
" Kau tersenyum"
" Apa yang sedang kau bicarakan Hyung! Aku tidak tersenyum" Bantah Keizen dengan sedikit mengosok-gosok hidungnya berusaha menutupi senyumnya dari kakaknya Himchan.
" Baiklah aku percaya kau tidak tersenyum"
Balas Himcan dengan berjalan disamping Keizen.
" Apa yang ingin kau katakan Hyung"
"Ini soal Yoona"
" Yoona kenapa?" Tanya Keizen dengan memalingkan wajahnya kearah Himcan.
"Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengannya, Dia terlihat sangat sedih saat mendengar bahwa anaknya tidak akan diberitahukan kepada rakyat"
"Iya dia juga sudah bercerita kepada ku"
" Maksudku? Apakah kau tidak ingin menjadikan nya sebagai permaisuri mu?" Tanya Himacan dengan sedikit ragu.
" Aku sangat ingin menjadikannya Permaisuri ku! Tapi, kau tahu sendiri aku sudah menjadi permaisuri"
" Kau bisa saja bercerai dengan Alura? Kenapa kau tidak melakukannya"
"Bukannya aku tidak bisa melakukan nya! Tapi kau tahu siapa Alura itu"
" Ya aku tahu"
" Dia anak menteri perang, yang memiliki banyak kekuasaan"
"Aku tahu"
" Jika kau tahu, pastikan juga kau mengetahui konsekuensinya kalau aku berpisah dengan nya"
" Maksud mu...?"
" Istana akan kekurangan Mentri perang, mungkin juga istana akan berperang! Lagi pula aku tidak ingin melihat Yoona kedalam politik istana"
" Maksud mu politik istana?"
" Mungkin saja banyak masalah yang a-kan terjadi jika aku menjadikan nya permaisuri ku! Aku harap kau bisa mengerti" Ucap Yangmulia dengan nada pelan, dan Himcan yang mendengar itu seketika mengampal tangan nya dan menyalahkan diri sendiri.
Ya Himcan sebenarnya ingin menjadi Yoona istrinya, jika Kaizen tidak menjadikan nya permaisuri. Namun ketika mendengarkan semua ucapan dari Keizen, Himchan menyadari satu hal. Bahwa menjadi Permaisuri bukan lah yang menyenangkan untuk Yoona.
@@@@@@
Malam ini 1 malam sebelum besok akan dilaksanakan upacara pemangilan hujan, dan sudah menjadi tradisi untuk seluruh wanita istana mengadakan pertemuan makan malam bersama.
Yoona dan Mora sudah bergegas menuju kearah sana. Di perjalanan tanpa sengaja mereka bertemu dengan permaisuri Alura.
Yoona hanya menatap sinis kearah Permaisuri Alura.
" Lihat saja! setelah acara ini kau tidak akan bisa menatap ku seperti itu lagi" Gumam Alura dengan ekspresi yang dipenuhi dengan amarah.
*
*
*
Ruangan itu terlihat sangat ramai, dipenuhi oleh banyak wanita istana. Yang terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan baju berunuasa warna putih. Karena putih melambangkan kesucian.
Yoona melangkah masuk dan lalu duduk tepat disamping ibu suri.
" Apakah kandungan mu baik-baik saja" Tanya ibu suri secara berbisik pelan kepada Yoona.
" eummm "Yoona hanya menjawab nya dengan senyuman.
Disaat Yoona dan beberapa selir lainnya sesuai bercakap riya, seketika saja Permaisuri alura memasuki ruangan dengan sangat terburu-buru.
" Kenapa kau begitu terburu-buru" Tanya ibu suri.
" Maafkan aku" Jawab Alura dengan sedikit menunduk wajah nya dan berjalan santai mendekati ibu suri, lalu duduk tepat dihadapan Yoona.
" Kenapa wanita yang duduk didepan ku"Batin nya dengan sedikit menaikkan salah satu alis. Karena tidak suka saat melihat Yoona dan ibu suri terlihat sangat akrab.
_____
"Baik! Jika sudah berkumpul semua. Acara akan dibuka dengan sedikit doa yang dipanjatkan. Terlebih lagi jika mengingat esok akan menjadi hari yang sangat penting bagi rakyat! Tentu saja kalian sudah mengetahui bahwa acara pemangilan hujan akan dilaksanakan besok pagi" Seru ibu suri yang terdengar sangat sakral saat membuat acara sajian makan malam bersama para selir, dan wanita bangsawan lainnya.
