
Dero yang mendengar bahwa Kinaya sedang sakit langsung saja menuju ke arah ruangan gadis itu berada.
Kinaya sudah kembali sandar kan diri, hanya saja suhu badannya masih tinggi.
Dero mengahampiri Kinaya.
Dero menatap Kinaya dengan tatapan yang sulit di artikan, karena melihat tampilan Kinaya yang selalu memukau, Dero pun menoleh ke arah para prajurit, yang menatap Kinaya dengan tatapan nafsu dan memuja, ada perasaan emosi dan tak rela jika mereka menatap Kinaya seperti itu, dia lalu berdehem cukup keras dan berkata “jaga mata kalian” ucap Dero dengan suara dingin dan tegas, mengisyaratkan jika Dero terlihat sedang emosi atau marah, sontak semua prajurit pun langsung menundukkan kepalanya, takut dengan kemarahan Dero.
“Apa yang sebenarnya terjadi”- Tanya Dero khawatir.
Namun Kinaya yang mendengar kan itu, sedikit tercengang bahwa Dero tidak mengetahui apa yang terjadi. Sedangkan Kinaya berfikir jika Dero lah yang sudah menyelamatkan nya semalam.
“Ternyata itu bukan dero, lalu siapa”pertanyaan itu tiba-tiba muncul di benak kinaya.
“Kinaya, kamu ga kenapa-kenapa kan?
Pertanyaan dero menyadarkan Kinaya dari lamunannya yang sedang berfikir tentang siapa pria semalam.
“Aku ga kenapa-kenapa, hanya sedikit kelelahan, sebentar lagi juga membaik”Jelas kinaya.
Tidak lama kemudian seorang pelayan istana berlari menuju ke arah kinaya.
“Kinaya kinaya kamu di minta untuk segera kembali kedapur”Ucap pelayan itu terengah- ngah.
“Kenapa, apakah ada yang salah dengan bubur ku” tanya Kinaya penasaran seraya perlahan mulai bangkit dari duduknya.
“Tidak, bukan soal itu. Tapi ini soal ratu agung yang mencari mu untuk membuat kan sup yang Pernah kau buat untuk pengeran saat itu” jelas nya.
“Pangerang kenapa “Tanya Dero yang tidak mengetahui keadaan pangeran.
“Pangeran sedang sakit tuan, suhu badannya sangat tinggi, Kemungkinan besar pilek, dan sekarang tabib istana sedang memeriksa nya” jelas pelayan lagi.
Dero yang mendengar itu langsung saja bergegas menuju istana pangeran, sedangkan Kinaya dengan sigap berlari ke arah dapur, meski pun tubuhnya masih tidak baik- baik saja. Namun kesehatan pangeran lebih penting dari apapun.
Kinaya tiba di dapur mencari beberapa bahan yang di butuhkan untuk membuat sup penurun panas itu, hingga setelah beberapa menit berlalu Kinaya sudah berhasil membuatkan nya.
Dan pelayan istana pangeran pun langsung saja, membawakan nya ke pangeran.
Di kamar pangeran sendiri ada sang permaisuri dan Ratu agung yang sangat khawatir dengan ke adaan pengeran.
Perlahan mata pangeran mulai terbuka, ia menyuruput sup yang di bawa kan pelayan itu.
Hingga Akhirnya matanya terasa sangat ngantuk, lalu tabib istana menyarankan pangeran untuk memejamkan matanya dan Istirahat sebentar.
Hingga pangeran bangun kembali badannya sudah kembali enakan.
Sementara itu Ratu agung bertanya kepada pelayan istana raja Mengapa pangeran bisa sakit begini sedang kan kemarin ia masih baik-baik saja.
Namun tidak ada yang mengetahui pasti penyebab pangeran bisa parah ini, namun ada beberapa dari prajurit yang melihat pangeran kembali ke dalam kamar dalam ke adaan basah kuyup di terjang hujan deras semalam.
Ratu agung lalu bertanya kepada permaisuri.
“Apakah ia datang menghampiri mu semalam” Tanya nya kepada permaisuri.
“Tidak yang mulia, pangeran tidak menemui ku semalam” Jawab permaisuri datar.
“ Kemana perginya dia di tengah badai semalam” gumam Ratu agung semakin penasaran.
Ratu agung pun dan permaisuri meningkatkan istana Raja, hingga tidak lama kemudian Dero datang menghampiri.
