
"Apa yang sedang kau lakukan"tanya Yona kepada 2 orang anak kecil yang tampak sedih menatap sebuah telur di hadapan mereka.
" aku hanya kasihan kepada telur ini, bagaimanapun jika dia tidak memiliki kehidupan"
"Kata siapa dia tidak memiliki kehidupan" tanya Yona menghibur.
"dia sudah tidak mempunyai Induk nya. saat aku menemukan nya disana.
"Lalu"?
"aku hanya khawatir jika telur ini pecah dan mati sia-sia"
" Jika tidak akan mati sia-sia jika kau merawat nya"
" Benarkah?"
"Mari sekarang kita simpan telur itu dan lihat esok hari pasti sudah menetas" Yoona berbohong kepada gadis kecil itu agar tidak sedih.
Namun seketika saja, seorang pria muda menghampiri mereka dan memecahkan semua telor yang di pengan gadis kecil itu.
" Apa yang kau lakukan " Hentak Yoona menarik tangan pria itu.
" Aku hanya menghancurkan telur nya" Ucap pria itu santai mengangkat bahunya.
" Emm ka-u" Yoona geram menunjuk kasar kearah pria itu.
Namun seketika saja ia menunduk kan pandangannya saat melihat pria itu adalah yang mulia.
" Kenapa kau diam " Tanya Yangmulia menunduk melihat kebawah melihat wajah Yoona, dan Yoona secara perlahan memutarkan beberapa derajat wajah nya.
" Tu-an kau jahat. kami tidak menyukai mu" Marah anak kecil itu menghentak Yangmulia.
Yangmulia mengalihkan pandangannya dan melirik sinis kepada anak kecil itu.
"maafkan Aku nak tapi telur itu tidak bisa menetas tanpa dikerami induknya"
"nona berarti anda membohongi kami"
Yoona menarik tangan Yangmulia, membawa nya menepi dari para anak kecil itu.
" Kau kenapa melakukan itu. Aku hanya ingin membantu mereka"
" Kau tidak membantu mereka. Tapi kau membuat mereka menjadi semakin bodoh" Gumam Yangmulia dengan menekan sedikit kelapa Yoona dengan jari nya.
" Aww"
" Dasar Pria gila" Upmpat Yoona berjalan di belakang Yangmulia.
" Nak.. aku beritahu kepada mu. Bahwa Nona ini bodoh dan dia sudah membohongi kalian" Yangmulia menjelaskan dengan sedikit menahan senyumnya.
" Nona aku benci kau" Pekik marah mereka kepada Yoona.
Sedangkan Yoona masih saja berada di belakang Yangmulia, menahan rasa malunya dengan menutupi wajah mengunakan sebelah telapak tangan.
" Kenapa kau bisa sebodoh itu Nona" Bisik Yangmulia pelan. Lalu Mora yang melihat mereka tersenyum sumringah dengan mengelengkan kepalanya.
@@@@@@@
" Berhenti mengikuti aku" Yoona meminta Yangmulia yang sedari mengikuti nya.
" Aku tidak mengikuti mu" Ucap santai Yangmulia.
*****
Setelah selesai membelikan kain yang di perintahkan Dayang meng, Yoona lalu membeli banyak makanan. Karena sedari tadi Yoona memang berniat untuk membagikan makanan kepada warga.
"Tidak kusangka seorang Selir yang sedang di asingkan ternyata sedang menghabiskan uang untuk berbelanja banyak makanan disini" Ujar Yangmulia.
" Kau" Lagi-lagi Yoona menunjuk tangan nya kearah Yangmulia.
" Aku kenapa" Canda Yangmulia.
Namun Yoona tidak menghiraukan nya dan tetap melanjutkan langkahnya.
" Mora boleh kah aku minta tolong untuk membagikan semua makanan ini" Perintah Yoona menunjuk makanan yang sedari tadi di tenteng Mora.
Yangmulia seketika kagum melihat gadis yang dikira mencuri untuk kepentingan nya ternyata salah,dan ternyata di bagikan kepada orang yang lebih membutuhkan.
" Mengapa Anda masih mengikuti saya" Hentak Yoona yang kini mulai masuk kedalam area rumah.
" Beri hormat. Yangmulia ada disini" Seru Dayang Meng yang melihat Yangmulia kembali bersama Yoona.
