
Namun, tanpa mereka sadari saat mereka sedang asik bercanda bersama, seseorang dari balik semak melihat pangeran.
Dan pangeran pun menyadari itu,
“Aku kembali duluan” Ucap pangeran meninggal kan Kinaya.
Pangeran bergegas menuju arah sepasang mata yang sedari tadi menatapnya.
”Apa yang sedang kau lakukan”
Tanya pangeran mengagetkan pria itu.
“A...mpun yang mulia”
Ucap Seraya memohon, Dia hanya seorang kasim istana biasa, yang memang di utus Ratu agung untuk menyelidiki pangeran.
“Aku akan mengampuni mu, asalkan tidak ada satu orang yang tahu bahwa aku bertemu dengan seorang wanita selain Ratu di istana, kamu mengerti” Hentak pangeran.
"Baaik yang mulia"
Pangeran meninggal kan kasim itu.
Pangeran terus saja berfikir apa yang sebenarnya, ingin di ketahui Ratu darinya.
Sedangkan Kinaya, masih saja kebingungan dengan bagaimana caranya ia bisa bertemu dengan pangeran dan meminta nya untuk mengembalikan nya ke dunia nya.
*
*
Malam sudah semakin larut dengan rembulan yang perlahan meredup, Kinaya kembali keruang tempat nya beristirahat, seseorang sudah menunggu nya di sana.
Itu Dero datang membawa kan selimut hangat untuk Kinaya.
“Tuan apa yang anda lakukan, bagaimana jika ada yang melihat mu keluar malam- malam begini” Ujar Kinaya khawatir.
“Kamu habis dari mana keluar malam- malam begini” Tanya Dero seraya membalut tubuh Kinaya dengan selimut hangat yang di bawa nya.
Kinaya, merasa sedikit risih dengan perlakuan khusus yang di berikan Dero kepada nya.
“Apa yang sebenarnya yang di inginkan pria ini terhadap ku” batin Kinaya yang mulia sedikit merasa aneh dengan perlakuan Dero.
“Heii”
Sapa Dero menyandarkan nya dari lamunan.
“hehh” Ucap Kinaya mengaruk kepalanya yang tak gatal itu.
“Boleh kah aku bertanya?”
Kinaya memberanikan diri nya untuk bertanya kepada Dero tentang pangeran.
“Ya katakan” Jawab Dero datar.
“Bisa kah kau mempertemukan ku dengan pangeran” ujar Kinaya, pelan.
“Hahhh pangeran” Kata Dero lantang.
“ Untuk apa kamu bertemu dengan pangeran”?
“Sebenarnya...."
“Ash percuma saja mengatakan kepada nya, dia sama saja tidak akan percaya kepada ku”
“Sebenarnya apa” Katakan saja
“ Tidak- tidak aku hanya ingin bertemu saja” Jelas Kinaya.
“Sebenarnya bukan aku tidak ingin membantu mu Kinaya, namun pangeran tidak akan pernah mau bertemu dengan gadis biasa” Ujar Dero.
“ Tuan..tuan” Teriak Kinaya menyadarkan renungan Dero, yang terus saja membayang kan hal-hal yang akan di lakukan Kinaya dan pengeran jika bertemu.
“Aku harus segera pergi, cepat masuk dan istirahat lah” Ujar Dero lalu pergi meninggalkan Kinaya.
“Kenapa manusia di dunia banyak sekali yang aneh” Gumam kinaya merasa heran dengan sikap Dero.
“Ashh biar kan saja, tugas ku sekarang yaitu mencari pangeran”
*******
Malam kini sudah berganti pagi, Kinaya bangun lebih awal dan menuju ke arah dapur.
Namun saat ia belum sampai ke arah dapur seseorang menarik tangan nya dan membawa nya menepi.
Kinaya berteriak namun pria itu menutup mulutnya dengan tangan nya, suasana tiba-tiba hening saat kedua pasang bola mata mereka saling bertemu. Hanya ada hening dan diam, mereka sama-sama hanyut dalam tatapan yang dalam itu.
