
" Aku baik-baik saja Mora"
Yoona berjalan dengan santai memasuki sebuah ruangan tempat Yangmulia dan Ayahanda sedang menanti nya.
" Mora, bisakah kita putar balik lagi saja, ini tidak baik jika di lanjutkan Mora" Ucap Yoona saat melihat sebuah pedang yang sangat tajam dan panjang itu sedang di hanus oleh Yangmulia.
Mora menahan tawanya, menutup mulutnya dengan tangan.
" Mora, jangan tertawa" Ucap nya.
" Heii kau" hentak Yangmulia.
Yoonahe bergerak maju secara perlahan.
" Buka penutup wajah mu itu" Perintah Yangmulia.
"Pria ini sepertinya memang ingin membunuh ku" Batin Kinaya.
"Heii" Yangmulia mengangkat pedang nya kearah dagu Yoona.
" Turunkan pedagang mu" Ayahhanda agung melarang Yangmulia dan perlahan mendekati Yoona.
" Kau,, adalah Yoonahe bukan? dan kau putri dari Yoonshik"
Kinaya hanya mengangguk.
" Pertama katakan mengapa kau menutupi wajah mu itu"
"A-ku ....(Kinaya kebingungan) A-ku hanya ingin suami ku saja yang melihat wajah ku Tuan"
" Aku Raja mu, dan kau Selir ku, maka buka sekarang" perintah Yangmulia.
" Kau diam" Ayahanda meminta nya.
" Dan, pertanyaan kedua mengapa kau mencuri makanan"
"A-ku... A-ku" Yoona terus saja mengaruk kepalanya yang tak gatal itu.
" Kau.. gadis bodoh. masih saja tidak mau mengaku" Yangmulia murka lalu mencengkeram dagu Yoona.
"Ashhh" Desis Yoona kesakitan. Tapi hati nya lebih sakit saat mendengar kata gadis bodoh keluar dari mulut Yangmulia.
Yang mulia kini bertindak semakin parah, ia sangat marah karena Yoonhe tidak mau berbicara apa yang sebenarnya terjadi.
Yangmulia kini akan segera menarik penutup wajah Yoonahe.
" Tidak, tidak jangan lakukan itu. Aku mohon" batin Yonnahe.
" Hentikan" Himchan masuk.
" Ka.. mengapa kau selalu membela gadis bodoh ini" Yangmulia menghampiri Himchan dan menunjuk ke arah Yoonahe.
" Kau bisa tidak jangan terlalu kasar pada wanita" Hentak Himchan mengakat bahu nya ke Keizen.
" Dia selir ku, dan dia juga sudah mencuri. Sudah menjadi hak ku untuk melakukan apapun kepada nya" Keizen (Yangmulia) membalas tikaman dibahu Himchan.
" Kalian Berhenti" Perintah Ayahanda agung yang melihat kedua anaknya yang sudah di kuasai dengan emosi yang tak terbendung lagi.
" Nona kau kemari" Perintah nya.
Yoona mendekat, dan secara hati-hati melewati kedua manusia yang sudah di kuasai amarah itu.
"Kau apakah kau mengenal aku" Tanya Ayahanda agung.
" Anda adalah tuan Ryon-shoek. Raja yang memerintah selama hampir setengah abad dan anda adalah raja termuda yang pernah menaklukkan musuh dengan mudah" Jelas Yoonahe.
" Katakan lagi" Ucap datar Ayahanda agung.
***
"Apa aku sudah salah bicara" batin Yoonna secara refleks menutup mulutnya dengan tangan.
" Katakan" Hentak Ayahanda.
" Anda juga adalah Raja yang bijaksana tuan, dibawah kepemimpinan mu semua rakyat makmur sentosa" Jawab datar Yoona.
Himchan dan Keizen tercengang mendengar Jawaban datar dari gadis Selir itu.
Namun siapa sangka jawaban sungguh membuat Ayahhanda Agung tersenyum dengan sumringah. Karena sedari tadi gadis ini sudah memuji nya.
" Kau benar-benar gadis yang luar biasa" Ayahanda memuji nya dan memberikan tepuk tangan.
" Huuf ....terimakasih guru sejarah ku. meskipun aku tidak pernah memperhatikan tugas ku" batin Kinaya merasa lega.
" Kau masih tetap harus di hukum dan kami akan memutuskan hukuman mu terlebih dahulu, sebaiknya kau ucapkan dulu salam perpisahan kepada kerabat mu" Ucap Yangmulia yang berbisik di telinga Yoonahe seraya berjalan.
