INDEPENDENT WOMAN

INDEPENDENT WOMAN
Lukis wajah Yangmulia.



"jangan berteriak?" Ujar Yangmulia dengan perlahan melepaskan tangan nya dari mulut Yoona.


"Apakah kau membohongiku?" Tanya Yoona dengan sedikit meragukan ucapan Yangmulia.


"Apakah kau ingin membuktikannya?"lirih Yangmulia.


"Bagaimana cara nya?"jawab datar Yoona yang kembali bertanya.


"Ikut aku memanah hewan dihutan" Ujar Yangmulia dengan manarik tangan Yoona membawanya menuju arah hutan.


"Apa yang anda lakukan! Jangan memanah?"pekik Yoona meminta Yangmulia untuk tidak membunuh binatang.


"Kau ikut saja" pinta Yangmulia yang membawa Yoona berjalan dijalan setapak menyusuri hutan rindang dengan dipenuhi banyak pohon Pinus disekeliling mereka.


"Apakah anda ingin menculik ku"Tanya Yoona yang kini menyilangkan tangannya dihadapan dada.


"Apa yang kau fikirkan"Hentak Keizen dengan menyentil dahi Yoona.


"Kenapa kau membawaku kehutanan jika tidak ingin menyulikku?"Pekik Yoona dengan mendorong pelan tubuh Keizen dengan jari telunjuknya.


"Aku ingin mengajakmu berkencan!" Bisik Yangmulia yang menarik jari Yoona, membawa tubuh gadis itu kepelukannya.


"Ahhh lepasakan"marah Yoona, dengan melepaskan dirinya dari pelukan Keizen.


"Kenapa...?bukan kah ini tempat yang sepi, kita bisa berbuat apapun disini. Bahkan tidak ada penghuni Istana lainnya yang melihat kita"Ujar Yangmulia yang membuat Yoona menutup telinganya.


"Berhenti bicara!"Tegas Yoona.


"Kenapa...?"


"Menurut Drama Korea kerajaan yang pernah ku tonton tidak pernah ada seorang Raja mengajak selirnya berkencan ditengah hutan begini" Jelas Yoona, dengan terus saja memengang lehernya, karena sedikit merinding.


"Drrama..K-orea.." Yangmulia Keizen kebingungan mendengar kata Drama Korea.


"Ahh sudah lupakan saja!"Ucap Yoona yang kini berjalan duluan dan meninggalkan Yangmulia, yang masih tercegang dibelakang.


"Ayo cepat kemari" Perintah Yoona yang kembali menarik tangan Yangmulia yang sedari tadi hanya memantung saja.


"Drrrama Kooorea maksud mu?"Satu pertanyaan yang kembali ditanyakan Yangmulia kepada Yoona.


"Sudah jangan membahas itu lagi"Rengek Yoona, Karena sebenarnya dirinya bingung jika harus menjelaskan apa itu drama Korea kepada seorang Raja yang hidup dijaman dinasti kuno seperti ini.


"Drama Korea"


"Drama Korea"


Keizen terus saja menghafalkan kata unik yang baru saja ia dengar dari mulut istrinya.


"Aaaaa... Tuanku!"Teriak Yoona yang tiba-tiba berlari menuju Yangmulia, yang masih berada dibelakangnya. Lalu dengan sigap dirinya langsung memeluk tubuh Keizen.


"Ada apa...? Berhati-hatilah" Ucap Keizen yang langsung menyentuh perut Yoona.


"Disana...."


"Disana..." Desis Yoona seraya menunjuk kearah depan.


Yangmulia lalu dengan cepat langsung menuju arah yang ditunjuk Yoona.


"Mana? Dimana? "Tanya Yangmulia yang menyadari tidak ada apapun disana.


"Ituu... Di bawah kaki anda ..."Pekik Yoona dengan kembali menunjuk kearah bawah.


"Hanya ini..." ucap Yangmulia, yang kini mengambil ulat bulu yang dimaksud Yoona, lalu mengarahkan nya kepada Yoona.


"Ahhh...jauhkan itu dari ku" Gerutu Yoona yang terus saja merasa geli akan binatang kecil berbulu itu.


"Kau tidak perlu takut.. Drama Korea" Ejek Yangmulia Keizen yang kembali mengarahkan ulat itu kehadapan Yoona.


"Ahhh aku mohon berhenti bermain-main dengan ituu..." Teriak Yoona dengan menutup telinganya, karena tidak ingin mendengar ucapan demi ucapan Yangmulia yang terus saja mengejek dirinya.


"Baiklah... Kemarilah!"pinta Yangmulia menarik Yoona kesamping nya.


