Ken & Kinan

Ken & Kinan
Akhirnya



Ken mencoba menetralkan nafasnya. Setelah bertemu dengan Morgan tadi, Ken langsung mengajak Kinan untuk bertemu. Aira dan Morgan juga sedang mengikuti mereka.


"Kenapa kak Morgan ikut juga! Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan ya!" ucap Aira.


"Lah tumben bener. Biasanya Ai juga bilang kakak itu Logan bukan Morgan." ucap Morgan.


"Ih, muka kalian mirip sih. Apa bedanya? kasih tau sama Ai, biar Ai bisa bedain yang mana kak Logan dan yang mana kak Morgan!" ucap Aira.


"Mudah kok, rambut Logan tebal rambut kakak tipis. Kakak lebih putih dikit dari pada Logan." Jawab Morgan.


"Jadi setiap Aira ketemu sama kalian berdua Aira harus liat rambut kalian dulu, yang mana yang tipis itu kak Morgan, kalau rambutnya tebal itu kak Logan?" tanya Aira.


"Nah iya, anak-anak lain udah tau kok apa bedaya kakak sama Logan." ucap Morgan.


"Tapi tetap aja, Aira gak bisa bedain kalian walaupun udah di kasih tau." ucap Aira.


"Terserah kanjeng ratu!" ucap Morgan.


•••


"Ekhm." dehem Ken.


"Kak Ken?" ucap Kinan.


"Boleh duduk?" tanya Ken.


"Boleh-boleh." ucap Kinan. Ken pun duduk di samping Kinan. Baru saja Ken duduk, Suasana mereka mendadak canggung.


"Ee, kak Ken mau ngapain ngajak Kinan ketemuan?" tanya Kinan.


"Iya, itu..." ucap Ken terhenti.


"Apa?" tanya Kinan mendadak penasaran.


Sementara itu, Morgan sedang geram dengan Ken yang tergolong lamban.


"Ih lama kali lah Ken ni, geram gua!" ucap Morgan yang melihat dari semak-semak bersama Aira.


"Emang siap ini apa lagi?" tanya Aira.


"Akan ada kejutan romantis." ucap Morgan.


"Ide kak Ken?" tanya Aira


"Ide Ken, saran dari gua. Kalau gak gua kasih saran mana bakalan kejadian ni." ucap Morgan.


"Dih mulai noh songongnya." ucap Aira.


Suara tepukan tangan Ken pun terdengar, Morgan langsung berdiri bersama beberapa orang lainnya yang berlari dari belakang Morgan.


"Wau, fantastic!" ucap Aira.


•••


Setelah Ken menepuk tangannya tiga kali, beberapa orang pun keluar bersama dengan Morgan. Setiap orang memegang balon huruf sehingga terbentuklah tulisan I LOVE YOU ♡ beserta balon Love juga.


Kinan yang terkejut langsung membulat kan matanya. Sedangkan Morgan tengah memberi kode kepada Aira untuk memberikan bunga yang di pegang Aira.


"Apa?" tanya Aira sedikit berbisik.


"Kasih bunganya!" ucap Morgan. Aira pun mengangguk lalu berjalan kearah Ken dan memberikan Ken bunga yang ia pegang.


"Aira?" tanya Kinan.


"Yes I'm." jawab Aira. Setelah Aira memberikan bunganya kepada Ken, ia pun kembali ke tempatnya.


Ken pun berlutut di hadapan Kinan, ntah sedang kerasukan apa Ken ini sehingga dia bisa se romantis ini.


"Will you be mine?" tanya Ken. Kinan masih syok dengan apa yang ada di hadapannya saat ini.


"Terima!" teriak Morgan.


"Terima, terima, terima." sahut yang lainnya termasuk Aira.


"Yes I Will." jawab Kinan.


•••


"Ada yang bahagia diatas penderitaan orang ni." ucap Verrel.


"Kenapa kak?" tanya Maudy.


"Ken jadian sama Kinan, sedangkan gua masih terjebak di London!" ucap Verrel kesal.


"Sabar kak, makanya cariin alasan yang bagus." ucap Maudy.


"Yaudah gua tinggal bilang sama Om Elioz kalau gua pacaran sama lu dan ortu gua minta gua bawa lu kerumah. Finish!" ucap Verrel.


