
Hari baru sudah tiba, pangeran akan segera naik tahta. Namun sebelum itu semua terjadi maka ada satu tradisi yang harus di lakukan.
(Tegtegum) Sebuah tradisi pengusiran roh jahat. Yang sudah di laksanakan dari 1000 tahun yang lalu. Dimana di hari ini akan ada pertunjukan pedang yang akan di tampilkan oleh beberapa Pangeran lain nya. Ya yang mulia raja tidak hanya memiliki satu pangeran, Beliau memiliki 6 putra dan 1 orang putri. Namun hanya pangeran Keizen yang bisa naik tahta, Karena bagaimanapun ia adalah anak yang lahir dari permaisuri yang mulia. Sedangkan ke 6 anak yang lain nya lahir dari beberapa Selir yang berbeda.
***
Suasana istana tampak riuh, para prajurit sibuk memasang lampu lampion putih, lambang dari kesucian dan kebersihan. Lalu para Dayang terlihat sangat sibuk menyiapkan makanan dan sebagian sibuk dengan bendera -bendera berwarna merah yang di percaya menangkal roh jahat, kini sudah di pasang hampir di seluruh sudut istana.
Perayaan yang istimewa, tidak hanya di hadiri oleh keluarga istana saja, juga di hadiri oleh beberapa bangsawan dan penjabat tinggi dari berbagai ibukota.
***
Ke 6 pangeran tampak mengunakan baju berwarna putih, sedang kan orang yang di beri Jimat atau di sebut Merce mengunakan pakaian serba hitam Lengkap dengan topeng nya.
Tabuh sudah di bunyikan tanda acara akan segera di mulai, para pangeran dan Merce sudah memasuki area lapangan. Upacara pengusir roh jahat sudah di mulai. Tampak pangeran sudah mulai beraksi mengunakan pedagang nya, Merce sama halnya dengan mereka lengkap dengan pedang yang sudah di hanus nya.
Tradisi ini terlihat sangat riuh, dengan tabuh yang di pukul menghasilkan suara dentuman keras, mengetarkan seluruh penghuni istana.
Tidak ada yang terlihat aneh di awal acara. Namun tiba-tiba saja saat Sudah hampir sampai di penghujung acara.
Mrece yang beranggotakan 5 orang itu, menodongkan pedagang nya mengelilingi bagian kepala sang pangeran.
“Hentikan perintah sang Raja “
Tidak ada yang mendengar perintah itu. Para Merce justru lebih mendekatkan pendang nya hampir tergores di bagian leher nya. Tidak ada yang berani mendekat, karena nyawa calon raja taruhan nya.
Dero, dengan sigap memerintahkan prajurit untuk perlahan mundur dan mengambil senjata mereka. Karena memang upacara ini tidak di perbolehkan orang lain selain para pangeran dan Merce yang hanya di perbolehkan mengunakan senjata.
Dero , dengan kepintaran nya barhasil mengerakkan prajurit memanah secara diam-diam memanah dari atas atap. Namun sialnya, Merce bukan lah orang yang bodoh mereka mengetahui beberapa busur panah mengarah terhadap mereka.
Mereka lari dan meninggalkan tempat itu.
Namun, pangeran dan Dero tidak membiarkan mereka begitu saja, lantas tetap berusaha mengejar nya hingga masuk kedalam hutan.
Pasukan Istana kini masuk kedalam hutan, tapi saat mereka tiba di sana, 5 mrece sudah menjadi mayat yang di sayat di bagian leher nya. Entah siapa yang melakukan itu? Pasti ada dalang di sebalik kejadian ini, namun kini sangat untuk mengetahui siapa di balik mereka, karena pemimpin yang sesungguhnya sudah berhasil menghilangkan jejak dengan cara membunuh para Merce.
***
Semua prajurit istana dan pangeran serta putra mahkota sudah kembali lagi ke istana.
