INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Permaisuri Usil



" Bagaimana bisa kau masih menghawatirkan ku" Yoona menepuk pelan bahu Yangmulia.


"Hahhhhhh"


Yangmulia menghela nafas dengan sedikit tersenyum menatap begitu dalam wajah wanita pujaan hatinya itu.


" Kau masih bisa tersenyum" Yoona kembali memarahi Yangmulia.


" Kau lihat! aku sudah baik -baik saja sekarang" Ucapnya dengan merentangkan tangannya, memberi isyarat agar Yoona memeluk dirinya.


" Kau!"


Yoona mengulungkan kedua tangan nya di atas dada, lalu membalikkan wajahnya menukangi Yangmulia.


" Kemarilah! kenapa kau marah" Ucap Yangmulia dengan suara berat. Karena masih menahan suhu tubuh nya yang masih tinggi.


" Aku tidak marah" Ucap datar Yoona yang masih duduk membelakangi Yangmulia.


" Jika tidak marah kemarilah" Ucapa Yangmulia seraya memegang perut Yoona, Lalu mendekatkan tubuhnya, sehingga dada Yangmulia dan pundak Yoona kini menyatu.


" Apa yang anda lakukan bagaimana jika ada yang melihat kita" Lirih Yoona dengan deru nafas yang berpacu kecang karena sentuhan yang diberikan Yangmulia.


" Tu-an ku"


Tidak ada jawaban dari Yangmulia.


Yangmulia hanya diam dan secara perlahan menempel kecupan mesra pada pundak mulus milik Yoona.


Yoona seketika saja terasang, dengan perlakuan Yangmulia. Dirinya bahkan menelan salivanya.


Tapi seketika saja di tengah keheningan  tanpa bising Yangmulia berbisik kepada Yoona.


" Tahun baru nanti kurangi makan mu" Yangmulia mengejek Yoona, masih dengan suara berat nya.


Yoona yang mendengarkan itu seketika saja melepaskan tangan Yangmulia dari perutnya.


" Kenapa"


" Jangan sentuh aku"


" Kemarilah" Ucap Yangmulia dengan nada manjanya. Namun Yoona masih saja kesal.


" Kemarilah" Lirih Yangmulia yang tiba-tiba saja tidur dipaha Yoona.


" Aku ingin tidur sejenak"


Yoona hanya patuh. Namun raut wajahnya tidak bisa berbohong tentang rasa takut yang dihadapi nya.


" Kenapa kau terlihat sedih"


" Hhahh ! aku tidak" Yoona dengan cepat menyeka air matanya, menyadari bahwa Yangmulia mulai melihat nya menangis.


" katakan" Perintah Yangmulia.


" Permaisuri sekarang sudah mengetahui identitas ku, dan Dero, juga sudah melihat ku" Gumam Yoona yang masih membelai lembut rambut Yangmulia.


Yangmulia lalu meraih tangan Yoona, lalu mengengam erat tangan wanita yang sedang teramat khawatir itu.


" Kau tenang saja! percayalah pada ku" Ucap lembut Yangmulia seraya mengecup pelan telapak tangan Yoona.


" eummm"


Yoona hanya bisa percaya kepada Yangmulia untuk saat ini.


@@@@@


Sedangkan diluar sana, sedang terjadi terjadi keributan. Bahkan kabarnya di Utara Istana dan daerah selatan sedang mengalami kekacauan.


" Yangmulia"


" Yangmulia"


Kasim Kim dengan sangat terburu-buru terus saja mengedor-gedor pintu kamar Yoona.


Lalu Yangmulia bangun dan dengan sigap langsung menuju kembali kekantor istana, dan meninggalkan Yoona yang masih terlelap.


@@@@@


Keriuhan dan keributan terus saja terdengar dibalik pintu besar kantor istana. Pangeran saling menunjuk satu sama lain. Untuk pergi kepergi keperbatasan Utara dan Selatan.


" Hentikan! biar aku saja yang pergi" Hentak Yangmulia mengagetkan semua orang.


" Tapi tuan.." Kasim berusaha memberi tahu jika kesehatan Yangmulia sedang tidak stabil.


Namun Yangmulia langsung mengisyaratkan Kasim Kim agar tidak memberi tahu siapapun.


" Aku sendiri yang akan turun langsung kelapangan" Ucapnya mempertegas.


*


*


*


@@@@@


Yangmulia kini sudah berangkat bersama dengan Kasim Kim, Dero, dan pangeran Himacan. Serta beberapa prajurit perang, yang juga ikut serta.


Yangmulia pergi tanpa pamit, sampai dirinya lupa memberitahu Yooona.


