INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Bukan identitas palsu.



" Ahh jangan dengar kan wanita itu" Permaisuri masih berusaha sekuat tenaga untuk menjatuhkan hukuman kepada Kinaya.


Ia bahkan membuat cerita yang bahkan tidak ada benar adanya.


Ibusuri yang mendengar setiap ucapan yang di lontarkan Permaisuri dirinya, justru akhirnya murka terhadap Yoona.


"Cepat pengang wanita itu! dia harus menerima hukumannya"


perintah Ibusuri membuat semua orang tercengang saat ini.


" Tapi aku tidak memalsukkan identitas. Aku adalah Yoonahe. Kalian bisa pergi ke Ayahku Bangsawan shik jika tidak percaya padaku".


" Lepaskan aku" Yoona berusaha memberontak agar bisa lepas dari pengangan kasar pelayan wanita yang memang sudah berpihak kepada Permaisuri Alura.


@@@@@@


Alura kini tersenyum dengan sangat sumbringah terlebih lagi dirinya kini sudah berhasil menguasai hati ibu suri agar berpihak kepadanya.


" Mora cepat kembali kedesa dan beritahu ayah ku" Ucap lirih Yoona memerintahkan Mora.


" Baik Nona" Ucap Yoona dengan bergegas.


" Tangkap perempuan itu dan ikat dia, agar tidak bisa keluar dari Istana" Permaisuri memerintah dengan sedikit senyuman kemenangan yang terpampar dari wajahnya.


" Dasar wanita licik! apa yang kau lakukan, cepat lepasakan dia" Teriak Yoona yang tidak terima dengan perintah yang dibuat Permaisuri.


@@@@@@


Yoona kini sudah tiba ditempat penghukuman, tangan nya juga sudah diikat. Lalu algojo kini sudah sangat siap dengan senjata cambuk nya yang sebentar lagi mendengar di tubuh Yonnahe.


Yoona tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, tangan nya yang sudah diikat mengunci semua pergerakan nya. Tubuh nya bahkan sangat lemas sekarang. Disaat setiap cambukan itu mendarat keras di bahunya.


" Kau! katakan kenapa kau memalsukkan identitas" Tanya permaisuri dengan mencengkeram kasar dagu Yoona. Sedangkan Yoona hanya diam karena percuma menjelaskan, Permaisuri tidak akan percaya kepadanya.


" Aku benar tidak melakukan nya"


" Ouhh baik! Jika kau tidak memalsukkan identitas? kenapa kau menyamar menjadi pelayan? Ouhh aku tahu, kau sebenarnya adalah memata-matai istana! Begitu Hahhhh"


plakk


Tamparan keras kini menderat sempurna dipipi Yoona.


" K-au" Desis Yoona menahan perih dari luka di tepi bibirnya, yang terasa asin diujung lidah.


" Apa? Ha!!! Jangan berharap Yangmulia akan menolong mu kali ini" Alura tertawa lepas. Dirinya merasa senang karena sudah menyiksa Yoona.


Yoona semakin kesakitan,wajahnya benar-benar tampak pucat terlebih lagi cambukan kali ini benar-benar terasa perih. Karena permaisuri sendiri yang turun tangan untuk mencambuk dirinya.


" A-ku Mo,,hon. Le,,pas,kan A-ku"Ucap Yoona dengan nafas terputus.


"A-ku. benar. benar, ti-dak. Ku-at" Disis Yoona kesakitan, hingga akhirnya dirinya tak sadarkan diri.


" Kau jangan berpura-pura! Aku tahu kau sangat pandai bersandiwara" Ucap Permaisuri dengan sedikit menaikkan dagu Yoona.


" Bagun kau!" Permaisuri mulai ketakutan, lalu menepuk-nepuk pipi Yoona, berharap Yoona kembali sadar.


"Hentikan"


Suara seorang pria terdengar sangat lantang dan dengan sigap berlari menuju Yoona yang sudah tidak sabarkan diri, Namun kedua tangannya masih saja terikat dipilar kayu.


Plakkkk.


Tamparan keras yang diberikan Yangmulia mendarat sempurna dipipi Permaisuri Alura.


" Tu-an ku! Apa yang anda lakukan" Alura memegang pipinya, dan melihat keseliling betapa paniknya dirinya yang kini merasa Yangmulia sudah mempermalukan nya didepan semua orang.


_______


Himchan dan Dero pun lalu dengan sigap melepaskan tali yang masih mengikat tangan Yoona.


" K-au!" Hentak Himcan yang menatap penuh amarah kepada Yoona. Rasanya dirinya ingin sekali mencambuk Alura. Jika Yangmulia tidak melarang nya mungkin Dero juga akan melakukan hal yang sama dengan Himcan.


