
“ Nona silahkan sebelah sini” Usul mora membuka kan pintu.
Di sebalik pintu terlihat sebuah ruangan yang sangat besar, dengan di penuhi banyak ukiran indah dari kayu.
Kinaya melangkah pelan, masuk kedalam ruangan nan nyaman itu. Tapi ia merasa sedikit heran, dengan apa yang dilihat, ruangan seorang gadis seharusnya bernuansa pink atau putih. Namun yang Kinaya lihat kini, seluruh ruangan itu berwarna coklat kehitaman dan di penuhi banyak alat-alat untuk bertarung. Seperti panah, pedang, dan yang lainnya.
“ Tempat apa ini, bukan kah seharusnya ini kamar putri bangsawan” Gumam Kinaya.
“ Maksud anda Nona” Tanya Mora yang mendengar perkataan Kinaya.
“ Apakah ini Kamar ku” Tanya Kinaya terpatah.
“ Tentu saja ini kamar anda” Jelas Mora.
“ Aku sedikit tidak mengingat, maaf kan aku kepala ku masih sedikit sakit” Jelas Kinaya berbohong.
“Baiklah sebaiknya anda beristirahat saja dan saya akan kembali esok hari” Tegas Mora meninggalkan tempat itu.
Malam sudah berganti pagi, Kinaya terhentak saat seseorang memanggil nama nona Yoon dari arah luar.
Mora masuk terburu-buru, dan merasa heran ketika melihat Kinaya sudah terbangun dan duduk di tepi jendela.
“Nona apa yang salah dengan anda mengapa anda bangun cepat sekali” Tanya curiga Mora.
“Aku hanya tidak tidur dengan nyenyak” Jawab Kinaya.
Bagaimana bisa ia tidur di sebuah rumah besar yang bahkan tidak di ketahui keberadaan nya ini.
Kinaya perlahan mencoba mengingat cerita novel yang ia baca itu, jelas memang ada bagian Nona Yonna di sana. Namun Kinaya tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan masuk ke tubuh gadis muda yang bernama Yoona ini.
“ Mora bisa kah aku bertanya” ucap Kinaya.
“ Ya katakan saja Nona”
“Bagaimana kepribadian gadis ini” Kinaya memegang dadanya sendiri.
“Anda adalah gadis yang sangat tegas dan bijak sana” Jawab Mora. Tapi mengapa anda menanyakan seolah anda adalah orang lain” Mora mulai curiga. Dan kinaya terlihat tidak bisa berkutik lagi.
Sehingga tidak lama kemudian seorang pria dewasa mengunakan baju ala bangsawan memasuki ruangan Kinaya, Seperti nya tuan (Yoonshik). Dia tidak sendirian melainkan dengan seorang wanita di samping nya, seperti nya istrinya (Moonyong)
“Anak ku akhir nya kami bisa menemukan mu” Ucap Munyong memeluk Kinaya.
Lagi- lagi kinaya tercengang, namun ia tetap saja membalas pelukan wanita itu, agar tidak ada yang curiga lagi terhadap nya.
Namun Kinaya salah, sikap yang di lakukan nya ternyata sangat berlawanan dengan Yonnahe yang asli nya.
Yoonshik pun terheran, Namun ia merasa bahagia karena Yoona membalas pelukan istri nya. Tapi tetap saja ia merasa ada yang aneh dengan putri nya.
*
*
___________
Setelah selesai mengunjungi Kinaya yoonshik dan istri, keluar meninggalkan ruangan itu. Lalu meminta Mora juga ikut keluar.
“Mora apakah kau juga sama merasa ada yang aneh dengan nyonya mu” Tanya Yoonshik.
Mereka meninggalkan tempat itu, sedang kan munyong masih saja merasa aneh dengan sikap Kinaya.
“Tuan ku, aku merasa aneh pada putri kita sejak dia kembali lagi di terlihat sangat aneh seperti nya kita harus meminta tabib untuk memeriksa keadaan Yoona kita” Rengek Munyong kepada suaminya.
“ Aku juga sependapat dengan mu” jawab Yoonshik.
