
Namun Yoona tidak menghiraukan Kasim, dan mendekap lebih erat tubuh Yangmulia, yang sudah lepas kendali itu.
" Tuan ku! ini aku, aku mohon sadar lah" Yonna berusaha menyadarkan Yangmulia.
Yangmulia perlahan mulai merasakan dekapan hangat dari wanita yang ia cintai.
" Aku mohon, menjauh lah" Deru nafas yang mulia semakin tidak beraturan.
" Bagaimana aku bisa menjauh! Aku mohon sadarlah tuanku"
Yangmulia membalas pelukan Yoona, kesadaran nya perlahan mulai membaik. Dirinya kini menengelam kan wajah nya pada leher jenjang milik Yoona.
" Wangi ini! mengapa ini sangat menenangkan" batin Yangmulia, yang sedang menghirup wangi tubuh wanita ini.
Sementara itu, Kasim .
" Tolong cepat! kau harus segera menyuntikkan itu kepada Yangmulia" Perintah Kasim Yang kini menyadari bahwa Yangmulia mulai mencakar tangan Yoona.
" Nona aku mohon beranjak lah darisana"
" Aku baik-baik saja" Desis nya yang masih berusaha menahan perih, cakaran yang diberikan Yangmulia padanya.
" Nona aku mohon menghindar lah"
Suasana kamar itu semakin riuh, di tambah Yangmulia semakin meracau. Yangmulia sadar jika terus memaksa Yoona berada dalam pelukan nya, itu hanya membuat Yoona semakin tersiksa. Namun disisi lain, entah perasaan apa yang tiba-tiba muncul, setiap kali leher Yoona menempel pada wajah Yangmulia, dan tercium wangi tubuh Yoona yang sangat menenangkan. Tapi kali ini Yangmulia tidak mau egois, ia tidak akan menyakiti Yoona lagi. Perlahan pelukan nya mulai merenggang, matanya menatap begitu dalam gadis yang berada dalam pangkuan nya itu.
" Enyah lah!" Hentaknya seraya mendorong tubuh Yoona hingga terjatuh kelantai.
" Awwww" Desisnya, seraya berusaha bangkit dan kembali memeluk Yangmulia. Namun kasim berhasil mencegah nya kali ini, dan Yangmulia tak sadarkan diri setelah Tabib berhasil menyuntikkan obat kedalam tubuhnya.
" Apa yang kalian lakukan" Yoona memberontak lepas dari cengkeraman pria kepercayaan Yangmulia ini.
" Ini perintah Yangmulia nona"
" Aku tidak peduli! dan apalagi sekerang? kenapa ia tidak sadarkan diri" Hentak nya seraya meraih kepala Yangmulia, lalu meletakkan di pahanya.
" Ini tidak akan berlangsung lama nona. Yangmulia hanya butuh istirahat sebentar, dan kembali sadar setelah beberapa menit" Tabib menjelaskan seraya sedikit membereskan peralatan medisnya.
" Kenapa yang mulia bisa begini?" Tanya Yoona penasaran.
" Itu penyakit Homicre sejenis penyakit langka yang terjadi jika suhu tubuh tinggi. Jadi penderita penyakit ini akan kesulitan bernafas dan hilang kendali. Sehingga menyebabkan orang di sekitar menderita atau bahkan tersiksa" Ujar tabib memberi tahu Yoona.
" Betul nona! Yangmulia sudah beberapa tahun mengalami penyakit ini. Makanya saya minta anda untuk menjauh saat Yangmulia sedang kambuh seperti tadi" Kasim Kim berusaha menenangkan Yoona.
@@@@@@@
Sedangkan di luar, istana sedang Riuh sibuk mencari-caru Yangmulia di setiap sudut istana. Bahkan permaisuri hendak menuju ke arah kamar Yoona, karena dirinya mendengar kabar dari pelayan kamar Raja.
" Yoona keluar kau"
Hentak Permaisuri mengedor-gedor pintu kamar Yoona.
" Nona anda tidak bisa begini, karena Yangmulia sedang beristirahat didalam" Jelas Mora berusaha menghentikan Permaisuri Alura.
" Enyah lah kau. Pelayan murahan" Bentak permaisuri dengan mendorong tubuh Mora hingga terjatuh ketanah.
Namun seketika saja!
" Hentikan kau apa yang sedang kau lakukan"
Suara seorang pria tampan bermata biru mengehentikan keributan yang di lakukan depan kamar Yoona.