Tali yang mengikat tangan Yoona kini sudah lepas, tubuhnya terjatuh dengan lemah kelantai.


" Aku akan membawa nya"


" Aku saja "


Himchan dan Dero terus saja mendebatkan siapa yang akan membawa Yoona. Tapi Yangmulia dengan sigap datang dan mengendong tubuh Yoona, yang sudah tidak berdaya.


" Tu-an ku" Lirih Yoona yang setengah sadar itu.


Yoona lalu, melingkarkan tangannya keleher Yangmulia, dan menengelamkan wajah nya didadaYangmulia. Dirinya bahkan mendekap lebih erat tubuh Yangmulia.


" Bertahan lah" Lirih Yang mulai, dengan ekspresi wajah yang penuh kehawatiran dengan keadaan Yoona.


@@@@@


Yoonna kini, sudah selesai diperiksa oleh tabib istana.


" Cepat katakan ada apa dengan nya" Tegas Yangmulia yang sangat penasaran.


" Anda tidak perlu cemas Yangmulia, luka nya tidak terlalu memar, anda bisa mengobati nya jika sudah sadar kembali" Tabib menjelaskan


" Dan satu lagi! Bayi anda baik-baik saja tuan"


" Bayi? Apa maksudmu?" Yangmulia tercengang kata bayi.


" Selir Yoon sedang mengandung Yangmulia! Dan anda, akan segera menjadi ayah"


" Hahhh" Yangmulia meneteskan air mata dan masih sedikit tidak percaya bahwa dirinya akan memiliki seorang anak dari wanita yang paling ia sayangi.


" Selamat tuan" Ucap tabib dengan senyuman diwajahnya. Keluar meninggalkan Yangmulia yang masih merasa sangat bahagia.


@@@@@@@@


Hari kini sudah berganti malam. Yangmulia masih saja berada dikamar Yoona, dirinya benar-benar menemani Yoona hingga Sadarkan diri. Padahal dirinya sendiri masih teramat kelelahan karena sudah berhasil menaklukkan perang antara Utara dan Selatan.


" Tuan! Mengapa anda disini" Lirih Yoona pelan saat dirinya sadar, dan melihat Yangmulia sedang berdiri menghadap ke jendela.


" Kau sudah sadar"


" Eummm"


" Berbalik lah aku akan mengobati luka cambuk mu"


" Eummm" Yoona hanya menuruti ucapan Yangmulia.


" Maafkan aku! aku terlambat"Gumam Yangmulia.


" Kau tidak salah! Aku yang terlalu ceroboh"


"Awww" Desis Yoona saat kembali merasa perih dibagian lukanya.


" Tahan lah ini hanya sebentar" Yangmulia membuka semakin bawah baju Yoona, lalu meniup pelan bekas luka itu, sehingga membuat Yoona dengan refleks memejamkan matanya.


" Kenapa tidak memberi tahu ku"


" Aaa.? Apa?" Yoona kebingungan.


" Tentang kehamilan mu"


"Anda sudah mengetahui nya"


" Eumm!"


" Apakah anda tidak menyukainya" Tanya Yoona dengan memegang perutnya.


" Bagaimana bisa aku tidak menyukainya! Sedangkan aku sangat menyukai ibunya"Bisik Yangmulia pelan. Yoona hanya tersenyum dan merasa sangat bahagia.


" Sudah! aku sudah mengobati mu, dan sekarang gantian kau harus memanjakan ku! Aku sudah tidak tahan, aku sangat merindukan mu" Bisik mesra Yangmulia, sehingga membuat mata Yoona bulat sempurna mendengarkan apa yang baru saja diucapkan suami nya itu.


" Apa yang anda lakukan? Tubuhku bahkan sangat lemah" Ucap Yoona pelan.


" Dasar bodoh" Yangmulia mencubit hidung Yoona. Lalu dirinya tidur dipangkuan Yoona.


" Ini Yang anda maksud, memanjakan?"


"Ouh apa kau ingin yang lain" Tanya Yangmulia.


" Ahhh tidak" Pekik Yoona.


Yangmulia hanya tersenyum dan berkata" Sudah jangan terlalu banyak berpikir, aku ingin tidur"


Yoona hanya tersenyum dengan sikap suaminya yang Aneh. Bagaimana tidak, Jika diluar dirinya adalah Raja yang tegas, sedangkan saat bersama Kinaya, dirinya selalu menjadi bayi gede nya Kinaya.


" Sudah tidurlah Bayi gede ku" Ucap Yoona dengan berbisik ketelinga Yangmulia.


" Apa yang kau katakan! Aku tidak mendengar kan mu" Gumam Yangmulia dengan tersenyum.