INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Hampir ketahuan



Yoona, Yangmulia, Himchan dan Dero. Mereka semua kini sedang membagikan berberapa makanan yang sudah dibuat Yoona untuk para anak-anak yang kekurangan gizi. Pangeran Himacan bahkan banyak menyumbang berbagai makanan untuk rakyat biasa yang membutuhkan.


*


*


@@@@@


Hari sudah kini sudah berganti malam, Dero dan Himcan pun sudah kembali istana.


"Yoona! Apakah kau senang?"


Yangmulia berjalan mendekati Yoona yang sedang duduk mematung didepan cermin.


"Eummm"


"Kenapa kau terlihat tidak begitu senang"


Yangmulia kini mengambil sisir ditangan Yoona, lalu menyisir lembut rambut panjang milik Yoona.


"Karena ini semua akan segera berakhir"


"Apa yang kau maksud berakhir? Kita hanya kembali keistana" Ujar Yangmulia dengan membalikkan tubuh Yoona untuk menatap ke arahnya.


”Hei! Kenapa kau begitu murung"


Yangmulia kini mengangkat dagu Yoona, yang sedari tadi hanya menunduk kan wajahnya kepada Yangmulia.


"Bisakah jika kita tidak kembali?"


Tanya Yoona dengan perlahan meraih tangan Yangmulia dari wajahnya.


"Kenapa? Apakah kau masih ingin berlama-lama disini"


Yoona hanya mengangguk mengunkan bahasa tubuhnya.


"Kita sudah satu Minggu disini, dan harus segera kembali"


"Aku tidak ingin kembali"


"Aku tahu! Tapi kita tidak boleh egois" Jelas Yangmulia seraya menarik Yoona kedalam pelukannya.


"Hei kenapa kau menagis" Lirih Yangmulia saat mendengar suara tangisan dari Yoona.


"Aku tidak menagis"


Yoona merengangkan pelukannya dan dengan cepat menguap air matanya.


"Sudah baik jika kau tidak menangis"


Yangmulia Keizen dengan sigap mengendong tubuh Yoona dan membawanya naik keatas ranjang.


"APa yang anda lakukan? Bagaimana jika pengawal Joen mendengar kita" Lirih Yoona saat menyadari Yangmulia kini sudah berada diatasnya.


"dia sudah tertidur percaya lah padaku"


Yangmulia kini mulai mengecup kening lalu beralih ke bibir ranum milik Yoona. Yangmulia dan Yoona kembali melakukan hubungan panas mereka.


*


*


"Apakah kau sudah tidur?"Lirih Yoona, kepada Yangmulia yang kini sedang memeluknya.


"Eummmm"jawab Yangmulia dengan mata tertutup.


"Sudah lah Jika kau sudah tidur"


"Ada apa sayang? katakan saja, aku akan mendengarkan nya"


"Benarkah anda akan mendengarkan ku"


"Eummm!"


"Apakah anda percaya akan masa depan"


"Eummm, aku akan hidup dengan anak dan istriku tercinta dimasa depan" Lirih Yangmulia dengan mengelus perut Yoona, yang bahkan belum terlalu membesar.


"Aku serius...?"


"Baiklah! Kenapa kau menanyakan itu?"


" Aku hanya ingin tahu pendapat anda saja"


"Apa sekarang kau sudah tahu"


"Eummm, tapi boleh kah ku bertanya lagi"


"Katakan, aku akan menjawab apapun itu"


"Apakah anda kembali keistana untuk mengurus sesuatu"


"Tentu aku seorang Yangmulia, bagaimana bisa aku tidak mengurus apapun saat kembali keistana"


"Bukan itu maksud ku"


"Lalu?"


"Apakah kau akan menemui seseorang?"


"Eumm! Bagaimana kau bisa tahu? Apakah kau membaca fikiran ku?"


" Jangan temui dia aku mohon"


"Kenapa? Bukan kah aku hanya bertemu Ayahanda?"


Sedangkan Yoona, dirinya hanya membaca di novel kuno " INDEPENDENT WOMAN" bahwa Yangmulia akan mengalami sebuah kejadian yang akan membuat dirinya terluka cukup parah.


@


@


@


Hari sudah berganti, hari ini adalah mereka sudah harus kembali keistana hari ini.


"Selamat datang kembali Yangmulia" Seru pengawal saat Yangmulia mulai Kiezen memasuki area Isatana dengan kudanya, Yang tak lama juga disusul Yoona mengunakan pandu dibelakang nya.


