
" Tu-an ku! Aku ingin bertanya apakah boleh"
" Eumm, Katakan saja. Aku akan menjawabnya"
"Apakah kau mencintaiku "
"Menurut mu" Yangmulia beranjak duduk dan menatap Yoona.
"Berhenti melihatku seperti itu"
Yangmulia tidak berkutik. Lalu tiba-tiba saja dirinya mendarat kan sebuah kecupan lembut di bibir Yoona.
"Eummmm" Yoona hanya memejamkan matanya. Sampai akhirnya bibir Yangmulia bersentuhan dengan bibir ranum Yoona yang sedari tadi mengoceh. Mata Yoona kini membola sempurna, saat serangan mendadak. Bahkan untuk menelan salivanya sangat kepayahan. Belum lagi jatungnya berdetak tidak karuan. Apalagi ketika pria super tampan didepannya mulai memiringkan wajahnya perlahan dan mulai mengecup dengan begitu mesra bibir Yoona. Yoona tidak mencegah Yangmulia, ia hanya perlahan memejamkan mata membalas setiap serangan lembut yang diberikan Yangmulia.
Ciuman mereka kini semakin panas, apalagi saat Yangmulia merenggangkan pelukannya dan menatap dengan begitu dalam kepada Yoona.
"Aku mencintaimu" Ucapnya Yangmulia, yang kembali menyerang bibir ranum Yoona.
" Sudah! sudah! anda bahkan belum tidur dengan baik, jangan buang waktumu tuan ku" Gumam Yoona yang menepuk-nepuk dada Yangmulia, berusaha melepaskan ciuman Yangmulia.
"Kenapa kau mengentikan ku! Kita bahkan belum bermain Sayang" Ucap manja Yangmulia.
Yoona tercengang dengan ucapan kata Sayang, yang tiba-tiba keluar dari mulut Yangmulia.
"Sayang! lagi ya"
Yangmulia semakin menjadi-jadi mengunakan kata sayang nya. Namun Yoona kembali menolaknya dan memintanya untuk tetap tidur.
@@@@@@
Yangmulia lalu menuruti ucapan Yoona, dia tertidur sebentar dan terbangun tengah malam, berjalan keluar dari kamar Yoona.
_____
Hingga keesokan harinya!
"Yangmulia memasuki ruangan!" seru penjaga pintu kamar Yoona itu dari depan.
"Wah jam berapa ini? Bukannya masih pagi? Kok dia sudah kembali?" tanya Yoona bertubi-tubi.
"Kinaya! Kinaya! Ada berita konyol pagi ini!" seru Keizen dengan semangat sembari duduk di sebelah gadisnya.
"Ada apa? Cerita cepat." tanya Yoona penasaran.
" Pagi ini Menteri perang membawakanku teh hangat, setelah aku tukar dan aku mengajaknya minum bersama, tak lama Permaisuri Alura putrinya itu datang dengan alasan membawakan laporan ayahnya yang tertinggal. Setelah selesai minum aku dengan cepat beralasan untuk keluar ruangan. Kata Yangmulia.
Kata pelayan yang berjaga Menteri perang membawa kunci dan berniat untuk mengunciku di dalam bersama putrinya. Dan benar! dia menjebakku lagi dengan obat perangsang, akhirnya ia hampir saja melecehkan anaknya sendiri.
Dan..
Dan,
hhh hh... " Jelas Yangmulia panjang Lebar kali Tinggi dengan semangatnya hingga nafasnya tak beraturan.
"Yaampun benarkah? Kau sampai tak bisa bernapas dengan baik karena terlalu semangat bercerita hahaha..." Tawa
Yangmulia.
"Dan, kau tahu? Permaisuri itu terus mencari perhatianku, ia menyentuh tanganku dengan erat bahkan memeluk lenganku untuk mencari perhatian. Dia bersandiwara kalau ayahnya benar-benar jahat ingin melecehkannya, dia sangat durhaka kan? Padahal dia tau kalau ayahnya melakukan ini untuknya, dan-"
Yangmulia menghentikan ceritanya melihat ekspresi sebal Yoona, Yoona menunduk dengan ekspresi cemberutnya.
"Kenapa?" tanya Yangmulia bingung.
"Kurang ajar wanita itu, beraninya menyentuh suamiku." kata Yoona masih dengan wajah cemberut.
"Kau cemburu? Hahahaha" tawa Keizen.
"Ah sudah sudah, cepat lanjutkan ceritamu." ujar Yoona cepat.
