INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Akhirnya ketahuan.



" syukur lah jika dia tidak melihat wajah ku" Yoona merasa lega karena Yangmulia tidak mengenali nya sebagai Kinaya.


" Mora apakah kau tahu? bagaimana dengan kabar tuan Himchan"


" Tuan Him-chan se,,ka,,rang"


" Kenapa? cepat kau katakan Mora" Yonna mengoyah-goyah kan tubuh Mora, memaksa untuk memberi tahu nya tentang keadaan Himchan.


" Tu-an Himchan terus saja berada di ruangan perpustakaan Nona, ia bahkan tidak makan dan tidur dengan baik setelah kepergian Nyonya Jung" Mora mengatakan yang sebenarnya.


Yoona yang mendengarkan itu, langsung saja berlari menuju ruang perpustakaan.


kini dirinya memasuki sebuah ruangan dengan lampu yang redup tidak menemukan Himcan disana.


" Haloo! Apakah ada orang didalam?" Tanya nya melangkah pelan menyusuri tempat galap itu.


Namun tempat itu benar-benar sepi, bahkan tidak ada tanda-tanda Himcan berada disana.


Yoona seketika merasa merinding berada di dalam ruangan gelap itu sendirian, Yoona lalu melangkah kearah pintu. Tapi seketika saja seseorang menarik tangan nya dari belakang.


"Aaaaaaaa"


Itu Himcan, dia dengan sigap menahan mulut Yoona mengunakan tangan nya.


Yoona kaget, menyadari itu Himcan dirinya merasa lega.


" Lepaskan aku tuan" Ucap Yoona meminta Himchan melepaskan pelukannya.


" Sebentar saja aku mohon" Ucap Himcan yang lalu memeluk lebih erat tubuh Yoona.


Yoona hanya patuh dan membalas pelukan Himcan, karena Yoona menyadari Himcan memang terlihat sangat sedih.


" Menangis lah tu-an. Jika ingin" Lirih Yoona yang merasakan air mata Himcan jatuh mengenai bahunya.


Himchan seketika histeris, menengelam kan wajahnya di bahu Yoona, mendekap lebih kencang tubuh kecil Yoona.


" Aku seharusnya mengatakanya"


" Dia sangat ingin mendengar ucapan itu dari mulut ku! Dia bahkan sudah sangat baik padaku, bahkan dia berusaha sebisa mungkin untuk ku"


" Tapi aku! Aku bahkan tidak bisa mengatakan aku mencintai nya" Lirih Himacan dengan nada sendu. Mengalahkan dirinya atas kematian Himcan.


" Ini bukan salah mu tu-an! Aku mengerti perasaan mu, dan Eoni! Dia juga pasti memahami mu" Yoona sama halnya dengan Himcan, Masih larut dalam kesedihan yang begitu dalam atas kepergian Jung.


*****


Setelah beberapa menit berlalu, Yoona sudah berhasil menenangkan Himchan. Mereka kini duduk di lantai dengan posisi, kepala Himcan masih bersandar pada pundak Yoona, dan tangan nya masih saja mengengam erat tangan putih milik Yoona.


" Kenapa kau bisa kembali keistana" Tanya Hincam.


" Hukuman ku sudah berakhir. Jadi sesuai peraturan aku bisa kembali keistana" Jawab Yoona berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Himcan.


" Aku mohon Sebentar saja" Lirih Himacan menarik kembali tangan Yoona.


Yoona hanya patuh dan diam saja,ia hanya berusaha menjadi pendengar yang baik yang memenangkan Himcan. Tanpa disadari dirinya sendiri juga butuh seseorang untuk mendengarkan nya.


Himcan terus saja bercerita, hingga akhirnya dirinya terlelap dipundak Yoona.


Yoona lalu merebahkan tubuh Himchan, menidurkannya di lantai lalu menyelimuti nya.


Dan dirinya keluar secara hati-hati meninggalkan Himchan yang sedang tertidur pulas.


Yoona lalu berjalan menyusuri danau, tempat biasa ia meluapkan segala keluh kesah dan sedihnya. Namun siapa sangka dirinya justru bertemu Yangmulia disana.


" Kinaya" Panggil yang mulia kepada nya.


" Hahhh. Kinaya?"gawat nih apa jangan-jangan aku sudah ketahuan. Batin Yoonna, dan melangkah pergi dari hadapan Yangmulia.


