INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Bab 7. Pernikahan



     Hari ini akan menjadi hari yang sangat penting bagi keluarga istana, pangeran Keizen melaksanakan pernikahan dengan putri dari kerajaan Zhepyre, Putri Alura.


    Kerjaan Zhepyre ialah kerajaan yang terletak di arah barat daya. juga, merupakan kerajaan terbesar kedua setelah kerajaan “Volery”


Seluruh rakyat “Volery” merasa sangat bahagia hari yang telah di nanti akhirnya tiba.


Hari di mana semua rakyat merasa sangat senang, Karena mendapat makanan gratis.


Momen langka yang seperti ini adalah hal yang sangat di harapkan oleh rakyat, Karena dengan adanya pesta maka mereka bisa memakan makanan yang lezat seperti saat ini.


Namun, tak sedikit juga bagi mereka merasa bahwa hari ini adalah hari patah hati sedunia. Karena pangeran impian Keizen akan menikah hari ini.


*****


Sedangkan di rumah tua, tempat kediaman Kinaya.


Kinaya sedang tidak enak badan hari ini, tubuh nya sangat remuk entah apa yang sedang terjadi, seperti nya ada yang salah.


   jelas saja Kinaya meresakan hal seperti itu, karena tubuh nya di dunia nyata sedang di pasangkan beberapa alat rumah sakit yang tertancap di tubuh nya.


Suhu tubuh nya terus saja bertambah tinggi. perlahan ia coba beranjak dari duduknya, Namun ia justru kehilangan kendali dan terjatuh ke lantai.


“Sudah kamu istirahat saja” Ucap wanita tua itu sambil memapah badan Kinaya”.


“Tapi aku harus ke istana, bukan kah sedang ada pernikahan. pasti pelayan yang lain sangat kelelahan” Ujar Kinaya dengan suara parau dan tangan sebelah memegang perutnya, ia tak kuasa menahan rasa sakit nya. Lalu secara perlahan kembali merebahkan tubuhnya.


Dan memilih untuk beristirahat saja, Karena wanita tua itu bersedia mengantikan nya ke istana dan meminta Risa Putri nya merawat Kinaya.


Kinaya sebenarnya sangat penasaran dengan seperti apa wajah sang pangeran  Keizen itu. yang rumor nya terlihat sangat tampan.


Perlahan ia coba Bertanya kepada Risa.


“Apakah kamu pernah melihat pangeran secara dekat” Tanya nya penasaran.


“Bagaimana bisa, orang biasa seperti kita bisa melihat pangeran dengan dekat" Ucap risa lantang.


“Lalu bagaimana kamu bisa tau ia disangat tampan” Tanya kinaya sedikit meragukan ketampanan pangeran.


Risa menjawab meskipun ia tidak pernah melihat pangeran dari dekat, meski hanya melihat dari kejauhan seluruh negeri juga sudah tahu bahwa pangeran keizen adalah pangeran tertampan yang pernah ada.


Kinaya sejenak berfikir apakah ada yang lebih tampan selain pria yang kemarin ia temui. Pria yang membantu nya merawat kelinci” batin Kinaya dengan senyuman manis yang terlihat dari pipi nya.


“Kenapa kau tersenyum” Tanya Risa menyarankan Kinaya dari lamunannya.


“Benar kah aku tersenyum ” Jawab Kinaya yang bahkan tidak menyadari bahwa ia tersipu saat mengingat pria itu.




Sedang kan di Istana pangeran terus saja melirik ke arah setiap pelayan istana. Meski sudah ada sang permaisuri di samping nya namun tetap saja matanya terus mencari keberadaan Kinaya.



Namun Kinaya tidak terlihat di sudut mana pun, sehingga membuat pangeran merasa sangat senang! karena jika Kinaya tidak terlihat nya menikah hari ini mungkin saja suatu saat nanti pangeran bisa lebih dekat dengan Kinaya.



Entah bagaimana bisa seorang gadis sederhana seperti Kinaya bisa membuat seorang pangeran begitu mengangumi nya.



