
"Nona Jung" Seru pelayan dari jauh.
"Tuan Himchan mencari anda"
Jung yang mendengar itu bergegas menghampiri Tuan nya Himchan.
Dan Yonnahe masuk kedalam kamar nya.
" Nona, kau tidak apa-apa" Tanya Mora khawatir.
" Aku baik-baik saja mora" Ucap nya.
" Kenapa anda pulang pagi Nona?"
"syutttttt" Yonna mengisyaratkan Mora untuk diam.
"Cerita nya panjang, akan ku jelaskan nanti Mora".
"Aku ingin istirahat sebentar, kau boleh pergi Mora" Perintah nya.
Kini, Yonnahe duduk di samping kasur nya melipat lutut nya dengan kedua tangan.
"Kenapa aku bisa berkelahi? Apakah karena tubuh gadis ini? dan ingatan apa yang muncul tiba-tiba itu. Lalu siapa pria yang mengejar gadis ini? sepertinya wajah nya tidak begitu asing. Aku pernah melihat nya tapi Dimana?" Pertanyaan beruntun yang keluar dari fikiran Kinaya, yang mencoba mengingat secara perlahan, tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada Yonnahe.
Kini Kinaya bangun dan hendak mandi. Tapi seketika kepalanya terasa sakit lagi, ia tak kuasa menahan nya kali ini. Tubuhnya melamah sehingga raganya kini terjatuh di lantai. Dengan sigap seorang pelayan yang berjaga di luar bergegas masuk menolong nya dan merebahkan tubuh Yonnahe ke atas kasur.
\*\*\*\*\*
Saat Yonnahe sadar kembali semua orang berada di sana. Himchan, Jung dan Mora menatap penuh ke khawatiran pada nya.
" Mora! A\_pa yang terjadi" Tanya nya yang tidak tahu apa-apa yang sedang terjadi.
"Kau tidak sadar kan diri" Ucap Jung yang secara perlahan duduk di sisi ranjang mengengam tangan Yonnhe.
huk..
huk..
Jung sepertinya sedang tidak baik-baik saja, ia terus saja batuk dan mengeluarkan darah.
" Eonni, aku baik-baik saja. Sekarang aku mohon kepada anda untuk beristirahat" Pinta Yonnahe.
Himchan dengan sigap memapah tubuh istrinya yang sudah sangat lemah itu dan tidak henti-henti nya batuk berdarah.
Setelah semua orang keluar dari ruangan itu, dan hanya Mora yang masih tetap tinggal.
"Nona, sebaiknya anda tidak keluar istana lagi nanti malam. Tabib istana berkata kau kurang beristirahat jadi tubuh mu melemah" Saran Mora.
" Tidak Mora, aku tetap akan melakukan itu"
"Tapi No-na. Jika kita ketahuan mencuri makanan istana maka anda akan mendapatkan hukuman yang sangat berat" Jelas mora.
" Aku lebih baik menerima semua hukuman itu Mora, daripada melihat anak-anak yang tidak berdosa itu kekurangan gizi di luar sana, karena harus memakan makanan yang tidak layak itu. Mora, bisa kah kau percaya padaku, aku akan baik-baik saja" Jelas Yonnahe dengan mengengam tangan Mora.
" Baik nona. Tapi sekarang sebaiknya anda istirahat saja" Pinta mora yang perlahan meninggalkan ruangan itu.
\*\*\*\*\*
Setelah Mora keluar, Kinaya mencoba mengingat apa yang terjadi pada nya beberapa saat waktu. ia mengigat bahwa kepalanya sangat sakit, namun ia tidak merasa bahwa dirinya pingsan dan hanya mengira dirinya sedang tertidur saja.
Kinaya teringat dengan mimpi nya ia melihat tentang tubuh Yonnhe ini.
" Malam itu seseorang pria mengejar nya, tampak ada seorang wanita di belakang nya. Wanita itu adalah ibu tiri Yoonahe dan pria itu sudah jelas adalah orang suruhan nya.
Ini terjadi di hutan rindang yang biasa aku lalui. Dan gadis ini tergelincir disana.
