INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Bab 11. Lanjutan.



Pria itu mengangkat tubuh kinaya menerjang hutan rindang di tengah hujan deras.


Seluruh pakaiannya sudah basah, hujan masih saja belum berhenti. Ia membawa Kinaya kembali ke gubuk tua yang di datangi Kinaya beberapa jam yang lalu.


Perlahan ia merebahkan tubuh Kinaya di sebuah alas yang terbuat dari bambu, sesekali ia mengosok dan meniup tangan Kinaya.


Namun Kinaya masih saja tak kunjung sadar, Tubuh nya sesekali mengigil badan nya sudah tak tahan lagi dan pria itu kini berbaring di sampingnya, memeluk erat tubuh Kinaya.


Perlahan mata Kinaya  mulai membuka, ia tidak terlalu jelas melihat pria yang kini di samping nya. Ia tidak peduli siapapun pria yang kini memeluk nya, dan hanya berharap agar masih bisa membuka mata ketika esok mentari menyapa.


Pagi sebentar lagi seperti nya akan menyapa, Hujan sudah berhenti pria itu keluar dari gubuk tua dan meninggalkan Kinaya disana.


Malam juga begitu cepat berlalu, sinar matahari perlahan mulai naik menyilaukan apapun yang ada di bumi.


________


Sinar matahari itu kini masuk kesela-sela kayu bagunan pondok tua di tengah hutan. Kinaya terbangun ia merasa suhu badan nya menjadi panas, Ia perlahan mencoba duduk dan melihat keseliling berharap pria itu masih di sana.


Namun, saat Kinaya bangun dan keluar dari gubuk itu, tidak ada seseorang pun disana.


"Kemana Pria yang semalam” Batin Kinaya.


Karena tidak mendapati siapapun berada di sana, ia melangkah kaki nya kembali ke istana untuk berkerja.


Kinaya sengaja tidak pulang terlebih dahulu karena jika ia pulang anggota keluarga pasti akan sangat khawatir jika ia pulang pagi. Namun jika ia tidak pulang semalaman mereka hanya mengira Kinaya berkerja lembur di istana, itu lebih baik dari pada pulang.


Kinaya tiba di istana ia menuju ke ruangan ganti, ia menganti pakaian nya dengan pakaian pelayan Istana.


Meskipun Kinaya sudah mencoba hati-hati agar tidak ada yang curiga mengapa ia datang lebih awal. Tapi tetap saja salah satu pelayan ada yang melihat Kinaya dan mulai mencurigai dirinya.


Namun Kinaya tidak terlalu menghiraukan nya karena hal seperti ini memang sering terjadi di masa mana pun, entah itu masa lampau atau masa modern sekalipun.


Kinaya menuju ke dapur istana, namun mata nya teralihkan dengan dua pasang bola mata anak balita yang menatap nya dengan penuh harapan.


Kinaya mendekati anak itu. Seorang anak perempuan berusia 5 tahun dengan badan yang sangat kurus.


“Apa yang sedang kau lakukan,?” Tanya nya seraya mengelus pucuk kepala gadis kecil itu.


Namun tidak lama seorang wanita paruh baya seperti nya seorang pelayan istana datang menghampiri mereka dan menarik tangan gadis kecil itu.


“Ini anak saya” jelas wanita itu.


“Eumm anak yang sangat cantik” Puji Kinaya.


“Terimakasih” Ujar wanita itu segera beranjak bersama anak nya.


Hati kinaya, seketika merasa bahwa dirinya tidak berguna. Profesi nya sebagai ahli gizi, namun yang ia lihat sekarang banyak sekali anak-anak yang kekurangan gizi.


Kinaya perlahan mulai mengerti mengapa ia berada di sini, mengapa ia bisa terjebak di dunia yang sangat aneh ini.


