
Pangeran menarik tangan permaisuri mengarah nya untuk menepi.
“Apa yang sedang kau lakukan?”
Hentak permaisuri seraya melepaskan tangan nya dari cengkeraman kasar pangeran.
“Kamu seharusnya harus bisa lebih menjaga sikap mu, jangan terlalu semena-mena terhadap pelayan. Kau ini seorang permaisuri dan sebentar lagi akan menjadi Ratu negeri ini, kamu harus bisa menjaga sikap mu”
Hentak pangeran seolah sedang menasehati permaisuri nya. Sebenar nya pangeran tidak bisa terima dengan perbuatan permaisuri terhadap Kinaya.
Entah kenapa sejak saat pertama Kinaya muncul di kehidupan pangeran, hati nya selalu berbuat di luar kendali sangat menyangkut tentang Kinaya.
Sedangkan Kinaya saat ini masih sedikit kesal terhadap sikap semena-mena nya permaisuri.
“Dunia yang aneh bagaimana bisa seorang wanita ular seperti nya bisa menjadi seorang ratu” Cetus nya sembari masih saja mengelus pipi yang sedikit memar.
____
Di sisi lain pangeran seperti biasa sedang latihan memanah di lapangan panah dan tak lama Dero datang menghampiri.
Pangeran hendak bertanya bagaimana Dero bisa mengenal Kinaya. Namun ia mengurungkan niatnya dan bertanya.
“Apakah kau sudah menemukan gadis yang ku minta untuk cari kan?”
“Aku terus saja menjelajah menyusuri jalan yang anda maksud. Tapi tidak pernah ku melihat seorang gadis muda melintas di area sana, yang terlihat hanya beberapa petani dan pedagang keliling yang sering melintas di jalur kecil alternatif itu” Jelas nya dengan berbohong.
“Apakah kah kau sudah mencari di jalur utama” pangeran bertanya lagi seolah ia tidak tahu bahwa Dero sedang berbohong kepada nya.
”Kemarin sore setelah pesta istana aku menyusuri langkah ku menuju jalan utama itu dan masih saja tidak melihat gadis yang anda minta untuk ku carikan"
“Yasudah biar kan saja, tak perlu mencari nya lagi. Sekarang aku sudah menikah tidak baik jika masih mencari wanita lain selain istri ku” Tegas pangeran.
“Apakah anda sudah menemukan nya”? Tanya dero khawatir.
“Tidak, istri ku lebih cantik dari pada gadis desa yang lusuh itu”
Ucapan pangeran menenangkan Dero. Dero perlahan tersenyum merasa sangat bahagia karena sekarang ia bisa memiliki gadis itu seutuhnya.
dan dengan cepat melangkah pergi meninggalkan pangeran di sana.
Dero berlari kencang menuju arah dapur ia melihat wanita idaman nya kini sedang memotong timun. Perlahan ia mulai melangkah kearah wanita itu, sehingga membuat para pelayan yang melihat Dero menuju dapur sangat terheran, Karena seorang tuan Dero yang tampan itu, memasuki area dapur istana.
Dero menyadari beberapa pelayan menatap terkesima dengan wajah nya, ia meminta pelayan itu untuk pergi dan berhenti menatap.
"Saya tahu saya tampan" Ucap Dero dengan percaya diri.
pelayan hanya patuh dan perlahan menghilang dari hadapan Dero.
Dero dengan cepat langsung menghampiri Kinaya.
"Heiiii" Sapanya.
Apa yang sedang kau lakukan mengapa bisa berada di sini tanya Kinaya terheran.
"Aku hanya sedang merindukan mu" Dero mengoda Kinaya.
"Bukan kah kita baru saja bertemu tadi, mengapa kau merindukanku?"
Dero hanya tersenyum dengan bola mata yang semakin membesar melihat tubuh sempurna milik gadis sederhana ini.
"Mengapa menatap ku seperti itu"
"hmmm tidak" jawab Dero mengelak.
Tanpa mereka sadari, Pangeran tidak sengaja melintas di area dapur dan melihat Dero serta Kinaya sedang bercanda mesra di depan matanya.
melihat Kinaya dan Dero yang terus saja tertawa bahagia.
