INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Siapa lagi? Himchan.



Kinaya Sudah selesai menyantap makanan nya, dan Mora sudah keluar. Lalu tak lama setelah Mora keluar seorang pria memasuki Ruangan Kinaya dan meminta nya untuk ikut bersamanya sebentar. Kinaya hanya patuh dan mengikuti pria itu dari belakang, hingga akhirnya mereka masuk kedalam sebuah perpustakaan di rumah keluarga Yoon.


Kinaya sedikit kebingungan, tentang apa lagi ini, ada berapa banyak lagi yang belum ia ketahui tentang yonnahe ini.


“ Kau apakah kau tidak apa-apa?, Apakah kau baik-baik saja?” pertanyaan beruntun yang di ucapkan pria tampan ini , terlihat dari raut wajahnya seperti nya sangat khawatir terhadap Yonnahe.


“ Aku mendengar kau kehilangan ingatan mu, apakah kamu mengetahui siapa aku” Tanya kembali pria tampan itu.


“Kau Tuan Himchan, aku hanya mendengar dari Mora” jawab kinaya terbata.


“Kau hanya mendengar? Apakah kau ingin pergi ke tabib yang tebaik? Apakah kau ingin..” ucapan Himchan terpotong.


“Mengapa anda menghawatirkan ku” Tanya Kinaya datar.


“ Kamu bertanya kenapa aku menghawatirkan mu” Tegas Himchan.


“ Ouhh aku mengerti, karena aku adalah sepupu dari istri mu” jawaban Kinaya justru membuat Himchan menekuk mukanya, seakan marah kepada Kinaya.


Sedangkan Kinaya..


“ Apa ini, siapa sebenarnya pria ini, kenapa masalah Yonnahe lebih rumit dari masalah ku?” Batin Kinaya.


“ Tuan anda tenang saja, aku akan segera sembuh jangan menghawatirkan ku” Jelas Kinaya yang kini mengikuti Himchan yang sibuk memilah buku.


Namun Himchan tidak menghiraukan Kinaya yang sedari tadi di belakang nya, karena masih sedikit kecewa dengan pertanyaan Kinaya mengapa ia mengahawatirkan Yonnahe. Tapi saat Himchan membalikkan badan, tubuhnya tidak sengaja menabrak Kinaya.


“ Kau bukan Yoonahe yang ku kenal, kau orang yang berada “ Ucap pria itu dengan tegas.


“ Mati aku pasti sudah ketahuan” batin Kinaya.


***


Himchan lalu keluar dari perpustakaan itu dan meninggalkan Kinaya sendiri. Saat Kinaya ingin menyusul keluar ia tiba-tiba teringat sesuatu, tentang novel yang ia baca. Ia menyusuri perpustakaan itu dengan penuh harap bisa menemukan novel kuno yang bisa membawa nya kembali dunia modern/ Masa depan tempat asalnya.


Namun Dewi Fortuna masih tidak berpihak kepadanya, Kinaya tidak menemukan novel yang di carinya. Dan akhirnya berjalan keluar dari ruangan itu.


Ia sudah tidak tahan lagi berada di dunia yang aneh ini, di tambah lagi masalah yang dimiliki oleh Yonnahe ini.


Kinaya berjalan melintasi jembatan dengan air sungai yang mengalir deras di bawah nya. Tiba-tiba saja ia teringat sebuah film yang pernah ia tonton tentang kisah terjebak di dalam tubuh orang lain maka akan bisa keluar jika sudah tenggelam di dalam air.


Entah apa yang sudah merasukinya tanpa berfikir panjang Kinaya pun terjun kedalam sungai itu, dengan penuh harap setidaknya bisa keluar dari tubuh Yonnahe, meski pun tidak kembali ke dunia nya.


Kinaya yang tidak bisa berenang sekarang benar-benar sudah berada di dalam air hanya kepalanya yang sedikit terlihat, ia kesulitan bernafas, lalu melambai kan tangan ke udara agar seseorang datang menyelamatkan nya. Karena ia berfikir cara ini tidak akan berhasil setelah sudah berada di dalam air.


Namun, karena keberuntungan masih menyertai nya. Himchan, yang melihat Yonnahe berada di dalam air, langsung saja ia bergegas menyelamatkan wanita itu. Hingga tidak lama, beberapa perkerja di rumah bangsawan Shik mencoba menyelamatkan mereka berdua.


