INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Bab 30. Kembali bertemu.



Seketika saja di tengah perdebatan mereka.


Di tengah jalan menuju pintu keluar istana wanita. Yangmulia, Dero tak sengaja bertemu dengan Selir Yonnahe.


Hari ini Yonna terlihat sangat sangat cantik!, ternyata benar apa yang di katakan Dero tadi pagi.


"Selir Yonn" Pekik Dero berjalan anggun kearah Sellir.


"Hm ya" Jawab Yonna dengan senyum seadanya di sebalik cadar penutup wajah nya itu.


"Kau sangat cantik hari ini Selir Yonn" Ujar Dero jujur.


"Hais apa apaan kau ini, tentu saja aku harus cantik untuk menyambut suami ku" jawab Yonnahe.


Yonnahe, sebenarnya berusaha untuk tetap biasa-biasa saja di hadapan Ryo. Mengingat yang terakhir kali mereka lakukan malam itu.


Yonnahe menunduk wajah, berharap Ryo tidak mengenalinya sebagai Kinaya.


Sedangkan Yangmulia sendiri tidak tahu, jika gadis Selir yang saat ini bersama nya adalah Kinaya.


Sebaliknya Kinaya tidak mengetahui bahwa Ryo adalah Yangmulia. Yang di maksud dengan suaminya itu.


******


" Tuan aku duluan" Tunduk Yonnahe meninggalkan mereka.


****


" Huffff, hampir saja aku mati berada di depan pria itu. Matanya, hidungnya, dan bibirnya sungguh sangat mengoda ku. Apalagi mengingat malam itu" Batin nya.


" Ahhh. Tidak! aku harus melupakan dia dan kejadian malam itu. ini demi hidup ku.  Aku seorang selir dari Raja negri ini" Kinaya menyadarkan dirinya sendiri.


Dan tiba-tiba saja!


" Nona" pekik Mora, dengan sedikit terengah.


" Kenapa ini Mora? kenapa kau sangat terburu-buru"


" Nona Jung...."


Belum selesai berucap Mora, langsung saja menarik tangan nona nya dan membawa nya ke arah Paviliun milik Jung.


Yonnahe kini memasuki ruangan itu, tampak seorang wanita sedang duduk menghadap ke jendela.


" Huff ,,, " Yonnahe menghela nafas yang berpacu sedari tadi.


"Kemari lah" perintah Jung.


Yonnahe kini duduk di sebelah Jung, menatap penuh ke khawatiran ke arah wajah Jung yang memucat, dengan lingkaran bola mata yang semakin melebar.


" Yonna, kau tahu? mengapa langit berwarna berwarna biru, dan mengapa aku sangat menyukai langit" Ucapnya seraya perlahan mengengam lembut tangan Yoona.


"Kenapa Eonni" Lirih Yonna menatap ke arah langit.


"Karena langit, selalu terlihat indah dengan sebuah kebebasan dan ketenangan di sana.


Dan kau tahu, aku menikahi tuan ku bukan atas dasar cinta. Tapi, karena pernjanjian yang di buat kekaisaran. Namun seraya perlahan rasa cinta itu akan tumbuh" Ujar Jung.


Yonnahe hanya diam.


"Yonna, boleh kah ku minta satu hal padamu sebelum aku benar-benar pergi dari dunia ini" Pinta Jung yang mengelus telapak tangan Yonna.


"Nmm" Yonna mengunakan bahasa tubuh nya berkata iya.


" Jika nanti, Yangmulia tidak memperlakukan mu sebagai istri yang baik. Maka nikahilah Tuan ku, ia akan menjadi suami yang baik untuk mu" Gumam Jung dengan air mata yang sudah membendung sedari tadi.


Yonna Tercengang, mendengar ucapan wanita yang sudah membuat nya merasa aman disini, meminta dirinya untuk menikahi suami nya.


***


Yonna meninggalkan ruangan itu dengan wajah tunduk kebawah. Tubuhnya seperti tidak bertulang. Lemas, sedih semua berpadu satu.


Tiba-tiba saat Yonna berjalan menuju ke arah danau tempat biasa ia menenang diri.


Melangkah Secara perlahan dengan wajah yang menuduk tanpa melihat kedepan.


"Aduhh" Ucapnya mengelus kepalanya yang baru saja menabrak sesuatu.


