
Yangmulia melanjutkan aksinya, tangan nya sudah mulai menjelajahi tubuh Yoona.
Namun saat Yangmulia ingin melakukan lebih Yoona justru menahannya.
" A-ku mohon jangan" Desah Yoona dengan nafas terputus.
" Kenapa? kita bahkan sudah pernah melakukan ini sebelumnya.
" A-ku malu" Lirih Yoona membohongi yang mulia.
" Kau tidak perlu malu terhadap ku"
" Ta-pi aku sedang..." Yoona ingin menjelaskan bahwa dirinya hamil. Tapi yang mulia ******* kembali bibir ranum Yoona.
" A-ku mencintai mu" Bisik mesra Yangmulia membuat Yoona terlena, Hingga akhirnya mereka kembali melakukan hubungan suami istri.
Hingga pagi kembali menyapa.
Yangmulia sudah bangun terlebih dahulu dari pada Yoona.
Pria bermata biru itu kini memiringkan wajahnya menatap begitu dalam kepada gadis yang sudah sangat lama ia cari keberadaan nya.
" Jika di kehidupan sebelumnya"
" Hanya aku sendiri yang berjalan secara perlahan"
" Maka hari ini aku tiba-tiba merasa"
" Kehidupan selanjutnya"
" Mungkin tidak akan kesepian lagi"
Batin Yangmulia, dengan mata yang masih tertuju kepada Yoona.
Sinar matahari kini semakin naik, menembus cela di antara jendela kamar.
Yoona mengerak kan tubuhnya, saat sinar itu menembus matanya.
Yangmulia , yang menyadari itu dengan sigap menghalang sinar mentari dengan telapak tangan nya agar tidak menyilaukan Yoona yang masih tertidur lenyap.
" Apakah kamu terus menemani ku"
" Sepertinya yang kamu katakan semalam"
" Kamu tidak akan meninggalkan ku selamnya"
Yangmulia berbisik pelan di telinga Yoona yang masih tertidur dengan manis.
@@@@@
Sedangkan disisi lain permaisuri terus saja mencari Yangmulia di setiap sudut istana.
" Bagaimana tidak ada yang melihat Yangmulia" Marah permaisuri, kepada dayang yang menjaga pintu masuk kamar Yangmulia.
" Ampun nona! Kami tidak mengetahui bahwa Yangmulia tidak berada di kamar nya! kami pantas di hukum" Jawab mereka menundukkan kepala.
" Ashhhh" Yoona mengangkat tangan nya, namun seketika.
" Apa yang terjadi? mengapa ribut sekali pagi" Dero datang menghampiri Permaisuri Alura.
" Aku tidak melakukan keributan. Aku hanya sedang mencari suami Yangmulia! Ini tidak ada hubungannya dengan kau, sebaiknya kau pergi saja" Hentak Permaisuri kepada Dero.
" Hei nona Permaisuri yang terhormat! Sepertinya suami anda memang tidak menginginkan anda! Buktinya saja, Anda harus mencari nya seperti cacing kepanasan " Dero membuat hati Permaisuri semakin panas mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Dero.
" Hei kau! berani sekali kau kepada ku" Alura kembali mengangkat tangan nya hendak menampar Pipi Dero, namu seketika terhenti saat dirinya melihat Yangmulia, yang sedang berjalan santai dengan wajah yang tersenyum lebar.
" Apa yang sedang kalian lakukan di depan ruangan ku" Tanya datar Yangmulia dengan senyuman lebar dibibir nya.
"Permaisuri mu sedang membuat keributan disini, aku datang hanya ingin memberhentikan nya" Jelas Dero menunjuk Permaisuri.
" Cihh kau!" Ujar permaisuri yang semakin kesal terhadap Dero.
"Kenapa kau mencari ku" Tanya Yangmulia kepada Permaisuri.
" Aku hanya khawatir, dari mana saja kau tuan ku"
" A-ku da,,ri" Yangmulia kebingung harus menjawab apa, dirinya terus saja mengaruk kepalanya yang tak gatal itu.
" Hei mengapa kau bertanya seperti itu! Sudah jelas-jelas suami mu itu, sedang menghabiskan malam bersama wanita lain! Bukan kah begitu saudar ku" Dero menepuk bahu Yangmulia.
Yangmulia hanya tersenyum nakal mendengar ucapan Dero, dirinya kembali mengingat kejadian semalam yang di lakukan bersama Yoona.
" Tu-an ku apakah benar?"
