
keesokan harinya Yoona terbagun dan tidak kendapati Yangmulia di kamarnya.
" Kemana perginya? ini masih sangat pagi" Ujar Yoona yang masih mengucek matanya.
" Apa jangan-jangan dia bertemu selir yang lain" Yoona, sekarang mulai cemburuan. mungkin karena bawaan bayi nya.
Yoonna beranjak dari tempat tidurnya. Namun seketika saja.
" Yangmulia akan memasuki ruangan" Seru pelayan yang sedang bertugas menjaga pintu kamar Yoona.
" Ada apa dengan nya? kenapa dia kembali begitu cepat" Batin Yoona yang merasa heran.
" Kau sudah bangun"
" Eummm. Anda habis darimana tu-an ku?" Tanya Yoona manja dengan mendekatkan tubuhnya kepada Yangmulia.
" Aku hanya pergi mengambil kan beberapa buah untuk mu. Kenapa kau bisa begitu manja seperti ini" Yangmulia mencoba merayu Yoona.
pukk
Yoona menepuk pelan dada Yangmulia, lalu kembali memalingkan wajahnya dari pria pemilik mata coklat itu.
"Kau kenapa lagi! Kenapa bayi ini selalu membenci ku" Ujae Yangmulia, yang mengira Yoona begitu sensitif sejak hamil.
Yoona yang mendengar itu hanya tersenyum tipis -tipis.
" Apa yang anda katakan! itu kesalahan anda yang selalu membua ku ingin marah! Bagaimana kau bisa menjalankan nya" Ucap Yoona dengan mengelus secara pelan perutnya.
" Baiklah! aku akan meminta maaf kepada mu" Ujar Yangmulia, yang berbicara di perut Yoona.
" Heii! bayi kecil, Apakah kau bisa mendengar ku? Jika bisa tolong beri tahu ibu mu, jangan selalu marah padaku" Canda Yangmulia, yang membuat Yoona semakin kesal, Meskipun demikian Yoona sebenarnya sangat suka dengan sikap Yangmulia saat ini.
" Kata ibu ku, dia tidak marah kepadamu" Gumam Yoona dengan suara anak kecil.
" Kau! Sejak kapan kau berani menipu ku" Ucap Yangmulia yang kembali memberikan ciuman mendadak kepada bibir Yoona. Namun Yoona hanya diam tanpa perlawanan, karena bagaimanapun dirinya sudah terbiasa dengan setiap serangan mendadak yang diberikan Suaminya.
@@@@@
" Baik! Sekarang saat nya makan buah" Ucap Yangmulia yang mulai menyuapi Yoona dengan potongan buah yang dibawanya tadi.
"Apa kau keluar hanya untuk ini" Gumam Yoona dengan menoel pelan bahu Yangmulia.
" Menurut mu?"
"Sejak kapan anda menjadi begitu perhatian begini tuan" Canda Yoona yang mulai merayu Yangmulia.
" Semenjak aku jatuh cinta kepada mu Nona" Yangmulia membalas candaan Yoona dengan senyuman manis dari bibirnya.
" Berhenti merayuku. Jika tidak, aku tidak akan makan lagi" Yoona membalikkan badannya, membelakangi Yangmulia.
" Ouhh Yasudah, aku akan pergi menyuapi permaisuri saja! Jika dia juga tidak mau, aku akan mencari selir yang lain saja" Ujar Yangmulia yang hendak keluar dari kamar Yoona. Namun Yoona dengan sikap manja nya dengan cepat maraih tangan Yangmulia, dan lalu, mendekapnya dengan begitu erat. Yangmulia juga kembali luluh, saat mendapatkan setiap serangan manja dan sentuhan lembut dari istri yang paling dicintainya.
" Baiklah! Anak pinter mari buka mulut mu" Yangmulia mengelus pelan pucuk kepala Yoona.
*
*
*
@@@@@
Permaisuri Alura sedang mencari cara lagi agar bisa menjatuhkan Yoona, dan membuat agar Yangmulia membenci Yoona.
Siang ini permaisuri sendiri pergi kearea sulam, Dimana teman itu adalah tempat berkumpul para selir Yangmulia yang lain nya.
" Hikkk! Bagaimana kalian masih bisa sangat tenang disini, disaat Tuan kalian, Yangmulia masih saja terus tidur dan tinggal bersama dengan selir Yoon. Apakah kalian tidak ingin bermalam dengan Yangmulia" Alura sengaja menghasut para selir yang lain.
