
"Apakah kau sudah selesai melakukan nya? biarkan aku melihatnya" Ujar Yangmulia Keizen yang kini tepat berada disamping Yoona.
"Hahhh! Kau mengagetkan ku saja!"hentak Yoona dengan menepuk pundak Yangmulia Keizen.
"Kenapa kau melukis wajah ku"Tanya Keizen dengan sedikit tercengang.
"Aaaaa, mengapa kau melihat nya"Rengek Yoona yang sedang berusaha menutupi lukisan nya, yang sudah jelas sudah dilihat oleh Yangmulia.
"Kenapa kau menutupi nya, bukan kah aku sudah melihat semuanya"Gumam Keizen seraya menyentil dahi Yoona.
"Aaahhh ...aaahhh perut ku" Desis Yoona seraya tiba-tiba disaat Yangmulia ingin mengambil lukisan miliknya.
"Kenapa? Apakah ada yang sakit" Lirih Yangmulia Keizen seraya mengelus lembut perut Yoona.
"Hahahha! Kenapa seorang Yangmulia seperti mu begitu mudah ditipu"Tawa Yoona saat melihat rawut wajah Keizen yang sangat khawatir.
"Apa kau membodohi ku"pekik Keizen yang kembali menyentil dahi istrinya.
"Ahhh berhenti menyentil ku"desis Yoona yang masih berusaha menutupi lukisannya.
"Biarkan aku melihatnya" Keizen dengan sigap langsung mengambil lukisan dari belakang tubuh Yoona.
"Sejak kapan istriku, mempunyai bakat melukis seperti ini"Ucap Keizen yang berdiri seraya melipat kedua tangannya di depan dada.
"Ouh ini bukan istri ku yang pintar! Tapi memang aku yang tampan"Lirih Yangmulia dengan percaya diri dengan tangannya mengelus-elus dagunya.
"Hehhh... Apa yang kau katakan?" Tanya Yoona dengan sedikit sogong.
"Kenapa anda begitu berani nona! Apakah anda sudah lupa, bahwa saya adalah seorang Raja "Gumam Yangmulia seraya berjalan semakin dekat dengan wajahnya Yoona.
"Anda bukan Yangmulia disini tuan"Ucap Yoona yang berusaha menghindar dari tatapan tajam Yangmulia kepadanya.
"Berhenti kau ? Atau aku akan mengejar mu" Ujar Yangmulia yang menyadari Yoona sudah berlari menjauh dari nya.
____
Mereka kini saling kejar-kejaran dengan dipenuhi tawa bahagia dari keduanya. Namun seketika saja segerombolan orang mengunakan seragam seperti prajurit.
" Karena melanggar peraturan pemerintah kalian bermain diarea ini maka kalian ditangkap" Ucap Ketua dari para mereka.
YOONA kini sedang berusaha bersedia dibalik badan Yangmulia, dirinya sangat ketakutan dengan para pria yang kini berdiri didepan mereka.
" Siapa yang mengutus kalian" Tanya Yangmulia Keizen dengan menundukkan kepalanya dan sedikit memiringkan topi nya agar mereka tidak mengenalinya.
"Bupati Lim tu yang memerintah kami"Pekik mereka.
" Sebaiknya anda Jelaskan apa tujuan anda kemari" Ucap ketua mereka yang kini sedang mengarahkan pedang yang tajam kearah Yangmulia Keizen dan Yoona.
"TIDAK Bisa! Kalian tidak bisa melakukan nya" Ucap Yoona yang tiba-tiba kini berdiri dihadapan Yangmulia dengan tangan Yang direntangkan, Yoona kini sedang berusaha melindungi Yangmulia.
"Apa yang kau lakukan?" lirih Yangmulia.
"Sebaiknya katakan saja siapa identitas sebenarnya kita" Bisik Yoona, yang mengira jika memberi tahu identitas mereka maka semua bisa diselesaikan dengan baik.
"Sebentar dulu kita tidak harus nya begitu gegabah"Bisik kembali Yangmulia kepada Yoona.
"HEI Kalian! Cepat katakan siapa sebenarnya kalian"Hentak para prajurit itu.
"CEPAT PERGI" teriak pengawal Joen yang kini mulai mengajar satu persatu dari mereka, meminta Yangmulia dan Yoona untuk segera meninggalkan area itu. Namun sialnya saat Yangmulia hendak beranjak dari tempat itu, seseorang justru menyerang nya seraya berteriak.