*


*


*


Permaisuri dengan sigap menuju istana Ibusuri untuk memberi tahu bahwa Kinaya sudah memalsukan identitas sebagai Yoonhe putri dari selir Yoonshik.


" Jaga omongan mu! bagaimana seorang Permaisuri yang terhormat sepertimu bisa berbicara omong kosong seperti ini" Hentak Ibusuri yang belum mengerti pasti dengan ucapan Permaisuri.


" Aku barkata sesuai fakta! bahkan banyak pelayan istana lainnya yang mengetahui bahwa dia Pernah menjadi pelayan istana"


"Tutup mulut mu! dan jagan asal bicara saja"


" Tapi aku berkata sejujurnya"


" Pelayan keluarkan permaisuri dari ruangan ku aku tidak ingin melihat nya" Ibusuri memerintah.


@@@


Alura keluar dengan perasaan yang sangat hancur, terlebih lagi Ibu suri Justru mengusirnya.


" Anna aku harus bagaimana sekarang" Tanyanya kepada dayang Anna.


"Aku juga tidak tahu nona" Lirih Anna dengan nada pasrah.


"Nona sebentar" Ucap Anna memberhentikan langkah permaisuri.


" Ada apa? kau mengagetkan ku saja"


" Aku tiba-tiba teringat sesuatu" Anna mendekat lalu membisikan sesuatu pada Alura.


Ekspresi wajah Alura seketika berubah setelah Anna mengetakan niat jahatnya.


_______


Mereka kini melangkah terburu-buru menuju kearah dapur dan mencari pelayan yang bertugas mengantarkan makan siang untuk Ibu suri.


" Siapa disini yang akan pergi mengantarkan makan siang untuk ibu suri" Tanya Permaisuri kepada seluruh pelayan yang hanya tunduk patuh, juga merasa takut dengan Permaisuri Alura.


" A-ku no-na" Seorang gadis pelayan mengangkat tangan dan berjalan kedepan menghadap Permaisuri.


" Kau! cepat ikut aku dan bawa serta makanan yang akan kau bawa untuk Ibusuri"


" Ta-pi nona" Wanita itu sedikit ketakutan, karena membawa makanan untuk ibu suri bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.


" Anna lalu memerintah pelayan wanita itu, untuk berjalan menuju arah kamar Yonna"


@@@@@@


" Nona permisi! "


Wanita itu mengetuk pintu kamar Yoona.


" Ada apa" Tanya Mora yang kini membukakan pintu.


" Begini Mora! Aku hanya menjalankan tugas ku. Permaisuri meminta agar Nona Yoona untuk mengantarkan makanan kepada ibu suri" Ujarnya menyodorkan makanan dan lalu melangkah pergi.


"Ta-pi" Mora kebingungan.


" Ada apa Mora" Tanya Yoona.


" Begini Nona! Anda diperintahkan untuk mengantarkan makan siang untuk ibu suri"


" Hahhh? kenapa aku?"


" Permaisuri Alura yang menyarankan nya"


" Wanita ular itu, apalagi yang dia rencanakan kali ini"


" Maksud anda Nona?"


" Ahh tidak Mora! berikan itu kepada ku" Yoona mengambil makanan dari tangan Mora, lalu dengan sigap dirinya melanju kearah Isatana ibu suri.


" Nona! Apakah anda yakin Ingin mengantarkan ini"


" Aku yakin Mo-ra"


" Ta-pi kenapa anda mengubah arah menuju dapur" Tanya Mora yang merasa heran.


" Kau ikuti aku saja Mora"


Yoona kini sudah masuk kedapur, dirinya mengubah menu makanan yang akan diberikan untuk Ibusuri. Yoona Menganti nya karena yakin bahwa Permaisuri punya maksud tertentu kepada Yoona.


Lalu, setelah selesai memasak dan mengantikan menunya, Yoona melangkah lebih cepat lagi, sehingga mereka kini sudah tiba didepan pintu kamar ibu suri.


" Ibusuri Sellir Yoon berada disini" Gumam pelayan yang membukakan pintu.


" Salam ibu suri! Saya mendengar anda sedang tidak enak badan"


" Siapa yang berkata seperti itu"


" Permaisuri Alura yang memberi tahuku, dan berkata jika anda memerintahkan ku untuk berkunjung dan membuatkan makanan untuk Anda" Ujar Yoona berbohong.


" Permaisuri bodoh! Apalagi yang akan direncanakan nya sekarang" Batin ibu suri yang hanya tersenyum manis kepada Yoona.


" Kau boleh keluar! Aku baik-baik saja"


" Kau boleh kembali jika aku sudah menghabiskan makan ku"


Perintah ibu suri.


Sedangkan Yoona hanya patuh dengan melangkah keluar.