INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Himchan lepas kendali.



Namun Himcan lepas kendali, ia sudah lama menahan ini, Dirinya memang teramat mencintai gadis yang di hadapan ini.


Himchan lalu menarik Yoona kedalam pangkuan nya. Yonna kini berada di atas paha Himcan.


" Tu-an apa yang anda lakukan" Yoona mendorong bahu Himcan.  Namun Himcha menahannya, lalu melingkar kan tangan putih Yoona kepada lehernya.


" Tu-an apa sakarang" Yoona ketakutan.


Himchan lalu menyentuh lembut bibir Yoona, dan secara perlahan mendekat kan bibir nya hingga akhirnya bibir mereka saling bertaut.


" Cup"


Himchan terus saja ******* dan merasa kan bibir berwarna merah jambu milik Yoona. Sedangkan Yoona terus saja mencoba untuk menolak ciuman itu. Tapi entah apa yang terjadi tubuh Yoona benar-benar tak kuasa kali ini. Secara perlahan ia membalas setiap serangan bibir yang diberikan Himcan.


Himchan yang merasa senang menyadari Yoona membalas ciuman nya , Lalu memeluk lebih erat tubuh kecil gadis itu.


" Tu-an hentikan" Yoona menepuk-nepuk bahu Himcan. Karena kali ini ciuman Himcan sudah turun di leher jenjang miliknya.


Namun Himcan terus saja melainkan aksinya.


" Tu-an aku mohon" Lirih Yoona meneteskan air mata.


Himchan melepaskan tubuh Yoona, dan Yoona langsung beranjak dari tubuh Himchan. Seraya ia sedikit membereskan bajunya yang sudah di acak-acak Himchan sedari tadi.


" Maafkan aku"  Himcan melangkah pelan mendekati Yoona.


" A-ku juga salah tuan" Yoona kembali menetes kan air mata mengigat apa yang baru saja di lakukan nya pasti sangat menyakiti hati Eoniii nya Jung.


Himchan kembali semakin mendekat lalu menyapu lembut air mata Yoona dengan telapak tangan nya.  Lalu dengan sigap Himchan menarik Yoona kedalam pelukannya, menengelam kan wajah cantik Yoona didadanya.


" Kau menangis saja. Tidak ada yang melihat mu menangis disini" Bisik pelan Himcan kepada Yoona.


Yoona yang memang teramat sedih, ia pun menagis histeris di pelukan Himcan.  Himchan yang mendengar setiap tangisan dari gadis ini mendekap lebih erat, dan dengan posisi dagu menekuk perlahan kepala Yoona, serta tangan yang terus saja membelai rambut Gadis dalam pelukannya.


*****


Ya! Yoona dan Himchan sebenarnya adalah sepasang Kekasih, hubungan mereka berjalan secara diam-diam di belakang Jung.


Namun Jung sendiri juga mengetahui jika suaminya mencintai keponakan nya itu.


Tapi karena sebuah tragedi yang terjadi yang membuat tubuh Kinaya terjebak didalam Yoona. Membuat perbedaan sikap 90 drajad pada diri Yoona.


Yoonahe yang sakarang sedikit menghindari Himcan, namun entah mengapa setiap perlakuan baik yang di berikan Himchan kepadanya membuat hati nya selalu bergetar hebat.


*****


"No-na " Pekik Mora mengangetkan Himchan, yang dengan sigap melepaskan pelukannya.


" Mo-ra" Yoona menyeka air matanya dan berjalan menghampiri Mora dan meninggalkan Himchan diruang itu.


" Mo-ra berjanji lah satu hal pada ku. Aku mohon kamu melupakan apa yang kamu lihat tadi" Yoona berbalik arah mentap Mora dengan penuh harap.


" Aku berjanji kepada mu nono" Ucap mora mengapai tangan Yoona.


@@@@@@@


Keesokkan harinya, Yoona bangun dengan mata yang sebab karena ia menagis kemarin malam.


" A-pa ini" Yoona merasa kaget menatap dirinya di cermin dengan keadaan lingkaran mata panda yang semakin melebar.


" No- na apakah kau sudah bangun"  Suara Mora terdengar di sebalik pintu.


