INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Tempat apa ini?



" Kau sudah bagun" Tanya Yangmulia, yang menyadari Yoona tidak berada di kasurnya.


" Ehh iya aku sudah bangun" Yoon dengan cepat meyeka air mata serta menyembunyikan kembali novel itu. Lalu berjalan menuju ke arah Yangmulia.


" Kemarilah dan tidur sebentar lagi"


"Bagaimana bisa kau melanjukan tidur mu! Ini sudah siang tuan ku, Cepat bangun dan mandi"


" baiklah!" Jawab Yangmulia dengan mengangkat kedua tangan nya, memerintah Yoona untuk menarik nya.


" Kenapa ada seorang Raja yang begitu manja seperti mu" Ucap Yoona yang tersenyum dengan perbuatan suaminya.


" Cepat lah" Gumam Yangmulia dengan semakin memanjakan suara nya.


" Baiklah"


Yoona menarik tangan Yangmulia, Namun Yangmulia justru menarik kembali Yoona kedalam pelukannya.


" Kau! kenapa kaus selalu begini" Pekik Yoona dengan memukul bahu Yangmulia.


" Ini karena kau yang selalu memanjakan ku"


" Baiklah aku salah" Yoona beranjak turun dari kasur.


" Mulai sekarang aku tidak akan memanjakan mu lagi" Tegas Yoona.


Yangmulia yang mendengar itu dengan sigap langsung bangun dan duduk di ranjangnya.


" Jangan berbicara seperti itu mengerti" Pinta Yangmulia, yang perlahan mendekati tubuh Yoona dan menatap begitu dalam manik miliknya, Serta kedua tangan Yangmulia kini berada dipipi Yoona.


" Eummm" Yoona hanya mengangguk mengerti.


" Sebentar! Apakah kau menangis hahhh?" Tanya Yangmulia dengan sedikit memutar kan wajah Yoona, karena menyadari pipi Yoona masih sedikit basah.


" Tidak aku tidak menangis" Yoona menyangkal nya lalu mendorong tubuh Yangmulia menuju ke arah kamar mandi.


" Aku tidak menangis aku serius" Tegas Yoona sebelum akhirnya dirinya menutup pintu kamar mandi.


" Hei berhenti" Ucap Yangmulia, yang mengeluarkan separuh kepalanya disisi pintu.


" kenapa lagi" Tanya Yoona datar.


" Kau jangan kemana-mana oke! Kita harus bicara setelah aku selesai mandi"


" Baiklah"


" Tapi, sebaiknya kita mandi bersama saja" Gumam Yangmulia, yang masih sempat mengoda Yoona.


" Berhenti mengatakan itu dan cepat mandi" Tegas Yoona yang kembali menutup pintu kamar mandi Yangmulia.


@@@@


Yoona kini sedang bergegas mencari kembali buku Novel " INDEPENDENT WOMAN" yang tadi disembunyikan dibelakang vas keramik besar.


" Akhirnya aku masih bisa menemukan nya" Ucap Yoona riang dengan mendenkap erat novel itu didadanya. Lalu berjalan keluar dari kamar Yangmulia. Namun kali ini Yoona melupakan satu hal, bahwa semalam dirinya sebenarnya tidur di kamar Yangmulia. Pantas saja saat keluar pagi Yoona tercengang saat melihat banyak pelayan yang sudah berjejeran rapi di depan pintu masuk.


" Nona" Seru para pelayan yang sedikit membungkuk kan tubuhnya menghormati Yoona. Sedangkan Yoona dirinya hanya ikut saja, kembali membungkuk dan bergegas kembali menuju kamarnya.


*


*


*


*


*


Yoona kembali membuka lembaran demi lembaran buku novel yang terakhir kali dibacanya di perpustakaan.


novel kuno yang sudah usang, yang menceritakan tentang kekaisaran dinasti pada zaman itu.


Yoona menyadari satu hal setelah membaca buku ini. Lembaran yang belum sempat ia baca perlahan dibuka dan baca dengan teliti.


Dan! betapa Tercengang nya Yoona setelah membaca buku ini. Bahwa Yoonahe seharusnya menjadi pemeran Antagonis dalam novel.


" Apa gadis ini! dia antagonis nya"


" Apa yang sebenarnya dia lakukan" Gumam Yoona yang kembali membuka lembaran demi lembaran untuk menghilangkan rasa penasaran nya yang begitu dalam.


" Kalau aku pemeran Antagonis? Jadi, Alura adalah pemeran protagonis nya! Tapi kenapa semua terbalik, bukan kah seharusnya Yangmulia mencintai Alura, bukan Yoonahe?" Yoona sedikit kebingungan dengan Alur novel yang belum sempat iya baca saat itu.


