
Hari baru sudah di mulai.
Kinaya bangun dari tidurnya, dan seperti biasa ia selalu termenung menatap kearah jendela berharap masih ada keajaiban untuk nya.
" Nona apakah kau sudah siap?" Suara mora terdengar dari balik pintu "
" iya Mora, masuk saja"
Mora masuk, dan mengambil beberapa barang yang akan di bawa Yonna ke istana.
Seorang prajurit memberi tahu dari arah luar, tandu sudah disiapkan, dan meminta Nona Yoona untuk segera keluar.
kinaya, tangan nya kini sudah memegang gagang pintu. Namun Mora, memegang tangan nya dan bertanya.
" Nona, apakah kau yakin. Kita masih punya waktu jika anda ingin menghentikan nya" Saran Mora.
" Tidak mora" Kinaya tidak ingin mengulangi hal yang sama, jika berbuat kesalahan maka Mora yang akan menerima hukuman nya. Ia tidak ingin melakukan kesalahan lagi dan tidak ingin orang yang tidak bersalah menangung nya.
Kinaya, keluar dari ruangan itu. Melangkah pelan kaki nya dengan secara perlahan, rasanya ingin sekali untuk memutar balik tubuh yang tidak rela jika harus kembali ke istana.
Sebuah tandu khas kerjaan kini sudah terpampang jelas dimatanya. Serta Yoonshik dan istrinya sudah berada di depan tandu itu.
Kaki Kinaya perlahan memasuki tandu itu, keringat dingin mulai bercucuran. Rasanya ingin sekali menangis, Tapi tidak ada gunanya juga menangis disini, karena tidak ada satu pun yang akan peduli disini.
" Mulai hari ini aku bukan lah Kinaya. Aku akan hidup sebagai putri Yonnahe" Kinaya meyakinkan dirinya.
Tandu itu sekarang secara perlahan mulai menjauh dari desa hutan bambu, sudah melewati desa Maijo juga. Tidak hanya tandu Kinaya yang melintas. Tampak ada beberapa tandu milik bangsawan lain yang perlahan satu persatu Sudah memasuki gerbang megah istana.
Kinaya benar-bener tidak tahu apa yang harus di perbuat nya sekarang bagaimana jika mereka menyadari kehadiran Kinaya dengan identitas sebagai yonnahe putri dari bangsawan yoonshik ini.
Mereka tiba di istana, dan langsung saja menuju area paviliun istana wanita. Tempat Para wanita kerjaan tinggal. Termasuk juga Jung.
Kinaya kini sudah berada di area yang sangat luas, Dengan banyak bangun- bangunan terpisah di samping nya, Tampak suasana sangat asri.
" Selama aku berkerja di istana aku tidak pernah memasuki area ini, pantas saja Eoni jung tidak pernah menyadari keberadaan ku di istana" batin Kinaya.
****
Semua putri dari berbagai ibukota, sudah berkumpul disebuah ruangan khusus.
Kinaya juga sedag berada disana, ia masih kebingungan tampak dari raut wajahnya yang merasa risau berada di tempat megah itu.
"Apalagi ini" Tanyanya pada diri sendiri.
" Aku harus apa sekarang apa aku Kabur saja, Ahss tidak mungkin, sama saja aku seperti bunuh diri. Aku tidak mau mati disini"
Iya semakin bingung sekarang, hingga seseorang menyentuh pundak nya dari belakang.
" Eouni, Ahh mengagetkan kan ku saja"
" Kenapa, apa yang sedang kamu fikirkan. Kenapa bisa se kaget itu heii" Tanya Jung dengan muka tersenyum.
" Tidak Euoni, aku hanya tidak yang bisa bertahan lama disini" Jelas Yonna.
" Kamu tenang saja, ada Eonni bersama mu".
"Eumm" Yonna hanya mengangguk patuh.
Tidak lama seseorang wanita dewasa memasuki ruangan itu.
" Beri hormat kepada ibu suri" Suara pelayan Terdengar dari jauh.
" Selamat datang di istana" Ujar wanita itu menyambut kedatangan mereka.
Mereka semua di tanya satu-satu asal usul dan berasal dari keluarga apa.