" Nona kau sudah kembali" ujar Mora yang berjalan mendekati Yoona, lalu mengajak nya kembali kepavilun milik Yoona.


Diperjalanan menuju arah sana, Yoonna bertemu dengan Dero dan Himcan yang hendak menghampiri Yangmulia Keizen.


"Yoona kau sudah kembali" Seru Dero, yang hendak memeluk Yoona. Namun kali ini dengan sigap ditepis Himchan.


"Apa yang kau lakukan"


"Seharusnya aku yang bertanya! Ini istana bagaimana bisa kau ingin memeluk seorang Selir istana"


"Apakah dilarang?"


"Sebenarnya tidak, tapi mungkin saja kau akan dihukum mati"


"Maksud apa? Sampai segitunya"Gerutu Dero karena kesal dengan ucapan Himchan.


"Bagaimana bisa kau tidak mengerti! Kau lihat kesana" Tunjuk Himchan kearah Yangmulia Keizen yang sedang menatap sinis kearah Dero.


"Pria itu bisa saja mematahkan tulang mu"


"Berhenti bicara"


Tukas Dero yang sedikit ketakutan.


"Yoona! Kau sudah kembali, nanti buatkan aku jelly yang enak lagi ya"


Dero berusaha mengalihkan pembicaraan dan berjalan menuju Yangmulia.


" Nona apa itu jelly" Tanya Mora dengan polos.


"Kau akan tahu nanti" Tukas Yoona karena tidak ingin menjelaskan nya.


________


Yoona dan Mora sedang bersiap untuk menghadiri acara perjamuan istana, yang diadakan ibu suri untuk menyambut kembali kedatangan Yoona.


"Selir Yoon kau sudah kembali" Ujar ibu suri yang langsung saja memeluk tubuh Yoona.


Yoona justru merasa heran dengan sikap aneh dari ibu mertua nya yang sangat berbeda 180° sebelum dirinya keracunan saat itu.


Tak lama, setelah ibu suri melepaskan pelukannya. permaisuri Alura datang dengan Anna memasuki aula tempat makan itu.


"Anna kenapa wanita itu masih hidup?" Bisik Kesal Alura kepada Anna yang berdiri disampingnya.


"Aku tidak tahu nona! Sepertinya gadis itu diberkati oleh dewa" Jawab pasrah Anna untuk memberhentikan Alura untuk bertanya, karena dirinya pun sama herannya dengan Alura.


"Bagaimana bisa pendeta Gyorgo tidak berhasil" Batin Anna yang sedikit curiga.


@


@


" Baik acara makan malam ini akan segera dimulai! Untuk memastikan makanan ini layak atau tidak nya! Aku sendiri yang akan mencoba nya terlebih dahulu" Ujar Ibu Suri yang kini mulai mencicipi satu persatu makanan yang terpanjang rapi di atas meja besar itu.


Sedangkan para selir lainnya justru saling melirik satu sama lain. Seolah tidak ada yang tahu apa yang terjadi kepada ibu suri.


"Mora apa yang sebenarnya terjadi" Bisik Yoona yang sama halnya juga merasa heran dengan sikap Ibu suri, yang biasanya tidak akan memakan makanan sebelum itu dicoba terlebih dahulu oleh pelayan kepercayaan nya, Dayang Meng.


" Sudah! Makanan ini semua layak untuk disantap! Jadi silahkan nikmati makanan kalian"


Ibu suri memerintah, Namun semua orang hanya diam dan tidak ada yang berani untuk memulainya.


"Kenapa kalian hanya diam! Cepat makan makanan kalian! Ini perintah"


Hentakan ibu suri membuat semua orang langsung terburu-buru mengambil piring masing-masing.


Acara kali berjalan sangat lancar.


"Permaisuri Alura? Kenapa kau memakan itu"


Tanya salah satu selir yang melihat Alura menyantap dengan lahap sup rumput laut.


"Kenapa? Ini hanya sup rumput laut"


" Bukankah kau sedang hamil?"


Dayang Anna sedang kebingung karena lupa memberi tahu Alura bahwa sup rumput laut sangat berbahaya untuk kandungan.


Semua mata disana tercegang semua pasang mata yang berada disana terus saja melihat manik mata hezel milik permaisuri Alura.


" Kenapa kau melihat ku seperti itu?"


Alura semakin kebingungan apalagi disaat ibu suri menatap kearahnya.


*


*


*


Just info: Sup rumput laut dilarang dikonsumsi untuk wanita hamil yang barada diistana, karena mitosnya akan membayakan ibu dan janin.