
Dero yang juga berada disana, terpana melihat kearah wanita itu, bola matanya tidak berhenti menatap gadis itu.
Lalu kemudian secara perlahan ia berbisik pelan kepada Yangmulia, Yang sedari tadi duduk di sebelah nya.
" Kau sudah memiliki Permaisuri juga sembilan Selir nan cantik itu. Jadi, boleh kah minta Selir mu yang kesepuluh itu untuk ku jadikan istri ku" Bisik dero kepada Yangmulia.
"Kauu" pekik yang mulia.
"pelan kan suara mu kawan, cukup jawab iya saja" Canda Dero.
" Bukan kah kau, sudah mencintai wanita yang sedang kau cari itu?" Bisik pengeran pelan.
" Tidak ada salahnya mencintai 2 wanita tuan" Balas dero.
****
Sementara itu.
" Tuan ku" Sapa jung kepada suaminya Himacan. Yang sedang fokus menatap ke arah Yonnahe, yang sedang menari di tengah sana, Sambil perlahan tersenyum lebar melihat kearah Yonnahe.
Jung yang menyadari itu lalu mencoba memanggil
" Tuan ku" Namun Himchan tidak mendengar istrinya Jung menyapanya.
Hingga akhirnya Yonnahe menyelesaikan tariannya. Himchan baru menghiraukan Jung.
" Kenapa, kau tadi mau bilang apa?" Tanya Himchan.
"Huk, huk, tidak Tuan ku" jawab Jung dengan suara batuk nya.
****
Yoonahe kini, duduk menyaksikan beberapa acara lain yang sedang berlangsung, namun mata nya mencari ke arah Yangmulia.
Namun saat Yonnahe mengalihkan pandangan ke arah Yangmulia.
Yangmulia justru sudah meninggal kan tempat itu. Dan sedang berusaha mencari keberadaan Kinaya di istana.
Yangmulia kembali menyusuri danau, tempat dimana ia bertemu dengan Yoona semalam, Namun tidak melihat wanita yang di cari nya berada disana.
" Kemana perginya gadis bodoh itu, harus nya ia melihat ku menggunakan pakaian Raja ini, biar ku beritahu nya jangan terlalu sombong" Gumam yang mulia tersenyum sendiri.
Tidak di sangka permaisuri melihat Yangmulia sudah pergi duluan menyusulnya dari belakang.
" Cepat sedikit dong" Ucap permaisuri kepada pelayan yang memengang baju nya yang terlalu panjang hingga menyeret di tanah.
" Nona itu Yangmulia" Tunjuk Pelayan itu kearah Yangmulia yang sedang berada di tepi sungai.
" Kau boleh pergi" perintah permaisuri kepada pelayannya.
permaisuri, kakinya perlahan melangkah menuruni area sungai tempat yang mulia berdiri.
" Tuan ku"
"Tuan ku"
Yangmulia tidak menghiraukan nya dan ingin beranjak pergi, Karena masih sedikit marah dengan sikap Permaisuri semalam.
" Tuan ku berhenti sebentar, aku ingin minta maaf kepada mu" Jelasnya.
Yangmulia lalu memberhentikan langkah nya dan berbalik menatap ke arah permaisuri, lalu secara perlahan mendekati tubuh Permaisuri.
Namun bukan kata maaf yang keluar dari mulut permaisuri, hanya ucapan merayu Yangmulia, yang keluar dari mulut permaisuri.
Yangmulia tidak Ingin mendengar kan nya lalu pergi meninggalkan nya.
" Huss, aaaah" Ucap permaisuri kesal.
****
Sementara itu di aula tadi mora sedang berbincang dengan nona nya Yonnahe.
" Nona kau sangat luar biasa" Puji Mora.
" Bagaimana apakah penampilan ku bagus" Tanya Yoona.
" Anda yang terbaik Nona, Namun kenapa anda memakai itu" tunjuk mora ke penutup wajah Yonnahe.
" Ouhh ini? aku akan terus memakainya mulai sekarang Mora, Apakah boleh? Aku mohon Mora"
Yoona yang mendengar kan itu dari mulut Mora pun merasa senang, Karena mulai sekarang ia bisa sementara bersembunyi di balik cadar ini. Lalu bisa dengan bebas berkeliaran di seluruh istana tanpa ada yang mengetahui nya baik sebagai Kinaya atau Yonnahe.
