INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
malam hangat.



" Untung saja kau datang" Ujar kinaya sambil membalikkan badannya ke arah Dero  dan lalu melambai tangannya.


" Kenapa? apakah kau merindukanku" Ucap Himchan bercanda.


" Aku tidak merindukan anda tuan, aku hanya merindukan Euoni" Ucap Yonnahe.


" Mau pergi melihat Euoni" Ajak Himchan menarik tangan Yonnahe.


Yonnahe, Gadis ini hatinya bergetar hebat tiada tara saat tangan pria tampan meraih tangan nya secara tiba-tiba.


" Kenapa ini? mengapa hati ku berdegup sangat kencang. Apakah aku jatuh cinta" Batin nya meleyot.


****


prov aothor.


kinaya sudah lama menjomblo, terakhir ia berpacaran 2 tahun yang lalu, menjalin kasih dengan teman sekolah nya semalam 7 tahun.


Namun kandas di tengah jalan, karena sang pria itu lebih memilih sahabat Kinaya.


Semenjak kejadian 2 tahun yang lalu, Kinaya tidak lagi tertarik untuk berpacaran.


Karena ia percaya tidak akan ada laki-laki yang tulus dalam hal mencintai.


Tapi, apa ini? seorang pria tampan ini, berhasil membuat hati nya yang sudah lama beku kembali meleleh dengan sebuah sentuhan nya itu.


Namun sayangnya pria ini sudah memiliki istri. Mungkin tidak akan ada keajaiban untuk mereka bersama.


****


Mereka kini sudah tiba  di sebuah ruangan besar. terlihat banyak wanita bangsawan yang sedang asik menyulam sapu tangan.


Dan, ada satu orang wanita yang sedang memantau wanita lainnya.


Jung. itu adalah nona Jung.


Namun Kinaya masih saja terlarut dalam lamunannya, Hingga jung menyadarkan nya.


" Yonna" sapa hangat Jung.


" Kau sangat luar biasa hari ini, kau benar-benar cantik keponakan ku" Jung memuji Yonnahe.


Yoona hanya tersenyum dan tiba-tiba saja?


Jung yang sedang berbincang asik dengan Yonnahe, Batuk-batuk tidak tertahan, nafasnya terputus -putus.


Kinaya panik!. Lalu perlahan memapah tubuh wanita itu hingga akhirnya berada di sebuah kursi di sudut tempat itu.


" Nona Jung ?, apakah kamu baik-baik saja?"


" Ya yonna" dan Tiba-tiba saja!


Jung batuk dan mengeluarkan darah dari mulut nya. Kinaya tidak tahu harus berbuat apa lagi, lalu memanggil Mora dan meminta nya untuk segera memangil kan Tuan Himchan.


Namun, jung menghentikan Yonnahe. Ia meremas tangan Yoona, seraya mengelengkan kepalanya. Seolah berkata jangan beri tahu Himchan dan Kinaya mengerti maksudnya.


Tapi seketika saja, keasadaran Nona Jung hilang, tubuh nya kini terbaring di atas pundak Kinaya.


Ia Pisangan, dan semua orang yang melihat nya panik, sampai akhirnya Himchan datang, lalu dengan sigap mengendong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mereka.


****


Kini Himchan merebahkan badan jung di atas ranjang.


" Tuan ku, aku tidak apa-apa" Lirih Jung Yang perlahan mulai sadar kembali.


" Kau harus istirahat" Ucap Himchan menyelimuti istrinya.


Jung, yang juga menyadari keberadaan Yonnahe di dalam kamarnya. Lalu meminta ia keluar dan meninggalkan nya dengan suami berdua saja.


Yonna hanya patuh dan tunduk perlahan keluar dari ruangan itu.




Didalam kamar.



Suasana hening, dengan lampu yang sedikit redup. Hanya suara batuk dari Jung yang terdengar.



Himchan mengambil segelas air yang terletak di nakas sebelah kasur, perlahan meminumkan nya pada istrinya.



" Tuan ku, aku ingin meminta satu hal pada mu. Apakah boleh? Tanya nya pelan.



" Tentu katakan saja, aku akan mengabulkan nya" Ucap Himchan pelan.



" Tubuh ku, sudah semakin lemah sekarang. Aku, tidak bisa bertahan semakin lama lagi, Dan aku, bahkan tidak bisa melahirkan seorang putra untuk kita. Jadi, aku mohon kepada mu tuan ku, menikah lah lagi" Pinta Jung.



" Aku tidak akan pernah melakukan itu"Tolak Himchan.



\*\*\*



Meskipun sebenarnya Himchan tidak mencintai istrinya dan mereka menikah hanya karena perjodohan. Tapi Himchan tidak akan pernah menduakan istrinya, Karena bagaimanapun Himacan tidak akan pernah menduakan istrinya.



" Tapi, aku mohon cintai lah orang lain dan jika aku sudah tidak kau bisa menikahi nya" Mohon Jung.



Namun, Himcan tidak ingin melihat istrinya, terus-menerus meminta nya untuk menikahi wanita lain. Lalu ia meminta agar jung, beristirahat saja dan tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak penting.



\*\*\*\*\*


\*


\*


Hari sudah berganti malam.



permaisuri, sedang mengatur rencana agar bisa mendapatkan hak nya dari Yangmulia,



Karena semalam yang mulia tidak menghiraukan nya dan memilih untuk keluar dari kamar itu.



Malam ini permaisuri sudah mempunyai misi yang akan di lakukan nya kepada Yangmulia.



Yangmulia kini sudah berada di dalam ruangan permaisuri Alura. Sedang menyantap makan malam bersama.