Yoona lalu menghampiri mora dan bertanya?


" Apakah harus mandi di sungai hari ini" Ucapnya seraya bersandar di pintu.


" Tidak perlu nona"  Ucapan Mora membuat nya sangat bahagia, lalu bergegas masuk kembali untuk mandi.  Dan Mora, hanya tersenyum setiap kali Nona nya bersikap aneh.


****


Yoona yang sedang asik menikmati makanan nya, seketika terhenti melihat kearah wajah Dayang Meng yang sedari tadi menatap dengan tatapan sinis kearahnya.


" No,na cepat selesai sarapan mu" Mora menyenggol tangan Yoona, menyadari nona nya itu berhenti mengunyah.


" Ti-dak Mora aku sudah kenyan" Yoona beranjak dari duduknya dan hendak meninggalkan ruangan itu.


" Berhenti disitu" Hentakan Dayang Meng terdengar kasar.


Yoona memutar balik kan tubuhnya, menundukkan wajahnya, berusaha mengalihkan pandangannya dari arah Dayang Meng.


" Ke- napa " Tanya Yoona terbata.


" Jika kau tidak memakan makanan ini. mungkin saja kau tidak akan makan nanti malam" Hardik Dayang Meng.


Mora yang mendengar itu sontak langsung saja menarik tangan Nonanya, meminta nya untuk tetap duduk dan menyantap makanan nya.   Yoona hanya patuh, namun sesekali ia mengumpal kedua tangan nya , ingin sekali pengasingan ini segera berakhir.


*****


Yoona sudah menghabiskan makanannya. lalu pergi menuju ke arah pasar untuk melakukan misi berikutnya. Kali ini, Dayang Meng memerintah Yoona untuk berbelanja di pasar tradisional. Namun Yoona tidak sendirian karena Dayang Meng mengizinkan Mora untuk berjaga-jaga di sekitar Yoona.


Mereka kini sudah berada di pasar menatap pasar yang masih begitu asri membuat dirinya ingin sekali berlama-lama di tempat


itu.


Yoona dan Mora kini mereka tengah berjalan - jalan di luar rumah, Mora mengajak nya ke tempat perbelanjaan atau bisa di bilang pasar, pasar yang hampir sama dengan pasar tradisional di zamannya, banyak orang yang memperhatikan Yoona, sedangkan Yoona yang menjadi pusat perhatian dia hanya acuh dan tidak peduli.


"Nona apa kau ingin membeli sesuatu ?"


" Mora bolehkah aku membeli banyak makanan" Teriak Yoona ditengah keramaian kepada Mora yang sedari tadi berjalan Pelan dibelakangnya.


" Ta-pi nona kita tidak memiliki cukup uang untuk membeli nya"


"Uang" ash iya dia baru terpikir sekarang apa mata uang yang di gunakan disini.


"Ana apa mata uang yang di gunakan disini


"uang yang di gunakan adalah koin nona koin ada perunggu, perak dan emas" jelas Mora sambil menunjukan koinnya ke Yoona.


namun yang ada hanya perunggu dan beberapa perak dan tak ada emas.


Yonna yang melihat pun seperti pernah melihat namun entah dimana, dan sedetik kemudian dia ingat jika di istana nya yang berada di ruang kamarnya, ada koin emas yang menumpuk di salah satu gudang yang hampir mirip dengan koin perak Mora lalu ia memfokuskan dirinya untuk mengambil beberapa dari koin itu dan menujukan nya kepada Mora.


"seperti ini"


Mora membelalakan matanya pasalnya Yoona menperlihatkan ke Mora koin emas dengan jumlah yang sangat banyak yang Yoona masukan ke dalam tas kecil.


"ya ini koin emasnya, Nona ini banyak sekali "


" Untung saja aku selalu membawa nya bersama ku"


" Dari mana mendapatkan nya nona"


" Tuan Himchan memberikan nya kepada ku"


" Pantas saja anda mempunyai banyak koin mas"


*******


Yoona melanjutkan lagi langkah nya menuju toko kain dan benang, untuk membeli sesuai perintah Dayang Meng.


Namun seketika langkah terhenti menatap ke arah kanan dan kakinya secara perlahan menuju ke arah sana.