
Yangmulia dan Yoona kini sudah bangun, dan hendak bersiap-siap manjakan misinya hari ini.
YOONA DAN Yangmulia berjalan keluar dari Kamar, lalu menuju "Begitu banyak mata ku lewati namun hanya dimata mu saja, aku terkunci.
Mabuk tak berkutik akan candunya sorot manik hingga pasrah tertawan
melawan musuhnya.
" Yangmulia sejak kapan anda datang" Tanya pengawal Joen dengan sedikit membungkuk memberi hormat kepada Yangmulia, yang berada dihadapannya.
" Kami baru saja sampai? Dan apa yang anda lakukan?" Tanya Yoona yang berjalan mendekati sayuran yang sedang dipotong oleh Pengawal Joen.
"Aku hanya sendang menyiapkan, sarapan untuk Yangmulia dan Selir Yoon, karena tidak ada pelayan disini, aku jadi akan membuatkannya untuk kalian" Jelas Pengawal Joen.
" Sepertinya kau tidak membuat nya, kau justru menghancurkan nya" Lirih Yoona yang terdengar samar oleh pengawal Joen.
" maksud mu Nona...?"
" Ahh tidak! Sebaiknya kau duduk saja dengan Yangmulia, dan aku akan membuatkan sarapan untuk kalian" Perintah Yoona yang disetujui oleh Yangmulia.
" Selir Yoon, benar sebaiknya kau kemari dan nikmati minum teh saja berasama ku" Perintah Yangmulia yang menarik tangan pengawal Joen.
"Apa yang sedang kau lakukan, apakah kau sedang berperang" Lirih Yangmulia Keizen dengan sedikit merangkul bahu Pengawal Joen.
_____
Setelah menyelesaikan sarapan Yangmulia dan Yoona pergi kesebuah desa yang masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi, Sementara itu Pengawal Joen Justru ditugaskan untuk mencari tahu siapa dalang yang berencana mengganggu Yangmulia dan Yooona.
________
" Kenapa kau ingin pergi kedesa ini?" Tanya Yangmulia yang melihat Yoona begitu agresif dengan beberapa kantong makanan ditangannya.
" Aku hanya ingin mengunjungi nya saja" Balas Yoona yang kini sudah mulai membagikan makanan nya untuk anak-anak yang bahkan sudah teramat kurus karena kekurangan gizi yang melanda.
"Yangmulia apa kah ada, penjualan tanaman herbal disini" Tanya Yoona yang mengegam tangan Yangmulia.
"Ya aku mengetahui salah satu, pemilik kedai dadaunan herbal disini" Ujar Yangmulia yang dengan singap menarik tangan Yoona dan membawanya ketempat tersebut.
Yoon merasa sengat kagum juga senang, saat melihat begitu banyaknya tanaman herbal yang berjajar rapi.
"Hei nona apa yang sedang kau cari? Aku akan membantu mu" Tegas pemilik toko itu.
"Biarkan dia melihat-lihat dulu" Balas Yangmulia seraya memberikan beberapa koin mas, juga sedikit membuka topi yang di gunakannya, sehingga pria tersebut langsung mengetahui bahwa dirinya adalah Yangmulia.
Yoona kini mulai melihat satu persatu tumbuhan yang disana, ia mulai mencium dan menghirup beberapa wangi dari tumbuhan itu, agar diirinya bisa mengenali beberapa tumbuhan yang terlihat berbeda disini dan juga jaman modern.
"Apa yang akan kita lakukan dengan bahan-bahan ini?" Tanya Yangmulia Keizen saat melihat Yoona memilih begitu banyak bahan yang dibutuhkan.
"Aku memerlukan mereka" Bujuk Yoona agar Yangmulia membayarkan.
"Aku tahu! Tapi, bukan kah ini terlalu banyak?" Yangmulia bertanya kembali untuk memastikan. Apakah Yoona ingin membeli dengan jumlah yang cukup banyak. Karena sebenarnya juga Yangmulia belum mengetahui pasti apa yang akan dilakukan oleh istrinya.
"Ya tuan ku aku menginginkan semua"
Yangmulia tanpa berpikir panjang, dan bertanya lagi langsung saja membayar bahan-bahan yang dipilih Yoona dengan beberapa keping koin mas.
" Terimakasih nona! Terimakasih tuan, silahkan datang kembali jika kalian membutuhkan sesuatu"Ujar Pemilik toko.