****"


Malam sudah berlalu, dan pagi sudah menyapa matahari yang bersinar menyilaukan apapun yang ada di bumi masuk ke sela-sela jendela kamar Kinaya.


Ia terbangun dan melihat ke sekeliling semua orang sudah berada di hadapan nya, dengan posisi tabib sedang memegang tangan nya.


“ Apa ini? apa aku beneran sudah mati kali ini?” Batin Kinaya.


Namun, “Nona anda sudah sadar?” Mora, wanita itu menyapa Kinaya. Kinaya akhirnya merasa lega bahwa ia tidak benar-benar mati.


“ Mora apa yang terjadi “ Tanya Kinaya.


“ Akhir nya putri ku, kamu sadar kan diri “ Ujar bangsawan Shik yang sedari tadi sangat khawatir dengan putri nya.


Ia sudah menunggu putri nya sadar dari semalam, rasanya ingin sekali ia memastikan putri nya sampai benar-benar pulih kembali. Namun istrinya nona Munyong, mengusul nya untuk istirahat sebentar, Karena masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan Shik.


**


Tuan Shik dan istri nya kini sudah keluar, hanya tersisa Mora dan Kinaya di dalam kamar itu.


“Mora, bagaimana keadaan Tuan Himchan” Tanya pelan Kinaya.


“Tuan Himchan, baik-baik saja nona, Sekarang yang tidak baik adalah anda, karena hampir saja mati tadi malam, anda harus memulih kan kembali tubuh anda nona” Pinta Mora.


“Benar juga Mora, aku tidak ingin mati di dunia ini”gumam kinaya.


******


Sementara itu di istana terlihat sedang sangat ramai, karena besok akan ada pesta untuk penaikan tahta sang pangeran.


Tampak setiap orang di istana, berlarian kesana kemari, sangat mempersiapkan acara yang sangat penting besok.


Permaisuri ada di sana, ia merasa sangat senang, karena sebentar lagi akan menjadi Ratu negeri ini. Dan ia akan bisa berkuasa dengan caranya.


“ Anna, aku tidak melihat Kinaya?, kemana gadis pelayan mainan ku itu” Tanya permaisuri kepada dayang nya.


“Seperti nya kinaya memang sudah tidak berada di istana nona” jelas Anna.


Pangeran tidak sengaja mendengar perkataan istrinya dan Anna, ia lalu mendekat dan bertanya.


“Siapa Kinaya?” Tanya pangeran seolah tidak mengenalnya, padahal ia bertanya karena penasaran dengan kabar Kinaya.


“ Dia hanya pelayan murahan milik ku” ucap permaisuri dengan nada sombong.


Dan pangeran Tanpa disadari mengumpal kedua tangan nya, karena mendengar perkataan istrinya yang merendahkan Kinaya.


“ Ouh iya mengapa anda bertanya tentang Kinaya tuan ku “ Ujar permaisuri dengan nada merayu suaminya.


“Tidak kenapa-kenapa, Aku hanya penasaran dengan apa yang sedang di bicarakan istri ku” jelas pangeran yang bergegas menuju ke arah Dero yang sedang sibuk mempersiapkan acara ini bersama dengan Dayang dan prajurit lainnya.


“ Dero “ sapaan hangat nya menepuk pelan pundak Dero, seraya kembali bertanya.


“Bagaimana kabar gadis yang kau cari itu, apakah sudah menemukan nya” Pangeran bertanya karena penasaran dan khawatir terhadap Kinaya.


“Aku belum menemukan nya, tapi aku sudah mengutus kasim ku untuk pergi mencari nya” jawab Dero lantang.


“heii sejak kapan kau peduli kepada seorang gadis” canda pangeran yang merasa heran dengan sikap sepupunya ini.


“ Dia gadis yang berada” tampak jelas dari raut wajah Dero yang sangat bahagia saat menjelaskan tentang Kinaya.


“Ouuh benarkah?bisa kah kenal kan kepada ku” Usul pangeran yang sebenarnya mengetahui kalau gadis yang di maksud Dero adalah Kinaya.


Dan Dero yang mendengar perkataan sepupu nya itu, hanya terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa seraya mengalihkan kan pembicaraan mereka.


Meskipun begitu, Dero sedikit merasa bersalah.


“ Maaf kan aku sepupu ku, bukan ingin ku untuk berbohong.Tapi kerena aku sudah terlanjur jatuh cinta, makanya terpaksa berbohong karena aku tidak ingin melepaskan gadis pujaan ku ini” Batin Dero yang merasa kasihan terhadap pangeran.