Semua orang rumah itu tunduk , dan Yangmulia mengangkat tangan nya seolah berkata tak usah bersujud. Terlebih lagi Yangmulia sedang tidak mengunakan baju Kekaisaran.
\_\_\_\_\_\_\_
" Hei kau berhenti disana" Ucap Yangmulia dengan nafas terengah, karena terus saja sedari tadi mengikuti Yoona.
" Sudah ku katakan jangan mengikuti ku"
" Aku ingin berbicara sebentar"
"Aku tidak ingin berbicara dengan mu" Yoona terus berjalan dan melambaikan tangan kebelakang kearah Yangmulia.
\_\_\_\_\_\_
" Pria Yang aneh. Untuk apa di mencari ku sekarang? Setelah mempermalukan ku malam itu" Yoona seketika mengigat kejadian saat dirinya di lempar dengan kasar oleh pria itu.
" Aku mohon dengar kan aku Sebentar"
Yooona masih saja mengabaikan nya. hingga tiba-tiba saja tubuh kepala Yoona sangat pusing dan rasanya ia sangat mual sekali. Yoona memegang kepalanya dengan sebelah tangan nya dan tangan satu nya lagi menahan mulut nya agar tidak memuntahkan sesuatu.
" Apa ini Kenapa aku sangat pusing. Apa jangan-jangan A-ku..?.Ash tidak kenapa aku bisa berfikir seperti itu. Gumam Yonna yang berfikir dirinya hamil.
" K-au! Apakah kau baik-baik saja" Yangmulia memapah tubuh Yoona yang hampir saja rubuh menimpa tanah.
" T-api kau sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana aku bisa melepaskan mu" Hentak Yangmulia dengan nada meninggi. ia bahkan menekan nya.
" Lepaskan! A-ku mohon" Yonna kembali menetes kan air mata. Mengingat semua yang pria ini lakukan padanya.
Membohongi nya, bahkan memerlukan nya di depan semua orang.
Yangmulia melepaskan perlahan tubuh Gadis itu.
" Pelayan"
" Pelayan"
" Kemari lah! Apa kalian tidak mendengarkan ku" Yangmulia murka.
Mora lalu datang menghampiri suara itu. Lalu dengan sigap ia memapah tubuh nonanya yang sudah sangat teramat lemas itu.
" Nona apa yang terjadi"
" Aku juga tidak tahu Mora"
Mora membawa Yoona kembali kekamar nya dan hendak mencarikan seorang tabib untuk Yoona.
@@@@@
Yang mulia masih berdiri di depan ruangan Yoona. Dirinya tampak panik.
Namun seketika saja. Seseorang dari istana memberi kabar sedang terjadi sesuatu diistana.
@@@@@@
Yangmulia kini sudah berada lagi diistana.
" Maaf Ayahanda aku terlambat" Yangmulia berjalan menuju kearah depan.
" Kemana saja anda Yangmulia. Aku tidak melihat mu seharian hari ini" Tanya Dero saat Yangmulia melewati dirinya.
" Aku sedang pergi mencari seseorang" Jawab nya disela melangkah kakinya. Ya! Yangmulia memang sedang mencari Yoona dan tidak sengaja melewati tempat pengasingan Yoona. Jadi sekalian saja, Karena yang mulia ingin meminta maaf kepada Yoona. Mengigat apa yang sudah di curigai dirinya kepada Yoona.
@@@@@@@@
Sedangkan di rumah Yoona.
"Nona selamat"
" Sebentar apa ini selamat! Apa jangan-jangan aku benar-benar hamil? Tidak! Ini tidak mungkin" Batin Yoona ketakutan.
"Selamat nona Anda sedang mengandung"
"Jedarrr"
Bagai di samber petir Yoona mendengar
kata " Mengandung" Keluar dari mulut wanita tabib ini.
" bu"
" aku mohon kepada mu, untuk merahasiakan tentang aku yang me-ngadung dari siapapun dirumah ini" Ucap Yoona mengegam tabib itu.
" Tapi mengapa Nona. Semua orang pasti sangat senang mendengar kabar ini"
" Aku hanya ingin memberi tahu suami ku terlebih dahulu.! Bisakah kau berjanji padaku" Yoona memohon. Iya! memanfaatkan keadaan, lagi pula tabib wanita ini tidak mengetahui bahwa dirinya selir istana.
Wanita tabib itu menyetujui nya dan memberi tahu seluruh isi rumah bahwa Yoona hanya masuk angin dan kurang istirahat saja.