Yoonshik pun mengikuti saran istri nya dan meminta tabib untuk segera memeriksa Yoona.
****
Sedangkan diruang Kinaya.
Mora mendongkakkan kepalanya bingung terhadap nonanya ini mengapa meminta permintaan padanya? Dia bingung harus menjawab apa bukankah jika suatu perintah nona Yonna hanya tinggal mengatakannya, pikir Mora.
Kinaya yang melihat ekspresi Mora dia langsung mengatakan permintaannya.
“Aku hanya minta agar kau berhenti memanggil ku nona aku tidak menyukainya dan mari kita berteman, kau mau Mora?”
“Nona” Mora, tidak menyangka nona Yonna meminta sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya
'‘Tapi nona saya merasa tidak pantas” jawab Mora dengan menundukkan kepalanya.
“Apanya yang tidak pantas, pokonya aku tidak ingin kau manggilku dengan sebutan nona lagi, dan kita berteman sekarang, apa kau tidak ingin berteman denganku ?” Tanya Kinaya.
Mora semakin merasa aneh dengan sikap Nona Yonna ini, namun ia sedikit merasa senang mendengar permintaan Nona Yoonahe yang meminta nya menjadi teman nya.
Lalu, tidak lama kemudian seorang tabib memasuki ruangan itu, kinaya dan Mora Tercengang melihat tabib yang membawa segala alat untuk memeriksa pasien.
“ Mohon maaf Nona, saya hanya ingin menjalankan perintah dari tuan Yoonshik untuk memeriksa keadaan anda Nona” ucap tabib menunduk kan kepala.
“ Tapi bahkan aku baik-baik saja” Tegas Kinaya.
Namun, Mora tetap mempersilahkan tabib memeriksa Kinaya. Karena jika Kinaya menolak Munyong akan sangat curiga kepada Kinaya. Karena sebenarnya Munyong ibu tiri dari Nona Yonnahe, yang dulu merupakan selir nya tuan Yoonshik. Namun karena tuan Yoonshik lebih sayang kepada Yoona yang wajah nya sangat mirip dengan ibu kandung nya, sehingga membuat Munyong tidak menyukai Yoona. Namun meskipun begitu ia adalah ratu sandiwara, yang seolah-olah seluruh warga hutan bambu mengetahui bahwa Munyong adalah ibu yang baik untuk anak tiri nya Yonna.
****
Tabib kini sedang memeriksa Yoona di bagian urat nadinya, ia tidak memiliki keganjalan. Tapi hanya saja, tabib pun sedikit merasa heran dengan sikap Yonna yang sangat santai ini. Sedangkan Yoona bahkan gadis yang jarang sekali sopan kepada semua orang.
Tabib sudah selesai memeriksa, ia melangkah kaki nya menuju ke arah pabrik anyaman bambu untuk menemui tuan Yoonshik disana.
Setibanya dia disana.
“Ada apa dengan Yoona kami” Tanya tuan Yoonshik.
“ Nona Yoona sebenarnya tidak kenapa-kenapa, hanya saja kepala sedikit terbentur dan kemungkinan saja mengalami sedikit hilang ingatan ringan “ Simpul nya.
“Hilang ingatan ringan” Tuan Yoonshik tercegang.
Lalu tabib menjelaskan, itu terjadi hanya sementara, mungkin sementara ini Yoona akan mengalami sedikit perubahan sikap yang aneh.
Sebenarnya tadi, setelah selesai memeriksa keadaan Yoona, saat tabib ingin keluar. Tangan nya di gapai oleh Yoona, dan meminta nya untuk berbohong kepada tuan Yoonshik, Karena Yoona/ Kinaya tidak ingin orang lain semakin curiga kepada nya.
Sebab, dia bukan lah Yoona yang asli. Tabib mematuhi Kinaya untuk berbohong dan membantu nya. Karena memang saja ia tidak mengetahui jelas tentang penyakit nya. Namun jika tidak memberikan informasi, maka ia akan di cap dengan tabib yang bodoh dan tidak berguna.
Tapi entah lah Jika ia ketahuan telah berbohong, entah apa yang akan terjadi berikutnya.