
" Anna! Kau tahu pendeta yang tinggal di ujung desa di balik bukin goraldo"
" Pendenta Jingyo?"
" Iya! Apa kau mengenalnya"
" Aku tidak mengenalnya Nona! Aku hanya mendengar namanya dari beberapa pelayan istana yang berasal dari daerah sana"
" Apakah ada pelayan kita yang dari sana?"
" Ada beberapa Nona"
" Bagus sekali!" Alura Mendekat kan mulutnya ketelinga Anna, Sepertinya dirinya menjalankan sebuah rencana jahat kepada Yoona.
*
*
*
Hari kini sudah berganti malam Mora berlari dengan menggebu-gebu mencari Yoona yang sedang tidak berada dikamar.
" Nona akhirnya aku menemukan mu" Ujar Mora dengan membungkuk dan memegang kedua lutut nya.
" Kenapa kau mencari ku?" Tanya Yoona dengan raut wajah yang sangat gelisah.
"Aku tidak menemukan dikamar Nona! jadi aku pergi mencari mu. Apa yang sedang anda lakukan malam-malam begini" Mora penasaran.
" Aku hanya merasa sangat gelisah Mora, aku tidak bisa tidur! Jadi aku pergi berjalan-jalan sebentar"
"Tapi! Sebaiknya, Anda segera kembali kemar, cuaca sangat tidak bagus jika terus berada diluar seperti ini" Usul Mora.
Yoona menuruti ucapan pelayan nya Mora, dirinya berjalan kembali menuju kamar. Namun seketika saja seseorang menghentikan langkahnya.
" Selir Yoon"
" Kasim kim kenapa anda mencari ku"
" Yang mulia No-na"
Yoona yang baru mendengarkan kata Yangmulia, dengan sigap langsung saja berlari menuju arah kamar Yangmulia. Karena bagaimanapun Yoona sangat khawatir jika sesuatu terjadi pada Yangmulia. Sedangkan kasim Kim yang melihat sikap Yoona, hanya tersenyum.
______
Yoona yang bergegas kini dengan sigap mendorong kasar dan lalu masuk kekamar Yangmulia.
" Tuan ku"
" Tuan ku"
Yoona tidak melihat keberadaan Yangmulia dikamar.
" Apa,,, Jangan-jangan" Yoona mulai meracau dan memikirkan hal-hal yang aneh yang akan terjadi dengan Yangmulia.
" Ashh! tidak, tidak apa yang sudah kufikir kan" Gumam nya dengan bergegas masuk keruang pemandian Raja.
" Hufff! Ternyata kau berada disini" Yoona menghela nafas panjang nya, saat melihat yang mulia, baik-baik saja. Bahkan sedang berendam ria dibak mandi kerajaan nya.
" Kenapa kau begitu kaget, kemarilah"
"Aku tidak mau" Jawab jutek Yoona yang memalingkan wajahnya dari tubuh Yangmulia, yang kini tidak mengunakan baju. Hanya mengunakan celana pendek sebatas lutut.
"Heii! Sebentar, bantu aku mengambil anduk"
" Hahhh kenapa kau tidak ambil sendiri saja"
" Ouuh baik. Aku akan bangun, dan istri ku seperti nya sangat ingin melihat roti sobek milik ku ini! Bukan kah begitu sayang ku" Canda Yangmulia, yang membuat Yoona bergegas mengambil handuk.
" Berhenti bicara dan pakai handuk mu" Ujar Yoona memberikan handuk, dan masih memalingkan wajahnya dari tubuh Yangmulia.
" Kenapa kau tidak mau melihatku" Tanya Yangmulia yang berusaha mengapai handuk dari tangan Yoona.
" Cepat pakai dan berhenti berbicara" Yoona kembali memarahi Yangmulia.
" baiklah! baiklah" Tegas Yangmulia. Namun seketika saja dirinya mengapai tangan Yoona, lalu menarik nya kedalam bak mandi.
" Apa yang kau lakukan" Yoona melawan dengan menepuk-nepuk dada Yangmulia.
" Aku tahu kau merindukan roti sobek ku, seharusnya kau tidak harus memengang nya terus" Yangmulia kembali mengoda Yoona.
"Kau! " Pekik Yoona sambil mengangkat tangan nya dan hendak kembali memukul Yangmulia. Namun Yangmulia dengan sigap meraih tangan Yoona, lalu melingkarkan nya keleher jenjang miliknya.
" kenapa kau terus menghindari ku! Apakah kau tidak merindukan ku" Tanya Yangmulia dengan mesra seraya mengecup pelan telinga Yoona, yang membuat Yoona mengila dengan setiap sentuhan lembut yang diberikan Yangmulia.