Tidak lama kemudian pangeran memerintahkan kepada kepala pelayan untuk meminta Dero dan Kinaya kembali berkerja dengan serius.
Sementara itu pangeran melangkah meninggalkan tempat itu.
Menuju keruang kerajaan karena harus bertemu beberapa petinggi istana lain nya.
Hari ini akan menjadi hari yang sangat penting bagi pangeran karena ia akan segera naik tahta dan Menganti kan ayah nya.
dan di sisi lain di ruang istana Ratu, permaisuri sedang berbicara dengan ayah nya.
Ayah permaisuri meminta permaisuri untuk segera hamil dan memiliki anak. Karena jika pangeran di angkat menjadi Raja, maka permaisuri pun akan menjadi Ratu jika bisa melahirkan seorang putra untuk Raja. Namun jika permaisuri tidak bisa maka ia tidak akan menjadi Ratu.
"Bagaimana aku bisa hamil, berdua sekamar dengan pangeran saja aku belum pernah" gumam nya kesal.
"Bersabarlah nyonya jika tanggal yang bagus sudah temukan makan pangeran akan bermalam dengan anda, maka nyonya akan memiliki seorang putra" Ucap dayang sumba, dayang kepercayaan permaisuri.
"Bermalam dengan pangeran" Gumamnya.
yang lalu membayangkan jika pangeran akan mengecup bibir manis nya. Ia tersenyum genit sambil memegang bibir nya.
Tidak lama kemudian seorang dari istana Ratu agung menghampiri istana permaisuri untuk memberi tahu bahwa pendeta sudah menemukan tanggal yang baik untuk pangeran dan permaisuri tidur bersama.
Tanggal itu jatuh pada tanggal 15 tepat malam purnama bulan ini.
Permaisuri semakin kegirangan, karena pangeran tertampan di dunia ini sebentar lagi akan menjadi milik nya seutuhnya dan istana ini akan menjadi tempat nya berkuasa.
"Sebentar lagi aku akan menguasai dunia" Suara permaisuri terdengar hingga keluar ruangan.
Pangeran yang berada di balik pintu pun mendengar perkataan istrinya.
"Apa yang sedang kamu lakukan istri ku" Tanya pengeran tersenyum ke arah nya.
"Tuan ku kenapa anda bisa ada di sini"
"Aku hanya mampir sebentar, untuk melihat keadaan mu " Ucap nya seraya melangkah keluar dari kamar itu.
Pangeran sebenarnya tidak sengaja mampir, ia hanya lewat dan mendegar permaisuri sangat bahagia maka datang untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Saat ia melangkah keluar Kinaya datang membawa makanan ke kamar permaisuri. Pangeran dengan sigap memalingkan wajahnya agar Kinaya tidak melihat nya.
Kinaya memasuki ruangan itu, hati nya masih sangat panas ia masih tidak ingin melihat wajah permaisuri yang sudah menampar nya di depan semua dayang lain nya.
"Kenapa kau lagi" Suara wanita itu menghentak Kinaya.
"Aaaaa......aku di tugas kan untuk menjadi pelayan anda mulai hari ini nyonya" Ucap kinaya dengan terpatah-patah.
"Aku tidak ingin melihat mu" Seru permaisuri dengan nada kesal.
Namun dayang sumba mencoba membohongi permaisuri agar bisa menerima Kinaya karena jika seorang permaisuri menolak pelayan maka ia akan mendapat sangsi.
"Nyonya biarkan saja dia menjadi pelayan mu" Karena dengan begitu maka anda bisa sepuasnya menyiksa pelayan kecil itu.
Tak lama permaisuri tersenyum jahat, ia merasa ucap dayang sumba ada bagusnya juga. Ia lalu membiarkan Kinaya duduk dan menjajarkan makanan di hadapan nya.
"Kau coba terlebih dahulu, jika makanan ini baracun maka kau yang akan mati duluan" Ujar permaisuri.
Kinaya sedikit ragu untuk mencoba makanan itu karena bagaimanapun di istana dunia ini tidak ada yang dapat di percaya selain dero.
"Cepet...." Hentak permaisuri tegas.
"baaaa...ikkk " Ujar kinaya perlahan mengambil makanan dengan sendok besi berlapis emas itu dan mencoba memasukkan makanan itu kedalam mulutnya..