INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Manjanya.



l" Ya aku ingin melihat nya" Yoona hanya menjawab datar, karena sedari tadi dirinya hanya penasaran terhadap sikap aneh dariĀ  Yangmulia.


@@@@@@


Hari kini sudah berganti malam, Yoona menyusuri jalan melewati danau tempat biasa ia bertemu dengan Yangmulia. Namun kali ini Yangmulia tidak disana.


" Apakah dia membenciku?" Batin Yoona yang masih tidak mengerti dengan sikap Yangmulia.


Namun tiba-tiba saja.


" Apa yang sedang kau lakukan dibawah" Suara seorang pria terdengar dari atas. Yoona segera naik, saat menyadari pria itu adalah Yangmulia.


" Kau kemana saja, aku sudah mencari mu sedari tadi" Yoona dengan tingkah manja nya terus saja mengoyang-goyangkan tangan Yangmulia.


Yangmulia hanya tersenyum melihat tingkah lucu gadis yang sangat ia cintai. Namun ia hampir saja lupa , kalau kali ini ia tidak sendirian.


" Khem! Apa yang sedang kau lakukan" Yangmulia menepis tangan Yoona.


" kenapa?" Tanya Yoona dengan sedikit menaikkan bahunya, karena tidak mengerti apa yang dimaksud Yangmulia.


Yangmulia, yang menyadari Yoona tidak mengerti maksudnya langsung saja menarik tangan Yoona dan membalikkan tubuhnya kearah belakang.


" Hehehe" Yoona hanya membungkuk memberi hormat, saat melihat beberapa prajurit yang sudah berada sejak tadi di belakang Yangmulia.


" Kenapa baru memberi tahu ku sekarang" Tanya Yoona dengan suara pelan berbisik ke Yangmulia.


" Aku sudah memberi isyarat, kau saja yang tidak mengetahui nya" Yangmulia kembali menahan tawanya melihat sikap Yoona yang semakin lucu.


" Berhenti tertawa" Yoona menowel tangan Yangmulia dengan sikut nya.


" Aku tidak tertawa" Jawab datar Yangmulia dengan ekspresi masih menahan tawa.


Bagi Yangmulia ketahuan oleh prajurit bukan lah hal yang serius, lagipula Yoona adalah selir nya. Namun bagi Yoona yang masih ingin menyembunyikan hubungan nya ini adalah masalah besar. Apalagi prajurit yang bersama Yangmulia kali ini adalah prajurit yang dulu juga mengenal Kinaya.


@@@@@


" Tuan seperti nya akan segera turun hujan" Ucap prajurit yang menyadari langit mulai sangat gelap, dan benar saja hujan turun dengan sangat deras.


Yoona, Yangmulia dan beberapa prajurit berlari mencari tempat untuk berteduh. mereka kini sudah berada di sebuah pandopo disisi kanan istana.


"Kalian semua boleh pergi, dan tinggal kan satu payung disini"


Yoona yang sedang sibuk mengibas-gibas kan baju nya yang basah tercengang saat mendengar perkataan Yangmulia itu.


" Apa yang sebenarnya di rencanakan! mengapa dia meminta mereka untuk pergi" Batin Yoonna yang penasaran.


Yangmulia, yang menyadari Yoona tercegang lalu membelai lembut rambut nya, dengan sebelah tangannya, dan tangan satu lagi memegang bahu Yoona.


" Yangmulia membiar kan mereka pergi" Tanya Yoona yang menatap para prajurit yang mulia beranjak pergi.


" Hujan begitu deras sekerang"


" Bahkan dengan payung! pakaian dan kaos kaki kita akan basah, saat kita kembali" Yoona mulai mengelap lembut pipi Yangmulia yang juga basah.


Yangmulia lalu, meraih tangan Yoona. Seraya berkata.


" Apakah kau menyalahkan ku" Lirih nya.


" Saya tidak berani" Jawab Yoona dengan menudukan wajahnya.


" Aku akan membawa mu kembali" Ucap Yangmulia, yang masih saja mengelus lembut tangan Yoona.


" Hahhh" Yoona tercengang


" Aku akan membawa mu kembali" Yangmulia menjelaskan ucapan nya.


" Ta-pi itu tidak akan berhasil, Permaisuri pasti akan memarahi ku" Yoona mulai khawatir.


" Bukan kah kau pernah bilang tentang Ayah dan ibu mu! Ayah mu sangat serius dan kuno "Yangmulia meletakkan tangan Yoona pada dadanya.


" Tapi dia sangat menyayangi ibumu"


" Saat hujan dia bahkan tidak akan membiarkan sepatu dan kaos kakinya basah"


Yoona tersenyum dan berkata.


