
" Aku fikir kau akan menyusul nanti" Gumam Yoona seraya melepaskan tangannya dari Yangmulia.
"Aku sangat merindukanmu bagaimana bisa aku menyusul nanti?"Ucap Yangmulia yang berbisik serta mendekatkan bibirnya keleher jenjang milik Yoona.
" Apa yang kau lakukan! Sebaiknya kita makan saja" Lirih Yoona dengan sedikit mendorong tubuh Yangmulia, sebelum yang mulia berbuat semakin jauh disini.
"Bagaimana anda bisa begitu cepat kesini" Tanya Yoona yang penasaran.
"Aku seorang Yangmulia bukan kah begitu mudah bagiku" Canda Yangmulia yang terus saja memasukkan makanan kemulutnya.
"Aku serius?" Lirih Yoona yang mengetahui bahwa bagi seorang raja bukan lah hal yang mudah untuk keluar dari istana dengan begitu saja.
"Aku meminta izin ke ayahanda agung untuk merawat istriku yang paling kusayangi"Ujar Yangmulia dengan memasukkan makanan kedalam mulut Yoona.
Yoona yang mendengar ucapan itu dari Yangmulia, hanya diam dengan sedikit tersipu.
"Kau tersenyum" Ucap Yangmulia yang masih menyuapi Yoona.
" Aku tidak tersenyum" balas Yoona dengan bergantian menyuapi Yangmulia.
Suasana menjadi sangat riuh, saat Yoona dan Yangmulia saling bercanda ria sambil menikmati sarapan mereka, dengan suasana pedesaan yang masih sangat asri.
" Tuanku aku ingin makan lagi..." Lirih Yoona saat Yangmulia hendak beranjak.
" Bukan kah kau sudah makan begitu banyak?"Tanya Yangmulia yang mematung menatap Yoona yang kini berekspresi sedih.
"Kau yakin mau makan lagi?" Tanya kembali Yangmulia yang memastikan karena Yoona baru saja mengahabiskan banyak makanan.
" Tentu tuanku! Apakah kau tidak tahu, aku sekarang makanya berdua?"
"berdua?" Yangmulia merasa heran dengan apa yang dimaksud dengan berdua sedangkan Yoona hanya sendiri.
" Ya berdua dengan bayi kita" Ucap Yoona seraya memanjakan sedikit perut nya dengan sedikit mengelus perutnya yang masih kecil itu.
" Ouh baiklah! Kau mengunakan bayi kita untuk memeras ku" Canda Yangmulia yang membuat Yoona sedikit meringankan bibirnya dan tersenyum.
" Pelayan bawakan satu porsi komplit lagi kedalam" Seru Yangmulia yang meminta pelayan.
____
Setelah selesai menghabiskan makanan, mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju sebuah mansion sederhana dengan pemandangan perdesaan yang sangat asri.
"Tuan ku ini rumah siapa?" lirih Yoona yang perlahan memasuki area rumah.
" Ini rumahku, aku sering kesini dahalu, saat aku merasa bosan dengan istana yang dipenuhi oleh perebutan kekuasaan" Ujar Yangmulia , yang kini sedang membuka pintu tempat itu.
" Apakah kau keberatan, tinggal ditempat seperti ini bersamaku"Tanya Yangmulia memastikan.
" aku sangat menyukai tempat ini" Balas Yoona yang kini melihat-lihat isi rumah.
YOONA dan Yangmulia hanya berudua kali ini, karena Yangmulia memerintahkan untuk prajurit untuk kembali keistana karena kali ini ia dan Yoona akan hidup seperti rakyat biasa.
*****
" Tuan ku! Apakah kau bisa berlama-lama..diisini" Tanya Yoona yang kini bersandar dibahu Yangmulia dengan posisi tangan Yangmulia berada didepan dada Yoona.
"Aku hanya bisa satu Minggu disini! Maka lakukan apa saja apa yang ingin kau lakukan" Lirih Yangmulia ditelinga Yoona dengan sedikit membelai mesra rambut Yoona.
" Apakah kau sudah baik-baik saja" Tanya Yangmulia yang seketika merenggang kan pelukannya dan menatap begitu dalam kearah Yoona.
" Kenapa menatap ku seperti itu" Yoona bertanya karena tatapan Yangmulia dengan begitu tajam.
"Jawab pertanyaanku" Balas Yangmulia.
" Aku sudah baik-baik saja tuanku" Gumam Yoona meyakinkan Yangmulia.
