INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Pemanggilan hujan



Ucapara pemangilan hujan berjalan dengan hikmat. Dengan hembusan angin yang sedikit lebih cepat.


" Ini mirip sekali seperti yang di drama" Batin Yoona dengan sedikit memegang sebelah tangannya dipingang nya karena sedikit pegal berdiri terlalu lama.


" heii Mora! apakah ini masih lama"Tanya Yoona dengan sedikit mundur kebelakang untuk bertanya kepada Mora yang memang berdiri dibelakang Yoona.


" Sebentar lagi nona" Balas Mora yang masih fokus menjalankan ritual itu.


*


*


*


seketika saja tidak begitu lama upacara itu selesai dilakukan. Hujan pun turun dengan sangat lebat, turun sempurna dan membasahi tanaman yang sudah mulai gersang akibat kemarau panjang yang terjadi.


Semua yang hadir disana merasa ikut bahagia dan mulai bermain-main dengan hujan setelah kemarau yang tak kunjung berhenti beberapa bulan yang lalu. Namun seketika saja, disaat semua orang tampak Riya, Yoona justru terlihat sedikit pucat dengan kepala yang sudah mulai teramat berat.


Yoona perlahan mencoba menepi dari keramaian dengan menahan rasa sakit dibagian perut yang sudah tak tertahankan. saat Yoona sedang merintis kesakitan permaisuri Alura justru menatap dengan penuh kegembiraan kearah Yoona.


" Nona! apa yang terjadi" Tanya Mora yang menyadari Yoona kini sudah duduk meringkuk dibawah dinding besar ditepian lapangan istana.


" Mora..."Balas Yoona dengan nafas yang tersengal-sengal.


Himchan yang tiba-tiba menyadari Yoona tidak berada diarea itu, lantas langsung mencari nya dan menemukan Yoona yang sedang Merintis kesakitan ditemani pelayan nya Mora.


" Mora apa yang terjadi kepada Nona mu" Tanya Himcan yang bergegas berlari menuju kearah Yoona.


" a-ku tidak tahu tuan" Balas Mora dengan raut wajah penuh kehawatiran.


"Yoona! apakah kau mendengarkan ku"


"T-uan!" Lirih Yoona yang masih saja menahan rasa sakit yang begitu pada bagian perut nya.


Himchan dengan sigap langsung saja mengangkat tubuhnya Yoona yang sudah teramat lemas, bahkan baju nya sudah basah total saat ini. Sementara itu, disaat Yangmulia sudah selesai dengan tradisinya dan hendak mencari Yoona. Tapi, dengan sigap Alura mencoba berusaha menghalang-halangi Yangmulia agar tidak melihat Yoona yang sedang dibawa Himchan.


" Tuan ku selamat! kau sudah berhasil menjalani tradisi ini"


"IYA AKU TAHU" Ucap Yangmulia, dengan manik matanya yang sedari tadi mencari keberadaan istrinya.


" Apakah kau kelelahan! jika ia datanglah kekamar ku nanti malam" Ujar permaisuri yang sedang mencoba merayu Yangmulia, karena diirinya merasa sudah berhasil mengalahkan Yoona.


" aku sedang ingin kekamar siapapun malam ini" Bangat Yangmulia dengan sedikit mendorong tubuh permaisuri Alura yang sedari tadi mengehalangi langkah nya untuk melihat Yoona.


" Apa yang sedang kau cari" Tanya Dero yang Melihat Yangmulia sedang teramat gelisah.


" bukan urusanmu untuk saat ini" Jawab datar Keizen dengan penuh kehawatiran.


" Aku tahu kau mencari wanita itu"


" bagaimana bisa kau tahu? apakah kau melihatnya! cepat katakan jika iya" Hentak Kiezen dengan sedikit mengoyang-goyangkan pundak Dero.


" Iya aku melihatnya! Pangeran Himacan pergi membawa nya tadi" Ucap Dero yang hanya sekedar melihat tanpa mengetahui alasan Himchan membawa Yoona.


Sementara itu, Yangmulia yang penuh dengan rasa khawatirnya, dengan cepat melangkah kan kakinya keluar dari area itu untuk mencari tahu keberadaan Yoona.


" Apakah kau tahu! Kenapa Hyung membawa Yoona" Tanya Keizen kepada Dero yang sedari tadi mengikuti nya.


