INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Yoona cemburu



" Bagaimana dengan selir Yoon?" Tanya Himchan saat Yangmulia memasuki ruangan besar tempat berkumpul para bangsawan.


"Dia belum sadarkan diri"


" Benarkah?" Tanya Dero yang meyelip omongan mereka.


" Kau mengagetkan saja"


"Dikeracunan makanan"


" bagaimana kau tahu?"


"Tabib memberi tahu ku"


"Apa yang dikonsumsi nya diistana sehingga bisa keracunan seperti ini"


" Entahlah aku tidak tahu! Yang pasti sudah kusuruh Kasim Kim untuk mencari tahu nya"


Balas Yangmulia datar.


"Kau benar! Kita harus cepat bertindak" Gumam Himchan.


" Jadi masalah apa yang akan dibahas kali ini"


" Aku tidak tahu" Tukas Keizen.


" Bagaimana bisa kau tidak tahu, ku kira kau yang mengadakan pertemuan ini"Simpul Dero.


" Aku tidak mengadakan ini"protes Yangmulia, yang hendak meninggalkan tempat itu. Namun seketika saja langkahnya terhenti saat Ayahanda agung memasuki ruangan itu.


" Mau kemana kau! Kembali ketempat mu" Perintah Ayahanda kepada Keizen.


" Anda yang mengadakan pertemuan ini"


" Iya"


*


*


*


" Terimakasih sudah berkumpul disini, kali ini saya ingin memberi kabar gembira tentang kehamilan dari permaisuri Alura" Imbuh Ayahanda agung.


" Apa dia hamil?"Pekik yang mulia dengan refleks. Namun Himchan berusaha mengalihkan pembicaraan saat menatap manik Ayahanda yang begitu tajam kearah Keizen.


" Dia hanya sangat gembira mendengar kabar ini" Lirih Himcan yang berusaha menenangkan suasana.


" Nah iya" Tukas dero dengan sedikit tersenyum kebingungan.


AYAHANDA yang mendengar ucapan itu melanjutkan Omongan untuk segera memberitahu tentang kehamilan Alura Kepada seluruh rakyat. Namun dengan cepat di tukas oleh Keizen.


" Bagaimana bisa kita melakukan ini" Hentak Keizen dengan penuh amarah, disaat istri tercintanya Yoona sedang terbaring lemah, jelas tidak mungkin bagi dirinya untuk merayakan sesuatu untuk saat ini.


" Apa yang kau maksud menantuku" Hentak Mentri perang yang bukan lain adalah Ayah dari Permaisuri Alura.


" Tuan harap jangan emosi dia tidak bermaksud apa-apa" Tegas Himchan yang berusaha menenangkan Menteri perang yang terlihat sangat emosi saat Yangmulia mulia meninggalkan ruangan itu.


" Pangeran Himacan benar! Dia hanya sedikit kebingungan karena akan segera memiliki seorang anak" Ucap Ayahanda agung dengan sedikit menepuk-nepuk bahu menteri perang.


*


*


*


Yangmulia dengan penuh amarah melangkah kan kakinya pelan menuju kamar Permaisuri Alura.


" Apa yang kau katakan kau hamil" Hentak nya kepada Alura.


" Kau sudah mengetahui nya! Benar tuan ku, aku akan melahirkan seorang putra untuk mu" Ucap Alura dengan nada manjanya, Seraya mencoba mengapai wajah Yangmulia. Namun dengan sigap ditapis oleh Keizen.


" Bagaimana kau bisa hamil! Sedangkan kita tidak pernah berhubungan" Hentak Keizen karena saat ini dirinya merasa sudah Menghianat Yoona.


" Bagaimana kau tidak mengingat malam panjang kita tuan ku" Ujar Yoona yang kembali mencoba merayu.


" Maksud kau!"


" Anda ingat! Hari dimana anda terbangun dikamar ini"


"Eummmm"


" malam itu adalah malam pertama kita tuan! Bagaimana anda bisa melupakannya, malah itu anda begitu menikmati permainan panas kita" Tegas Permaisuri Alura.


" Berhenti bicara"Hentak Yangmulia.


______


" Yangmulia pelayan selir Yoon membari Anda"


Seru prajurit dari arah luar, dan Yangmulia yang mendengar itu dengan sangat terburu-buru menghampiri Mora.


" Sial wanita itu lagi" Umpat Alura dari dalam kamar.


*


" Nona tuan"


" katakan ada apa dengan Yoona"


" Nona kembali memuntahkan darah"


Mendengar ucapan itu Yangmulia dengan sigap langsung berlari menuju arah kamar Yoona. sedangkan Permaisuri Alura, kembali tersenyum dengan sangat sumbringah mendengar kabar Yoona yang sudah berada diambang Kematian.