***
Tidaklah mudah untuk mendapatkan status sebagai seorang Selir Yangmulia, Semua Perseta yang kini tersisa 25 orang harus mengikuti beberapa seleksi lain nya, Seperti menjahit dan melukis.
Itu bukan lah hal yang sulit bagi seorang Kinaya yang berasal dari masa modern, Ia bahkan bisa melakukan dengan cepat seleksi itu. Namun jika Yonnahe yang asli mengikuti seleksi ini, mungkin saja ia akan gugur di bagian menjahit.
Karena Yonnahe adalah gadis yang sangat tomboi. Ia tidak mengerti tentang menjahit, ia hanya tahu tentang memanah dan bermain pedang saja.
Dari 25 orang kini sudah di temukan. 10 putri terpilih dari berbagai ibukota yang berbeda Serta Kinaya ( Yonnahe) juga masuk di antara 10 wanita terbaik di wilayah nya masing-masing.
****
Hari sudah berganti malam.
Yoonshik yang mendengar kabar tentang Putri nya Yonna berhasil masuk menjadi selir.
Bahagia tiadatara, Karena sebentar lagi ia akan memiliki kekuasaan yang selama ini di impi-impikan nya.
Yoonshik, dan seluruh warga hutan bambu sedang merayakan pesta yang sangat besar, mereka semua berbahagia karena Nona mereka menjadi wanita istana.
Sedangkan disisi lain di sebuah ruang kamar milik Yonnahe di istana.
Yonnahe kini sedang duduk di samping kasur dengan kaki di lipat di hadapan nya serta kedua tangan yang memeluk kakinya.
Air matanya mulai membasahi pipinya, Seketika saja fikirkan tidak karuan. Ia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, mengapa dia harus terjebak di dunia yang aneh ini.
Namun, Diluar pintu tampak seorang pelayan sedang menangis sendu.
Himchan yang tidak sengaja lewat, dan ia juga mengenali wanita itu. Ya wanita itu adalah Mora, yang sedang kebingungan karena Yonnahe mengunci diri nya di dalam kamar, bahkan ia belum memakan apapun sedari pagi. Dan Mora juga sangat khawatir jika Nona Yonna melakukan hal-hal yang berbahaya di dalam.
Himchan yang mendengar itu, langsung saja mencoba mendekati pintu lalu dengan sigap mendorong pintu dan membuat kaitan pengunci pintu itu lepas.
Himchan masuk, dan menatap dengan penuh rasa kasihan. Himchan menghela kan nafasnya, bersyukur karena Yonna tidak melakukan hal yang aneh melainkan ia hanya menangis tersedu.
Ia kaget menatap kearah Himchan yang kini sudah tepat berada dihadapannya.
Kinaya menunduk berusaha menutupi wajahnya yang penuh dengan air mata.
" Yonna, jangan takut. Aku membawa mu ketempat ini, jadi aku akan membantu mu hingga akhir." Himchan berusaha menenangkan.
" Kau yang membawa ku ketempat ini" batin Kinaya seraya menatap ke arah Himchan.
" Menghindari ini, tidak akan merubah apapun. kau harus kuat, Ujar nya mengulurkan sebelah tangan nya kehadapan Yonna, Seraya berkata." Kau bisa percaya aku dan keluar"
Kinaya yang mendengar kata-kata itu, perlahan mulai mengangkat kepalanya.
"Aku tidak bisa kembali, dan aku tidak bisa merubah hal ini sekarang. Lalu aku ingin hidup, dan akan aku lakukan apapun agar aku titap hidup" Batin nya. Dengan tangan yang perlahan mengapai tangan Himchan.
Seraya batinnya " Aku ingin hidup"
Kini tangan mereka sudah saling bergegaman. kinaya tubuh nya sekarang sudah mulai ingin bangkit. Namun tiba-tiba saja tergelincir Karena kaos kaki nya yang licin.
Himchan lalu, menglihat ke arah sepasang sepatu yang terletak di sebelah Yonna.
Lalu memberikan nya kepada yonna. Seraya tersenyum dengan lebar ke hadapannya.