INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Masalah baru.



Kabar itu dengan cepat di terima oleh Munyong dan begitu cepat juga ia memberi tahu semuanya. Karena dengan cara begini, maka akan membuat Yoonshik marah kepada Yonna.


Yoonshik dan munyong menuju ke arah dapur dengan sigap tangan Yoonshik menarik tangan Yonna yang sedang asik mengaduk adonan nya, karena memang Kinaya akan membuat pizza dan berencana membagikan pizza tersebut untuk para anak- anak di desa Maijo. tempat yang sudah menjaga nya selama disini dengan baik.


" Apa yang kau lakukan" Hentak Yoonshik yang tidak suka melihat putri nya memasak.


Yonna menjelaskan, ia hanya sangat bosen berada didalam kamar, makanya mencari kesibukan dengan pergi kedapur.


"Mengapa harus dapur? kenapa tidak pergi memanah saja, seperti yang biasa kau lakukan haaa" Marah Yoonshik semakin murka.


Yonna sekarang tidak bisa berkutik, ia merasa kaget dengan apa yang terjadi sekarang, mengapa Yoonshik segitu marah nya kepada nya hanya untuk masalah masuk dapur saja.


" Dan kau mora, kau harus segera menerima hukuman, ucap Munyong".


Mora hanya patuh, dan sudah mengira ini akan terjadi.   Yonna yang tercengang mengapa harus Mora yang di hukum, sedang kan yang membuat masalah dirinya. dan mengapa mora tidak memberi tahu nya jika ia akan mendapat hukuman atas masalah yang di lakukan nonanya.


Mora, kini tangan nya sudah di ikat pada pilar tinggi, dengan posisi kaki juga di ikat, sementara dibelakang nya Dayang Hong, sudah siap dengan kayu kecil yang akan di gunakan untuk memukuli tubuh Mora.


"Syakk" kayu itu kini benar-benar sudah berada di bahu Mora, matanya sudah tak kuasa menahan sakit, perlahan dari sudut matanya butiran air mata mulia jatuh.


Sedangkan Yoona masih saja, berusaha memohon kepada tuan Yoonshik untuk membebaskan Mora.


Namun, Yoonshik tidak peduli terhadap Yoona, karena rasa kesel nya kepada Yonna yang sudah berani masuk ke dapur.


Alasan utama Yoonshik melarang perempuan masuk kedapur ialah karena ia tidak ingin keluarga nya yang lain menjadi seperti istri pertama nya atau ibu Yonnahe yang meninggal karena terlalu sering berada di dapur dan terlalu banyak menghirup udara yang tidak baik.


jadi semenjak hari itu, salah satu pendeta hebat mengatakan, bahwa keluarga mereka akan mengalami kesialan jika seseorang anggota wanita ada yang turun tangan kedapur.


Hal yang aneh. Namun sudah di percaya beberapa tahun terakhir oleh keluarga Yoonshik.


****


" Aku mohon lepaskan Mora, aku berjanji jika ayah melepaskan Mora, aku akan pergi ke istana" Ucap Yonnahe yang bingung harus bagaimana.


Tuan Yonnshik antara senang dan tidak senang mendengar perkataan itu dari mulut Putri nya. karena di satu sisi ia tidak ingin putri nya menjadi seorang selir, sedang kan di sisi lainnya ia tidak reputasi nya hancur dan tidak berhasil mendapatkan kekuasaan jika tidak mengirim satu orang putri pun kesana.


,,,,


Tuan Yoonshik membebaskan Mora, dan Yonna dengan sigap langsung menuju gudang tempat penyimpanan bahan- bahan herbal. Ia mengambil beberapa dadaunan yang sudah kering, satunya bisa meredakan perih dan menyembuhkan luka.


Ia bergegas berlari menuju ka arah kamar Mora, dengan rasa bersalah nya yang sangat dalam, karena ulah nya tidak mendengarkan perkataan Mora jadi membuat seseorang menderita.


Kinaya memasuki ruangan Mora, melihat gadis itu sedang meraih bahu bagian belakang nya, namun tangan nya tak sampai untuk mengapai nya.


Yonna dengan sigap menghampiri nya dan membalur kan dadaunan kering yang sudah ia racing tadi, di bagia luka bekas hukuman itu.