Namun tiba-tiba saja, tubuh yang mulia terasa panas, setelah mengahabis kan satu cangkir teh hijau.



wajah nya Juga mulai memerah. Menyadari ada yang tidak beres pada nya, ia pun perlahan memapah tubuh nya untuk keluar dari kamar itu, karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi.



Namun benar saja memang ada yang aneh. Saat permaisuri berusaha menahan yang mulia dengan cara memeluk nya dari belakang.



langsung saja tubuh yang mulia semakin panas tak tertahankan. Lalu dengan sekuat tenaga melepaskan pelukan dari permaisuri yang berada di belakang nya. Hingga akhirnya ia berhasil keluar dari kamar itu.



Namun panas nya masih saja tidak tertahan, yang mulia berlari ke arah Danau mencoba seraya mengibas-gibas kan kerah baju nya sedari tadi.



Siapa sangka di tepi danau, ada kinaya disana.




sembari sedikit kaget karena tak sengaja melihat bagian dadanya yang terbuka.



"Kinaya... Hh..." lengguh yang mulia,yang terlihat tersiksa itu. Wajahnya memerah entah karena apa. kinaya pun, memang sedang melepas cadar penutup wajah nya itu.



"Kinaya, tubuhku rasanya sangat panas." keluh yang mulia.



"Panas?? A...?" Kinaya masih memutar bola matanya berfikir, jenis racun apa yang panas dalam drama kerajaan yang ia ketahui.



"Hah! Mungkinkah itu perangsang??" seru kinaya panik.



yang mulia yang mendengar itu langsung menyadari bahwa tubuhnya saat ini.



memang sepertinya terkena perangsang.



"Kinaya, menjauhlah dariku! " seru Yang mulia akhirnya.



Raja berusaha naik dari danau itu dengan susah payah sembari menutupi badannya kembali, yang terbuka. dan membuat dadanya terekspos jelas.



Kinaya h bisa menutup mulutnya tak tau harus berbuat apa.



Apa Permaisuri yang melakukannya? Dasar bodoh! Dia pasti belum pengalaman menjebak orang. Bisa-bisanya ia memberikan perangsang disaat tak ada acara besar apapun dimalam hari ini.



"Menjauhlah! Hh..." kata yangmulia seraya membaringkan dirinya di tanah. Tubuhnya menggeliat kesana-kemari seperti cacing kepanasan.



"Ryo kau"



( Ryo keizen soek, adalah nama lengkap yang mulia, dan Kinaya hanya mengenali nya sebagai ryo. bukan sebagai yang mulia).



"Kubilang menjauhlah!!" teriak yangmulia.



Kinaya menatap ke arah Ryo itu tak tega, Ryo terlihat sangat tersiksa. Bibirnya sampai terluka dan berdarah karena ia menggigit bibirnya sendiri menahan.



Kinaya berjalan mendekati Ryo secara perlahan.



"Sebaiknya kau kembali ke kamar mu sekarang juga, tanah nya dingin dan keras." kata kinaya dengan lembut.



yang mulia perlahan berjalan menuju kearah kamar menuruti kata gadisnya itu. dan diikuti kinaya dari belakang.



Sudah. tolong jangan didekatku... Pergilah ke belakang!" perintah yang mulia sembari melingkarkan badannya menahan diri.



Kinaya yang melihat itu segera membalikkan badannya tak berani melihat. la tak menduga bahwa Ryo tuannya itu ternyata bukan diracuni, tapi ia terangsang.



"Bibirmu berdarah Ryo. Jangan digigit..." Kata Kinaya yang masih tak ingin pergi meninggalkan yang mulia,yang menderita menahan gejala-gejala dari obat perangsang itu.



"Argh." erang yang mulia sembari memejamkan matanya. Lagi lagi ia menggigit bibirnya hingga terluka.



"Jangan gigit bibirmu." kata kinaya lagi sembari mendekatkan bibirnya.



Cup.



"Mmm..." Kinaya menerima setiap serangan bibir yang mulia. yang sedang tak terkendali itu dengan sabar.



Yang mulia kesal dengan gadis ini, sudah diperintahkan untuk pergi ia malah mendekat alhasil yang mulia tak dapat mengendalikan dirinya lagi setelah Kinaya menyerahkan bibirnya itu.



Belum puas sampai disana, sepertinya pengaruh obat itu bekerja dengan hebat dalam tubuh yang mulia.



Baru beberapa menit saja ia sudah mencapai puncaknya. Ia belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, karena hari ini adalah yang pertama kali untuknya.



Yang mulia. yang menyadari hal itu pun tersenyum mengerti.



Kinaya hanya memandangnya tak mengerti.



Akibat pengaruh obat itu ia benar-benar melakukan hal yang tidak seharusnya sekarang.



Erangan kesakitan Kinaya mulai berubah menjadi \*\*\*\*\*\*\*-\*\*\*\*\*\*\* nikmat. Awalnya yang mulia menahan dirinya sekuat mungkin untuk tetap tidak bergerak sembari menunggu rasa sakit gadisnya ini menghilang. Namun suara-suara itu membuatnya menjadi brutal.



Desah.



Hanya itu yang dapat didengar selama 30 menit kurang dari dalam kamar berhawa panas itu.



Hingga terdengar \*\*\*\*\*\*\* terakhir yang panjang dari keduanya setelah yang mulia melepaskan benih benihnya dalam rahim Kinaya



Rasanya sangat hangat.



Bruk.



Tubuh yang masih itu seketika ambruk lemas dan tertidur disamping kinaya.



\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_



Akhirnya matahari pun keluar dari persembunyiannya, pagi itu lebih dingin dari hari biasanya. Sepertinya suhu udara dan matahari pun ingin mendinginkan kamar mereka akibat hawa panas yang menyergap .