" Aku tidak melihat begitu jelas! Yang kulihat mereka sangat tergesa-gesa menuju kearah kamar Selir Yoon"


Yang mulia yang mengetahui itu dari Dero dengan sangat terburu-buru melangkahkan kakinya menuju kamar Yoona. Hingga akhirnya saat tiba disana, Yang mulai melihat Himchan yang sudah teramat kedinginan dengan terus saja mengosok-gosokan bahunya, berdiri penuh kehawatiran didepan sana.


" Apa yang sedang kau lakukan disini" Yangmulia yang sedang dipenuhi amarah dengan sigap menarik kerah baju Himcan.


" Apa maksudmu saudara ku" Tanya Himchan yang merasa heran dengan sikap Adiknya Keizen.


" hei apa yang kalian lakukan cepat hentikan, bagaimana jika ada yang melihat"Balas Dero yang mencoba menenangkan Yangmulia.


" Diam kau" Hentak Himcan dan Yangmulia dengan serentak.


"Apa yang sebenarnya terjadi" Yangmulia kembali mengunkan amarahnya. sampai saat tabib istana datang terburu-buru kearah mereka.


" Kenapa ada tabib segala"


" kita bicarakan nanti! Yoona lebih penting sekarang.


Yangmulia dengan sigap dengan sigap melepaskan cengkraman kasarnya dari Himchan, dan terburu-buru masuk kedalam kamar Yoona.


" Apa yang terjadi Istri ku" Tanya Yangmulia dengan duduk disamping tubuh Yoona yang sudah tidak berdaya, bahkan sudah tidak sadarkan diri.


" Tabib apa yang terjadi padanya"


" A-pa?"


" Mora apa yang sebenarnya dimakan oleh Nona?" Tanya Yangmulia kepada Mora.


" Maafkan saya tuan! Saya salah karena tidak memperhatikan Nona Yoon"


" bagaimana bisa kau begitu ceroboh pada Nona mu"


" Ampuni saya tuan! saya pantas dihukum" Balas Mora dengan menundukkan kepalanya, dan sangat ketakutan untuk saat ini.


*


*


" Sebaiknya tidak menyalahkan satu sama lain! Kesembuhan Selir Yoon lebih penting sekarang" Hentak tabib yang berusaha menghentikan Yangmulia dengan Mora.


" Apakah ada masalah besar dengan kandungannya" Tanya Yangmulia yang semakin khawatir.


" untuk saat ini tidak! Tapi semoga saja tidak ada" Ujar tabib dengan berjalan keluar meninggalkan ruangan itu, yang disusul Mora dari belakang.


" Bagaimana keadaan nya" Tanya Himchan yang masih saja berdiri didepan pintu bersama dengan Dero.


"Nona masih belum sadarkan diri!" Gumam Mora dengan nada sedihh.


" Maksud kau?"


" IYa! keadaan Selir Yoon sangat tidak bisa diprediksi sekarang! tubuhnya sangat lemah, bahkan kandungan nya juga sangat lemah" Ujar Tabib menjelaskan.


*


*


*


*


Sementara itu, disisi lain istana. Dikamar permaisuri Alura.


" nona cepat buka pintunya " Suara Anna terdengar dari luar.


"Anna bagaimana?"


" Kita berhasil Nona! Selir Yoon tidak sadarkan diri, bahkan kandungannya sangat lemah sekrang"


" benarkah?"


" IYA"


" Berarti kita sudah benar memilih pendeta Gyorgo untuk berada dipihak kita"


" Benar nona"


" Akhirnya Anna! Sebentar lagi aku akan menjadi Ratu tanpa perlu bersaing dengan wanita murahan seperti selir Yoon "


" Benar sekali nona"


Alura dan Anna benar-benar merasa puas dengan usaha mereka untuk meracuni Yoona dengan racun Yang diberikan pendeta Gyorgo.


Mereka merayakan dengan berpesta ria didalam kamar Alura.


*


*


* @@@@@@


sedangkan dikamar Yoona, Yangmulia sedang amat teramat khawatir dengan keadaan Yoona yang belum sadarkan diri.


" cepat bangun aku mohon" Pinta Yangmulia dengan menciumi telapak tangan Yoona yang masih terbaring lemah disamping nya.


" Berhenti membuat ku khawatir! Aku mohon" Yangmulia semakin khawatir, saat melihat kearah Yoona terlihat sangat pucat.


" Aku mohon cepat sadarkan diri"


Ujar Yangmulia dengan mengecup pucuk kepala Yoona dan perlahan beranjak dari duduknya.


" Aku akan kembali lagi nanti! Cepat sembuh istriku"


Yangmulia dengan berat hati harus meninggalkan Yoona sendiri, karena harus melakukan pertemuan istana.