" Baik untuk mempersingkat waktu aku akan segera memberitahu kalian semua sebuah kabar bahagia" Ujar Alura lantang.
" Aku sebenarnya sudah lama ingin membagikan kamar bahagia ini untuk kalian! Tapi kerena ada beberapa masalah jadi terpaksa menundanya hingga sampai ini"
" Cepat jelaskan, dan berhenti berbicara omong kosong" Hentak ibu seksi dengan nada tinggi yang sedikit ditekan dibagian akhir.
" Maafkan aku ibu mertua"
" Berhenti memanggilku seperti itu dan cepat katakan"
" Baik aku akan memberi tahu kabar bahagia bahwa diriku sedang mengandung anak dari Yangmulia Raja"
Ucapan Permaisuri Alura membuat seluruh pasang mata yang berada disana tercengang dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Permaisuri Alura. Bagaimana tidak! Karena jika permaisuri sedang hamil, maka Selir lain akan sedikit kesusahan untuk bersama Yangmulia.
" Apa kau hamil" Gumam Yoona yang sama hal juga tercegang.
" Iya aku memang hamil! jadi untuk selir Yoon bermimpi lah untuk menjadi permaisuri" Alura semakin meracau dan merasa senang.
Yoona sebenarnya tidak begitu peduli dengan kehamilan Alura. Hanya saja dirinya merasa heran saat mengetahui kehamilan Alura, karena bagaimanapun di novel INDEPENDENT WOMAN yang ia baca, kalau Alura sebenarnya tidak bisa memiliki seorang anak karena kangker rahim yang dideritanya.
"Selirr Yoon" Panggil ibu suri menyadarkan Yoona dari lamunannya, yang terus saja berfikir tentang Kehamilan permaisuri Alura.
*
*
Acara makan malam ini sudah berakhir, Permaisuri Alura dan Anna sudah kembali terlebih dahulu. Karena Alura mengunakan kehamilannya agar bisa cepat kembali kekamar nya.
" Ahhh! Anna kau lihat wajah Selir Yoon tadi?"
" Iya nona" Jawab Anna dengan senyuman sadis.
" Wanita itu pasti sedang ketar ketir sekarang!"
Hhhahaa
Hhhahaa
Alura terus saja menertawakan Yoona, bersama dengan pelayan setia nya Anna.
" Anna untung saja kau menyaran kan untuk berbohong soal kehamilan ini" Alura tidak sengaja menyebutkan kehamilan palsu.
" Nona! pelan kan Suara anda. Bagaimana jika ada yang mendengar dari arah luar" Ujar Anna meminta Alura untuk lebih berhati-hati.
" Kau benar Anna" Alura memelankan suaranya meskipun dengan sedikit berusaha menahan tawanya.
*
*
@@@@@
Malam kini sudah berganti siang.
Yangmulia dengan beberapa pangeran lainnya sudah menuju kuil, tempat melakukan upacara pemangilan hujan. Yang tidak lama disusul oleh semua penghuni istana lainnya.
......
Area terbuka di tengah lapangan yang mengahadap langsung kearah kuil. Semua penghuni istana sudah berjajar rapi dengan mengunakan baju bernuansa putih.
Bahkan Yoona dan permaisuri Alura kini juga sudah masuki arena itu.
Dumm
Dumm
Dumm
Suara dentuman keras yang dihasilkan oleh tambuh yang dipukul tiga kali memberi pertanda bagus agar bisa mengusir iblis.
Yangmulia yang sedang diarak mengunakan tandu sudah mulai memasuki area istana.
Suasana sangat hening hanya terdengar Suara angin semilir yang berterbangan bebas. Terlebih lagi matahari yang sedikit redup siang ini mungkin akan membuat hujan akan sedikit mudah untuk turun.
Dumm..
Dumm..
Suara dentuman kembali terdengar riuh bergema di seluruh sudut istana, saat Yangmulia kini mulai menaiki satu persatu anak tangga yang bisa dihitung jumlah nya antara 25 dan 30 puluh. Yang mulia terus naik hingga kini berada dipuncak diatas kuil.
Sedangkan Yoona yang tidak mengerti tentang tridisi ini hanya diam dan melihat saja. Setidaknya sebelumnya diirinya juga pernah menyaksikan hal seperti ini dibeberapa drama Korea soeguk yang pernah ia tonton.