Hari sudah mulai petang matahari sudah hampir terbenam, acara penaikan tahta di tunda untuk sementara, hanya sebatas beberapa jam saja. Karena baginda menyangka jika ditunda beberapa hari, maka akan ada saja yang memiliki kesempatan untuk menjatuhkan pangeran, bahkan membunuh pangeran.
Semua anggota keluarga, kini sudah berada di dalam istana, sejenak berusaha menenangkan diri dengan apa yang terjadi baru saja.
Sedangkan raja terus saja memikir siapa dalang di balik semua ini. Raja lalu mencoba bertanya kepada semua anak nya.
“Ampun yang mulia, tidak ada satu pun di antara kami yang tidak menyukai keputusan anda”Jawab mereka serentak, sembari menunduk kan kepala memberi rasa hormat.
“ Kalau tidak ada di antara kalian siapa lagi” Ucap Raja murka.
Lalu dengan sigap langsung saja putra mahkota Keizen bertekuk lutut menghadap Baginda Raja. Berusaha meyakinkan, bahwa semua ini tidak ada sangkut pautnya dengan para pangeran lainnya.
Raja mencoba meredekan emosi nya, berusaha percaya dengan ucapan pangeran Keizen.
***
Hari sudah berganti malam, semua anggota keluarga istana dan penghuni istana lainnya sudah kembali berkumpul di lapangan.
Obor-obor sudah di nyalakan, lentera juga sudah mulai di pasang. Acara sudah di mulai, suasana hening, yang mulia memulai pembicaraan. Dan setelah melakukan beberapa ritual lain nya akhirnya pangeran Keizen kini sudah Resmi menjadi Raja negeri ini.
~Riuhh kegembiraan sudah di sampai kan, hingga seluruh negeri, Tentang pangeran Keizen menjadi raja pun sudah terdengar di telinga para bangsawan hebat dan petinggi bangsa.
Mereka kini sedang berbondong-bondong untuk mengirimkan gadis dari keluarga mereka untuk menjadi Selir bagi seorang Raja baru. Karena tradisi seperti ini sudah di terapkan di beberapa abad sebelumnya dimana seorang raja minimal memiliki 1 orang permaisuri dan 10 orang selir disisinya.
Kabar tentang itu juga sudah terdengar hingga keluar Hyoonshik. Sama seperti bangsawan dan petinggi lain nya Yoonshik juga Ingin mengirimkan salah satu putri nya untuk menjadi selir istana, Karena jika bisa lolos dan terpilih menjadi Selir istana maka akan mendapatkan kekuasaan dan kekayaan yang lebih banyak lagi.
Meskipun Shik sudah memiliki niat untuk mengirimkan putrinya. Namun ia masih sedikit kebingungan harus mengirim putri yang mana.
Karena tuan Yoonshik memiliki 2 orang putri. Putri pertama nya Yoonahe anak dari istri pertama nya. Lalu yang kedua Menayang, putri kedua dari pernikahan nya yang sekarang.
Akhirnya setelah berfikir panjang, Yoonshik pun sudah memutuskan untuk mengirimkan Menayang putri kedua nya dan menjadi kan nya Selir untuk paduka Raja. Raja memilih Menayang karena tidak ingin putri kesayangan nya Yonnahe menjadi Selir istana.
Sedangkan di sisi lain Yonnahe sendang menghirup udara segar malam hari, seraya menatap langit yang bertaburan malam ini.
Namun, tanpa di sadari nya air mata nya perlahan menetes.
“ Aku bahkan tidak memiliki kekuatan, untuk bisa bertahan disini, bahkan semalam ia sudah hampir kehilangan nyawaku” Batin Kinaya.
Lalu tidak lama seseorang datang menyodorkan sapu tangan ke hadapannya.
Kinaya kaget saat melihat Himchan berada di depan nya.
“Usap air mata mu” pinta Himchan yang kini sapu tangan nya sudah mendarat di pipi Kinaya, dan perlahan mengusap air matanya.
Namun Kinaya dengan sigap menepis tangan Himchan dari pipinya.
“ Mengapa kau disini” tanya Kinaya.
“ Aku hanya tidak sengaja lewat” jawab Himchan berbohong.