Mora, merasa sengan dengan perlakuan nona nya ini. Karena tidak seharusnya, seorang putri bangsawan seperti nya mengobati pelayan biasa seperti Mora.


" Nona hentikan aku tidak apa-apa" Desis Mora.


" Kau diam saja dan percaya pada ku" perintah Yonna.


Meskipun ini terasa aneh bagi Mora, tapi tetap saja, ia terharu terhadap perlakuan Yonna.


*****


Hari sudah berganti malam. Yonna sudah selesai membalur kan obat di luka Mora. Ia keluar dari ruangan Mora dengan raut wajah yang putus asa. Karena berfikir betapa bodoh nya dia yang mengatakan bahwa bersedia kembali ke istana itu.


Tiba-tiba dua orang memanggil namanya dari arah kanan.


"Yon" sepertinya sapaan hangat.


Itu Himchan bersama seorang wanita di samping nya.


" Kauu..." Kinaya kebingungan.


namun Himchan dengan sigap menjawab dia adalah istriku.


" Eonni Jung " Ucap Kinaya yang hanya mendengar sedikit tentang nya dari mora.


Jung sendiri memaklumi Yonna, karena Himchan sudah banyak memberi tahu nya tentang kabar Yonna kepada nya.


***


Mereka berdua kini sudah tiba, di ruangan Yonna, sedang kan himacan pergi kerena ada urusan lain.


Namun wajah yonna masih terlihat murung.


" Kenapa wajah mu begitu, bukan kah kau akan segera tinggal di istana, harusnya kau terlihat senang" tanya jung.


" Eonni, sudah tahu?" Jawab Kinaya datar.


" Paman sudah memberi tahu ku tadi, Kamu tidak perlu takut untuk tinggal di istana, karena aku juga tinggal di istana" jelasnya.


" Maksud nya" Kinaya semakin heran, Jung juga tinggal di istana?


" Apakah kau juga melupakan bahwa kakak ipar mu adalah pangeran" Tanya jung yang merasa ada yang aneh dengan sepupunya, sampai tidak mengingat bahwa dirinya tinggal di istana.


"Bagaimana aku bisa lupa Eonni" Bohong Kinaya, karena takut ketahuan bahwa dia bukan lah Yonnahe yang asli.


***


Kinaya masih tidak mengerti. Jika selama ini jung tinggal di Istana, mengapa mereka tidak pernah bertemu.


" Apa mungkin aku hanya sebagai pelayan biasa, mungkin tidak pernah melihat nya? atau mungkin dia tinggal di istana Ratu" Ashh kenapa aku harus peduli. fikir Kinaya.


" Yang harus aku fikirkan sekarang, bagaimana aku bisa menghadapi orang yang mengetahui aku pernah berkerja menjadi pelayan istana dan lalu tiba-tiba menjadi Selir"


Ashhh memikirkan nya saja aku sudah gila.


***"


Kenapa kisah hidup gadis Yonnahe ini sangat rumit, mengapa juga nona ini harus memiliki wajah yang sama dengan ku? tapi tenang saja nona, aku tidak akan membuat anda kecewa" Kinaya berbicara sendiri dan mondar-mandir di depan cermin.


" Sepertinya aku sudah benar- benar gila. Mengapa aku bicara sendiri seperti ini" Ucap nya yang baru menyadari bahwa ia sedari tadi berbicara sendiri.


Hingga tidak lama kemudian seorang mengetuk pintu kamar nya.


Terdengar dari luar seseorang memanggil


" Nona"


" Nona"


Ternyata, seorang pelayan yang di tugaskan kinaya untuk mengantar kan makanan yang ia buat tadi kedesa Maijo.


" bagaimana?" tanya Kinaya.


" Makanan yang kau buat sangat enak Nona, Aku baru pertama kali mencoba makanan seenak buatan anda, dan juga seluruh rumah juga sangat menyukai makanan anda nona, itu termasuk tuan yoonshik" Gumam pelayan itu.


" Sudah kuduga pasti semua orang akan menyukai nya, kau boleh pergi dan ambil ini"


kinaya memberikan beberapa koin emas Kepada pelayan itu.