
"Tapi kau tidak seharusnya melakukan ini karena dia selir mu" Hentak Himchan saat cambukan itu sudah beberapa kali mengenai bahu Yoona.
"Justru itu bagus! Karena dia selir yang mulia, maka yang mulia akan menghukum sepuasnya gadis murahan itu" Permaisuri semakin membuat suasana panas.
"Kauuu..." Pekik hincam berlari lagi mendekat arah Yoona, dan berusaha agar yoona mau membuka mulut dan menjelaskan.
"Aku mohon Yoona! Katakan apa yang sebenarnya terjadi"
"Akkkk" Desis Yonna keasakitan saat berulang kali cambukan itu mendarat bebas di bahu nya. Namun dengan sekuat tenaga ia akan berusaha bungkam dan tidak akan memberi tahu apapun kepada mereka.
Tiba-tiba saja saat ketengan semakin terjadi.
" Hentikan! Apa yang sedang kalian lakukan" Matan Raja agung atau ayahanda dari yang mulia menghentikan keributan yang sedang di perbuat anaknya.
Bahkan saat melihat Himchan & Kiezen sudah hampir bergelut hanya karena masalah seorang gadis Selir biasa.
" Ayahanda wanita itu seorang pencuri. dia sudah mencuri banyak makanan di penyimpanan istana"
" Lalu kenapa kau langsung menghukum nya? Tanpa bertanya terlebih dahulu"
" Kami sudah bertanya! Tapi gadis itu ( tunjuk yang mulia kearah Yoona) Tidak mau bicara"
" Lepaskan gadis itu"
" Tapi Ayah....."
Yoona di bebaskan dan tali yang mengikat tangan nya itu di potong sehingga membuat tubuh nya yang sudah teramat sakit sedari tadi jatuh pingsan ke lantai. Lalu dengan sigap Himchan datang dan membawa gadis malang itu kekamar, serta di ikuti Mora di belakang.
" Yoona aku mohon bertahan lah" Ucap Himchan di sela-sela menuju kekamar Yoona.
Mereka kini telah tiba di dalam kamar, dan Yoona perlahan sudah membuka kembali matanya.
" Awwww" Desis nya yang perih di bagian bahu belakang nya.
"Mora cepat panggil kan tabib istana" Perintah Himchan kepada Mora dengan tergesa.
" Aaampun tuan" Mora membungkuk.
"Nona Yoonahe di larang mengunakan tabib istana"
" Katakan siapa yang melarang nya"
" Yangmulia Raja yang melarang nya tuan"
" Apa...!!!" Himchan bangun dari duduknya bahkan ingin pergi menghajar Yangmulia Raja yang begitu tega kepada Yoonahe.
"Tu,,an Aku mohon" Pinta Yoona yang menarik kiri Himchan.
" Jangan hentikan aku. Dia sudah keterlaluan kepada mu"
Yoona hanya menggeleng kepala berkata tidak. Karena ia tidak ingin kedua bersaudara dari itu ribut, hanya karena dirinya yang malang ini.
Himchan hanya patuh dan meninggalkan Yoona dengan Mora saja di dalam sana.
Agar mora bisa mengobati luka Yoona.
___________
" Mora kumohon pelan-pelan"
"baik nona! Nona ini semua salahku, seharusnya anda berbicara saja seadaanya"
Yoonhe hanya mengunakan bahasa tubuh nya mengatakan tidak apa-apa.
" Mora, Apakah pria yang tadi adalah Yangmulia" Tanyanya penasaran.
" Iya nona, Dia adalah pangeran yang baru saja naik tahta menjadi yangmulia Raja" Jelas Mora.
Mendengar itu dari Mora, Yoona benar-benar tidak percaya bahwa dirinya sudah dibohongi sejauh ini.
"Mora, bisakah tinggal kan aku sendiri! Aku mohon"
"Tapi no-na. Aku masih membersihkan luka mu"
"Aku mohon Mora".
Mora keluar meninggalkan Yoona di sendiri dengan luka yang masih tidak di obati.
Kini Yoona duduk dengan kaki di tekuk, menangis di atas lutut nya. Bukan menangis rasa sakit dari cambukan itu. Meskipun itu sangat meyakinkan dirinya, Tapi kebohongan dari pria yang diam-diam ia cintai itu lebih menyakitkan dari apapun
" Yoonahe, mengapa diri mu sangat malang" Ia memukul-mukul dadanya. " Kisah hidup mu bahkan lebih pahit dari kisah hidup ku"
Kinaya, terus saja menangis sendu menteskan air matanya. Yang tak kuasa menahan perih dari cambukan yang luar biasa itu.