Yonna, mengangkat wajahnya dan menatap


ke arah sosok pria tinggi yang kini berdiri di hadapan nya.


" Ryo. Bagaimana ini" Batin nya kebingungan dan secara perlahan mundur 2 langkah secara pelan.


"Berhenti" Suara pria itu menghentikan langkah nya.


" Maaf Tuan aku tidak sengaja" Ucapnya membungkuk berusaha menutupi wajahnya, yang padahal memang sudah tertutup cadar.


" Mati! gua . pasti udah ketahuan ni" Batin Kinaya.


"Kau selir Yoon kan" Tanya Yangmulia menenang kan Kinaya.


" Huffff " Menghembuskan nafas pelan.


"Hei" Sapa balik Yangmulia.


" Tuan, mengapa anda malam-malam berada disini" basa basi Kinaya.


" Aku sedang mencari,,,. ahh sudah lupakan saja" Ucapnya, pergi meninggalkan Kinaya.


"Pria yang aneh" Gumam Kinaya dan pergi dari tempat itu.


*******


Hari sudah berganti malam.


Dan malam ini, adalah malam yang mulia untuk tidur bersama selir Jingyo.


Namun ia masih saja berada di dalam kamar nya.


" Yangmulia malam ini, kau harus bermalam dengan selir pertama Jingyo" Kasim Han datang mengigat kan Yangmulia.


Jingyo adalah selir pertama yang mulia.


Yang mulia melajukan langkah nya menuju Paviliun milik selir Jingyo.


" Yang mulia datang" suara seorang pelayan terdengar dari luar.


Didalam kamar Jingyo sedang duduk manis dengan rambut terurai panjang.


Serta satu set makan malam sudah di siapkan.


Yang mulia malam ini akan makan malam bersama dengan selir Jingyo.


dan menghabiskan malam bersamanya.


*****


Sementara itu, Kinaya sedang sibuk mencari cara agar bisa keluar dari istana malam ini.


Dan akhirnya Kinaya dengan bantuan Mora berhasil keluar dari istana dengan membawa banyak makanan yang ia curi dari dapur istana.


Kinaya keluar sendiri dari istana dan Mora tidur di kamar milik Yoonahe agar tidak ada yang curiga.


Kinaya menyusuri hutan terjang tempat yang biasa ia lewati sebelum menjadi Yonnahe.


Namun, ia melupakan satu hal tentang preman yang di ujung jalan yang terakhir kali mengejarnya.


" Haduhhh, bagaimana aku bisa seceroboh ini" Ucap Kinaya yang melihat 4 pria bertubuh besar itu mulai mendekati nya.


" Heii nona, tubuh mu sungguh mengoda" Ucap mereka dengan menjelerkan sedikit lidah nya seakan-akan menyantap makanan yang lezat.


Kinaya kini kebingungan, ia tidak mungkin berlari kedalam hutan, karena pasti akan tersesat kembali, dan ia juga tidak bisa melawan 4 pria ini.


Namun seketika saja saat tangan seorang pria menyentuh bahunya, langsung saja ia dengan sigap melilit kan tangan pria itu lalu menendang perut nya.


" Ini sungguh aneh, kenapa aku bisa berkelahi" batin Kinaya.


" Heii Nona jangan bermain-main dengan kami, lebih baik langsung ke intinya saja"


"Ayolah sayang" Ucap para preman yang sudah di kuasai oleh nafsu itu.


Kinaya yang merasa kan ada yang aneh dengan tubuh nya lalu meletakkan 2 keranjang makan yang ia curi tadi ke tanah.


Dan dengan sigap tubuh nya mengambil aba-aba dan dengan satu hentakan menendang sekaligus 4 pria itu.


Dan berkelahi seperti seorang pria.


" Apa ini, apakah jika gadis ini sudah kembali"


Batin nya melihat kedua tangan nya.


Pria bertubuh tinggi itu kini sudah tergeletak di tanah, dengan wajah yang babak belur akibat hajaran Kinaya.


****


Kinaya melanjutkan langkahnya, dan tiba-tiba saja. kepala nya sangat berat.


Beberapa potongan ingatan tiba-tiba muncul.


Ia melihat dirinya berada di hutan ini dan sedang di kejar oleh 1 orang pria.


Dan pria yang mengejar itu tidak asing, wajah pria itu sangat familiar.