"Tentu saya akan sering berkunjung, Tapi bisakah kami menitipkan ini dahulu sebentar, dan akan kembali lagi jika sudah selesai?" Tanya Yoona, karena dirinya memiliki tempat lain yang ingin dituju terlebih dahulu sebelum kembali kerumah.
"Sebentar saja tuan ku".
Yoona berjalan kembali ketempat tadi, tempat dimana dirinya membagikan makanan untuk anak-anak disana. Yoona bahkan mengunjungi beberapa rumah warga yang memiliki anak kecil, yang bahkan kini sedang sakit karena kekurangan gizi yang diderita.
Yoona kini mulai memeriksa satu persatu dari mereka, bukan lah hal yang sulit untuk Yoona memeriksa anak-anka yang kekurangan gizi, Karena sebelumnya dirinya adalah Dokter ahli gizi. Terlebih lagi, Yoona mengunjungi mereka bersama dengan Yangmulia Raja mereka.
____
Setelah selesai memeriksa dan menyimpulkan berberapa hal, Yoona dan Yangmulia Keizen kembali lagi kerumah.
*
*
Dan dengan sigap Yoona langsung mengesekusi bahan-bahan obatan yang dibelinya tadi bersama Yangmulia.
"Apa sebenarnya yang kau rencanakan?" Tanya Yangmulia yang kini berdiri disamping Yoona yang sedang asik meracik beberapa ramuan herbal dari bahan-bahan yang dibeli mereka.
" Aku akan membuat Vitamin" Ujar Yoona seraya tersenyum kearah Yangmulia.
"Apa itu V,,,i Tamin?" Tanya Yangmulia Keizen dengan sedikit tercengang, karena sebenarnya di era dinasti seperti ini, jelas saja tidak ada vitamin. Makanya masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi.
"Vitamin itu seperti obat"Jelas Yoona yang hampir saja menyebutkan suplemen, Pasti saja Yangmulia lebih merasa heran dengan kata Suplemen.
"Apakah kau bisa membuatnya?"
"Tentu!"
"Apa kau tahu konsekuensinya apabila kau gagal?" Tanya Yangmulia yang sedikit ragu, jika Yoona akan berhasil.
" Maksud mu?" Tanya Yoona santai dan terus saja mengaduk ramuan herbal yang sedang di masaknya dengan air mendidih.
"Ramuan ini, akan dikonsumsi oleh orang banyak, jika kita melakukan keselahan. kau mungkin saja akan mendapatkan hukuman sesuai dengan kesalahan yang kau lakukan" Jelas Yangmulia yang sedikit memperingati Yoona.
" Tuan ku! Tolong percaya padaku, aku yakin aku bisa melakukannya" Ujar Yoona, yang dengan sigap langsung memegang tangan Yangmulia, untuk sekedar menghilangkan rasa gugupnya, karena mendengar ucapan Yangmulia.
"Baiklah! Aku percaya padamu" Lirih Yangmulia dengan sedikit mengecup kening Yoona.
Yoona, yang mendengar ucapan itu keluar dari mulut Yangmulia, tentu saja merasa sangat senang dan lebih bersemangat lagi untuk membuatkan vitamin untuk anak-anak yang kekurangan gizi didesa itu.
*
*
Tak lama, disaat Yangmulia sedang menemani Yoona membuat kan Vitamin. Pengawal Joen datang mengahadap dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Ada apa pengawal Joen?"Tanya Yangmulia Keizen yang dengan sigap langsung saja mehampiri pengawal Joen, dan meninggalkan Yoona yang masih terlihat sangat sibuk.
"Apakah kau sudah mengetahui nya?" Bisik Yangmulia pelan, kepada pengawal Joen karena tidak ingin Yoona mengetahui bahwa mereka sedang menyelidiki kasus tentang berberapa orang aneh yang menyerang mereka didanau waktu itu. Karena jelas saja Yoona, tidak akan membiarkan Yangmulia melakukan itu. Sebab Yoona tidak ingin melihat Yangmulia terluka, jika sedang berada di luar Istana, apalagi kali ini adalah permintaan Yoona agar Yangmulia hidup seperti orang biasa dengan nya.
*
*
"Aku sudah mengetahuinya tuan!" Ucap Pengawal Joen.
______ Untuk lihat visual silahkan follow Ig: Cutrahmi19 dan Tiktok : Amicnhisya.