" pangeran Himacan, ini tidak ada urusannya dengan mu" Hentak Alura.
" Memang tidak ada urusan nya dengan ku! tapi kau! juga tidak punya hak untuk untuk membuat keributan du depan ruangan orang lain" Hentak kembali Himchan.
" Aku punya hak! bagaimana bisa selir biasa selalu tinggal bersama dengan selir murahan sepertinya!"
@@@@
" Hentikan apa yang sedang kalian lakukan di depan kamar ku" Tanya Yoona yang baru saja membuka pintu dan keluar dari kamarnya.
" Akhirnya kau keluar juga wanita ******!" Alura menerobos ingin masuk kedalam.
" Apa-apaan kau! " Hentak Yoona berusaha menghentikannya agar tidak melihat keadaan Yangmulia saat ini.
" Hahhhh! berani sekali nya kau melarang ku?"
" Hentikan kalian!" Teriak Himcan, namun tidak menghentikan niat Alura untuk menerobos masuk.
" Baik! aku akan berhenti, jika Yangmulia keluar dari kamar itu" Alura menghela nafas panjang nya. Sedangkan Yoona justru kebingungan bagaimana bisa menyuruh Yangmulia keluar, disaat dirinya bahkan tidak sadarkan diri saat ini.
" Kau lihat! Wanita ****** ini lah yang sengaja menahan Yangmulia dikamar nya" Alura semakin murka. dan Himcan masih dengan wajah datar nya yang masih tidak terima jika Yoona bersama dengan Yangmulia, meskipun Himchan tau bahwa Yoona adalah selir milik Yangmulia.
" Yangmulia sedang tidur! Aku tidak bisa membangun kan nya" Hentak Yoona kearah wajah permaisuri.
" cihh"
Alura semakin murka, hingga tangannya tak sengaja menarik penutup wajah Yoona. Sehingga permaisuri sekarang mengetahui, jika Yoonahe ada Kinaya.
"Kau! kenapa bisa kau?" Permaisuri tercegang dengan expresi masih tidak percaya.
Yoona hanya diam tanpa berkutik, barusaha menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya.
" Ohh masiih berani bersembunyi" Permaisuri semakin ganas dan dengan sigap langsung saja mencengkeram kasar tagu Yoona.
"Ahhh A-mpun kumohon lepaskan" Lirih Yoona.
" Apa-apaan kau sekerang" Himchan murka dan menarik paksa tangan Alura.
Seketika saja di tengah perdebatan hebat mereka, Dero tidak sengaja melintas dan barusaha menenangkan semua orang yang berada disana.
" Hisss! kenapa kalian bertingkah seperti anak kecil" Dero datang lalu menarik paksa tangan Himchan. Namun tiba-tiba saja dirinya tercengang dan tidak percaya saat melihat wajah asli dari selir Yoon.
" Kau"
" Apa-apaan kalian ini! menatap Yoona seperti itu" Tanya Himchan, yang menyadari ekspresi berbeda dari Alura dan Dero saat melihat wajah asli Yoona.
" Kau Kinaya! aku sudah lama mencarimu" Ucap Dero dengan ekspresi masih tidak percaya bahwa Yoona adalah Kinaya.
Kinaya hanya tetap mendudukkan wajahnya.
" Pantas saja kamu menghilang, Ternyata selama ini kau bersembunyi dengan identitas nona Yoonahe" Ucap Permaisuri yang berjalan memutar mengelilingi tubuh Yoona yang sudah tidak berkutik itu.
Yoona kebingungan harus berbuat apa sekarang, dan Himcan sama halnya kebingungan tidak mengerti apa yang sedang terjadi kali ini.
" Aku harus bagaimana sekarang" Batin Yoonna yang kebingungan dengan pertanyaan yang terus-menerus di ucapkan Permaisuri hingga membuat dia terpojok.
" Cepat ikut aku! kau harus segera di hukum karena memalsukan identitas" Ujar Permaisuri yang merasa bahagia.
@@@@
Seketika saja Yangmulia yang baru saja separuh sadar, bahkan berjalan pun tidak begitu benar. Datang membuka pintu dan dengan sigap meraih tangan Yoona, menariknya masuk kedalam. Meninggalkan semua orang yang sedang ribut diluar.
" Tuanku apa yang anda lakukan" Yoona menahan tubuh Yangmulia yang sudah teramat lemah itu.
" Kau,,,"
" Kau,,,"
" Apakah kau baik-baik saja" Tanya Yangmulia dengan nafas terputus.