" Hei! berhenti kau" Yangmulia mengejar Yoona. Lalu menarik paksa dengan kasar tangan Yoona.


" Sa....kit" Rintik Yoona karena Yangmulia mencengkeram dengan kasar tangan nya.


" Maafkan kan aku" Yangmulia melepaskan tangan Yoona.


" Maaf! sepertinya anda salah orang, karena saya tidak mengenal Kinaya"


" Jika kau bukan Kinaya mengapa kau menghindari ku" Hentak yang mulia dengan sedikit di tekan.


" Aku sedang terburu-buru" Jelas Yoona, berlari meninggalkan Yangmulia.


Yangmulia berusaha mengejar nya. Namun Dero tiba-tiba saja memangil Yangmulia dengan sangat terburu-buru.


" Ashh! kau menganggu saja" Ucap kesal Yang mulia meninggalkan Dero.


"Hei! kenapa kau marah. Aku hanya memanggil mu" Dero mengikuti Yangmulia dari belakang.


" Karena kau! aku kehilangan gadis itu lagi" Hentak Yangmulia yang mulia murka terhadap Dero.


"Gadis itu! hahhh. Dia selir mu, kau punya hak atas nya. Gampang saja jika kau bahkan ingin tidur bersama nya sekali pun" Ucap Dero meracau.


Mendengar kan ucap Dero Yangmulia seketika saja berniat meminta bantuan Kasim kepercayaan nya untuk mengatur malam pertama nya dengan Yoona.


@@@@@@


Hari sudah berganti malam.


Yoona berada di dalam kamarnya dengan temani pelayan nya Mora, sedang asik melihat pentup wajah baru yang khusus dibuat kan untuk Yoona.


Namun seketika saja.


" Beri hormat untuk Yangmulia" Suara pelayan terdengar, memberi aba-aba bahwa Yangmulia akan segera memasuki kamar Yoona.


Yoona tercegang saat pintu kamar nya dibuka lebar, dan mata nya membulat dengan besar saat menatap Pria yang sedari tadi berusaha ia hindari kini masuk kedalam kamar nya.


______


Kini, didalam ruangan itu benar-benar BB tidak ada siapa-siapa. Hanya ada Yoona dan Yangmulia saja.


Mata mereka saling bertemu, menatap penuh kerinduan yang mendalam antara satu samalain.


" Apa yang akan aku lakukan sekarang" Batin Yoona saat tubuh Yangmulia perlahan melangkah dan semakin mendekat dengan tubuhnya.


Yoona perlahan mundur Satu,dua langkah kebelakang. Namun tiba-tiba ia terhenti saat dinding pembatas tepat di belakangnya.


" A-pa yang a-kan anda lakukan" Tegas Yoona dengan sedikit ketakutan.


Yangmulia kini sudah berada dihadapan Yoona. Tangan nya kini bahkan sudah menempel dinding dan secara perlahan tangan Yangmulia meraih penutup wajah milik Yoona. Yoona masih berusaha menghindar, kali ini ia munduk kan wajah nya. Namun yang mulia tetap meraih dan menarik punutup wajah Yoona.


Kini penutup nya sudah lepas. Wajah cantik milik nya terpapar jelas di hadapan Yangmulia.


" Kau puas sekarang" Teriak Yonna yang perlahan menetes air mata.


Yangmulia yang menatap kesedihan di wajah Yoona, langsung saja ia mendaratkan bibirnya kepada Yoona. Namun Yoona terus saja melwan dan berusaha menghentikan ciuman bruntal yang diberikan Yangmulia.


" Hentikan" Yoona berusaha melepaskan ciuman yang mulia. Tapi di sisi lain, hati memang tidak di bohongi. Yoona perlahan membalas setiap ciuman yang di berikan Yangmulia kepadanya.


Mereka kini benar-benar melepas rasa rindu yang sudah begitu mendalam, terlebih lagi Yangmulia sudah sangat lama mencari Yoona.


Ciuman yang tadinya begitu bruntal, kini terasa semakin hangat.


Yoona bahkan sampai terlena dengan setiap sentuhan yang diberikan pria yang sudah lama ia cintai.


" Maafkan aku! aku telat menyadari nya" Bisik yang mulia dengan palan pada Yoona.


Yoona yang mendengar itu kembali menetes kan air mata.


" Aku sudah memaafkan mu" Ucap Yonna seraya melingkar kan tangan nya pada leher yang mulia