"Hah?" tanya Maudy. Verrel pun berjalan masuk kerumah untuk bertemu dengan Elioz.


"Kak Verrel, mau kemana?" tanya Maudy tapi tak di jawab Verrel. Terpaksa Maudy ikut dengan Verrel.


"Om." panggil Verrel.


"Why?" tanya Elioz.


"Izinin Verrel bawa Maudy ke Indonesia karna Mama sama Papa pengen ketemu sama pacarmya Verrel yaitu Maudy." ucap Verrel begitu berani. Maudy pun menutup mulutnya karna terkejut akan keberanian Verrel.


"Verrel Dirgantara. Kok Om gak tau kalau kamu jadian sama Maudy? Jadi selama ini kalian LDR-an?" tanya Elioz.


"Ya, tapi Verrel setia kok Om di Indonesia." ucap Verrel.


"Iya Om tau, kamu anaknya cuek sama perempuan, tapi kenapa kamu bisa jadian sama Maudy?" tanya Elioz.


"Ya, karna saya hanya tertarik kepada Maudy. Berbeda dengan perempuan lain, saya lebih nyaman dengan Maudy. Om tau kan, Seorang Verrel Dirgantara tidak pernah pacaran sedari dia lahir. Jadi ini adalah cinta pertama Verrel Om. Mohon dukung Verrel." ucap Verrel terlihat begitu yakin.


"Bawa Maudy ke Indonesia sekalian Maudy sekolah aja di Indonesia." jawab Elioz.


"Beneran Om?" tanya Verrel.


"Yap!" jawab Elioz.


Nah kan berhasil, gua emang rajanya kalau soal Akting mah. batin Verrel.


•••


"Khusus untuk Kinan, Saya Ken Anggara akan menyanyikan satu lagu yang indah." ucap Ken. Morgan pun dengan sigap mengambil gitar miliknya di dalam mobil lalu memberikannya kepada Ken.


Gitar gua tersayang, baik-baik di tangan Ken ya. Kalau sampai Gitar gua rusak gua minta ganti rugi! Gitar kesayangan gua yang udah gua anggap pacar gua sendiri. batin Morgan.



Lirik


I want you to the bone?


Have I ever called you


When you are all alone?


And if I ever forget


To tell you how I feel


Listen to me now, babe


I want you to the bone


I want you to the bone, ooh, ooh, ooh, ooh


I want you to the bone, oh, oh, oh, oh


Maybe if you can see


What I feel through my bone


Every corner in me


There's your presence that grown


Maybe I nurture it more


By saying how I feel


But I did mean it before


I want you to the bone


I want you to-


Take me home, I'm fallin'


Love me long, I'm rollin'


Losing control, body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Walk you down, I'm all in


Hold you tight, you call and


I'll take control your body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Would that be alright?


Hey, would that be alright?


I want you to the bone, ooh, ooh, ooh, ooh


So bad I can't breathe, oh, oh, oh, oh, ooh


I want you to the bone


Of all the ones that begged to stay


I'm still longing for you


Of all the ones that cried their way


I'm still waiting on you


Maybe we seek for something that


We couldn't ever have


Maybe we choose the only love


We know we won't accept


Or maybe we're taking all the risks


For somethin' that is real


'Cause maybe the greatest love of all


Is who the eyes can't see, yeah


Take me home, I'm fallin'


Love me long, I'm rollin'


Losing control, body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Walk you down, I'm all in


Hold you tight, I call and


I'll take control of your body and soul


Mind too for sure, I'm already yours, oh


Oh, yes


(To The Bone - Pamungkas)


Semua orang memberi tepukan meriah karna suara Ken yang sangat bagus dan lagunya yang terdengar tulus dari dalam hatinya.


"Thank you." ucap Ken. Ken pun meletakkan gitar itu drngan hati-hati karna ia tidak ingin Morgan mengamuk karna Gitar kesayangannya lecet.


"Bagus?" tanya Ken. Kinan mengangguk. Ken pun memberikan senyuman manisnya kepada Kinan.


•••Bersambung...


Udah sering sih nyatain perasaan kayak gitu, tapi ntah kenapa masih merasa itu paling romantis 😂 Best deh Ken.


Ken : "Wo ya dong, Kenzard Anggara tidak akan gagal!"


Author : "Pergi sana!"


Jangan lupa dukungan untuk author yaaa 😆