"Tidak tidak, barusan kau cemburu, kan?? Hahahaha" tawa puas Yangmulia karena senang melihat Yoona terbukti cinta mati padanya.
Melihat wajah Yoona yang semakin sebal melihat keizen tertawa tawa, Yangmulia segera menghentikan tawanya.
Glek.
la menelan ludahnya dengan kasar melihat wajah sebal dan berbahaya dari wajah gadisnya itu lalu ia pun melanjutkan ceritanya.
Cantik katanya?!!
pikir Yoona dengan sebal tingkat langit ke tujuh.
Krik krik.
Tatapan Yoona semakin tak enak.
"Apa kau menggendongnya?" tanya Yoona sembari memalingkan wajahnya merajuk.
"Tidak kok. Aku bahkan sengaja tidak menangkap tubuhnya, sepertinya pantatnya sedang sakit sekarang haha." jawab Yangmulia cepat diakhiri dengan tawa garingnya lagi.
Krik krik.
Yoona tetap tak mau menatap wajah Yoona lalu melempar badannya sendiri ke kasur. Dengan cepat ia menutup mukanya dengan selimut dan mengalihkan badannya membelakangi Yangmulia.
Yangmulia yang melihat itu hanya terkekeh tampak kebingungan melihat kekasihnya itu ngambek dan cemburu.
"Yoona... Jangan marah..." rengek Yangmulia dengan melas sembari menggoyang goyangkan punggung Yoona dari belakang.
Yoona sama sekali tak bergeming, tak mau menanggapi Keizen.
"Aku kan sudah menghindarinya..." kata Yangmulia membela dirinya dengan wajah yang lebih melas lagi.
" Aku tidak peduli" Ucap Yoona yang terdengar samar dari dalam selimutnya.
"Aku mohon! heii"
" Sayang ku! Aku mohon jangan marah lagi"
"Aku tidak peduli" Jawab Yoona dengan menahan tawanya melihat sikap Yangmulia saat ini.
" Kalau kau tidak ingin bicara yasudah aku akan pergi" Ucap Yangmulia yang akan segera beranjak. Namun Yoona mengehentikan nya dengan cara menarik tangan Yangmulia.
" Tuanku" Rengek Yoona.
" Apa,,,," Jawab lembut Yangmulia, seraya kembali duduk disampingnya dan mengelus lembut pucuk kepala Yoona.
"Kau? benar tidak melakukan apapun"
"Pecayalah padaku, aku hanya mencintai mu seorang"
" Hahh. berhenti merayuku" Yoona menepuk pelan perut Yangmulia.
Yangmulia lalu mengelitik Yoona, mereka bercanda dengan riang. Kamar ini sekerang dipenuhi bunga-bunga jatuh cinta dari 2 orang dewasa.
" Kau tahu?Aku sangat merindukan mu" Bisik Yangmulia, yang kini mendekap dari belakang tubuh Yoona, dan menyandarkan dagunya pada pundak Yoona.
" Kufikir aku tidak akan bertemu dengan mu lagi"Lirih Yangmulia ditelinga Yoona.
"Maafkan aku membuat mu menunggu" Ucap Yoona dengan membelai lembut rambut hitamnya yang terurai panjang.
" kenapa kau meninggalkanku. Setelah malam yang kita habiskan bersama saat itu"
" Aku hanya berusaha menghindari mu, karena diriku akan segera diangkat menjadi selir"
" Kau seharusnya tidak perlu begitu"
" Ta-pi Aku-" Ucap Yoona terhenti saat Yangmulia membalikkan badan Yoona menghadap kearah nya.
" Kenapa" Tanya Yoona yang kebingungan.
Yangmulia lagi dan lagi hanya menjawab pertanyaan Yoona dengan kecupan yang kembali mendarat dibibir Yoona.
" Kau! kenapa kau selalu mencurinya dari ku"
" Maafkan aku! Tapi, yasudah Kalau kau tidak ingin melakukannya" Ucap Yangmulia yang melepaskan tangannya dari wajah Yoona.
" Kenapa kau melepaskannya?" Tanya Yoona yang kembali menarik tangan Yangmulia. Lalu gantian Yoona yang mendaratkan ciuman dibibir Yangmulia.
"Kau! Siapa yang mengajari mu" Tanya Yangmulia, yang dengan cepat membalas ciuman Yoona.
Mereka akhirnya kembali berciuman dan memadu kasih, dibawah terang nya bulan malam ini dan sejuk angin yang berhembus syahdu. Setiap kasih tercurah dari keduanya membuat suasana semakin indan, dan malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang.