Ken & Kinan

Ken & Kinan
Semua Kesalahan Morgan



Morgan sedang berjalan-jalan sambil menyapa beberapa orang yang ia kenal di pestanya Ken. Saat ia melihat Logan, tatapannya pun langsung berubah dari senang menjadi dingin


"Tunggu." ucap Logan memegang bahu Morgan.


"Apa?" tanya Morgan dingin.


"Bisa bicara?" tanya Logan. Morgan diam, ia tidak tau akan bisa berbicara dengan Logan atau tidak


"Plis bentar doang." ucap Logan.


"Oke, lima menit." jawab Morgan. Logan mengangguk. Mereka pun pergi ke tempat yang agak sepi agar bisa bicara berdua.


"Apa?" tanya Morgan.


"Gua mau kuliah di LA." ucap Logan.


"Terus? gua harus iri karna lu kuliah di LA sedangkan gua terancam gak bisa kuliah?" tanya Morgan.


"Gua gak bermaksud gitu. Gua cuman bilang sama lu buat kejar Aira meski pun harus menjadi diri orang lain." ucap Logan. Otak pintar Morgan langsung menemukan apa yang di maksud oleh Logan.


"Gak, gua akan dekatin dia dengan menjadi diri sendiri gak perduli dia suka apa enggak tapi gua akan berusaha. Seandainya aja kalau usaha gua gak di hargai, terpaksa gua mundur." ucap Morgan.


"Aira jatuh cinta dan suka sma cowo yang nolongin dia saat kepeleset itu. Itu bukan gua tapi lu. Dia aja yang ngira lu itu gua dan gua itu lu." ucap Logan.


"Emang sering kebalikkan? Udahlah, biar aja dia beranggapan gitu, gua mau terus berjuang untuk dapatkan Aira." ucap Morgan


"Tinggal bilang yang nolongin dia itu lu apa susahnya." ucap Logan.


"Gua gak mau aja dia kecewa. Dia udah suka sama lu karna kejadian kecil itu." ucap Morgan


"Ya, tapi itu lu bukan gua." ucap Logan.


"Udah lah gua mau pergi. Semoga lu bisa belajar dengan baik di LA." ucap Morgan pergi, tapi perkataan Logan membuatnya berhenti


"Gua bakalan pergi, lu gunakan kesempatan itu buat masuk lagi ke keluarga Bagaskara, kasian papa." ucap Logan.


"Tanpa keluarga Bagaskara pun gua bisa hidup dengan uang gua sendiri!" ucap Morgan tanpa melihat kebelakang. "Lagian ngapain gua balik lagi kesana? gak ada yang perduli, gua cuman di jadikan sebagai pemeriksa berkas dua perusahaan bahkan saat ujian UN gua gak bisa belajar." ucap Morgan berusaha pergi lagi. Tapi perkataan Logan membuatnya kembali berhenti.


"Karna otak lu pintar. Beda dengan gua yang standar. Lu gak belajar buat ujian UN tapi lu juara umum!" ucap Logan.


"Gua gak mau jadi babu tanpa di bayar." ucap Morgan lalu pergi.


Jangan di ingat-ingat Morgan. Anggap aja tadi angin lewat. batin Morgan


Plak!


Satu tamparan mendarat pipi mulus Morgan. Dan pelakunya adalah..


"Mama?" ucap Morgan terkejut.


"Kamu kira sopan seperti itu sama Logan hah?" tanya Stella. Untung saja tempat ini sepi karna tamu berada di dalam, jadi tidak ada orang yang tau.


"Maksud mama?" tanya Morgan berusaha menahan emosinya.


"Kamu anak durhaka!" ucap Stella.


"Mama bilang aku anak durhaka?" tanya Morgan. Stella mengangguk.


"Dari mana kedurhakaan aku? tunjukin ma! Apakah dari mama manfaatkan aku untuk mengerjakan berkas perusahaan keluarga Jafe dan bagaskara? apakah karna aku selalu mengalah dengan Logan karna Logan lebih tua dari ku 5 menit? Apa karna aku bodoh di pikiran maka dan hanya Logan yang pintar? Jawab Ma, yang mana satu?" tanya Morgan.