"Tapi kenapa kau memintaku untuk tidak menindak lanjuti kasus mu" Ucap Yangmulia yang kembali menarik Yoona kedalam pelukannya.
"Karena aku ingin anda berlibur dengan ku, Tanpa memperdulikan urusan istana lagi" Bohong Yoona karena tidak ingin memberi tahu Yangmulia bahwa sebenarnya Alura lah yang berencana ingin membunuhnya.
"Baiklah jika bagitu, maka mari rayakan liburan kita malam ini" Seru Yangmulia yang tiba-tiba mengangkat tubuh Yoona dan membawanya masuk kedelam kamar mereka.
" Apa yang akan anda lakukan!" lirih Yoona yang sebenarnya sudah mengetahui maksud Yangmulia.
*
*
*
Setelah Semalam
Pagi hari di kamar Yoona. Gadis itu tidak bangun pagi seperti biasanya. Ada banyak hal yang menghambatnya sejak dini hari. Salah satunya adalah aktivitas panasnya bersama sang Raja yang kini sedang tidur sambil telungkup di sampingnya.
Gadis itu mengangkat kedua lengannya dan meregangkan seluruh otot-otot tubuhnya. Kemudian dengan sedikit tarikan, ia tarik sedikit dagunya hingga menimbulkan bunyi 'krek krek' dari lehernya.
" Yoona..?" Dengan manis, Sang Raja memanggil wanita di sampingnya.
Yooona menengok dan mendapati Yangmulia Raja sedang duduk dan bertelanjang dada. Matanya langsung menuju pada dada bidang dan ketegasan otot perut yang semalam menindihnya.
Gadis itu pun terkesiap, sambil menutup mulutnya yang menganga, dirinya juga menarik kembali selimutnya. "Ya-Yang Mulia Raja ...," desis Yoona.
"Hmmm...?" jawab Sang Raja sambil melirik Yoona dengan menggoda.
"Kenapa kau malu?"
" Aku tidak malu! Sepertinya aku harus bergegas, Tuan ku" jawab Yoona sambil memunguti baju nya yang berserakan dilantai.la ingat, sangat ingat saat sang Raja menyentuh dirinya. Yoona berkaca pada cermin yang ada di kamar mandinya. Bekas keunguan sisa percintaan semalam masih terlihat begitu pekat di sekujur tubuhnya.
"Kenapa semalam aku bisa terlena seperti itu?" gumam Yoona menyalahkan dirinya.
"Ini gila," ujarnya sambil meremas kepalanya.
" Yoona..."Ujar Yangmulia yang maksa masuk kedalam kamar mandi, namun ditahan oleh Yoona dari arah luar.
____
Yoona mulai terbiasa dengan suasana pedesaan dan tidur dengan Yangmulia hampir setiap malam.
Yoona melangkah keluar dari kamar mandi, menuju kearah dapur saat Yoona mencium bau enak dari arah sana.
" Tuanku.. Apa yang kau lakukan?"
"Buatkan sarapan untuk istriku" Lirih Yangmulia yang membuat Yoona tersipu malu.
" Kenapa kau masih berdiri disitu cepat bantu aku" Ujar Yangmulia, menyandarkan Yoona dari lamunannya.
"oke baiklah! Aku akan kesitu" Ucap gembira Yoona yang bejarjan mendekati tubuh Yangmulia.
"Apa yang bisa ku bantu"Tanya Yoona.
"Kau! Bantu aku mengaduk itu" Perintah Yangmulia kearah sup yang sedang dimasaknya.
Sementara diirinya mencuci tangan..
"Apa yang anda lakukan" Lirih Yoona saat menyadari tangan Yangmulia kini sudah berada diperut Yoona, memeluk dan mendekap tubuh Yoona dari belakang.
"Aku hanya ingin bermanja dengan istriku" Ucap Yangmulia dengan meletakkan kepalanya di pundak Yangmulia.
"Tapi bagaimana jika ada yang melihat kita"
" Apakah lupa! Kita tidak berada diistana nona Yoona" Ucap Yangmulia, yang kini mengecup pipi Yoona.
"Aaaaaaa... Berhenti " ucap Yonna yang melepaskan tangan Yangmulia dari pinggangnya, karena takut jika suaminya akan kembali bertingkah seperti semalam.
Yangmulia Keizen hanya mematung dan tersenyum menatap Yoona.
"Berhenti tertawa" Pekik Yoona kepada Yangmulia.
" aku tidak tertawa" Jawab Yangmulia, yang kini berdiri dengan mengulungkan kedua tangannya di dada.
*********
Terimakasih untuk yang masih setia baca.