Yangmulia tersadar dari lamunannya, aku tidak ingin membahasnya. Yangmulia melanjutkan langkahnya memasuki ruangan.
Sedangkan Dero dan permaisuri!
" Sudah jelas bukan" Dero kembali memancing Amarah alura.
" Kau!" Pekik Permaisuri yang secara refleks mengempalkan kedua tangan nya.
Yoona sudah terbangun. Mora memberi tahu bahwa Himcan ingin bertemu nya, dengan sigap langkah kecil nya menuju taman belakang istana.
" Tuan! ada apa mencari ku?" Yoona memberhentikan langkah nya saat melihat seorang pria tampan yang sangat menawan itu di hadapan nya.
" Kau!" Himchan datang dan langsung saja memeluk erat tubuh Yoona.
" Tuan apa ini"
" Itu adalah kalung yang di berikan Eoniii mu" Himcan memasang kan Sebuah kalung dengan yang di penuhi dengan taburan berlian putih di sekeliling nya.
" Tapi ini sangat mahal tuan! Aku bahkan tidak pantas memakai nya" Yoona menarik dan hendak melepaskan nya.
"Tapi ini permintaan terakhir Eoniii mu, agar kau memakai nya" Himchan berusaha menghentikan Yoona.
" Tapi tu-an" Yoona mengangkat penutup wajah nya, berusaha menempatkan kalung di posisi yang pas.
Namun Himcan menyadari beberapa bercak merah pada leher putih milik Yoona.
" I-ni.."
" A- i,,ini aku digigit seranga" Yoona berbohong karena itu sebenarnya ialah bekas kepilikan yang di bikin Yangmulia semalam.
" Bagaimana bisa separah itu" Himcan penasaran, karena ia bukan juga orang bodoh yang mudah di bohongi.
Yoona menyadari itu, dan dengan sigap menutup kembali cadar nya.
" Aku ingin melihat kesekitar apa boleh" Ucap Yonna berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Cantik sekali" Yoona pura-pura kagum saat melihat bunga mawar merah itu, agar Himchan tidak lagi membahas bekas merah itu.
Himcan yang masih kebingung hanya mengikuti Yoona dari belakang.
Mereka tampak bahagia. Himchan bahagia karena merasa bisa memiliki Yoona seutuhnya, sedang kan Yoona bahagia karena bisa mengahabis kan malam dengan Yoona.
_________
" Wahh tuan Himacan, benar-benar sudah ceria kembali. Ini berkat nona Yoona yang sudah kembali" Beberapa pelayan melihat kebersamaan mereka.
" Betul sekali! tapi apakah kau tidak penasaran dengan wajah asli nona Yoona itu? Jangan -jangan dia adalah gadis buruk rupa?"
" Heii kau tidak boleh sembarang berbicara"
__________
Seketika saja saat Yoona dan Himchan sedang menghabiskan waktu bersama, Yangmulia tidak sengaja melewati mereka.
" Bisa bisanya dia tersenyum bahagia disana, sedangkan aku sangat merindukan nya" Batin Yangmulia.
Yangmulia berusaha mendekati mereka karena tak tahan melihat Yoona tertawa lepas dengan saudaranya itu. Namun Yoona yang menyadari Yangmulia mulai melangkah menuju kearah nya langsung saja mengunakan bahasa tubuh nya untuk mengatakan " Jangan mendekat"
Namun Yangmulia, tidak mengerti maksud Yoona.
" Saudara ku! Apakah kau baik-baik saja" Tanya Yangmulia kepada Himchan.
" Huuf"
Yoona menghela nafas, karena Yangmulia menepati janji nya untuk pura-pura tidak mengenal Yoona di hadapan siapapun.
" Tentu aku sudah sangat baik. ini semua berkat Yoona" Himcan perlahan mengengam tangan Yoona.
Yoona tercengang dengan perlakuan tiba-tiba Himchan, dan Yangmulia juga sama halnya.
Rasanya ingin sekali mengakui bahwa Yoona adalah wanita nya, Namun apalah daya karena Yoona meminta untuk merahasiakan nya jadi Yangmulia hanya patuh dan tunduk dari pada harus kehilangan untuk yang kedua kali nya.
" ouh jika begitu aku tidak akan menggangu lagi" Ucap Yangmulia meninggalkan Yoona dan Himcan, dengan rasa marahnya.
" Maafkan aku Yangmulia" batin Yoonna yang merasa bersalah.
" Heii! mau pergi melihat kupu-kupu?" Tanya Himchan yang menyadari Yoona terlihat begitu sedih