"Apa aku pernah mukul Mama? apa aku pernah buat mama menderita? apa aku pernah buat kesalahan yang sampai sekarang gak bisa Mama maafkan?" tanya Morgan lagi.


"Kalau bukan karna kamu, Aletha masih hidup sampai sekarang!" ucap Stella


"Salah Morgan ma? Itu salah anak kesayangan Mama, Logan. Aku gak ngapa-ngapain!" ucap Morgan membela diri


"Yang Mama lihat itu kamu! Kamu asyik menggambar, tapi tidak tau adik kamu sedang bermain di tengah jalan!" ucap Stella.


"Mama liatnya kamu Morgan!" bantah Srella.


"Stella stop, ini bukan tempat untuk ribut!" ucap Elang. "Masalah Aletha, itu memang takdir, bukan salah Logan atau Morgan." ucap Elang


"Tapi dia anak perempuan satu-satunya!" ucap Stella.


"Sayang, hidup penuh lika-liku jangan hanya karna satu masalah yang tidak dapat kamu terima, apalagi sampai mengusir seseorang dan itu anak kamu sendiri!" ucap Elang.


"Mama maunya apa sekarang? Ngusir Morgan dari rumah? Morgan udah pergi Ma. Hapus Morgan dari kartu kerluarga? Morgan siap hidup tanpa kalian. Morgan lebih baik hidup sendiri dari pada hidup hanya di manfaatin!" ucap Morgan kemudian pergi.


"Dasar anak durhaka!" teriak Stella. Morgan diam saja saat Stella mengumpatnya baik dalam hati mau pun secara langsung karna ia adalah ibu kandung dari Morgan.


Morgan bisa, gua pasti bisa! batin Morgan


•••


"Ngapain lagi lu?" tanya Eric.


"Ya gua datang ke pesta Ken lah masa enggak." ucap Verrel.


"Ngapain lu datang sama Maudy?" tanya Eric.


"Lah emang salah? kan gua yang bawa dia kesini jadi gua yang jalan bareng dia. Lu sama adiknya Levin aja noh. Cantik kok dia imut lagi." ucap Verrel.


"Gua cari yang mandiri." jawab Eric.


"Ya jangan tanya sama gua. Jelas-jelas gua gak pernah pacaran. Aneh ya lu." ucap Verrel.


"Gini-gini, lu kalau suka sama Maudy bilang, jangan buat Verrel susah." ucap Arkan.


"Heran gua, dimana ada Verrel di sana ada Arkan. Homo ya kalian? sama-sama jomblo, sama-sama gak pernah pacaran lagi." ucap Eric.


"Tu mulut lama lama gua gampar juga. Lu ngomong seenak jidat!" ucap Verrel.


"Terserah deh. Tapi kalau kejadian kemarin keulang lagi, gua gak segan-segan kasih tau om Elioz!" ucap Eric lalu pergi.


"Aneh ni anak. Bukan salah gua dan bukan salah lu, tapi setiap ketemu marah mulu." ucap Verrel.


"Anak aneh biasalah." ucap Arkan.


•••


"Mau dansa gak?" tanya Ken.


"Ini beneran bibir aku gak bengkak?" tanya Kinan.


"Engga sayang, mau liat di cermin? Tu di depan kamu." ucap Ken sembari menunjuk kearah cermin di depannya.


"Iya ya, gak keliatan." ucap Kinan.


"Bukan gak keliatan, tapi emang gak bengkak." ucap Ken sambil memegang bibir Kinan dan tersenyum. Kinan pun ikut tersenyum karna melihat Ken yang tersenyum.


"Kenapa?" tanya Kinan.


"Cantik." jawab Ken.


"Apaan sih, Awas aku mau ke bawah." ucap Kinan. Ken tertawa melihat kelakuan Kinan yang canggung. Ken pun mengikuti Kinan.


"Chagia, naleul gidalyeo. (Sayang, tunggu aku)" ucap Ken. Kinan tertawa melihat kelakuan Ken yang bertingkah sebagai anak anak.


•••Bersambung...


Hai-hai Author udah Up, maaf telat ni kemarin ketiduran 😂. Maaf banget, author up 2 deh 😅. Jangan lupa dukungannya like, comment, vote, hadiah dan rate ya.