Tok..
Tok..
Suara pintu di ketuk dari luar, Yoona menyaka air matanya dan duduk di depan pintu, karena tidak ingin membuka nya.
" Yoonahe kau mendengarkan aku"
"Apakah kau sudah tidur"
"Aku hanya ingin meminta maaf padamu, dengan apa yang terjadi "
"Aku mohon, kau jangan menyiksa dirimu sendiri"
" Tak apa jika kau tidak ingin membuka kan pintu"
"Aku hanya mampir untuk membawa kan mu obat, untuk kau oleskan di luka cambukan itu"
" Aku tau itu menyakiti kan"
" Jika kau masih tidak ingin bertemu dengan ku. Maka aku meninggalkan nya di depan pintu"
Suara Himchan mulia menghilang dari bilik pintu. Namun kinaya merasa bersalah jika mengabaikan Himchan yang sudah teramat banyak membantu nya.
Kinaya membuka pintu kamarnya, lalu bergegas berlari ke arah luar. Namun sayangnya ia tidak melihat Himchan disana.
"Huff... Kemana perginya? mengapa cepat sekali menghilang" Ucap Kinaya merasa gelisah.
Drubrak ..
Yoonna membalikkan tubuhnya dan tidak sengaja menabrak dada bidang seorang pria.
"Tuan Himacan" Ucapnya bahagia saat melihat wajah pria itu, ternyata Himchan.
Maka dengan sigap Kinaya langsung saja memeluk erat tubuh Himchan dan menengelam kan wajah nya dalam pelukan Himchan yang seraya perlahan membalas dekapan Yoona.
*****
Mereka kini sudah berada di dalam kamar, Himchan berusaha mengoleskan obat yang di bawa nya tadi di bagian belakang bahu Yoonahe.
"Auuuu. hati-hati"
" Ini sudah sangat hati-hati nona" Canda Himchan berusaha menghibur nya.
Himchan secara perlahan memberikan sentuhan-sentuhan lembut di area bekas cambukan itu. Dan Yoonahe begitu menikmati setiap sentuhan itu.
" Tuan sudah...." Ujar kinaya, karena hampir saja ia terlena dengan sentuhan Himacan ini.
Karena bagaimanapun Himacan adalah suami dari Eouni nya, Nona Jung.
" Tapi ini sedikit lagi hampir selesai" Ucap Himcan.
" Aku sudah baik-baik saja" Kinaya menaiki lagi baju di bagian belakang nya yang sedari tadi terbuka, sehingga pundak nya terlihat sangat jelas.
" Bisa kah kau memberi tahu ku, menagapa kau mencuri" Himcan mencair kan suasana dengan bertanya seperti itu.
" Aku tidak bisa memberi tahu mu sekarang. Tapi aku berjanji untuk memberi tahu mu suatu saat nanti" Ucap Kinaya.
" Tapi hukuman mu belum selesai, kau harus memberi tahu ku sekarang. Agar aku bisa Mencegah Ayahhanda dan Yangmulia, untuk tidak terlalu berat menghukum mu"
Yoona yang mendengar setiap ucapan dari Himcan, merasa kebingungan dan hukuman apalagi yang akan ia dapat kan esok hari.
Yoona akhirnya meminta Himchan keluar dari kamar nya karena tidak ingin menjawab pertanyaan Himchan.
"Maafkan aku tuan. Tapi aku tidak bisa memberi tahu alasan nya sekarang" Ujar Kinaya lalu menutup pintu kamar nya.
*************
Keesokkan harinya....
" Nona"
" Nona"
Ayahanda agung dan Yangmulia memanggil anda untuk segera menghadap" Suara Mora yang berlari tergesa-gesa ke depan pintu kamar Yoona.
Yoona keluar dengan pakaian yang sudah rapi. Serta Mora yang tercegang merasa aneh melihat seorang yang akan mendapatkan hukuman bisa sesantai nona nya Yoonahe.
" Nona.. Apa yang terjadi kepada anda"
Tanya Mora yang berjalan di belakang Yoona.
"Apa yang salah mora"?