Namun saat Ratu agung keluar tadi memberi tahu untuk tidak ada siapapun yang masuk keruangan pangeran saat ia sendang istirahat.
Dero pun membalikkan langkah nya dan menuju ke kantor istana.
Sedangkan di sisi lain, Kinaya karena sudah membuat kan sup untuk pangeran maka mendapatkan keringanan dari ratu agung, untuk di perbolehkan istirahat dan tidak berkerja hari ini.
Suara Kinaya semakin parau, ia lalu meminum sisa sup yang di masak nya untuk pangeran.
Setelah selesai meminum nya ia sama hal nya dengan pangeran is tertidur pulas sekali.
Hingga akhirnya terbangun kembali karena sebuah mimpi buruk yang di alami nya.
“ Di dalam mimpi nya itu Kinaya bertemu dengan seorang pria tua mengunakan baju serba putih, datang menghampiri nya dan berkata bahwa hanya ada satu cara agar Kinaya bisa keluar dari dalam novel ini. Yaitu hanyalah pangeran negri ini yang sebentar lagi akan menjadi raja lah yang bisa membawa Kinaya kembali ke negri asalnya”
Kinaya tersentak ia bahkan tidak mengenal siapa pengeran di negeri ini, ia hanya mendengar sedikit cerita tentang nya dari Risa.
Ia bahkan tidak pernah melihat secara langsung pangeran itu. Bagaimana caranya ia harus bisa dekat dengan pangeran agar bisa kembali ke negeri asalnya.
Namun meski pun begitu Kinaya tetap berusaha untuk mencari cara agar bisa mendekati pengeran dan akan berusaha untuk bisa kembali ke negri asalnya.
Ia langsung saja beranjak dari tempat tidur nya menuju ke arah keluar, melihat matahari yang mulai terbenam.
Tidak baik untuk pulang, karena Kinaya masih sedikit trauma bagaimana jika preman itu masih menunggu nya di tempat semalam.
Kinaya akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di istana malam ini.
Karena ia merasa sedikit bosan dan tidur pun masih tidak mengantuk Kinaya akhirnya memutuskan untuk berkeliling melihat area istana yang sangat luas ini.
Ia terus saja melangkah kan kaki nya tanpa tau arah. Kemana ia akan beranjak, dengan penuh harap jika ia bisa menemukan ruangan misterius seperti yang ia temui di panti asuhan.
Berharap di istana yang megah ini juga ada ruang misterius yang menyimpan novel kuno itu.
Namun itu tidak mungkin menemukan nya disini.
Tapi seketika Kinaya memberhentikan langkah nya saat melihat ke arah jembatan yang sangat indah dengan hiasan lampu lampion di sekeliling nya.
Kinaya melangkah kaki nya kesana, namun tidak lama pangeran datang menghampiri nya. Pangeran sama hal nya dengan Kinaya merasa bosan kerena seharian beristirahat.
Pangeran memang sedang tidak mengunakan baju istana, ia hanya mengunakan baju biasa yang terlihat seperti rakyat biasa.
“Sedang apa kau disini” ucap pangeran seraya menaruh dagu nya di bahu bagian belakang Kinaya.
“haaah” Kinaya kaget melihat pria yang sudah lama tidak ia temui bisa bertemu kembali lagi di istana.
“Seharusnya aku yang bertanya” ujar Kinaya.
Pangeran ternyata lupa bahwa kinaya tidak mengetahui bahwa ia adalah seorang pangeran istana.
Heii.. tanya Kinaya lagi.
“Ehhh iya aku lupa memberi tahu mu, bahwa aku sebenarnya berkerja di istana" Ucap pangeran berbohong.
“Benarkah? kenapa aku tidak pernah melihat mu" Tanya Kinaya.
“ Ya aku terlalu sibuk akhir-akhir ini" jelas pangeran.
“Apakah kamu baik- baik saja” Tanya Kinaya.
“Kenapa bertanya seperti itu” jawab pangeran.
“tidak, hanya saja suara mu parau” Jelas Kinaya.
“ouh aku sedikit flu kehujanan semalam” ujar pangeran.
“Kehujanan?”
“ Eumm bukan kah semalam hujan?'
Seperti nya Kinaya memang tidak menyadari bahwa pria yang saat ini depan nya adalah pangeran. Bahkan Kinaya tidak mengingat jika yang menolong nya semalam adalah pria yang saat ini berada di hadapan nya.