
"Cepat katakan!"Lirih Yangmulia yang sangat antusias dengan jawaban dari Pengawal Joen.
Pengawal Joen lalu lebih mendekatkan wajahnya ke Yangmulia, Lalu membisikan.
"Menteri perang, Ayah dari permaisuri Alura"
"Apaaa!Mengapa bisa dia yang melakukannya?"
"Mereka sudah lama memata-matai anda dan Selir Yoo?"
"Berani sekali mereka" Hentak Yangmulia dengan memukul meja, sehingga membuat Yoona kaget dan dengan sigap datang menghampiri Yangmulia.
"Apa yang terjadi" Tanya datar Yoona.
"Tidak ada yang terjadi, aku hanya sedang mengetes kekuatan mejanya saja! Sudah.... sekarang lebih baik lanjutan perkerjaan mu istriku" Lirih Yangmulia dengan mengarahkan badan Yoona untuk kembali kedapur.
"Tapi benarkah tidak apa-apa" Tanya Yoona yang tiba-tiba menatap sisinis kearah pengawal Joen untuk memastikan.
"Tentu Nona! Yangmulia hanya sedang berlatih sedikit"
Yoona yang mendengarkan itu mencoba percaya, lalu memutuskan untuk kembali lagi kedapur.
*
*
"Apakah kau sudah memastikan? Bahwa itu benar Mentri perang yang berada dibelakang kejadian kemarin"
"Sudah Yangmulia, Aku melihat nya sendiri di pintu arah masuk desa ada salah satu Kasim istana yang sedang melakukan transaksi dengan salah satu preman yang kemarin menyerang kita?"
"Apakah kau tau apa motif di sebalik ini?"
"Sepertinya mereka sudah mengetahui bahwa anda kesini hanya untuk senang-senang saja, bukan untuk pemulihan Selir Yoon, yang bahkan tidak kenapa-kenapa"
"Bisa jadi! Sekarang aku akan mempersingkat berada disini, karena bagaimanapun nyawa selir Yoon dalam bahaya, jika kita masih berada disini" Simpul Yangmulia yang kini hanya mematung dengan sedikit kebingungan.
Sehingga tidak lama, pintu rumah diketuk dari arah luar.
"Bagaimana kalian hanya diam saja dan tidak membuka pintunya" Tanya Yoona yang sudah mendengar suara ketukan pintu, Namun Yangmulia dan pengawal Joen tidak terlalu mendengarnya karena terlalu fokus berbicara.
"Jangan dibuka!" Perintah Yangmulia.
"Kenapa tuan ku"
Yangmulia lalu berjalan sendiri mendekati pintu.
"Yangmulia Keizen buka pintunya! Ini aku Himcan bersama Dero" Seru Hincam yang terdengar dari arah luar.
"Tuan ku ayoo buka pintunya! Itu hanya Dero dan Tuan Himchan"Rengek Yoona yang membuat Yangmulia akhirnya membuka pintu.
"Yoona....." Teriak Dero yang hendak masuk dan langsung memeluk Yoona. Tapi Yangmulia yang sudah membaca fikiran Dero dengan sigap langsung membalas pelukan Dero.
" Saudara apa yang kau lakukan" Gerutu kesal Dero.
Sementara itu, Himcan hanya tersenyum melihat kelakuan adik dan sepepunya ini.
"Yoona bagaimana kabar mu" Tanya Himcan seraya melangkah masuk.
"Aku sudah baik-baik saja tuan Himacan"
"Aku sangat khawatir saat mendengar bahwa kau, harus keluar istana untuk memulihkan diri" Lirih Himcan yang kini menepuk pelan pundak Yoona.
"Aku sudah tidak apa-apa sekarang! Lebih baik ayoo kita masuk".
Dero langsung bergegas masuk duluan yang tak lama juga di susulĀ Yangmulia, Yoona dan Himchan.
Dero kini melihat pengawal Joen yang sedang duduk di meja makan.
"Pengawal Joen? Kau juga berada disini?" Tanya Dero dengan sedikit tercengang menyadari adanya keberadaan Pengawal Joen.
"Tuan" Lirih pengawal Joen sedikit membungkuk untuk memberi hormat kepada pangeran Himacan.
"Pengawal Joen! Kau belum menjawab pertanyaan ku" Gurutu Dero yang penasaran kenapa pengawal Joen bisa berada disana.
"Dia berkerja untuk ku" Balas Yangmulia, yang kini duduk disamping pengawal Joen.
