INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Selir Yangmulia.



Seseorang mengetuk pintu dari arah liar. Kinaya sudah tahu jika itu adalah mora.


Mora masuk dan membawakan satu set baju putri kerajaan berwarna putih bercampur merah jambu. Gaun yang sangat indah, apalagi di balut di tubuh Yonnahe.


" Kenapa aku harus memakai gaun yang indah itu mora?" Tanya nya.


" Besok, semua Selir akan menyambut kedatangan mereka secara resmi, Acara ini di saksikan langsung oleh yang mulia serta beberapa keluarga istana lainnya.


"Apa?" Kinaya kaget, bagaimana mungkin ia bisa menghadiri acara itu.


" Nona kenapa" Tanya Mora yang masih tercegang.


"TIDAK"


"Ouhhh,, dan apalagi ini? kenapa menjadi Nona Yonnahe ini lebih sulit dari yang ku bayangkan, pantes saja mena menolak nya. Ya Tuhan tolong aku, bagaimana aku harus bersikap besok? bagaimana dengan orang-orang yang berusaha ku hindari? . Pasti mereka semua pasti ada disana" Keluh batin Kinaya dengan semua masalah yang menimpanya.


"Nona!"


Mora melambaikan tangan nya di wajah Yoonahe, yang hanya termenung sedari tadi.


" Mora, bisa kah jikalau tidak ikut hadir" Pinta Yoonahe.


" Tidak bisa Nona" Jawab Mora.


" Sekarang lebih baik, anda istirahat dan saya akan mengunjungi mu esok hari nona" Ucap Mora meninggalkan Yoonahe.




Yoona tubuh nya semakin lemah, kaki nya sudah tidak mampu untuk berdiri. Kini tubuh nya sudah berbaring di atas kasur, dengan tangan yang tidak berhenti-henti nya mengacak-acak rambut nya.



\*\*\*\*



Malam ini, malam bulan purnama. juga malam pertama Baginda Raja bersama permaisuri.



Di kamar permaisuri, wanita itu kini sedang bersiap-siap menyambut kedatangan yang mulia. Beberapa pelayan tampak sedang sibuk mendandani nya



" Anna, apa aku terlihat cantik" Tanya permaisuri memutar kan gaun tidur nya yang berwarna putih itu.



" kau memang gadis yang sempurna Nona" puji Anna.



" Aku sudah tau itu."



Suara dari luar terdengar.



" Yang mulia akan segera masuk"



Anna dan beberapa dayang lain nya perlahan mulai meningal kan ruangan itu.



Yangmulia kini yang menggunakan pakaian berwarna senada dengan permaisuri.



"Tuan ku" Ucap nya dengan nada manja, mendekat kan tubuh nya kepada Yang mulia raja.



Permaisuri memulai aksinya, Membelai seluruh wajah yang mulia dengan telunjuk nya hingga menaungi leher jenjang suaminya.



" Apa yang kau lakukan" Yangmulia menepis tangan permaisuri dari wajahnya.



"Kenapa? tuan ku, Bukan kah ini mala pertama kita?. dan aku, aku adalah istri mu yang mulia" Godanya.



Tangan nya kembali bermain, memberi sentuhan-sentuhan lembut di wajah dan badan Yangmulia. hingga perlahan memeluk pinggang kekar yang mulia.



Perlahan yang mulia, tubuh nya yang kekar itu luluh dengan sosok wanita yang sedari tadi memancing gairah nya ini.



Yangmulia sudah tidak tahan, saat bibir wanita itu kini tertancap di bibirnya.


Perlahan ia membalas \*\*\*\*\*\*\* lembut bibir wanita itu.



Mereka berciuman semakin panas, dengan nafas keduanya yang saling berpacu, juga sentuhan -sentuhan lembut wanita ini membuat nya semakin terlena .



Permaisuri semakin bergairah, tangan nya mulia masuk kedalam baju Yangmulia, Namun dengan sigap di tepis Yangmulia.



" Hentikan" Hentak nya dengan mendorong tubuh Permaisuri.



" Kenapa tuan ku" Tanya nya.



Yangmulia tidak menghiraukan nya dan bergegas dari kamar itu meninggal kan Alura.



YANGmulia tidak bisa melakukan itu, ia hampir saja terlena, Karena sedari tadi yang ia tatap adalah wajah Yoona, bukan wajah permaisuri.