" Yang mulia enyahlah kau"Teriak pria itu Yang kini hampir saja menghunuskan pedangnya kearah kepala Yangmulia Keizen, namun untung saja dengan cepat ditepis oleh pengawal Joen, meskipun tangan pengawal Joen sedikit tergores oleh pedagang mereka.
"Pengawal Joen....." Teriak Yangmulia, yang lalu menendang kasar tubuh salah satu pengawal itu, Lalu mengambil pedang miliknya dan mulai mengajar lagi kedelapan prajurit lainnya yang sedari tadi sudah mengepung Pengawal Joen.
"Hentikan......." Teriakan emosi Yangmulia yang kini sedang mengajar semua perajurit itu hingga tergeletak di tanah. Tentu saja bukan hal sulit, bagi Yangmulia hanya untuk melawan para prajurit murahan seperti mereka.
"KATAKAN SIAPA YANG BERADA DI BELAKANG KALIAN" tanya Yangmulia dengan mengangkat salah satu dagu dari mereka mengunakan pedang.
"CEPAT KATAKAN" Hentak pengawal Joen yang kini menginjak kasar tubuh salah satu dari mereka.
_____
Saat Yangmulia dan pengawal Joen sedang berusaha mencari tahu tentang siapa dalang disebalik kejadian ini, dan bagaimana mereka jika tahu bahwa itu Yangmulia.
Disisi lain, prajurit yang tadi, dorong keras dan diambil pedangnya oleh Yangmulia, kini kembali bangkit secara perlahan, dan dengan sigap meraih sebuah pedang yang sudah tergeletak, lalu menuju kearah Yoona yang sudah teramat ketakutan karena melihat begitu banyak pertumpahan darah.
"Lepaskan mereka! Atau ku lenyap kan nona ini" Teriak pria itu yang terus membawa mudur tubuh Yoona, yang sudah teramat ketakutan karena pedang tajam kini tepat berada dibawah dagunya, lebih tepatnya didepan leher jenjangnya.
" Hei lepaskan istriku" Hentak Yangmulia yang datang menghampiri Yoona.
" Berhenti bergerak atau aku akan benar-benar melakukan nya" Ancam pria itu yang semakin mendekat kan pedagang nya dengan kulit Yoona.
" Hentikan! Dan katakan apa mau mu" Teriak Yangmulia yang melihat kearah Yoona yang sudah menangis kali ini.
" Lepaskan mereka! Maka akan ku lepaskan istrimu"
"Baik aku akan melepaskan mereka"
"Cepat"
"Pengawal Joen lepasakan mereka" Perintah Yangmulia kepada pengawal Joen.
" Tapi tuann...."lirih pengawal Joen.
" Apakah kau tidak mendengarkan ku! Ini perintah" Hentak Yangmulia dengan nada tinggi.
"Baiklah..." ucap pengawal Joen yang melepaskan mereka. Lalu dengan sigap Juga Yoona di lepaskan dari cengkeraman Pria itu.
Sementara semua para prajurit itu berlari menjauh, Yoona justru dengan sigap langsung memeluk tubuh Yangmulia.
"Syukurlah kau tidak apa-apa" Lirih Yoona yang mendekap erat tubuh Yangmulia.
"Seharusnya aku yang bersyukur! Karena hampir saja aku kehilanganmu" Ucap Yangmulia, yang kini mencium begitu dengan begitu dalam pucuk kepala Yoona.
"Aku tidak apa-apa aku baik-baik saja" Lirih Yoona yang kini menangis semakin menjadi-jadi didalam pelukan Yangmulia Keizen, Tanpa sadar Yangmulia kini juga ikut meneteskan air mata.
Yoona kini merenggangkan pelukannya, "Apakah anda baik-baik saja tuan ku" Tanya Yoona dengan menatap begitu dalam manik mata hezel milik Yangmulia.
"Ya aku baik-baik saja.. Tapi..." Yangmulia seketika saja teringat dengan pengawal Joen yang sedang berdiri memegang sebelah tangannya, yang sedari tadi tidak berhenti mengucurkan darah segar.
"Pengawal Joen bertahanlah! Yoona tolong jaga pengawal Joen untuk ku" Pinta Yangmulia yang dengan sigap berlari masuk kedalan hutan terjang, karena tahu bahwa pedang yang menggores tangannya adalah pedagang beracun.
Sementara itu Yoona yang melihat pengawal Joen mulai merasa kasian dengan Pria itu, lalu dengan sigap dirinya langsung merobek baju bagian bawahnya, lalu mengikatnya pada pergelangan bahu Pengawal Joen. Setidaknya dengan begitu bisa memperlambat racun.