"Kenapa kau bisa terluka" Tanya Himacan yang menyadari tangan Pengawal Joen diperban.
*****
"sebenarnya beberapa waktu lalu kami,,," Ujar Yoona yang berjalan dengan membawakan teh hijau untuk mereka. Namun tiba-tiba ucapannya terputus karena Yangmulia menatap dengan mengelengkan kepala kearahnya, seolah sedang menggunakan bahasa tubuhnya untuk berkata"Jangan"
" Kami kenapa...? " Tanya Himchan yang penasaran.
"Kami sedang membuat Vitamin" Tukas Yangmulia yang membantu memecahkan keheningan saat Yoona sudah terpojok dengan pertanyaa Himchan.
"Apa itu Vitamin" Ucap mereka serentak karena sedikit tercengang, dengan kata Vitamin yang baru saja diucapkan oleh Yangmulia.
" kemarilah dan lihat saja" Ajak Yoona dengan menuntun mereka menuju kearah dapur.
*
*
"Apa ini?" Tanya Yangmulia, yang merasa heran dengan akhir asik Vitamin yang dibuat Yoona.
"Bukan kah tadi kau bilang Vitamin"Lirih Himcan yang mendekati beberapa wadah yang sudah diisi dengan air yang diletakkan Yoona diatas meja.
"Apa yang kau buat" Tanya Yangmulia, yang hendak menyentuh cairan dalam wadah yang baru saja di buat Yoona.
"Jangan sentuh itu! Itu belum mengeras" Pekik Yoona saat melihat tangan Yangmulia yang hampir saja menghancurkan cairan tersebut.
"MENGERAS" Pekik mereka serentak saat mendengar Yoona mengucapkan mengeras.
"Bagaimana air bisa mengeras" Ucap Dero yang menunjuk-nunjuk kearah cairan-cairan kental yang dibuat Yoona.
" Tentu saja bisa karena ini adalah jeli"
"Apalagi itu Jelly?" Tanya mereka serentak dengan mematung melihat kearah Yoona.
"Apakah disini juga tidak ada jelly " Tanya Yoona datar karena Bingung bagaimana harus menjelaskan nya.
"Apakah itu bisa dimakan " Lirih Himchan yang melihat kedalam wadah itu.
" Tentu saja karena ini vitamin" jawab santai Yoona.
"Vitamin? Jelly? Bahasa planet mana yang kau gunakan" Gumam Dero yang terus saja mengaruk kepalanya yang tak gatal itu.
"Lebih baik kau diam! Dan makan ini saja" Yoona memasukkan potongan Jelly itu kemulut Dero, yang membuat Dero tercegang, bahkan yang lain juga ikut tercengang saat melihat manik mata Dero membola sempurna.
"Apa ini? Apakah kau ingin membunuh ku " Tanya Dero dengan mulut yang sudah penuh.
"Kau telan saja"
"Apakah itu enak?" lirih Yangmulia saat melihat expresi wajah Dero, yang tadi masam kini seketika menjadi sangat bahagia.
"Ini sangat enak! Aku bahkan belum pernah mencoba makanan ini sebelumnya" Tukas Dero dengan nada sangat bahagia.
"Tuan ku sekarang giliran mu" Pinta Yoona seraya menyodorkan sendok berisi Jelly kepada nya.
"Aku tidak mau?"Jawab datar Yangmulia.
"Kau coba saja"
"Aku benar tidak mau!"
"Baik! Kalau begitu bagaimana dengan anda tuan Himchan, Apakah ingin mencoba nya"
Yoona hampir saja memasukkan Jelly itu kedalam mulut pangeran Himacan, Namun dengan cepat direbut oleh Yangmulia. karena tidak ingin Himcan, memakan makanan yang dari tangan Yoona langsung.
" Bukankah Anda tidak ingin mencoba nya tadi Tuan ku" lirih Yoona dengan sedikit bercanda.
"Aku tiba-tiba menginginkan nya sekarang"
"Baiklah kalau begitu, silahkan menikmati ini" Ujar Yoona Seraya meletakkan sepiring jelly yang sudah di potong-potong.
"Kenapa hanya sedikit? Aku ingin lagi"Tukas Dero yang hendak mengambil jelly lain yang belum dipotong oleh Yoona.
" Jangan! Ini akan kuberikan untuk anak-anak desa" Yoona dengan tegas melarang Dero memakannya lagi.
" Bukankah itu sangat banyak! Berikan aku sedikit lagi" Rengek Dero kepada Yoona.
"Tidak boleh, bukan kah tadi kau tidak ingin memakannya?"