****
Yooona setidaknya memiliki kebebasan baru sekarang. Ia terlihat sangat riang dan terus saja berlarian bebas di seluruh istana. Sesekali mengibas kan gaun cantik yang di gunakan nya saat ini.
" Mora aku sangat bahagia" Ucap nya memutar badan menghadap ke arah Mora yang sedari tadi mengikuti nya dari belakang.
Mora hanya tersenyum, dengan keadaan membungkuk memegang kedua lutut nya, yang teramat lelah mengikuti jejak Nona nya yang sedari tadi, yang hampir menjalajahi setiap sudut Istana yang sangat besar itu.
" Nona! bisakah kita istirahat sebentar" mohon Mora. " Sepertinya anda juga sangat kelelahan" Mora menyarankan Yonnahe untuk istirahat sejenak.
Mereka kini berhenti sejenak. di bawah pohon rindang di sudut istana.
"Wahhhh Daebak" Kinaya mengagumi keindahan yang terpapar jelas di hadapan nya.
Ratusan bunga tulip beraneka warna-warni tumbuh dengan baik di halaman belakang istana, dengan di kelilingi kolam ikan mas di sekitarnya.
Namun saat Yoona sedang sangat asik menikmati pemandangan. Tiba-tiba saja, seseorang menyapa nya dari arah belakang.
" Nona" Sapa pria itu dengan lembut.
Yoona dengan cepat kembalikan badan nya dengan senyuman yang terpancar dari bibir nya. Namun, saat ia melihat kewajah pria yang menyapa nya expresi nya seketika berubah, tangan nya tiba-tiba gemetaran.
" Bagaimana ini.....? apa aku sudah ketahuan" Batin nya saat menyadari pria itu adalah Dero.
" Nona, Yonna,, he" Tunjuk Dero dengan ibu jarinya ke arah Yonnahe.
" Apa yonnahe?" Gumam Kinaya.
" IYa anda Yonnahe bukan?" Tanya Dero memastikan.
Mendengar perkataan itu Kinaya menghela nafas nya yang sudah teramat berat sedari tadi Karena takut akan ketahuan.
" huffff, hampir saja aku ceroboh, Untung saja Dero ini tidak mengenali ku" Batinnya.
" Nona"
Sapa Dero menyadari Kinaya hanya terdiam sedang memikirkan sesuatu.
Mora dengan cepat memecah suasana itu, dengan memulai pembicaraan.
" Nona, ini adalah Tuan Dero, Sepupu dari Yangmulia Raja"
" Aku sudah tau" Batin Kinaya.
Namun dihadapan Mora dan Dero, Kinaya hanya tersenyum di sebalik cadarnya, seolah tidak mengenal pria itu sebagai Dero.
" Nona yonnahe, bisa kah kita berbicara sebentar" Tukas Dero.
" Tentu" Bales Yonnahe.
Mereka berbincang- bincang sejenak.
Berbicara tentang istana.
Namun di sela-sela pembicaraan mereka. Dero Memiliki hastrat untuk melihat wajah cantik gadis ini yang sedari tadi terhalang dengan cadar penutup wajah berwarna putih itu.
Tapi, hastrat nya sudah tidak tahan lagi, akhirnya ia berani mengatakan nya.
" Nona, bisa kah.. kau membuka penutup wajah mu itu. Aku ingin sekali melihat wajah cantik yang berada di sebalik itu" Pinta Dero, berbisik pelan ketelinga Yoonahe, karena takut pelayan Mora mendengar kan ucapannya.
Karena bagaimanapun, Yoonahe adalah Selir Yangmulia dan Dero tidak boleh sembarang berbicara.
***
Kinaya tercengang dengan permintaan yang keluar dari mulut Dero.
" Bagaimana ini...." Kinaya kebingungan dan sesekali mengaruk rambut nya yang tak gatal itu.
Namun, keberuntungan masih bersama nya. Dewi Fortuna mengirimkan Himchan di sela-sela ketenangan mereka.
" Yonnahe. Ternyata kau berada disini aku mencari mu sedari tadi" Ujar Himchan.
" Hufffff" Kinaya merasa lega dan bergegas menuju ke arah Himchan yang sudah tersenyum menatap ke arahnya.
Dan Dero, perlahan mengumpal kedua tangan nya, Ia geram karena Himacan dirinya tidak Jadi untuk bisa melihat wajah cantik di sebalik cadar itu.