" Aissh sial" Umpat Alura yang merasa kesal.



\*\*\*\*



Disisi lain Yangmulia yang keluar dari kamar permaisuri tidak langsung kembali ke kamar nya. Jika langsung kembali, Semua anggota keluarga lainnya pasti akan curiga.



Ia berkeliling sebentar, berusaha menenangkan dirinya, Karena sedari tadi yang ada di fikiran nya hanya wajah Yoon.



Yangmulia yang sedang asik berjalan sendiri tidak sengaja Melawati danau, lalu tanpa sengaja ia melihat seorang wanita cantik yang sedang berdiri di tepi danau.



"Kinaya, Apa lagi sekarang, kenapa aku melihat nya ada dimana-mana? Tidak! ini pasti halusinasi ku lagi!" Yangmulia berusaha meyakinkan dirinya bahwa yang ia lihat bukan lah Kinaya yang sesungguhnya.



Kinaya menatap ke arah Yangmulia yang sedang kebingung. Kinaya menyadari pria tampan itu kini tampak seperti kehilangan arah. Dengan cepat gadis itu mendekati tubuh pria tampan yang sadari tadi menatap kearah nya.



" Hei, untuk apa berdiri disitu, Kemari lah" Ujarnya.



" Ahh,, aku pasti salah liat" Yangmulia perlahan mengucek matanya .


Namun ,saat melihat Kinaya tertawa kepadanya, ia pun, ikut tersenyum dan merasa senang bahwa yang dilihat sekarang adalah Kinaya yang asli.



Dengan cepat Yangmulia melanjutkan langkahnya menurini arah danau.


" Hmmm, Apa yang kau lakukan disini" Tanya dengan nada tegas.



" khemm", Kinaya tertawa kembali.



" Apaini kenapa sikap mu langsung berubah begini" Kinaya menertawakan sikap yang mulia yang berbicara sopan ala bangsawan.



" Maksud mu" Yangmulia tidak mengerti.



" Nada bicara dan sikap mu itu seperti, sikap seorang pangeran yang pernah kubaca di dalam novel ".



" Noo,,,ee"



" Novel" Potong Kinaya.



" Apa itu?"



"Ya sudah kau tak perlu tau, aku juga bingung ngejelasin nya"



" Jadii aku hanya nyaranin lain kali, jangan bermimpi menjadi pangeran ataupun Raja ya. Juga jangan bersikap seperti itu"


Sementara itu Yangmulia yang melihat itu hanya Tercengang, ia bahkan tidak mengerti apa yang di maksud Kinaya. Ia hanya sebatas tersenyum melihat tingkah laku gadis cantik di hadapan nya ini.



" Kau sedang apa disini" Tanya yang mulia kepada Kinaya yang sedari menertawakan nya.



"Aku disini karena aku Selir nya Yangmulia" Ucap Kinaya yang merasa sombong.



" Apa?" Sontak ucapan Kinaya membuat Yangmulia merasa heran dan masih tidak percaya.



"Kaget kan? ya iya lah, karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan tuan ku yang tampan itu. Dan kau? harus memanggil ku dengan sebutan no,,na" Kinaya kembali menyombongkan diri.



" Ouhh no,, na. Kau belum tau saja, Yangmulia yang sebenarnya tidak tampan, masih tampanan diriku" Yangmulia mulai membohongi Kinaya dirinya.


Tanpa Kinaya sadari yang mulia yang sebenarnya, adalah pria yang saat ini bersama nya.



" Heii kau! jangan berbicara sembarangan tentang Tuan ku. Atau kau akan dihukum oleh Yangmulia " Marah Kinaya yang kini menunjuk jari telunjuk nya ke arah Yangmulia.


Namun yangmulia, justru mengigit jari telunjuk Kinaya. Lalu bergegas pergi dari hadapan Kinaya. Seraya berteriak


" Dasar wanita gila" Dengan wajah tersenyum manis nya.



" Kau yang pria gila, awas saja kau, Akan ku beritahu Tuan ku " pekik Kinaya.



" Beri tahu saja aku tidak peduli " Teriak Yangmulia dengan nada sombong.



" Dasar wanita bodoh, ia bahkan membicarakan aku di depan diri ku sendiri " Gumam Yangmulia yang sedari tadi tertawa melihat Kinaya.