Namun tiba-tiba, pria itu membuka mulut Kinaya yang sedari tadi di tutup dengan tangan nya. Lalu mengambil tangan Kinaya dan memberikan nya sebuah gelang yang terbuat dari ranting, lalu segera beranjak dari hadapan Kinaya.
“Aneh sekali” Ujar Kinaya menaikkan kedua bahu nya.
"Tapi.... ahhh apa yang ku fikirkan"
Kinaya melanjutkan langkahnya memasuki dapur dengan wajah yang sedari tadi penuh dengan senyuman. Entah apa yang membuat nya begitu senang, padahal pria itu hanya memberikan nya gelang dari ranting.
“ Heii kenapa kamu terlihat sangat bahagia” Sapa Dero yang tiba-tiba muncul di hadapan nya.
Namun Kinaya tidak menghiraukan Dero kerena dari sudut dapur sudah terlihat sepasang bola mata yang menatap nya sinis dari arah kejauhan.
“ Maaf aku terlambat” Ujar Kinaya bergegas mengambil beberapa sayuran yang akan di masak.
Sama seperti kemarin Kinaya membuat kan bubur ayam untuk seluruh anggota istana, ia memang tidak berkerja sendirian, ada beberapa pelayan istana yang membantunya. Namun tetap saja Kinaya merasa sedikit lelah, mungkin karena membuat porsi makan untuk Istana bukan lah hal yang mudah. Ia juga harus berhati-hati, jika gagal atau pun tidak enak makan akan mendapatkan sangsi yang harus di bayar memang sekejam itu peraturan istana.
Kinaya akhirnya sudah selesai memasak, dan makanan nya pun sudah di antarkan untuk keluarga istana.
Kinaya duduk sejenak di luar dapur, seraya terus saja tersenyum mengingat kejadian yang di alami nya tadi saat bertatapan begitu dalam dengan pangeran, meskipun Kinaya tidak mengetahui itu pangeran.
Tidak lama kemudian saat Kinaya masih saja senyum-senyum sendiri, gadis kecil yang kemarin di beri semangkuk bubur datang menghampiri nya dan memberikan nya sebuah kertas yang bertuliskan.
“ Mau lihat kelinci bersama ku nanti?”
Senyum Kinaya semakin melebar, membaca secerbik surat yang ia tahu siapa pengirimnya itu.
Namun saat, Kinaya larut dalam kegembiraan nya seseorang berlari menuju ke arah nya. Seorang pelayan wanita dari istana permaisuri, memberi tahu kinaya bahwa permaisuri memanggil nya untuk segera mengahadap.
“Kinaya, permaisuri mencari mu” Ucap pelayan itu.
“Bakal ada drama apa lagi hari ini” lirih Kinaya.
“Maksud kamu” Tanya pelayan yang mendengar gumaman Kinaya.
Namun kinaya tidak menjawab nya dan langsung saja menuju ke istana permaisuri, karena tau wanita itu pasti akan marah jika Kinaya sedikit terlambat mengahadap nya.
Saat kinaya memasuki istana permaisuri, pangeran pun kebetulan ingin pergi ke istana permaisuri dengan beberapa pelayan nya, namun untung saja pangeran melihat Kinaya.
Pangeran membalikkan arahnya, tingkat pangeran membuat prajurit lain nya merasa heran, dan ada beberapa di antara mereka yang menyadari, bahwa pangeran berbuat seperti ini hanya saat bertemu gadis pelayan itu.
Pangeran mengurung kan niat nya untuk bertemu dan membahas tentang istana yang memang seharusnya di jelaskan oleh suami kepada istrinya di Istana.
Karena Jika pengeran tetap memasuki istana permaisuri, maka Kinaya akan mengetahui bahwa ia seorang pangeran.
Sebenarnya niat nya bukan untuk membohongi Kinaya, namun hanya saja pangeran tidak mau melibatkan Kinaya kedalam lingkaran istana yang mungkin berbahaya untuk Kinaya.
Karena di istana sendiri, banyak orang yang di depan mendukung, namun di belakang membenci keluarga istana.
Kinaya kini sudah berada di dalam Istana permaisuri, permaisuri meminta Kinaya untuk mencari kan pakaian yang bagus di gunakan permaisuri untuk bertemu suami nya.