 keluarga besar dalam masalah jika di pimpin MZB Grup." ucap Ken.
"Sorry gua telat datang." ucap Morgan. Ken mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya. Ia membiarkan Morgan duduk di kursinya.
"Kita akan meretas mereka." ucap Morgan.
•••Bersambung...
Nah siapa dalangnya nih. Yang tau boleh banget comment di bawah yaa 😄
Jangan lupa Like, Comment, Hadiah, Vote, Rate 5 dan jangan lupa share yaa 😆😆