"Kami, sudah memiliki jadwal masing-masing" Jawab mereka serentak.
" Ouh benar kah? Tapi, coba tanyakan selir yang mana? Yang punya jadwal bersama Yangmulia semalam. Coba tanya apakah dia bersama Yangmulia semalam" Alura semakin meracau.
" Aku adalah selir Xin, Yang seharusnya semalam bersama dengan Yangmulia. Namun kasim kim memberi tahu ku, bahwa Yangmulia sedang tidak enak badan, jadi beliau tidak pergi menemui ku semalam" Ucap salah satu selir.
" Benarkah?"
" Benarkah?"
Para selir mulai berbisik satu sama lain, Mereka mulai sedikit percaya dengan ucapan Permaisuri Alura.
" Aku bahkan melihat Yangmulia keluar dari kamar Yoona tadi pagi, Dan Juga pelayan dapur memberi tahu ku, Jika Yangmulia sendiri pergi kedapur dan meminta dilupakan buah-buahan yang akan diberikan untuk selir Yoon "
"Bisa-bisanya selir Yoon" Mereka mulai percaya ucapan Alura.
" Kita tidak bisa biarkan ini terus terjadi" Ujar salah satu dari mereka.
" Aku setuju dengan mu, bagaimana dia bisa menguasai Yangmulia sendiri. Sedangkan kita juga membutuhkan Yangmulia" Alura semakin mempertegas ucapan nya.
"Ta-pi bukan kah kau sudah menjadi permaisuri. Kenapa kau ingin membantu kami " Tanya salah satu Selir yang masih meragukan Alura.
" Ahh! Aku hanya kasihan kepada kalian " Jawab datar Permaisuri.
Seketika saja ditengah pembicaraan mereka Yoona datang dengan Mora. Karena memang akan menyulam bersama selir yang lain hari ini.
" Maafkan aku! Aku terlambat" Ujar Yoona dengan sedikit menunduk.
Semua orang yang ada disana kini hanya diam dan menatap dengan begitu sinis kearah Yoona.
" Kenapa kalian hanya berdiri disini, kenap tidak melanjutkan sulaman" Tanya Yoona yang berusaha memecahkan suasana hening yang begitu cangung sekarang.
Namun Permaisuri Alura dengan cepat berjalan menuju kearah Yoona, dan dengan paksa juga dirinya menurunkan baju Yoona di bagian leher. Sehingga bercak merah bekas kepemilikan yang diberikan Yangmulia semalam terlihat begitu jelas di leher jenjang yang putih milik Yoona.
" Apa-apaan kau? Kenapa kau begitu kurang ajar" Tegas Yoona yang dengan cepat kembali menaikkan bahunya.
" Kalian lihat! semua yang kutakan benar" Tegas permaisuri.
Semua orang kini kembali menatap sinis dan penuh amarah kepada Yoona.
" Bisa-bisanya kau"
" Dasar wanita tidak serakah"
" Dasar wanita murahan"
Umpatan demi umpatan bergema di sekitar Yoona, yang hampir saja tidak kuat untuk mendengarkan nya. Juga, dirinya tidak mengerti apa yang sedang terjadi sekarang.
" Maksud kalian apa? kenapa kalian berbicara seperti itu kepada ku" Tanya Yonna dengan berteriak.
" Masih bisa bertanya"Alura kini mendekati Yoona dan mencengkeram dagu kasar dagu Yoona.
"Kenapa kau selalu menghabiskan malam dengan Yangmulia hahhhh?"
" Kau bukan permaisuri nya! Kau hanya seorang selir, harusny kau tahu bahwa Yangmulia bukan hanya milik mu seorang" Alura melepaskan tangannya lalu mengangkat tangan sebelah kanannya untuk segera menampar Yoona.
plakkk
Benar saja, Tamparan itu mendarat begitu sempurna dipipi Yoona.
" Kau pantas mendapatkan itu" Saut selir yang lainnya.
Yoona kini hanya menunduk dengan perlahan meneteskan air mata.
" Kau lihat aku" Alura mengangkat dagu Yoona.
"Dasar wanita cengeng" Ucap Alura yang kembali memberikan tamparan kencang dipipi Yoona.
Namun seketika saja!
" Hentikan apa-apaan kau Permaisuri "
Hentak Ibusuri yang berajalan cepat dan segera menjauhkan Yoona dari Alura.
plakkk
Ibu suri memberikan Tamparan keras dengan mendadak kewajah Yoona.