"Lepaskan aku ingin keluar" Yoona berusaha bangkit.
" Mau kemana?" Lagi dan lagi Yangmulia menarik tangan Yoona. Namun kali ini ia menduduki Yoona dipahanya. Sambil memeluk Yoona dari belakang dengan posisi tangan Yangmulia berada pada dada Yoona.
" Tuan ku. lepaskan" Lirih Yoona. Namun Yangmulia tidak menghiraukan nya, lalu menempelkan dagunya pada tenguk Yoona.
"Maafkan aku ini salah ku!".
" Kenapa anda minta maaf".
" Bukan kah kau marah karena sudah mengetahui nya dari ibu suri"
" bagaimana anda bisa mengetahui nya"
"Himcan memberi tahu ku"
" Ouhh"
" Kenapa kau begitu marah"
" aku tidak marah! Aku hanya sedikit khawatir"
" Tentang apa? Kau jangan terlalu banyak khawatir itu tidak akan baik untuk bayi kita. Yangmulia mengelus lembut perut Yoona.
"Tentang bayi kita?"
" Kau tidak terima jika dia tidak bisa menjadi putra mahkota nanti?"
" Tidak! Aku hanya takut jika nanti dia lahir, tidak bisa memiliki kasih sayang yang utuh dari Ayahanda nya, Karena bagaimanapun dia adalah seorang anak selir biasa.
" kenapa kau berfikir begitu jauh! Kau tidak perlu takut, karena aku akan memberikan semua kasih sayang yang tulus untuk nya"
" Benar kah?"
" tentu"
"Mau kah, Kau berjanji satu hal padaku?"
" Katakan"
" Jika nanti, aku sudah tidak berada disini lagi. Mau kah kau berjanji untuk merawat nya untuk ku"
" kenapa kau berbicara seperti itu. Berhenti berbicara omong kosong"
" Anda harus berjanji terlebih dahulu"
" Ya aku berjanji! Tapi berhenti berbicara seperti itu lagi, karena kita akan membesarkan nya bersama" Ucap Yangmulia dengan mengecup telapak tangan Yoona.
Yoona hanya tersenyum, meskipun sebenarnya dirinya tidak tahu, apakah dirinya akan terus berada di dunia novel dinasti ini? Ataukah dirinya akan kembali lagi ke dunia asalnya.
@@@@@
Karena malam sudah semakin larut, Yoona kini tertidur di pelukan Yangmulia. Dengan posisi tangan Yangmulia melingkar pada perutnya. Namun seketika saja dirinya terbangun dari tidurnya, dan menatap kearah Yangmulia yang masih tertidur pulas.
" Kenapa kau masih begitu tampan? Bahkan saat tidur begini" Yoona mengunakan jari telunjuk nya menyentuh pelan mata Yangmulia yang terlihat begitu indah.
" Pantas saja! Permaisuri sangat menginginkan mu" Yoona kembali menyentuh sampai kini tangan nya berhenti dibibir ranum milik pria tampan yang sedang memeluknya.
Yoona semakin mendekat, bibirnya hampir saja menyentuh bibir Yangmulia. Namun seketika dirinya sadar dan dengan sigap langsung beranjak dari kasur milik Yangmulia.
" Apa yang sedang kulakukan! Bagaimana jika dia terbangun"
Yoona Lalu meninggalkan Yang mulia, dirinya sedikit penasaran dengan kamar besar milik Raja. Lalu, kakinya menjelah menyusuri setiap sudut kamar itu. Hingga akhirnya langkah kakinya terhenti saat melihat beberapa jejeran buku kuno, tersusun rapi.
" Mengapa begitu banyak buku disini" Batinnya seraya perlahan mencoba membuat setiap lembar dari buku itu. Namun seketika tangannya tidak sengaja menjatuhkan sebuah buku usang dari meja.
" Buku ini" Yoona tercegang saat mengambil sebuah buku novel yang berjudul" INDEPENDENT WOMAN" Novel yang terakhir kali ia baca sebelum akhirnya terjebak dalam dunia novel.
" Akhirnya aku bisa menemukan buku ini" Yoona terharu dan hampir saja menjatuhkan air mata, karena dengan dirinya menemukan buku ini. Berarti akan ada harapan untuk Yoona kembali kedunia aslinya.
Akan kah Yoona kembali?
Atau kah Yoona akan memilih merajut cinta dengan Yangmulia.
" Baca kelanjutannya kisahnya".
Yang sudah setia baca terimakasih ♥️