Yonnahe yang malang.
yang selalu dimaki oleh saudara ibu tiri nya maupun anak dari beberapa perkerja di rumah bangsawan itu, bahkan pelayan rumah itu pun pun tak segan mencaci dirinya, tanpa memandang status.
Hingga suatu hari Yonnahe mengalami keracunan makanan membuat dirinya di ambang kematian, Dan ia berusaha menyelamatkan diri berlari ke arah hutan berharap seseorang menyelamatkan nya.
Namun dia justru tergelincir di saat kematian datang menghampirinya, tiba-tiba saja Yonnahe bangkit kembali dari kematiannya, tetapi dengan roh yang berbeda. Roh dari aku, Kinaya yang berasal dari dunia tahun 2022 masuk ke dalam tubuh Yonnahe ini"
Kinaya menyimpulkan mimpinya.
"ouhhh jadi ini yang sebenarnya terjadi!.
Dan, apakah gadis ini sudah tiada?. Atau bisa jadi aku yang sebenarnya sudah tiada" Kinaya khawatir.
Hari sudah berganti malam.
Dan, malam ini semua selir akan menghadiri makan malam istana. Yang di hadiri oleh seluruh anggota keluarga istana, dan yonnhe tidak ikut serta, karena Himacan dan Jung sudah meminta izin, agar Yoonahe bisa beristirahat.
Namun Kinaya sangat merasa bosan jika hanya berdiam diri kamar ini saja.
Kinaya lalu berjalan perlahan mengendap-endap menuju ke arah dapur dan kembali mencuri makanan lagi.
Namun karena Mora melarang nya keluar istana, jadi Mora sendiri yang akan memberikan makanan itu.
Mora mengikuti perintah Yonna untuk membagikan nya di desa paling dekat saja. Karena tidak baik seorang gadis seperti Mora melintasi hutan terjang yang sangat berbahaya.
Mora melakukan sesuai perintah. Menutup wajahnya seperti yang biasa dilakukan Yonna.
Dan mengetuk secara perlahan pintu rumah warga lalu memberikan mereka makanan itu.
Betapa tercengang nya Mora saat melihat wajah para warga yang terlihat sangat bahagia saat dirinya memberikan sedikit makanan kepada mereka, juga wajah anak-anak yang sangat kurus tersenyum sangat lebar saat memakan makanan yang di berikan nya.
Sekarang Mora mulai mengerti bahwa yang di lakukan nona Yonnahe, adalah hal yang luar biasa demi kesejahteraan rakyat.
" Kau, memang calon Ratu yang sesungguhnya Nona" Gumam Mora dan bergegas kembali ke istana.
*****
Di istana, Kinaya tampak tidak tenang, ia khawatir karena Mora tak kunjung kembali.
" Apakah gadis itu, baik -baik saja?" Gumam nya gelisah.
Tidak lama seseorang mengetuk pintu dan itu adalah Mora Dengan sigap kinaya memeluk tubuh Mora.
" Syukur lah kau baik-baik saja" Ucapnya membelai puncuk kepala Mora.
Mora lagi-lagi tercengang karena kali ini Nona nya memeluk nya.
" Nona, kau tidak seharusnya memeluk ku" ucap Mora melepaskan pelukan Kinaya.
" Tak apa Mora Anggap saja kalau itu sebagai ucapan terimakasih ku, karena kau sudah mau membantu ku" Ujar Kinaya.
Mora tersenyum melihat ke arah nona nya yang benar -benar berbeda sejak kecelakaan itu.
Nona nya semakin dewasa, nona nya dengan sikap yang sangat baik dan nona nya yang begitu peduli kepada orang lain.
******
Kinaya kini menatap ke arah luar, banyak Selir lain nya yang baru saja selesai makan malam bersama dengan Yangmulia.
" Aku juga, sebenarnya sangat ingin bertemu dengan mu yang mulia" Batin Kinaya.
"Ais tidak mengapa tiba-tiba aku jadi memikir kan itu. Tujuan ku sekarang memberikan warga makan dan lalu mencari jalan keluar agar aku bisa pulang ke Dunia asli ku."Ucap Kinaya. Dan aku tidak punya waktu dan hak untuk jatuh cinta disini kerena ini bukan lah tempat ku.
*
*
*
Terimakasih yang sudah setia baca♥️