INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Lanjutan.



Alura panik, dirinya langsung saja berpura-pura jika perutnya terasa sakit. Namun Yoona dengan cepat berjalan kearahnya.


" Permaisuri Alura, apa kah tidak apa-apa dengan janin mu," tanya Yoona yang sudah mengetahui kedok asli dari permaisuri kejam ini.


"BUKAN URUSAN MU! APA PEDULI MU," hentak Alura yang semakin panik, raut wajah benar-benar berubah saat ini. Ia tak kuasa saat beberapa selir lainnya juga menatap sinis kearah nya. Sampai akhirnya Yangmulia memasuki ruangan itu.


Alura dengan cepat memeluk tubuh Yangmulia, ia mengeluh kesakitan dengan satu tangannya memegang perut.


" Apa yang terjadi padamu Alura?"


" Sepertinya, aku sedang tidak enak badan," keluhnya agar yang lain berhenti menatapnya sinin.


" Kenapa kau berbohong, bukan kah baru saja mengonsumsi sup rumput laut?" Yoona mendekati tubuh Alura dan berdiri tepat disampingnya.


" APA, KAU MEMAKAN NYA! BAGAIMANA BISA?" Yangmulia membola matakan sempurna, bagaimana pun ia sangat khawatir dengan janin yang berada dalam tubuh permaisuri.


" Aku tidak sengaja menyantapnya, Yangmulia." Bohong Alura.


" Kau tidak sengaja, tapi kau begitu lahap menyantap nya! Bagus sekali akting mu, Permaisuri Alura." Ibu Suri berjalan dengan menepuk tangan, membuat nyali Alura semakin menciut.


" Ku beritahu kau, jika seorang wanita hamil mengonsumsi sup rumput laut, maka ia akan langsung tidak sadar kan diri. Sedangkan kan kau, permaisuri Alura kau bahkan sempat menipu suami mu," tegas Ibu Suri yang sedari tadi berjalan mengelilingi tubuh Alura.


" APA YANG ANDA BICARAKAN, AKU TIDAK MENIPU SIAPAPUN!"


"BAIK JIKA TIDAK MENIPU SIAPAPUN, MAKA CEPAT BUKTIKAN KEHAMILAN MU ITU," tegas Ibu Suri dengan sedikit di tekan di akhir.


" Ibu Suri, apa yang anda katakan? Yangmulia kau percaya padaku bukan?" Alura yang mati kutu pun berusaha melindungi diri kepada Yangmulia.


Yangmulia pun akhirnya memberikan waktu untuk Alura beristirahat, meskipun begitu Yangmulia juga mengutus tabib istana untuk mengecek keadaan Alura.


Tabib istana sepertinya memang bersengkongkol dengan permaisuri Alura, ia memberi tahu kepada Yangmulia serta ibu suri. Yoona yang berada di situ juga sedikit merasa heran karena dari sebuah buku yang pernah ia baca, seseorang yang mengonsumsi sup rumput laut saat sedang hamil bisa mengalami kejang-kejang bahkan rumornya belum ada satu tabib pun yang bisa mengetasinya. Sedangkan di sini permaisuri Alura hanya sebatas pusing biasa.


****


Yonna tidak habis fikir, ia tampak kebingungan di depan jendela dalam kamarnya. Sampai akhirnya seseorang datang dan memeluknya dari belakang.


" Apa yang sedang kau fikirkan, istriku." Yangmulia berbisik pelan di telinga Kinara, menyadari istri cantiknya itu tampak sangat kebingungan.


Yoona mengurai pelukan Yangmulia dan beralih menatap dengan begitu dalam, mata hitam legam milik suaminya ini.


" Apa sayang? Apa yang ingin kau katakan, bicaralah! Aku akan mendengarkan mu," ucap Yangmulia yang kembali meletakkan tangannya di pinggang Yonna.


" Sepertinya permaisuri Alura..?"


" Ada apa dengannya?"


" Apakah anda tidak curiga, dia..."


" Katakan dengan jelas, Sayang aku tidak begitu mengerti."


" Menurutku Alura tidak hamil," gumam Yonna dengan sedikit terbata.


Namun siapa sangka, Yangmulia yang mendengar itu justru mengusap wajahnya kasar dan memalingkan wajahnya dari hadapan Yonna.


" Bukan kah itu benar?" tanya Yoona yang kini berdiri tepat di hadapan Yangmulia.


" Yoona, aku tahu kau membencinya. Tapi entah dari mana asal pikiran licik mu itu!" Tegas Yangmulia dengan sedikit di tekan di ujung.


" APA YANG ANDA KATAKAN? AKU LICIK, OUH BAIKLAH SEKARANG AKU TAHU."


" Yonna, bukan begitu sayang...."


" OUHHH BUKAN BEGITU? YANG BENAR ADALAH AKU WANITA LICIK YANG INGIN MENYERET PERMAISURI, BEGITU!"


"BUKAN!"


" LALU BAGAIMANA KATAKAN?"


"AKU TAHU KAU TIDAK SENANG KARENA DIA JUGA HAMIL, DENGAN BEGITU ANAK KITA BISA MENJADI PUTRA MAHKOTA, MAKANYA KAU MENUDUHNYA TIDAK HAMIL, BEGITU YONNA?" simpul Yangmulia dan entah darimana semua fikirkan itu bisa muncul.


" AKU TIDAK PEDULI DENGAN PUTRA MAHKOTA DAN APAPUN ITU, TAPI YANG KUKATAKAN INI BENAR YANGMULIA!"


Yonna masih berusaha menjelaskan, namun yang mulia justru." TERSERAH KAU SAJA, AKU TIDAK INGIN BERDEBAT DENGAN MU! AKU AKAN TIDUR DI TEMPAT LAIN MAIAM INI." Yangmulia beralih Keluar.


" Pergi saja ketempat permaisuri mu itu," umpat kesel Yonna yang masih bisa di dengar oleh Yangmulia.