Namun yang diceritakan dari novel itu hampir sama dengan semua yang dijalani Yoonhe, Tapi itu adalah bagian Chapter yang sebenarnya dijalani Alura.


"Tapi, untung saja aku bukan gadis Yonnahe ini" Yoona memegang dadanya dan sedikit bersyukur karena dirinya yang menjadi Yoonahe. Karena jika tidak Yoona dalam novel bahkan rela menghianati Jung, dengan menikahi Himchan disaat Jung sedang sekarat.


" Kenapa kau bisa begitu tega" Hentak Yoona dengan memukul tubuhnya.


" Jadi selama ini tujuan si Yoona ini masuk isatana dan mengejar cinta Yangmulia hanya untuk balas dendam semata" Yoona semakin merasa heran dengan apa yang sedang dibacanya. Memang hampir semua isi novel ini benar! Tapi kenapa dirinya justru menjadi pemeran antagonis?.


*


*


" Baik Kinaya tahan" Ucapnya dengan mengehela nafas panjang, berusaha menenangkan diri. Hingga akhirnya suara seseorang mengagetkan nya dari arah luar.


" Nona"


" Apakah kau sudah kembali" Mora terus saja berteriak-teriak dari arah luar.


" Mora syuut"Yoona memberikan isyarat kepada Mora untuk diam.


" Kenapa nona" Tanya Mora dengan berbisik.


" Tidak! Hanya saja teriakan mu terlalu berisik" Gurau Yoona kepada Mora.


"huff syukurlah" Jawab Mo-ra.


" Mora boleh kah aku bertanya satu hal"


"Tentu nona"


" bagaimana sebenarnya nona mu ini sebelumnya"


"Kenapa kau bertanya seperti itu"


" Aku hanya sedikit penasaran"


" Kau bertanya seperti kau bukan Nona Yoonahe saja" Mora sedikit kebingungan dengan pertanyaan aneh Yoona.


"Aku Yoona! kau percaya padaku kan Mora"


" Tentu aku percaya kepada anda No-na"


" Jadii ceritakan"


" Anda sebelumnya selalu membentak ku, dan selalu menyalahkan semua orang"


" Terus..terus..."


" Kau bahkan tidak pernah memperdulikan orang lain apalagi orang miskin"


"Lalu?" Yoona semakin antusias mendengarkan.


" La....lu?" Mora sedikit ragu mengatakan nya.


" Katakan saja Mora aku tak masalah"


" Lalu anda selalu berudua dengan tuan Himacan"


" Aku tahu itu" Yooona sedikit mengigat bahwa terakhir kali dirinya tidak menolak sama sekali ciuman yang diberikan Himchan kepadanya.


" Sebentar Mora! Apakah sebelumnya mendiang Eoniku mengetahui nya"


" Maksud Nona, Anda dan tuan Himchan"


" Iya! Apakah Eoni jung mengetahui nya"


" Iya nona"


" wanita yang malang" Lirih Yonna.


" Maksud anda nona?" Tanya Mora yang mendengar kan Ucapan Yooona.


" Tidak Mora"


@@@@@


Sementara itu disisi lain istana, Permaisuri Alura akan segera meninggalkan istana bersama dengan pelayan setia nya Anna.


" Anna! Apakah kita sudah boleh pergi?" Tanya Alura yang sudah sedari tadi khawatir jika ibu suri tidak mengizinkan nya.


" Tentu Nona"


" Bagaimana bisa kau meminta izinnya? " Tanya Alura penasaran.


"Aku menghadap ibu suri dan berkata bahwa kau sangat merindukan ibu mu!"


" Jadi maksud kau? Ibu suri hanya mengetahui bahwa kita akan kembali ke istana? Bukan pergi menemui pendeta?"


" Iya betul Nona"


" Anna kenapa kau begitu cerdik" Alura memuji Anna.


________


Alura dan anna kini sudah berada diujung desa menuju bukit goraldo.


" Anna apakah ini masih jauh" Seru permaisuri dari dalam tandu nya.


" Kita akan segera sampai" Gumam Anna, yang seketika membuat tandu itu berhenti. Alura turun dan berjalan pelan, di ikuti Anna dan beberapa pelayan istana lainnya.


" Anna apakah kau yakin ini tempat nya" Alura sedikit curiga, saat melihat tempat itu adalah sebuah gua yang Sepertinya tidak ada penghuni.


" Betul nona! Pendeta gyorgo memang tinggal di dalam gua gelap ini" Anna menjelaskan.


Sedangkan Alura hanya patuh dan mengikuti Anna memasuki gua misterius itu.