
"Ibu! Aku sangat merindukan mu, apakah dia akan merindukan ku? jika iya, ibu tidak perlu khawatir putri mu baik-baik saja disini. Aku berjanji pada mu untuk tetap hidup " Batin Kinaya dengan air mata yang menetes, dan perlahan memeluk Jung lebih erat.
Jung, perlahan mengelus pelan bagian belakang rambut Yonnahe yang terurai panjang. Sedangkan Kinaya masih menengelam kan wajah nya di bahu Jung.
" Eouni, bisa kah kau berjanji pada ku, untuk tidak meninggalkan ku" Bisik Kinaya di telinga Jung, seraya perlahan mulai mengakat kembali mukanya, lalu mengengam erat kedua tangan Jung.
Jung tercengang, saat permintaan itu keluar dari mulut Yonnahe. Sedangkan ia sendiri sudah mengetahui jika hidup nya tidak akan lama lagi. Namun untuk berusaha menenangkan Yonnahe, Jung pun perlahan mengusap Air mata di pipinya, lalu berkata.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu sampai kapanpun, jadi percayalah pada ku" Lirih Jung.
Kinaya yang mendengar kan itu kembali tersenyum dan karena permintaan Jung, memintanya untuk makan.
Kinaya makan secara perlahan, karena tubuh nya memang masih sangat lemas, setelah pertempuran semalam.
******
Kinaya kini memutuskan untuk tetap menutup wajahnya dan menjalani hidup sebagai identitas Yonnahe. Juga berusaha menjauh dari Ryo, karena tidak ingin kesalahan yang di lakukan semalam di ketahui oleh Yangmulia.
******
*
*
Sudah tiga hari berlalu.
Sejak kejadian malam itu, Yonnahe tampak murung dan hanya melamun saja di dalam kamar Atau sesekali keluar kamar, hanya untuk menghirup udara segar di tepi danau di sebelah kamar nya.
Yonnahe yang sekarang benar-benar tampak tidak memiliki gairah untuk hidup, ia bahkan terus saja memikir bagaimana ia bisa bertahan hidup disini, ini dunia yang sangat tidak cocok bagi nya, di tambah lagi kesalahan yang di lakukan nya malam itu bersama Ryo.
_____
Himchan dan Jung menyadari keanehan pada keponakan nya itu.
Lalu setelah berfikir panjang Mereka akhirnya memutuskan untuk memberi tahu Yonnahe untuk melakukan hal yang dia suka.
" Yonna, mau kah melakukan hal yang kamu suka" Tanya jung yang perlahan datang menghampiri nya, yang sedang berdiri di tepi danau.
"Eouni. Apakah boleh?"
" Tentu, kau boleh melakukan apapun yang kamu mau"
" Aku ingin memasak" Jawab lantang Kinaya.
Jung, tercengang mendengar kata memasak, karena dari keluarga bangsawan Yoonshik dilarang seorang wanita masuk dapur. Dan satu lagi apakah, yonnahe bisa memasak?.
"Tentu!! boleh " jawab Jung seraya tersenyum.
" Aku biarkan saja, lagi pula sekarang bukan lah di keluarga Yoonshik "batin Jung.
Setelah kembali dari istana utama saat ini Kinaya sedang berada di dapur bersama Mora. Awalnya Mora selalu melarang Yonnahe untuk berada di dapur tetapi setelah Yoona memasak untuk Mora dan rasanya enak akhirnya Mora membiarkan Yonnahe berada di dapur.
Sebenarnya Mora di buat kagum oleh rasa masakan dari Nona nya, dia sempat berpikir sejak kapan Majikannya bisa memasak tapi dia putuskan untuk tidak bertanya lebih jauh, yang penting sekarang Nona nya sudah lebih ceria lagi tidak seperti kemarin-kemarin.
Sekarang Jung, sedang melihat keponakan nya memanaskan coklat dia cukup penasaran apa yang akan keponakan nya masak untuk dirinya dan Mora, tapi dia tidak ingin mengganggu konsentrasi Yonnahe. Dan pada akhirnya hanya melihat Yonnahe memasak.