"Katakan sebenarnya kita akan pergi kemana?"Tanya Yoona yang curiga Yangmulia sebenarnya tidak memiliki tujuan khusus.


"Wahhhh Deabak..." Ucap Yoona yang terganggaa menatap kearah depan, melihat surga dunia yang terpampang jelas dihadapannya.


"Apakah aku sedang bermimpi?"Tanya Yonna yang kini mengosok kantongnya, mencari sebuah benda pipih yang diperlukan, Handphone.


"Apa yang sedang kau cari..?"Tanya Yangmulia yang melihat Yoona sedang mencari sesuatu.


"Lupakan saja! Kita tidak akan menemukannya disini" Ujar Yoona kembali menyadari bahwa dirinya sedang terjebak dalam buku novel "INDEPENDENT WOMAN" jadi mana mungkin bisa menemukan handphone disini.


"Sayang sekali, pemandangan seperti ini tidak bisa diabadikan"Lirih Yoona yang terdengar oleh Yangmulia.


"Kenapa tidak bisa diabadikan.."Tanya Yangmulia , yang kini menatap kemanik coklat milik Yoona.


"Maksudmu.. ada pon,,,," Yoona hampir saja menyebutkan kata ponsel.


"Untung aku tidak jadin menyebutkannya! Kalau tidak, aku harus menjelaskan apa itu ponsel" Batin Yoona yang teringat terakhir kali ia menyebutkan kata aneh, Yangmulia terus saja mengucapkan nya .


"Ponn.. apa? Kenapa tidak jadi mengucapkan nya...? Tanya Yangmulia Keizen.


"Lupakan lah! Tapi bagaimana cara mengabadikan ini" Tanya Yonna yang berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.


"Tentu bisa kemarilah" Perintah Yangmulia, yang tiba-tiba menutup mata Yoona dan menuntunnya berjalan maju.


"Kenapa kau menutup mata ku" Lirih Yoona yang merasa heran.


"Kau sudah bisa melihatnya sekarang" Ucap Yangmulia yang kini melepaskan tangannya dari mata Yoona.


"Wahhh... " Yoona kembali terpana saat melihat 2 set alat melukis sudah terpanjang dan tersusun rapi diatas babatuan besar di tepi sungai.


"Siapa yang menyiapkan ini" Tanya Yoona yang kini turun menuju batuan itu.


"aku yang meminta pengawal Joen menyiapkan nya! Apakah kau suka...? Tanya Yangmulia mastikan.


"Eummm" Yoona hanya mengangguk seraya tersenyum kearah Yangmulia Keizen.


"Baiklah sekarang duduk disini dan mari menyambar pemandangan yang indah ini" perintah Yangmulia, yang mengajak Yoona untuk duduk dihadapannya.


"Tapi aku tidak terlalu pintar melakukannya" Ujar Yoona.


"Tak apa! Kita coba saja" Ucap Yangmulia.


___


Yoonna dan Yangmulia kini sedang asik melukis ditepi sungai. Saat Yangmulia sedang melukis sungai\pemandangan, Sedangkan Yoona kini asik sedang melukis Yangmulia.


"Bukan kah ini begitu indah" Lirih Yangmulia yang menatap kearah Yoona.


"Eummm! Ini sangat indah" Ucap Yoona yang hanya fokus menatap kewajah Yangmulia.


"Yoona kemarilah coba lihat punyaku" Pernikahan Yangmulia yang meminta Yoona.


"Baik aku akan melihatnya" Ucap Yoona yang berjalan mendekat kepada Yangmulia.


"Wahhh ini benar-benar seperti aslinya" Gumam Yoona yang benar-benar terpana dengan keahlian melukis yang dimiliki suaminya.


"Benarkah?" Tanya Yangmulia memastikan.


"Benar!..."


"Baik.. jika benar, izinkan aku melihat punyamu sekarang" Gumam Yangmulia yang hendak bangun untuk melihat lukisan milik Yoona, Namun dengan sigap tahan Yoona agar Keizen tidak melihat lukisan miliknya.


"Nanti saja! Aku belum selesai melukisnya" Lirih Yoona dengan mendorong pelan tubuh Yangmulia.


"Biarkan aku melihatnya saja" Ucap Yangmulia yang barusaha tetap ingin melihat sekarang.


"Aku akan menyelesaikan, agar anda bisa cepat melihatnya" Gumam Yoona yang membuat Yangmulia kembali duduk ditempatnya.


"Anda juga harus cepat menyelesaikan nya! Sepertinya akan segera turun hujan" Ucap Yoona dengan berbohong agar Yangmulia tidak meminta untuk melihat punya nya.


Yoona hanya tersenyum dan sedikit merasa lega karena Yangmulia mau mendengarkan nya untuk tidak melihat sekarang.