" Yoona! Selamat tinggal"


"Hhhahaa hahha"


Tawa- tawaan licik itu mengema dengan sempurna di kamar Alura.


*


*@@@@@


Yangmulia masuk kekamar Yoona, melihat tabib sendang kembali mengecek keadaan Yoona.


" Ada apa lagi dengan nya"


" ini hanya efek dari racun itu, yang baru berkerja! tubuh nona sangat lemah jadi sangat sulit untuk melawan racun dalam tubuhnya"


" Ash.. lakukan yang terbaik" Perintah Yangmulia, yang terus saja berjalan mondar mandir dihadapan Yoona.


" Racunnya akan segera ternetralisir tuan! Jadi biarkan saja nona untuk istirahat saat ini" Tukas tabib yang berjalan keluar dari kamar itu, dan hanya meninggalkan Yoona bersama Yangmulia saja disana.


" Aku mohon bangunlah! "lirih Yangmulia yang terus saja membelai lembut rambut Yoona.


" Kau tahu, sebelum kau datang hidup ku hanya hitam. Karena banyak orang yang tidak menginginkan aku berada di dunia ini, banyak dari keluarga ku sendiri yang ingin membunuh ku! Tapi kau lihat, suami mu ini masih baik-baik saja saat ini. Aku sudah berusaha untuk mengakhiri hidupku sendiri, Sampai akhirnya kau hadir dan memberikan warna untuk hidup ku, kau hadir memberikan ku kebahagiaan yang belum pernah kudapatkan, meskipun dari keluargaku sendiri.


Apakah tahu, aku bahkan selalu berdoa dan berharap kau tidak pernah pergi dariku lagi. Kerena entah apa yang akan terjadi jika kau benar-benar meninggalkan ku sendiri di tempat yang bahkan sangat tak layak disebut tempat tinggal.


Aku mohon bertahan lah, Aku yakin kau pasti kuat, dan juga bayi kita! Pasti akan membantu ibunya untuk berjuang!


Bangun lah sayang, jika kau mendengarkan ku"Lirih Yangmulia dengan berbisik pelan ketelinga Yoona.


" I LOVE YOU, SAYANG" Ucap Yangmulia dengan seketika mengecup mesra kening Yoona. Hingga akhirnya dirinya terlelap disampingnya Yoona dengan posisi tangan kekarnya melingkar sempurna diperut Yoona.


*


*


*


Keesokan harinya, Yoonna sudah sadarkan diri, berusaha memindahkan tangan Yangmulia dari perutnya. Namun pergerakannya membuat Yangmulia terbagun dari tidurnya.


" Kau sudah sadar kan diri?" Lirih Yangmulia, yang hendak memerintah perlayan untuk memanggilkan tabib, Namun dengan sigap mulutnya ditutup oleh Yoona dengan tangannya.


" Apa yang kau lakukan" Bisik Yangmulia pelan seraya memindahkan tangan Yoona.


" Aku mohon!" pinta Yoona dengan mengelengkan kepalanya.


" Apa yang terjadi aku sangat khawatir padamu"


" Aku sudah sedikit baik tuan" lirih Yoona dengan berusaha mengapai wajah Yangmulia.


" Bagaimana kau bilang baik! Tubuh mu bahkan sangat lemah untuk saat ini"


" Aku sudah baik-baik saja tuan ku! Aku mohon untuk berhenti memperpanjang kasus ini"


" Bagaimana bisa aku hanya diam saja, disaat istriku sudah sangat Semenderita ini" Tukas Yangmulia.


"Aku mohon tuan ku" Lirih Yoona.


" Baiklah sekarang istirahat sebentar lagi" Gumam Yangmulia dengan kembali merebahkan tubuhnya dan mendekap dengan hangat tubuh istrinya.


" Tuan ku"


"Eummm, Ada apa sayang ku" Ucap Yangmulia dengan mata yang terpejam.


" Bolehkah aku minta satu hal"


" Katakan saja! Aku akan mengabulkan semua keinginan mu, bahkan jika kau ingin meminta bintang akan ku ambilkan untuk mu"


" Tuan ku dari mana kau belajar mengoda seperti itu"


" Dero yang mengajarkan ku!"


" Berhenti bicara manis seperti itu didepan wanita lain" Gumam Yoona dengan melepaskan tangan Yangmulia dari perutnya.


" Apakah kau marah?" Tanya Yangmulia dengan memiringkan tubuhnya, menatap begitu dalam wajah Yoona.


"AKU TIDAK MARAH"


" Baik katakan! Apa permintaan mu!"


" Aku ingin keluar dari istana"