\*\*\*\*
Setelah 1,5 jam kemudian masakan yang di buat kinaya telah matang, Kinaya hari ini dia memasak rendang, sup ayam, minumannya es jeruk dan untuk penutupnya dia membuat kue coklat larva yang sering dia buat saat masih menjadi asisten koki di restoran dulu.
Sekarang Kinaya sedang menata makanan di atas meja makan yang berada di ruang makan, karena di istana belakang tidak ada satupun pelayan selain Mora, jadi terpaksa kinaya harus menyusun sendiri sambil di bantu oleh Eonni jung dan Mora, Kinaya cukup senang karena akhirnya bisa memasak kembali.
Jung melihat makanan yang begitu asing baginya tapi entah mengapa makanan tersebut mengeluarkan aroma yang enak.
"Ini makanan apa?" tanya jung penasaran menunjuk makanan daging yang warnanya sedikit kecoklatan.
"Ini rendang." jawab Kinaya dengan singkat sambil tersenyum.
Jung hanya mengangkat bahunya setelah itu Jung mencoba nya sesuap rasa masuk ke dalam mulutnya, Jung sedikit terkejut rasa makanan ini sangat enak baginya.
Yonnahe yang melihat Euoni jung begitu lahap memakan masakannya sangat bahagia, begitu juga Mora yang juga lahap makanannya, setelah itu Mora mencoba mengambil kue coklat yang bentuknya sedikit aneh tetapi saat dia menusuk kue itu dengan garpu keluar isi cokelat yang meleleh dari dalam kue, Jung juga mencoba kue itu.
''Ini enak" kata Mora sambil tersenyum tipis.
"Kalau begitu makanlah" Kata Kinaya menyuruh Mora untuk memakan kue itu.
Tanpa di minta lagi Mora langsung memakannya dengan lahap, mereka menikmati makan siang itu dengan perasaan senang.
Sejak hari itu kinaya selalu memasak di area dapur belakang.
Hal itu sukses membuat Jung yang terkejut tentang perubahan Keponakan nya, yang biasanya selalu sombong, kasar, boros dan selalu mencari perhatian dari kaisar, tetapi ketika Yoona ditemukan kembali, Yooma telah berubah menjadi sosok yang hangat, perhatian, dan murah senyum.
Sejak hari itu juga jung sering berkunjung ke istana belakang, bahkan Jung tidak pernah lagi memakan selain masakan dari Yonnahe sendiri, Jung juga sudah mulai akrab dengan Yonnahe, kadang kadang mereka selalu menghabiskan waktu siang nya bersama ke sana kemari.
Hubungan mereka juga semakin akrab seperti dahulu di saat Jung belum menikah dengan pangeran ke3 lalu harus tinggal di istana.
Melihat ke akraban istrinya dan keponakan nya membuat Himchan, merasa sangat bahagia karena melihat istrinya Jung, secara perlahan terlihat lebih memiliki semangat hidup kembali. Meskipun tabib sudah memberitahu umur nya yang tak akan lama lagi.
\*\*\*
Jung kembali tersenyum, bahkan sudah mulai tertawa lepas kembali.
\_\_\_\_\_\_\_
Sementara itu, Yangmulia terus saja menyadari keberadaan Kinaya di seluruh istana. Namun tidak pernah melihat gadis itu semenjak malam terakhir mereka bersama.
Wajah nya tampak gelisah tak menentu mencari arah. Hingga tiba-tiba Dero menghentikan Yangmulia.
" Yang mulia, sedang apa kau di sini malam-malam begini" Tanya Dero.
" Aku sedang mencari seorang" Jawab Yangmulia datar.
" Apa!!!! Seorang yang mulia yang terhormat ini. Mencari seseorang, sendiri, di malam begini.
"Ya seperti itu lah" Yangmulia mengangkat bahu nya.
" Sebenarnya siapa yang kau cari?"
"Aku mencari gadis i..." Hampir saja yang mulai keceplosan menyebut Kinaya.
" Gadis mana yang sudah memikat hati mu saudara ku" Ucap Dero menepuk bahu Yangmulia.
" Ahh sudah.. aku tidak ingin mencari nya lagi"
"Heii ayo lah" Canda Dero.