“Aku tau jawabannya sekarang mengapa aku bisa berada disini, aku akan berusaha sebisa mungkin untuk mengembalikan gizi pada anak supaya di masa depan tidak ada akan ada lagi anak yang kekurangan gizi” Ujar Kinaya berbicara pada diri sendiri.


Kinaya mengambil beras dan beberapa sayuran. Tangan nya mulai lincah ia memotong-motong sayuran dan di masukan kedalam panci yang berisi beras yang sudah di isi dengan air, ia menyala kan tungku untuk memasak bubur yang akan ia buat sebagian sarapan Istana hari ini.


Beberapa menit sudah berlalu, Para pelayan sudah mulai kembali berkerja, mereka memasuki dapur dan mencium aroma yang sangat enak.


“Aroma ini sangat asing,tapi kenapa tercium sangat enak” Ucap juru masak istana yang sudah siap dengan pakaian tempur untuk memasak nya. Ia terengah melihat apa yang sedang di masak Kinaya kenapa ia lancang sekali memasak sarapan untuk istana padahal itu sudah menjadi tugas juru masak.


“Apa yang sedang kau lakukan” Hentak wanita itu menarik tangan Kinaya dan meminta nya untuk berdiri.


“Aku hanya sedang memasak” Jawab Kinaya datar.


Wanita itu semakin marah karena Kinaya berani mengambil perkerjaan nya, namun tidak lama Dero datang ke dapur istana untuk mencari Kinaya, namun saat melihat sedang terjadi keributan disana langsung saja bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


Salah satu pelayan menajawab, “gadis itu sudah membuat makanan aneh beracun untuk istana dia harus di hukum”Fitnah nya.


Namun Dero tidak menyangka gadis yang di maksud itu adalah Kinaya. Ia perlahan lebih dekat kepada Kinaya, Ia meminta untuk di ambil kan semangkuk  bubur itu.


Seluruh pelayan yang ada di sana tercengang melihat Dero yang akan segera memasukkan makanan aneh itu kemulut nya.


“Apa yang sedang anda lakukan Tuan” Hentak juru masak.


Namun Dero sama sekali tidak menghiraukan nya, ia terus saja memakan, makanan yang aneh itu. Expresi Dero berubah semua orang sudah mengira bahwa Dero keracunan. Namun siapa sangka Dero justru sangat menikmati makanan yang lezat ini, ia bahkan meminta Kinaya untuk menambah kan lagi untuk nya.


“Sajikan makanan ini untuk istana hari ini”Perintah Dero.


Ekspresi wajah semua orang seketika berubah saat mendengar ucapan Dero.


Setelah Dero selesai makan, Dero melangkah keluar meninggalkan area dapur, Semua pelayan mulai mendekat dan ingin sekali mencicipi makanan aneh itu.


Mereka mengambil nya dan memakan nya sangat lahap.


Untung saja Kinaya memasak banyak tadi. Makanan yang aneh itu sebenarnya bubur ayam yang di buat kan oleh Kinaya.


Saat semua orang sedang sibuk menyajikan makanan dan akan di berikan untuk keluarga istana.


Kinaya justru mengambil satu mangkuk bubur itu dan keluar mencari gadis kecil yang ia temui tadi dan memberikan nya semangkuk bubur.


Setelah selesai memberi bubur ia berjalan kembali menuju ke istana permaisuri namun di perjalanan ia justru terjatuh di tanah, seperti nya pingsan.


Prajurit Istana yang melihat kejadian itu membawa nya keruang istirahat, dan pelayan lain nya mencoba mencari tabib untuk mengecek nya.


*********


Sementara itu di istana permaisuri.


Permaisuri terus saja bertanya kenapa kinaya belum datang. Namun tak lama seorang pelayan lain datang untuk mengantikan Kinaya Karena Kinaya sedang terbaring tidak berdaya.


Namun permaisuri sangat murka, ia mengira bahwa Kinaya sedang mencoba mempermainkan nya dengan cara pura-pura sakit.