"Ayah ku memang sangat mencintai ibuku"


" Aku akan membawa mu dipunggung ku" Yangmulia ingin Yoonna naik kepungungnya.


Yoona hanya tersenyum dan berkata.


" Yangmulia sebaiknya mari kita tunggu hujan reda saja, baru kembali"


Yangmulia membalikkan lagi badannya menghadap ke Yoona.


" Apakah kamu akan membuat saya mengeluarkan dekrit kekaisaran. Agar kau menganggap ini sebagai perintah"


" Aku tidak berani" Yoona menuduk dan mengelengkan kepalanya.


" Maka cepat naik" Yangmulia kembali membungkuk dihadapan Yoona.


Yoona tersenyum dan hanya menuruti perintah nya untuk naik.


*******


Mereka kini berjalan ditengah hujan, dengan posisi Yangmulia mengendok Yoona di pundak nya.


Yoona terus saja tersenyum di sepanjang jalan menuju kamar nya. ia banar-benar tersentuh dengan perlakuan Yangmulia terhadap nya.


@@@@


Mereka kini sudah berada di dalam kamar Yoona yang baru saja selesai menganti pakaiannya kini duduk di sebelah Yangmulia dengan menyadarkan kepalanya kepada pundak Yangmulia.


" Lihat anda jadi basah kuyup" Yoona menatap begitu dalam kewajah Yangmulia.


" Sepertinya aku fikir cerita yang kau ceritakan tentang orang tua mu pasti bohong"


" Bagaimana mungkin?" Tanya Yoona pura-pura tidak tahu.


" Dengar, Aku membawa mu kembali dengan cara yang sama! tetapi tidak hanya Pakaian mu yang basah. Tetapi, sepatu dan kaos kaki mu juga basah kuyup. Jadi saya fikir, ini bukan lah metode yang baik" Ucap Yangmulia yang terus saja mengelus pelan rambut Yoona yang terurai panjang.


" Mungkin, karena angin dan hujan yang terlalu kencang. Sehingga satu payung tak akan tahan cuaca" Jawab Yoona menatap Yangmulia.


" Selain itu, orang tua ku juga hidup di zaman modern, bahkan payung yang di gunakan cukup besar, daripada yang ada di Isatana. Dan Ayah ku hanya melakukan itu untuk membuat Ibuku bahagia" Batin Yoonna.


" Hacimmm" Yoona bersin dan membuat Yangmulia terlihat khawatir.


" Kau pasti masuk angin" Ucap Yangmulia memengang dahi Yoona.


" Tidak masalah" jawab Yoona dengan tersenyum.


" Kinaya" Ucap manja Yangmulia.


Yoona yang mendengar kan itu, memiringkan kepala lalu menatap dengan semakin dalam kearah Yangmulia.


" Aku sudah memanjangkan mu begitu lama, aku juga sudah sangat merindukan mu. Kenapa belum ada kegiatan?" Tanya Yangmulia kepada Yoona.


" Aktivitas"? Tanya Yoona yang tidak mengetahui maksud Yangmulia.


" Aku ingin punya anak dengan mu" Ucap Yangmulia membelai rambut Yoona.


" hukkk" Yoona tersedak mendengar ucapan Yangmulia, terlebih lagi sekarang dirinya memang sedang mengandung anak dari Yangmulia. Namun dirinya masih belum punya keberanian untuk mengatakan nya.


" Kenapa? " Tanya Yangmulia.


" Hal, seperti itu tidak seharusnya terserah ku" Jawab Yoona.


" Maksudmu" Yangmulia mulai memainkan tangannya membelai rambut dan secara perlahan mengelus leher putih Yoona.


" Apa aku tidak cukup menyangi mu" Tanya Yangmulia kepada Yoona.


" Menginap setiap malam belum cukup?"


" Lihat kamu. Kamu begitu sembrono" Yoona mendorong pelan tubuh Yangmulia.


" Apakah saya! Aku hanya seperti ini saat bersama mu" Ucap Yangmulia dengan tersenyum.


" Aku hanya gadis biasa, dan kau tahu aku bahkan pernah menjadi pelayan istana. Apakah Yangmulia tidak takut jika dikabarkan tidur dengan pelayanan " Tanya Yonna menyakitkan Yangmulia.


" Aku tidak peduli! karena ini berbeda " Yangmulia mengelengkan kepalanya.


" Anda tidak sama dengan mereka" Yangmulia meyakinkan Yoona dan Yoona hanya tersenyum mendengar ucapan itu.