Sementara itu Himchan" Kau tenang saja, aku akan membantu mu" Himchan menepuk pelan pundak Yoonhe.
Yoonhe keluar dari ruangan itu. Lalu menghampiri Mora yang sudah tampak khawatir berdiri di depan pintu kayu besar itu.
" No-na kau baik-baik saja" Mora memeriksa setiap inci badan Yoonahe.
" Mora kau berlebihan" Mengejek Mora.
Tidak lama permaisuri datang untuk melihat Hukuman apa yang akan di berikan kepada Yonnahe karena sudah mencuri.
" Anna! Aku sangat yakin kalau gadis itu sekarang sangat menderita" Ucap Alura tanpa melihat ke arah depan.
" Ta-pi nona. i-tu" Anna terbata.
" Ahh kau tidak perlu kasihan terhadap gadis itu! Aku tahu kau pasti sangat bahagia bukan" Ucap nya membalikkan badan kedepan.
" No-na permisi" Ucap Yoonahe tersenyum dengan posisi tangan di lipat di hadapan bahu nya.
" Anna Kenapa kau tidak memberi tahu ku" Permaisuri menutupi wajahnya dengan menggunakan tangan kirinya.
" Mora apakah kau tahu. Ada seseorang yang berbicara disini, tapi aku tidak melihat wajah nya" Yonnhe mengejek Permaisuri.
"ee.. Kau" permaisuri geram.
sedangkan Mora sedang menahan tawanya.
____
Tidak lama jung datang dengan sangat khawatir.
" Yonna ku, kau baik-baik saja" Jung melangkah cepat memengang pipi keponakan nya itu.
" Eonni, aku baik-baik saja kau lihat"
Meskipun melihat Yonnahe baik-baik saja Jung tetap curiga. Tentang hukuman apa yang di berikan kepada Yonnahe, dan mengapa harus di bahas seserius ini.
" Semoga kau selalu baik-baik saja" Jung mengelus lembut pucuk kepala Yoonahe.
" Anna,, apa aku sedang menonton drama?" Permaisuri bereaksi lagi.
Hingga sampai pintu besar itu terbuka, dan Yangmulia keluar dengan sangat gagah.
Di susul Himacan serta Ayah handa di belakang nya.
" Jung bertanya mengunakan bahasa tubuh nya kepada Himchan.
Namun Himcan, hanya mengangkat bahu nya seolah tidak tahu apa-apa.
" Bagus,, jika kalian semua sudah berada disini.Jadi aku tidak perlu mengumpulkan semua orang
Aku sudah memutuskan untuk memberikan 100 kali cambukan kepada gadis pencuri ini. Namun karena Ayahanda agung memberitakan keringanan kau hanya di asing kan, Selama 1 bulan" tegas Yangmulia
" Apa yang kau lakukan. Aku hanya menyuruh mu mengasingkan dia selama satu Minggu bukan satu bulan" Hentak Ayahanda.
" Hukuman itu terlalu ringan, untuk seorang pencuri yang tidak mau mengaku seperti dia" Yang mulia menatap sinis ke arah Yoonahe.
Lalu melangkah pergi dari hadapan mereka.
Dan bahkan seorang Himchan pun tidak dapat menghentikan apa yang sudah di putuskan Yangmulia.
Sementara itu, permaisuri justru merasa sangat senang dengan keputusan dari Yangmulia.
*****
" Mora, aku akan di asingkan kemana" Tanya Yoonahe yang mulia meresa khawatir dengan keputusan Yangmulia.
" Pasti itu tempat yang sangat kumuh dan kotor kan, dan itu pasti tempat banyak hewan buas kan" Itu yang Yoonahe ketahui saat menonton film kolosal tentang di asing kan di kerajaan.
Mora tertawa lepas melihat tingkah laku Nona nya.
" Mengapa kau tertawa mora! apakah semua itu benar! Ahh aku tidak peduli. Dan kau mora tidak perlu mengatakan nya" Yoona menutup telinga lalu melangkah cepat.
" Nona yang aneh" Gumam Mora yang sangat puas menertawakan Yonnhe yang semakin aneh itu.
Sementara itu Yoonahe terus saja frustasi, dengan semua masalah ini.
Dia hampir saja mati karena cambukan semalam, dan sekarang harus mati karena binatang buas.