Sementara itu ikatan pernikahan pangeran sudah terjadi. Dan kini pangeran Sudah menjadi suami dari orang lain.



Karena pernikahan perjanjian itu sudah terjadi maka tidak akan lama lagi pangeran akan di angkat menjadi Raja di istana.


Sebab Raja yang sebelumnya berkuasa, yang bukan lain adalah ayah dari sang pangeran yang sudah memasuki usia lanjut, maka sesuai dengan hukum kerajaan beliau harus segera di gilir dan di ganti kan jika sang pangeran sudah memiliki seorang permaisuri.


\*


\*




Perlahan Kinaya melangkah kaki dan berjalan keluar rumah untuk sekedar mencari udara segar, karena seharian hanya berada didalam rumah saja.


Lalu Kinaya memalingkan wajahnya melihat kearah ujung jalan. Tampak dari sana wanita tua sedang berjalan dengan sangat cepat dengan beberapa jinjingan di tangan nya. Raut wajahnya tampak sangat kegirangan, karena membawa makanan pesta yang masih saja banyak di istana.


Wanita tua yang melihat ke arah Kinaya juga lantas saja langsung menghampiri Kinaya, yang dengan sigap mencoba membantu bawakan maknanya. Namun wanita tua hanya meminta Kinaya untuk tetap duduk di kursi saja tidak usah membantu karena Kinaya belum sepenuhnya pulih kembali.



Wanita tua beranjak beralih masuk kedalam, Kinaya tidak mengikuti nya karena memang ia tidak bernafsu makan.


\*


\*


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Kembali ke istana.


Malam ini adalah malam pertama yang mulia ia tampak sudah menganti baju nya dengan baju biasa, dan segera kembali ke kamar nya. Sedang kan sang permaisuri ke istana Ratu. Karena menurut peraturan istana mereka harus berhubungan setelah tanggal bagus di tetapkan dan hanya dengan begitu permaisuri dapat mengandung anak laki-laki penerus untuk pangeran, yang kelak akan menjadi putra mahkota. Jadi untuk saat ini tanggal bagus belum di temukan, maka Pangeran dan permaisuri tidak baik jika langsung tidur bersama


\*\*\*\*\*\*\*\*\*



Di dalam bilik kamar nya sangat merasa jenuh kerena tidak melihat Kinaya hari ini. Lalu ia akhirnya keluar dari kamar dan menuju arah taman jembatan di istana seraya menatap bulan yang indah malam ini. Sedang kan di waktu yang bersamaan Kinaya di gubuk sederhana sedang menatap bulan juga. seraya sedikit berfikir bagaimana cara kembali ke dunia nya.



“Rasanya aku sangat merindukan kedua orang tua ku rasanya ingin sekali main bersama anak panti. Apakah aku akan mati di sini dan tidak bisa kembali ke dunia ku” Batin Kinaya.



Seraya perlahan menetes kan air mata dan merasa dosa apa yang sudah ia perbuat kenapa takdir nya harus begini. Menggapa harus kembali ke dinasti kerajaan kuno yang bahkan saat itu ada ia belum lahir.



Ia truss saja menangis hingga suara nya terdengar ke dalam rumah, yang membuat hati Risa kasian melihat keadaan Kinaya yang sangat memilukan itu meskipun Risa tidak benar percaya kalau Kinaya berasal dari masa depan, yang bahkan ia belum pernah melihat nya .



“sudah ka, tidak usah menangis” gumam Risa seraya mengelus pelan bahu Kinaya.



"Mau dengar kan cerita tentang pangeran tampan kah" Ucap nya berusaha menghibur Kinaya.



Kinaya perlahan mulai tersenyum dan meminta Risa untuk tetap bercerita dan ia akan mendengar kan nya.



Namun Risa justru mengoda lagi.



“Dasar, giliran pangeran saja anda terlalu antusias” Ucap risa sedikit tersenyum.



"Jadi cerita atau tidak?" Tanya Kinaya kesal.